DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 2 SIAPA DIA?!


__ADS_3

  Pagi-pagi sekali aku sudah ke dapur,,segera menyiapkan sarapan untuk mas Hadi. Meski kepalaku masih terasa berdenyut karena terus terpikir pada mimpi seram tadi malam.


30 menit berjibaku dengan peralatan masak,,akhirnya dua piring nasi goreng plus telur ceplok terhidang di meja makan.


Aku segera ke kamar untuk memberitahu suamiku jika sarapan sudah siap.


Sesampainya di kamar,,ku lihat mas Hadi tengah bersiap akan pergi mengajar.


Aku duduk disisi tempat tidur sambil  memandanginya,,menyadari aku yang kini menatapnya intens mas Hadi pun melemparkan senyumnya padaku lewat cermin yang memantulkan bayangan wajahnya disana.


"Sayang..koq gak semangat gitu?Gak seperti biasanya,kenapa??"


"Maya ku yang bawel seperti hilang hari ini"


Mas Hadi mencoba mencandaiku seraya mengambil baju dinas yang ku letakkan di atas tempat tidur setelah ku setrika tadi.


"Gak papa mas."aku mendekat lalu membantunya mengancingkan baju dinasnya


"Masih kepikiran mimpi tadi malam??"


"Sedikit sih mas"


"Itu kan cuma mimpi,,bunga tidur"


"Habis mimpinya benar-benar horor,,semuanya seolah nyata mas"


"Sayang,,kamu jangan mikirin yang macam-macam,,gak baik buat kesehatan apalagi sekarang ada calon buah hati kita di dalam sini seraya mengusap perutku yang masih rata.


Aku tersenyum kecil,,senyum yang dipaksakan,karena mimpi itu benar-benar sudah merusak moodku,,aku merinding tatkala mengingatnya.


Sehingga membuatku terlonjak saat suara getar smartphone milik suamiku yang tergeletak di atas buffet samping tempat tidur itu berbunyi.


"Drt..drt..drtt..." suara Ponsel suamiku, dia segera mengambil nya dan melihat siapa sang penelpon.


Tanpa nama,hanya beberapa angka tertera dilayarnya,,ekspersi penuh tanya menghiasi wajah suamiku saat melihat barisan nomer itu.


Melihat ekspresi mas Hadi yang sedikit bingung aku pun bertanya..


"Siapa mas??!"


"Entahlah sayang,,hanya nomer tanpa nama"


"Angkat aja mas siapa tau penting"


Mas Hadi menerima telpon itu..


Si Penelpon 📞 :  "Hallo?!"


Mas Hadi 📞 : "Iya Hallo"


Si Penelpon 📞 : "Ini dengan nak Hadi tohh?"


Mas Hadi 📞 : "Iya benar,,maaf ini siapa ya??"


Si Penelpon 📞 : "Oalaahh Le,,wes lali tohh sama suara si mbok,,iki mbok Jum Le"


Mas Hadi 📞 :  " Ohh mbok Jum ya,,maaf mbok habis disini cuma ada nomer telponnya saja,,ganti nomer baru lagi mbok?"


Si Penelepon 📞 : "iki nomer mbak yu mu Ajeng,nomer mbok pulsa ne entek.


O'iya Le,apa benar katanya kalian mau pindah ke desa?"

__ADS_1


Mas Hadi 📞 : "Njih mbok,mungkin besok atau lusa,semoga surat-suratnya cepat selesai biar bisa segera berangkat.


Si Penelpon 📞 : " kebetulan Le,,mbak Ajeng mu iki katanya mau jual rumah peninggalan ibunya,,mau tinggal dirumahnya sendiri,,kasihan katanya rumah itu tak ada yang rawat,,dia minta bantuan sama si mbok buat nawarin ke orang,,si mbok teringat kamu,siapa tau minat,,secara kan kamu mau pindah ke sini"


Mas Hadi 📞 : "Jadi rumah bude Sekar mau dijual mbok??Kebetulan sih mbok Hadi juga mau cari rumah,,emang mbak Ajeng mau jual berapa rumahnya??"


Si Penelpon 📞 : "Iya Le,,tapi kalau sama kamu di jual murah saja katanya,rumahnya tak terlalu besar tapi juga gak kecil,,sedang lah besarnya,,yang pasti masih bagus dan terawat,dindingnya dari beton,,berlantai marmer"


Mas Hadi : "Murahnya itu berapa mbok?? Takut uang Hadi gak cukup nanti"


Si Penelpon : "Nanti mbok tanyakan sama mbak Ajeng"


Mas Hadi : "Njih mbok,,kabari secepatnya"


Si Penelepon 📞 : O'iya kamu hubungi saja mbak Ajeng di nomer iki Le,,biar kalian bisa nego harga,,jika kamu berminat"


Mas Hadi 📞 : "Njih mbok,,Hadi akan simpan nomernya mbak Ajeng,,biar nanti bisa nego siapa tau cocok"


Si Penelpon 📞 : "Iyo Le,,mbok cuma mau ngabarin iku,,sampai ketemu nanti di desa yo jika jadi beli"


Mas Hadi 📞 : "Njih mbok,makasih sebelumnya"


Si Penelpon 📞 : "Sami-sami,,udah dulu ya Le,,nanti kamu lanjut sama mbak Ajeng saja lagi"


Mas Hadi 📞 : "Njih mbok"


Telpon berakhir...


Mas Hadi tersenyum padaku seraya memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.


"Kirain siapa tadi,ternyata mbok Jum" katanya padaku.


"Mbok Jum itu siapa mas,,perasaan Maya baru dengar namanya??"


"Gak ada mas,,makanya Maya gak tau dan tanya"


"Apa mas yang lupa cerita ya?!"


Seraya menatapku seksama,,lalu kembali melanjutkan penjelasannya..


"Jadi mbok Jum ini yang dulunya merawat Eyang,,tapi setelah Eyang meninggal mbok Jum tak kerja disana lagi,sekarang dia hanya sibuk mengurus sawahnya saja bersama anak laki-lakinya Bayu"


Sedangkan mbak Ajeng itu sepupunya mas,,ibunya Ajeng sodaraan sama ibu,,tapi keduanya sama-sama telah tiada sekarang.


Meski kematian sodara kandung ibu yang mendadak sempat meng..(belum sempat melanjutkan ucapannya,,keburu ada yang mengetuk pintu).


"Iya mas Maya tau koq sama mbak Ajeng kalian sepupuan,,cuma mbok Jum yang Maya gak tau"


"Tok...tokk..tokk"


(Suara ketukan di pintu) lalu disusul dengan ucapan salam dari seseorang


"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


"Sebentar sayang sepertinya di luar ada tamu,,biar mas lihat siapa yang datang"


"Iya mas,,lihatlah,,Maya mau beresin  ini dulu" sambil merapikan seprai.


Mas Hadi beranjak keluar menuju pintu depan,,sesaat pintu dibuka nampaklah seorang pemuda berdiri di depannya.

__ADS_1


"Ehh dik Bagus,,ada apa ya??"


"Begini mas Hadi,,mau menyampaikan undangan dari bapak,,nanti malam ba'da Isya kerumah,,ada sykuran,,ajak mbak Maya juga kata ibu"


"Owhh gitu ya dik,,Insha Allah nanti malam kesana,,makasih ya"


"Sama-sama mas,,saya permisi dulu,,Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Setelah Bagus pergi barulah mas Hadi masuk,,lalu mendekatiku yang baru keluar dari kamar.


"Siapa tamunya mas?"


"Itu tadi dik Bagus anaknya pak Sholeh mengundang kita buat ke rumahnya nanti malam,,ada acara syukuran katanya"


"Owchh gitu..Insha Allah"


Ayo mas sarapan dulu"


"Iya sayang,,ayo" seraya mengiringi langkah ku menuju meja makan.


Baru saja dua suap nasi masuk ke mulut aku mulai mual-mual,,selalu seperti ini setiap pagi saat pertama kali masuk makanan ke perut.


Istilah kerennya morning sick,,hal wajar yang di alami bumil di trimester pertama,,tapi kandungan ku sekarang telah 3 bulan jalan,,semoga saja mual-mualnya bisa teredakan setelah memasuki bulan ke 4.


Melihat ku yang mual-mual mas Hadi  segera mengambilkan minyak kayu putih karena dia tau aku suka aromanya berharap mual dan rasa pusingku bisa teratasi.


Sedikit lebih baik rasanya sesaat setelah mencium aroma minyak kayu putih itu.


Mas Hadi yang telah selesai makannya segera membuatkan ku susu ibu hamil,,sengaja dia belikan rasa cokelat agar tak terlalu eneg saat ku minum katanya.


"Ini sayang diminum dulu susunya" seraya menyerahkan segelas susu padaku.


Aku menuruti saja meminum susu itu,,hangat terasa di tenggorokan dan aroma cokelat segera memenuhi indera penciuman dan perasaku,sedikit lebih baik keadaanku setelahnya.


"Kamu gak papa mas tinggal kerja?"


"Gak papa mas,,Maya sudah mendingan"


"Ya sudah kamu baik-baik dirumah,,jangan capek-capek,,mas berangkat dulu,,seraya mencium keningku dan mengusap perutku kebiasaan barunya kini setiap akan berangkat mengajar.


"Iya mas"


Lalu menjajari langkahnya mengantar ke depan pintu.


"Pergi dulu ya sayang, assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Karena jarak sekolah tempat mas Hadi mengajar tak terlalu jauh dari rumah,mas Hadi cukup menaiki roda dua ke sekolah tempatnya mengajar,,sementara family car warisan ayahnya dibiarkan menjadi penunggu garasi,,hanya digunakan sewaktu-waktu saja jika benar-benar urgent atau akan berpergian jauh.


Mungkin saat kepindahan nanti..


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


N/B :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.

__ADS_1


                                With Love


                             DianadieNcess😘


__ADS_2