
Dengan langkah pelan Andini berusaha mendekat ke arah pintu di ujung lorong.
Dia berharap bisa membuka pintu itu sama seperti pintu dibagian tengah tadi.
Rasa ingin tahunya semakin besar akan isi di balik pintu-pintu itu.
Satu pintu telah terbuka dan menampakan isinya yang benar-benar membuatnya terkejut setengah mati,,apalagi saat melihat sosok seperti Eyang tadi namun seperti bukan Eyang baginya.
Lalu apakah pintu yang ada di depannya sekarang ini juga akan memberinya kejutan lagi??!
Andini pun semakin dibuat penasaran pada isi dibalik pintu di ujung lorong yang kini ada dihadapannya.
Masih dengan lentera ditangan,,Andini mengintip melalu lubang kunci.
Gelap..
Tak ada cahaya disana.
"Sebenarnya ruangan apa ini??!!" Andini nampak berpikir.
("Lebih baik ku coba membukanya,,ketimbang menerka-nerka,,kan aku bawa lentera jadi bisa melihat situasi didalam nantinya" pikir Andini )
Andini lantas mencoba kunci yang bertanda merah tadi,,kunci yang sama untuk pintu tengah,,karena hanya ini kunci satu-satunya,,pikir Andini.
"Semoga saja pintunya bisa dibuka dengan kunci bertanda merah ini"doanya dalam hati.
Anak kunci itu melesat masuk pada lubang kunci..Andini lalu memutarnya
Lalu...
"Ceklek"
Pintu terbuka...
Hanya kegelapan yang ada
"Mungkin ini hanyalah ruang kosong,,tak berpenghuni" pikirnya
Untuk memastikan apa isi di dalamnya,,Andini mengarahkan lentera pada ruangan dibalik pintu.
Benar saja Andini kembali dibuat terkejut untuk kedua kalinya..
Andini berada di dalam lemari kayu.
"Apa-apaan ini?!! Kenapa aku jadi berada didalam lemari??!!" gumamnya.
"Sebenarnya lemari atau apa??"
Andini sedikit kebingungan..
Mencoba mengintip dari celah kecil pada bagian pintunya saat dia melihat ada cahaya dibalik lemari.
Kembali Andini tercengang dengan apa yang ada di depan matanya kini..
Sebuah ruangan,,namun terhalangi oleh lemari.
"Apalagi ini??!!" Batin Andini.
Andini lalu nampak mencari sesuatu dengan mengamati setiap bagian dari lemari.
Dengan bantuan lentera,,semua terlihat jelas baginya.
Disusurinya setiap inci lemari,,berharap menemukan sesuatu.
Namun nihil..
"Bagaimana cara aku bisa membuka pintu lemari ini??" Pikirnya
Andini tak kehabisan akal dia mendorong pintu lemari,,namun tak bisa terbuka juga,,Andini lalu mencoba menggeser pintunya,,perlahan namun pasti pintu mulai terbuka,,sedikit demi sedikit Andini membukanya dengan terus menggeser pintunya.
Akhirnya pintu lemari berhasil dibuka,,sebuah ruangan menyambutnya..
"Aku dimana?!!" Batin Andini
Di ruangan itu hanya ada beberapa kardus dan lemari tua ini,,selain itu tidak ada.
"Lalu yang di sana pintu apa lagi?!" Pikir Andini.
"Pyuuhhhh di rumah ini benar-benar banyak pintu rahasia" gumamnya.
Masih sibuk memperhatikan situasi sekitar..lalu mendekati kardus -kardus yang ada di pojokan,,memeriksa isinya berharap mendapatkan petunjuk dimana keberadaannya kini.
Dia membuka kardus pertama,,isinya hanyalah barang perabotan tak terpakai.
Lalu berpindah pada kardus kedua,,berisi bermacam hiasan buffet,,dan apa itu dibagian paling bawah,,sebuah benda persegi terbungkus koran yang dikat tali rafia.
"Apa ini?!! Seperti frem foto saja" batinnya.
Andini lalu membuka koran pembungkus benda itu..
Lagi-lagi Andini dibuat terkejut setelah melihat benda itu.
Benar itu frem foto tapi yang membuatnya terkejut adalah foto yang menghiasinya.
Sebuah foto usang,,namun dia mengenali semua personil dalam foto,disana ada Eyang,,Ajeng sang mmah juga almarhum ayah,,dan anak perempuan berdiri di depan Ajeng,,yang tak lain adalah Andini.
"Koq bisa foto ini ada disini?!! Sebenarnya ini rumah siapa??!" Tanya yang hadir dibenaknya
__ADS_1
"Ahh..benar-benar membingungkan!!" Gumamnya.
Andini merapikan kembali isi kardus itu,dan kini dia menatap intens ke arah pintu yang ada disana.
Kembali rasa penasaran menghantuinya..
Berjalan mendekat ke arah pintu,,lagi-lagi mengintip pada lubang kunci.
Sebuah ruangan nampak dibaliknya,sangat terang..
"Siapa yang tinggal disini ya?!!
"Dan apa hubungannya dengan mamah?!!"
"Apa aku harus membuka pintunya lagi?!"
"Tapi jika yang tinggal disana orang jahat gimana?!! Pikir Andini
Sesaat dia ragu akan tindakannya,,namun sepertinya rasa penasaran lebih mendominasinya.
"Baiklah..Aku harus mencoba kunci ini lagi,,siapa tau cocok!" Batinnya.
Dia memasukkan kembali kunci bertanda merah itu,namun tidak cocok,,pintu tak bisa dibuka.
"Sial!! Sepertinya petualangan ku harus berakhir disini" umpatnya.
"Aku benar-benar penasaran,,siapa pemilik rumah tadi" pikirnya seraya melangkahkan kaki untuk kembali kerumahnya.
"Semoga saat aku tiba mamah gak terbangun dan mencariku" batinnya.
Andini mempercepat langkahnya menyusuri lorong,,sampai di undakan Andini mematikan lenteranya dan menaruhnya kembali ditempat semula.
Segera menutup kedua pintu dibagian atas dan menguncinya.
Andini melihat ponselnya,,jam 11 malam waktu yang tertera dilayarnya.
"Astaga..ternyata sudah tiga jam aku di ruang bawah tanah pikirnya.
Lalu bergegas ke kamar sang mamah,,untuk melihatnya dan mengembalikan ketiga kunci.
Setibanya di kamar sang mamah,,Andini mendapati sang mamah masih tertidur pulas.
("Syukurlah mamah masih tidur" batinnya)
Lalu segera mengembalikan ketiga kunci ke tempatnya.
Lalu mendekati sang mamah,,memeriksa kondisinya.
"Alhmdulilaah mamah sudah gak demam lagi" gumamnya pelan
Andini pun lalu merebahkan diri disamping sang mamah,,ikut terlelap.
🍡🍡🍡
malam.
"Hoammm"..rupanya rasa kantuk masih menggelayutinnya,,tapi dia harus segera bangun mengingat sang mamah yang lagi sakit dan dia yang akan menggantikan tugas memasak didapur.
Andini mengucek pelan kedua matanya,,lalu perlahan membukanya,,mengamati keadaan sekitar.
Dia baru teringat jika tadi malam dia tidur di kamar sang mamah.
Baru saja Andini akan mengucapkan selamat pagi untuk sang mamah namun saat Andini menoleh ke samping tak ditemukannya sang mamah disana.
"Lohh kemana mamah?!!"
"Hemmmm..mungkin ke kamar mandi" pikirnya
Andini melipat selimut lalu merapikan sprai yang sedikit berantakan akibat ulahnya yang tidurnya tak bisa diam.
Lalu mencari keberadaan sang mamah dalam kamar mandi yang ada dikamar itu.
"Coba ku cek dulu mungkin mamah di kamar mandi" batinnya
"Mah..mamah.." panggil Andini dari depan kamar mandi seraya mengetuk pintunya,,namun tak ada jawaban dari dalam.
Merasa tak mendapat sahutan,,Andini lalu membuka pintunya,,untuk memastikan.
Benar saja setelah pintu kamar mandi terbuka Andini tak mendapati mamahnya disana.
"Kemana mamah?!!" Gumamnya
Andini keluar dari kamar sang mamah,,mencari keberadaannya.
"Mahh..mamah.."
Andini berjalan ke ruang tengah,,tak jua ditemukannya sang mamah,,lalu ke teras depan,,sama tak ada juga .
"Ohh mungkin mamah di dapur" pikirnya lalu melangkah menuju dapur.
Namun Alangkah terkejutnya Andini saat tiba di bagian dapur rumahnya,,tepat di depan pintu rahasia sang mamah pingsan disamping nampan berisi sebakul nasi dan lauk pauknya berhamburan dilantai bersama pecahan beling dari gelas dan piring yang ikut terjatuh.
"Yaa Allah..mamah..mamaah.." Andini memanggil-manggil sang mamah yang tengah pingsan untuk menyadarkannya.
Andini lalu berlari ke arah kamarnya,,mengambil sebotol minyak kayu putih,,lalu dioleskannya ke bagian hidung sang mamah.
__ADS_1
Terlihat sang mamah yang mulai bergerak,,lalu membuka matanya.
"Alhmdulilaah mamah sudah sadar"
Andini lalu membantu mamahnya untuk bangun dan memapahnya keruang tengah.
"Ngapain mamah ke dapur??Kenapa mamah gak istirhat di kamar aja mahh,,urusan dapur serahin sama Andini"
"Tadi mamah sudah merasa baikan,,demamnya juga sudah nggak lagi,,jadi mamah pikir mau bikin sarapan,,tapi tiba-tiba kepala mamah pusing saat akan membawa bekal buat Ey..(Ajeng tak meneruskan kata-katanya),,kamu gak perlu cemas nakk,,mamah gak apa-apa"
Ajeng mencoba mengalihkan topik pembicaraan,,namun Andini telah mengetahuinya dan bersiap dengan banyak pertanyaan yang akan di ajukannya pada sang mamah.
"Lalu untuk apa sebakul nasi dan lauk pauknya itu mahh??! Untuk siapa?!! Mau di bawa kemana?!!"
Ajeng terkesiap mendengar pertanyaan puterinya,,dia tak menyangka Andini akan bertanya seperti itu.
Bagaimana tidak,,setelah melihat nasi dan lauk pauk yang kini berserakan dilantai pastilah berbagai tanya bermunculan darinya namun Ajeng tak sempat memikirkan jawaban yang tepat untuk itu.
"Mamah..Dengarkan Andini tanya??!kenapa gak di jawab mahh?!"
"I-iya nak mamah dengar,,i-itu buat...buaatt...(Ajeng benar-benar kesulitan menjawabnya)
"Buat Eyang ya mahh?!!" Tebak Andini,,sungguh tebakan yang jitu,,seandainya Andini tidak melihat langsung tidak mungkin juga dia akan langsung menebaknya dengan benar.
"Emmhh..emmhh..bukan..buaat..."Ajeng nampak berpikir..
Lalu..
"Sudah lah mahh,,Andini sudah tau semuanya,,tak ada yang perlu mamah sembunyikan lagi dari Andini"
"Apa nak?!! Jadi kamu sudah tau semuanya?!! Tentang Eyang juga?!!"
"Iya mah..sejauh apa kamu mengetahui semuanya?!!"
"Tentang ruang bawah tanah juga kamar rahasia dimana Eyang ditempatkan."
"Sejak kapan kamu mengetahuinya nakk?!!"
"Sejak mamah berbohong tentang kamar di depan meja makan,,yang kata mamah disana hanya ada perabotan tak terpakai dan banyak tikus"
"Jadi kamu menyelidikinya nakk?!!"
"Tentu saja mahh,,karena Andini tidak yakin dengan jawaban mamah setiap kali Andini bertanya apa yang mamah lakukan disana,,Andini berpikir mencari tahu sendiri kebenarannya,,iseng Andini mengintip dari lubang kunci untuk memastikan kebenaran perkataan mamah tentang kamar itu,,dan ternyata semua tidak lah benar,dari situlah keyakinan Andini bertambah besar jika ada sesuatu yang disembunyikan disana".
"Sebenarnya..Andini sudah lama mengetahuinya,tapi Andini berharap mamah sendiri yang mengatakannya namun setelah sekian lama menunggu mamah tak kunjung mengatakannya juga.
"Maafkan mamah nakk,,mamah hanya tak ingin membebani mu jika mamah menceritakan semuanya.
"Lalu bagaimana caranya kamu bisa masuk,,bukan kah kamar itu mamah kunci"
"Kan tadi Andini bilang ke mamah jika akan mencari tahu sendiri,,Andini terus menyelidiki dimana keberadaan kuncinya,,tapi..maafkan Andini sebelumnya mahh,,sewaktu mamah tak dirumah,,Andini masuk ke kamar mamah untuk mencari kunci kamar itu,,sampai akhirnya Andini menemukan kotak persegi dibawah kolong tempat tidur,,yang ternyata berisi tiga anak kunci,lalu Andini mencoba ketiganya,,sehingga Andini sampai di ruang bawah tanah.
"Astagaa sayaang..rupaanya petualangan detektif Conan yang komiknya sering kamu baca itu sepertinya sudah mempengaruhi mu,mamah berikan dua jempol untukmu,,penyelidikan mu sukses,,dan kamu telah memecahkan kasus baru.."Kamar Rahasia"
"Hahahaha..Apa sih mamah,,pakai bawa detektif Conan segala.."
"Habisnya kamu getol banget udah kayak detektif aja.."
"Jadii..mamah gak marah sama Andini?!!"
"Gak nakk..justru mamah minta maaf telah merahasiakan ini semua dari kamu"
"Gak papa mah,,Andini mengerti pasti mamah punya alasan untuk itu."
Tapii mahh ada satu lagi yang ingin Andini tanyakan..
"Apa benar yang ada di kamar ruang bawah tanah itu Eyang mah??!"
"Iyaa sayang,,tapi ini tak boleh diketahui orang lain,,dengan alasan kematian palsu Eyang"
"Tapii kenapaa mahh?!! Kan kasihan Eyang jika terus berada disana?!!"
Dan kenapa juga tempat tidur Eyang dikelilingi dengan tali ijuk?!"
"Ceritanya panjang nakk,,berhubungan dengan kisah masa lalu Eyang yang kelam,,mamah tak sampai hati menceritakannya sama kamu"
"Tolong lah mahh..ceritakan pada Andini"
"Tidak sekarang nakk,,mungkin suatu saat nanti" seraya memijat kepalanya yang semakin berdenyut akibat terlalu banyak berpikir.
"Baiklah..Andini takkan memaksa mamah untuk bercerita sekarang,,tapi janji ya mah..suatu saat nanti mamah akan menceritakan semuanya."
"Iyaa nakk..mamah janji"
Seraya tersenyum dan memeluk putri kesayangannya itu.
Beban yang selama ini mengganjal dihati keduanya pun akhirnya meluap.
🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
N/B :
Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.
Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.
With Love
__ADS_1
DianadieNcess😘