
Sore ini sepulang dari rumah bik Lila,,Ajeng tak nampak batang hidungnya,,biasanya jika sore menjelang,Ajeng pasti akan bersantai dengan duduk-duduk di teras bersama Andini sambil menikmati teh hangat dan cemilan.
Tapi hari ini berbeda,,Ajeng tak melakukannya,,membuat Andini yang sedari tadi telah menunggunya di ruang tengah,,jengah karena yang ditunggu tak jua muncul..
"Kemana sih mamah,,apa keasyikan baca novel jadi lupa jika anaknya ini telah menunggu" gumam Andini seraya bangkit dari duduknya.
Lalu menuju kamar sang mamah..
"Tokk..tokk..."Andini mengetuk pintu kamar Ajeng.
Tak ada respon...
Andini memanggil seraya mengetuk kembali pintunya
"Mahh..mamah.."
Tak ada jawaban...
"Masa sih jam segini mamah masih tidur,,sudah sore juga,,kan mamah sendiri yang bilang jangan tidur setelah ashar,,pamali katanya" batin Andini.
Andini memutar handle pintu kamar sang mamah,,pintu terbuka..
Andini nampak bingung melihat pemandangan yang ada di depannya seketika setelah pintu dibuka..
Sang mamah berada di dalam selimut..
"Koq mamah pakai selimut,,cuaca lagi gak dingin,,malahan hari ini terasa terik,,apa mamah sakit?!!' pertanyaan yang hadir dibenaknya saat ini.
Andini mendekati tempat tidur sang mamah,,untuk memastikan keadaannya.
Ajeng nampak menggigil,,tubuhnya sedikit bergoncang karenanya,,Andini lalu menyentuh bagian kepala sang mamah,,benar saja,,badannya panas..
"Ya Allah mamah demam"
"Mah...mamah sakit ya??"
"Mamah demam nakk"
"Koq mamah gak panggil Andini,,tau gini kan bisa dari tadi rawat mamah"
"Kita ke dokter ya mahh?!!"
"Gak usah nakk,,mamah hanya perlu istirahat saja terus minum obat pereda demam,,nanti juga sembuh"
"Mamah yakin??!!"
"Iya nakk,,tolong ambilkan mamah obat pereda demam dalam kotak P3K itu"
Andini lalu memberikan obat yang dimaksud pada sang mamah,,Ajeng kembali beringsut dalam selimut sesaat setelah meminum obatnya.
"Ya udah mamah istirahat aja,cepat sembuh ya mahh"
Andini bersih-bersih rumah dulu,,kalau mamah perlu sesuatu panggil saja"
"Iya nakk,,pergilah jangan cemaskan mamah,,mamah hanya perlu istirhat sejenak,,sebentar juga pulih lagi"
"Njih mahh"
Andini pun berlalu dari sana,,menyelesaikan tugasnya membersihkan rumah.
Setengah jam kemudian,,rumah lebih rapi dan bersih,,Andini baru kembali bisa bersantai melepas penat..
Namun pikirannya sesaat terusik saat beberapa waktu lalu mbak Maya minta tolong mempersiapkan segala sesuatu untuk acara tujuh bulanannya sedang sang mamah tengah sakit.
"Semoga mamah cepat sembuh biar bisa bantuin mbak Maya" batinnya.
🍡🍡🍡
Malam ini Andini terus menunggui Ajeng sang mamah yang meringkuk dalam gigil,,badannya panas dingin,,demam yang menyerangnya seolah enggan untuk pergi.
"Aduuh..bagaimana ini?!! Badan mamah masih demam,,padahal sudah minum obat pereda demam" batin Andini yang terus mengompres kepala sang mamah dengan air hangat.
"Ini gak bisa dibiarkan,,aku harus membawa mamah ke dokter sekarang juga" gumamnya.
"Mahh..kita ke dokter ya,,kan praktik dokter Nugi gak jauh dari sini,,nanti Andini bawa motornya pelan-pelan saja mahh"
"Gak usah nakk,,mamah gak papa,,sebentar juga demamnya hilang"
"Mahh..sudah sedari sore kondisi mamah seperti ini,,cuma sebentar turun panasnya,,habis reaksi obat kembali demam lagi" celetuknya.
"Mamah gak kuat jalan nakk,,kepala mamah sakit sekali."
"Ya Allah kasihan sekali mamah,,kalau gitu Andini jemput dokter Nugi nya saja ya mahh"
"Gak usah nakk,,ini sudah malam,,ditelpon saja gih,,semoga saja beliau ada di tempat karena tadi sore mamah telpon katanya lagi menangani pasien gawat di rumah sakit."
"Coba Andini telpon dokter Nuginya siapa tahu ada,,pakai aja ponsel mamah untuk menghubungi"
"Njih mahh"
Andini segera mengambil ponsel sang mamah yang tergelatak di atas buffet dekat tempat tidur,,mencari kontak dengan nama Dr. Nugi,,Andini lalu menghubunginya.
Tak lama terdengar suara dari ujung telpon..
Andini 📞 : "Selamat malam,,bisa bicara dengan dokter Nugi?!"
Dokter Nugi 📞 : "Iya saya sendiri,,ada yang bisa saya bantu bu Ajeng?!"
Andini 📞 : emmhh..."Ini bukan bu Ajeng tapi putrinya Andini,,Apa Dokter bisa ke rumah?! Mamah demam tinggi saat ini"
Dokter Nugi 📞 : "Maaf sekali,,saya masih di RS karena ada beberapa pasien darurat yang harus ditangani dan saya tidak bisa meninggalkan mereka saat ini"
Andini 📞 : "Ohh begitu ya Dokter,,ya udah gak papa.."
Dokter Nugi 📞 : Nona Andini gak perlu cemas,,nanti saya akan resepkan obatnya,,kamu bisa membelinya di apotik"
"Apa yang menjadi keluhan ibu mu nona selain demam?!"
Andini 📞 : "tidak ada dokter hanya itu cuma demamnya naik turun,,terimakasih dokter sudah mau membantu,,maaf jika saya merepotkan"
Dokter Nugi 📞 : "Tak apa nona,,harusnya saya yang minta maaf tak bisa membantu secara langsung,semua dikarenakan kesibukan saya disini"
Andini 📞 : "saya mengerti,sekali lagi makasih dokter"
Dokter Nugi 📞 : "Sama-sama"
Tuut..tuutt...
Telpon berakhir...
Andini segera pamit pada sang mamah,,untuk membeli resep obat yang telah dibuatkan dokter Nugi ke apotik.
"Mahh..Andini pergi dulu ya,,cuma sebentar koq" kata Andini seraya mengganti kompress di kepala mamahnya.
"Iya nakk,,kamu hati-hati dijalan ya"
__ADS_1
"Njih mahh,,Assalamualaikum"
"Waalaikum salam" jawab Ajeng yang kini terbaring lemah tak berdaya karena badannya yang terus menggigil.
Dengan mengendarai motor matiknya Andini lalu menuju apotik,,lumayan jauh juga jaraknya dari rumah.
Namun baru dibelokan pertama,,Andini dikejutkan oleh panggilan seseorang saat dia melintas di depan sebuah surau.
"Andini..."
Sontak Andini menoleh ke arah suara,,didapatinya Bayu sedang duduk santai di teras surau bersama teman sebayanya.
Melihat Bayu,Andini lalu mengerem motornya,,sesaat kemudian Bayu menghampiri.
"Dik Andini mau kemana malam-malam begini?!!"
"Mau ke apotik mas,,nebus resep obat"
"Lohh siapa yang sakit tohh?!"
"Mamah mas"
"Emang sakit apa bu Ajeng?"
"Demam,,tapi tadi sudah dikasih resep sama dokter Nugi,,ini sekarang mau dbeli di apotik"
"Kalau gitu Dik Andini pulang saja,,nanti biar Bayu minta anter teman membelinya,kasihan kan kalau mamahnya ditinggal sendirian selain itu ini sudah malam bahaya anak gadis pergi sendirian"
"Jangan mas ntar ngerepotin lagi"
"Apa sih kamu tuh dik,,kayak sama siapa aja,,sama sekali gak direpotkan koq,,justru mas khawatir jika kamu pergi sendiri,,jalanan sepi kan apotiknya lumayan jauh jaraknya dari sini"
Andini sesaat terdiam mencoba mencerna kata-kata Bayu barusan.
"Ayo siniin resep obatnya,,biar mas yang belikan"
"Benar neh gak ngerepotin mas Bayu?!!".
"Beneran dik,,mas sama sekali gak merasa direpotkan"
"Ya sudah kalo gitu,,ini mas Bayu resepnya,,maaf jadi merepotkan!"
"Apa sih Andini siapa juga yang direpotkan,,Andini pulang saja nanti mas antarkan obatnya kerumah"
"Baik mas..permisi dulu"
Lalu Andini memutar balik motornya,kembali menuju ke arah rumahnya.
Setelah memasukkan motornya ke garasi samping,,dia lalu segera menemui sang mamah di kamar.
Ajeng masih dalam gigil dibalik selimut tebalnya.
Melihat pintu kamar terbuka dia membuka sedikit matanya yang terasa begitu berat..
"Andini..koq sebentar sudah balik?!!"
"Emmmhh..Andini gak jadi ke apotiknya mahh"
"Lohh emang kenapa sayang?!! Kamu takut ya jalanan sepi,,gak papa nak besok pagi saja belinya,,tohh obat pereda demamnya masih ada kan,,kamu gak perlu cemas"
"Bukan begitu bu,,mas Bayu yang membelinya"
"Lohh koq bisa?!! Ketemu sama Bayu dimana?!!
"Depan surau bu,dekat belokan,,kebetulan mas Bayu lihat saat Andini lewat,,disamperin,mas Bayu tanya mau kemana,,ketika Andini bilang mau beli resep obat buat mamah,,mas Bayu bilang dia aja yang membelinya terus Andini disuruh pulang nemenin mamah"
Andini tersipu saat sang mamah memuji cowok yang disukainya.
"Mamah istirahat saja,,biar Andini yang nungguin mas Bayu,,paling sebentar lagi datang" seraya mengganti kompress di kepala sang mamah.
🍡🍡🍡
Benar saja,,setelah 30 menit menunggu,,terdengar bel pintu berbunyi..
"Mahh..Andini lihat ke depan dulu ya,,mungkin itu mas Bayu yang datang"
Dengan tergesa dan perasaan campur aduk,,Andini melihat keluar melalui kaca ruang tamu dengan menyingkap sedikit gorden yang menutupinya untuk melihat siapa yang datang sebelum membukakan pintu.
Setelah memastikan jika itu Bayu bersama seorang temannya yang sedang menunggu di atas motornya,,Andini lalu membukakan pintu.
"Assalamualaikum" sapa Bayu
"Waalikum salam" jawab Andini.
"Gimana mas,,ada obatnya?!"
"Ada dong,,ini.."seraya menyerahkan kantong plastik kecil yang berisi beberapa obat sesuai resep dari klinik dokter Nugi pada Andini.
"Wahh makasih banget lohh mas,,Andini tertolong karenanya"
"Sama-sama Dik"
"Masuk dulu mas,,maaf mamah gak bisa nemuin mas Bayu,tapi mamah bilang makasih buat mas Bayu udah mau bantuin beli obatnya"
"Sama-sama.."
"Kalau untuk mampir lain kali aja dik,,sudah malam ini,,mas juga mau balik lagi ke surau sebentar lagi sholat Isya,,bilang sama bu Ajeng semoga cepat sembuh"
"Njih mas,Aamiin..nanti disampaikan ke mamah"
"Mas permisi dulu ya"
"Njih mas..hati-hati dijalan"
Bayu mengangguk,,diiringi dengan senyuman manisnya,,sejenak kedua insan itu bersitatap,,membuat mereka salah tingkah,,kembali getar rasa itu menyelimuti hati keduanya.
Baru saja Bayu akan melangkahkan kaki menuju temannya yang sedari tadi telah menunggunya di atas motor matik yang terparkir di halaman,,Andini kembali memanggilnya.
"Emmhh mas Bayu..bilang sama temannya,,makasih juga"
"Okkey Dik.."
Heru..dengarkan kata Andini barusan..makasih katanya" kata Bayu pada temannya
"Siipp..sama-sama Non" seru Heru dari atas motornya seraya memamerkan kedua jempolnya lantas tersenyum.
Yang dibalas Andini dengan senyuman.
"Pergi ya Dik..Assalamualaikum ucap Bayu seraya naik dibagian belakang motor matik temannya.
"Waalikum salam.." jawab Andini
Lalu segera mengunci kembali pintunya ketika kedua pemuda itu telah berlalu.
Diatas motor yang mulai melaju dijalan desa,,kedua pemuda itu mulai berbincang..
__ADS_1
"Hei bro jangan macam-macam,,dia itu inceran ku dari dulu" celetuk Bayu seraya menepuk pundak temannya.
"Apaan sih Yu..wong aku cuma kasih jempol wae,,koq sewot gitu?!"
"Bukan sewot Her,,cuma cemas.."
"Cemass?!! Apa yang kamu cemasiin sih Yu?? "
"Takut Andini berpindah hati" sahut Bayu
"Whahahaa cah gendeng...Bayu..Bayuu..Ada-ada saja kamu itu,,gak mungkin lahh..Aku kan udah punya gebetan,,itu si Sari"
"O'iya lupa aku Her..jadi aman nehh?!!"
"Amaan mas bro!!" Tak doain semoga kalian jodoh yo!!"
"Satu desa bilang apa Her.."
"Aamiin.." teriaak keduanya seraya terkekeh membuat jalan motor sedikit oleng untung Heru cepat menguasai motor kalau tidak bisa nyungsep keduanya ke jalan.
🍡🍡🍡
Sepulangnya Bayu dan Heru,,Andini langsung ke kamar sang mamah membawa kantong plastik kecil berisi beberapa obat.
Saat Andini masuk,sang mamah masih diposisi tadi,,berada dalam selimut,,dengan mata terpejam.
"Mah..mamah.."panggil Andini pelan.
"Iyaa sayang..ada apa??! Sahut Ajeng lemah.
"Ini mahh obatnya sudah ada,,barusan mas Bayu sama temannya yang anterin"
"Ohh yahh..terus dimana mereka sekarang nakkk?!!"
"Sudah pulang mahh baru aja"
"Begitu ya..sayang sekali mamah tak bisa menemui mereka secara langsung untuk mengucapkan terimakasih."
"Andini sudah bilang makasih sama mereka koq mahh,,dan mereka mengerti kondisi mamah sekarang"
"Ohh syukurlah.."
"Sekarang mamah makan dulu,,baru minum obatnya"
Tunggu sebentar ya mahh,,Andini ambilkan makannya" lalu beranjak menuju dapur.
Tak lama Andini kembali dengan sepiring nasi beserta lauk pauknya pemberian dari bik Lila tadi siang yang sudah dihangatin Andini sebelumnya.
"Mahh..ayo makan dulu,,Andini suapin"
"Iya nakk..seraya bangun dari tidurannya,,namun karena kepalanya yang pusing membuat Ajeng sedikit doyong,,untung Andini sigap,,dengan cepat dia menahan tubuh sang mamah,,lalu membantunya bersandar pada bantal yang telah diletakkan Andini pada sandaran tempat tidur.
"Makasih sayang"
"Gak perlu berterimakasih mahh,,sudah tugas Andini berbakti pada orang tua,,apalagi sekarang..hanya mamah yang Andini punya"
"Ohh sayaang..sholehahnya mamah"
"Insha Allah mamah akan segera sembuh jika dirawat sama kamu nak"
Tak terasa sudah suapan terakhir yang diterima Ajeng dari Andini..
"Mamah mau nambah lagi?!!"
"Gak nakk..sudah cukup"
"Baiklah..sekarang mamah minum dulu obatnya baru istirahat"
"Iya sayang..O'iya malam ini mamah mau ditemani kamu tidurnya,,Andini mau kan??!!"
"Tentu saja mahh..tadinya Andini juga pengennya begitu mahh,,biar mamah gak sendirian tidurnya"
"Makasih ya nakk"
"Sama-sama mahh,,mamah gak perlu sungkan sama Andini,,kan Andini anak mamah"
"Iya nakk..mamah tau tapi kan Andini sudah dewasa,,bukan anak kecil lagi,,sudah pasti punya privasi,,makanya mamah bertanya lebih dulu"
"Hemmm mamah,,meski Andini telah dewasa tapi kan tetap bocah kecilnya mamah..hahaha"
Tawa Andini yang renyah membuat Ajeng tersenyum,,dan senyuman yang terukir di wajah sang mamah menjadi mood bosterr bagi Andini.
"O'iya mahh,,besok mbak Maya minta di anterin ke pasar buat beli keperluan nujuh bulanannya"
"Iya ya nakk...mamah lupa,,tapii dengan kondisi mamah yang begini sepertinya mamah gak bisa bantu-bantu nyiapin untuk acara tersebut"
"Nanti Andini beritahu mbak Maya via telpon mahh,bilang jika kita gak bisa kerumahnya karena mamah sakit."
"Besok saja nelponnya Din,,sudah malam ini,,takut ganggu..kasihan mbak yu mu itu gak ada yang bantu,,moga mamah cepat pulih biar bisa kesana"
"Aamiin..Mamah gak perlu cemas,,kan ada mbok Jum yang juga turut bantu"
"Iya nakk, Dini boleh koq kesana kalau mau,,mamah gak papa ditinggal sendiri"
"Lihat besok deh mahh,,sekarang mamah rehat ya,,siapa tau besok sudah fit lagi kondisinya"
"Aamiin..semoga saja ya Din"
Ya udah mamah pergi tidur ya,,udah ngantuk sepertinya obat-obatan itu telah beraksi"
"Njih mahh..cepat sembuh ya mamah,,doa Andini seraya mencium pipi sang mamah.
Tak lama berselang Ajeng telah terlelap..sementara Andini masih asik dengan laptopnya,,membuat surat lamaran kerja,,di atas tempat tidur,,disamping sang mamah yang telah tertidur pulas.
Sesekali Andini mengganti kompres di kepala sang mamah,,begitu telaten dia merawat wanita terkasihnya itu..lalu kembali fokus pada layar laptopnya,sesaat kemudian fokusnya teralihkan saat dia teringat dengan kotak kecil berisi tiga anak kunci dibawah tempat tidur sang mamah.
Segera dimatikannya laptop yang sedari tadi menemaninya,,setelah menyimpan file lamaran kerja yang iseng-iseng dibuatnya tadi ,perlahan dia turun dari tempat tidur lalu berjongkok,,melihat kebagian kolongnya,,ternyata masih ada kotak itu disana, Andini mengambilnya lalu membuka box persegi itu, ketiga anak kunci menyambutnya,,seolah menertawakan Andini atas rasa penasarannya pada kamar di lorong rahasia itu.
"Apa kah harus malam ini??!!" Pikir Andini..
Sekilas kembali menatap ke arah sang mamah yang telah pulas,,Andini pun bergegas dengan membawa ketiga kunci,,pergi ke kamar rahasia sang mamah.
("Hemm kesempatan takkan datang dua kali kan?!!" Jika ada peluang kenapa disia-siakan" batinnya)
🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
N/B :
Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.
Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.
With Love
DianadieNcess😘
__ADS_1