DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 34 BUMI PUN MENOLAK


__ADS_3

  🍃 Di Pemakaman


    Para keluarga dan pelayat mengiringi jenazah menuju peristirahatan terakhirnya.


Andini terlihat membawa keranjang bunga,mbak Ajeng membawa air doa,mbok Jum membawa tikar sedang mas Hadi berjalan disampingku dengan membawa setumpuk buku surah Yassin dan Bayu membawakan dos air mineral kemasan gelas,untuk diminium para pelayat jika ada yang merasa haus,maklumlah cuaca siang ini begitu terik,matahari seperti berada diatas kepala saja rasanya.


Akhirnya kami dan para rombongan yang ikut mengantarkan jenazah tiba di areal pemakaman.


Tak terlalu jauh jaraknya dari kuburan palsu nyai Sekar yang sejak dua tahun lalu bertahta disana,tak salah jika orang-orang menganggap nyai Sekar telah tiada,,dan sudah pasti mereka bertanya apa isi kuburan itu jika tak ada nyai Sekar didalamnya?!!"apakah hanya sebuah makam kosong?!! Tapi dulu sewaktu dikuburkan ada sesuatu yang mereka masukkan ke dalamnya,,lalu apa yang dikuburkan waktu itu?!!"


Mungkin ini pertanyaan yang mengusik pikiran semua orang yang hadir disini.


Kasak kusuk para pelayat seolah tak bisa dibendung,,mereka terus saja berbicara seakan enggan untuk berhenti.


Sampai ustadz Sobri meminta mereka untuk tenang,,barulah mereka bisa diam.


Ustadz Sobri memimpin prosesi pemakaman,,perlahan jenazah dimasukkan ke liang lahat oleh para penggali kubur yang dibantu oleh beberapa orang lainnya.


Mas Hadi selaku keponakan satu-satunya almarhumah diminta mbak Ajeng untuk mengazankan sebelum jenazah ditimbun tanah.


Ajeng dan Andini terlihat sangat berduka,,air mata mereka tak henti menetes ketika jenazah dimasukkan ke liang kubur sampai tanah menimbun habis tubuh sang ibu.


Setelah tanah makam diratakan,,kedua batu nisan pun dipasang di bagian kepala dan kaki.


Ustadz Sobri lalu membacakan talqin  untuk almarhumah,,lalu doa-doa dilantunkan oleh beliau dan di aminkan oleh semua yang hadir.


Ajeng lalu menyiramkan air doa ke makam sang ibu,,disusul Andini yang menaburkan bunga dan anyaman daun kelapa pada tanah makam milik sang eyang.


Selesai lah sudah prosesi pemakaman sebenarnya nyai sekar.


Semua hadirin sudah akan beranjak dari sana sampai Ajeng yang ditemani Andini dan pak Johan selaku RT di wilayah itu menahan langkah mereka,,dan meminta mereka untuk tidak pulang dulu.


"Perhatian sodara sodari semua,berhubung ada sesuatu hal yang ingin disampaikan bu Ajeng dan pihak keluarga almarhumah di mohonkan para hadirin semua untuk tidak beranjak lebih dulu,,penting bagi semua untuk mendengarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari"Kata pak RT buka suara.


Seketika langkah mereka terhenti,mereka memilih bertahan sebentar untuk mendengarkan perihal apa yang akan dibicarakan oleh pihak keluarga almarhum khususnya Ajeng putri tunggal almarhumah.


"Silahkan Ajeng di mulai saja"


"Baik pak RT,,terimakasih"


"Sebelumnya saya selaku putri dari almarhumah meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini,,yang sudah pasti membuat semua orang terkejut dan bertanya-tanya kenapa ini bisa terjadi,,padahal semua orang telah mengetahui jika alamrhumah ibu saya telah meninggal dunia sejak dua tahun yang lalu,,namun hari ini sesuatu yang saya sembunyikan akhirnya terkuak,,ibu saya baru saja meninggal. Pasti semua bertanya.."


"Lantas siapa yang ada di dalam makam yang disana itu?!!"


"Jawabannya adalah gedebong pisang"


Sesaat kembali semua yang hadir nampak berkasak kusuk,,setelah mendengar penuturan mbak Ajeng barusan.


"Astaga ternyata isinya gedebong pisang" kata beberapa ibu-ibu.


"Tega sekali dia melakukan itu pada ibunya,,gak takut kualat neng" kata salah satu pelayat yang ditujukan pada mbak Ajeng.


"Kenapa harus berbohong sih?! Apa coba alasannya dia melakukan itu?!" Kata salah seorang lagi.


Mbak Ajeng tertunduk dalam kesedihan dan rasa bersalah..


"Tenang..Tenang semuanya biarkan bu Ajeng menyelesaikannya lebih dulu" kata pak RT lagi berusaha mengendalikan warganya.


Semua diam kembali mendengarkan.


"Bisa saya lanjutkan lagi?!"


Semua saya lakukan demi ibu saya juga para tetangga dilingkungan ini.


Selama ini ibu saya menderita penyakit menular,sehingga berimbas pada fisik dan psikisnya membuat  perubahan drastis terutama pada keadaan fisik beliau,sehingga saya memilih mengungsikan beliau ke suatu tempat dan membuat alibi jika beliau telah meninggal dunia karena sakit.


Alasan lainnya karena saya tak ingin orang lain terjangkit penyakit jika beliau saya biarkan bebas berinteraksi dengan orang lain seperti sewaktu dulu beliau sehat,,meski beliau keukeuh dan menentang saya untuk tidak mengungsikan beliau."


"Saya mohon maafnya dari semua atas kesalahan saya ini,,semoga bisa dimengerti dan dimaafkan."


Semua terlihat menganggukan kepala,semoga penjelasan tadi bisa membuat mereka mengerti alasan mbak Ajeng melakukan semua itu,meski hati ku mengatakan bukan itu alasan sebenarnya mbak Ajeng melakukannya.

__ADS_1


"Jika selama hidup,beliau ada memilik hutang silahkan di bicarakan dengan kami pihak keluarga".


"Dan mengenai makam yang disana itu,,kami akan membongkarnya,,agar  hanya ada satu makam saja atas nama Nyai Sekar."


"Demikian yang dapat saya sampaikan,,sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimaksih."


Ajeng mengakhiri penjelasan singkatnya.


Tak lama kemudian Andini ikut bicara


"Assalamualaikum warhamatullahi wabarkatuh..


Saya atas nama Andini cucu dari almarhumah sekali lagi memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini,,kami harap semua bisa mengambil nilai positif dari peristiwa yang terjadi,,karena langkah inilah yang terbaik menurut kami sehingga ini kami lakukan,sedikit pun tak ada niat untuk melakukan kebohongan,,hanya saja dikarenakan alasan demi menjaga keselamatan dan kenyamanan semua orang."


Terimakasih pengertian dan penerimaannya atas semua ini.


"O'iya tidak lupa kami mengundang semua untuk berhadir di acara tahlilan di rumah kami hari ini dan dua hari ke depan"


"Dan sebentar lagi akan dilakukan pembongkaran makam palsu nyai Sekar oleh para penggali kubur" kata pak RT kemudian.


    Semua warga antusias,,berkerumun di sekitar makam palsu yang kini tengah digali.


Tak lama berselang telah terlihat penampakan kain putih dari dalam tanah.


Para penggali kubur tidak membuang waktu mereka bertiga lalu meangkat sesuatu yang terbungkus kain kafan itu,, meletakkannya di dekat pak RT dan mbak Ajeng.


Meski aku dan mas Hadi telah mengetahui isi di dalam kain kafan itu namun tetap saja harap-harap cemas menunggu kain putih yang sudah kusam itu karena telah tertempel tanah dibuka.


Tanpa sengaja aku menggenggam erat tangan mas Hadi,,sehingga membuatnya bertanya.


"Kenapa sayang?!Takut?!!"


"Nggak mas,,hanya penasaran saja nunggu dibuka"


"Sebentar lagi rasa penasaran mu terjawab sayang,itu lihat mbak Ajeng sudah akan membukanya"


Benar saja,,mbak Ajeng terlihat sedikit berjongkok lalu perlahan membuka isi di dalam kain kafan itu,,dan ternyata isinya gedebong pisang.


Makam palsu kembali ditutup dan diratakan,,seiring dengan langkah orang-orang menjauhi makam.


Namun tanpa di duga kembali kejadian aneh menimpa makam nyai Sekar yang baru saja di timbun dan masih basah itu.


Tanah disekitar makam terasa bergetar,,sedikit bergoyang lalu tanah dan lumpur tiba-tiba menyembur dari dalam tanah dimana nyai Sekar dikuburkan.


Jenanzah nyai Sekar terlempar keluar.


Kepanikan kembali terjadi,,kami semua yang ada disana dan melihatnya seakan tidak percaya jika ini nyata.


"Ada apa ini??! Pak Ustadz apa yang terjadi dengan makam ibu saya?!! Tanya Ajeng dengan wajah cemas diliputi kesedihan.


"Entahlah bu Ajeng tapi Apakah di  diantara para pelayat ada yang belum bisa memaafkan bu Sekar?!!"


Semua yang hadir kembali berkasak kusuk setelah melihat kejadian barusan.


"Tenang semuanya,,apakah kalian mendengar apa kata ustadz Sobri tadi??" Kata Pak RT.


"Tolonglah sodara sodari ku,,maafkanlah kesalahan almarhumah,,agar dia bisa diterima Allah,dan jika ada urusan hutang piutang segera selesaikan dengan pihak keluarga,,agar tidak memberatkannya di sisi Allah" kata ustadz Sobri.


"Janganlah kita sibuk menggibah dan mencari kesalahan orang lain,apalagi menggunjingkan seseorang di akhri hayatnya,,seperti kejadian yang kita lihat hari ini,


karena kita pun tidak tahu bagaimana ajal dan cara kita kembali disaat-saat terakhir nanti,,semoga saja semua yang ada disini meninggal dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin" Ustadz Sobri melanjutkan tausiah singkatnya.


"Aamiin" kata semua yang hadir.


   Melihat jenazah sang ibu yang terlempar dengan noda darah menghiasi kafan putihnya membuat Ajeng dan Andini terpuruk dalam kesedihan.


"Mungkinkah ini azab untuk perilaku  ibu selama ini?! karena telah menyekutukan Allah dengan makhluk lain" batin Ajeng.


Pak RT dan pak Ustadz Sobri lalu menyuruh penggali kubur untuk menguburkan lagi nyai Sekar.


Namun baru saja tanah makam di timbun setelah nyai Sekar di kebumikan untuk kedua kalinya,kejadian yang sama terulang lagi,,bahkan sampai tiga kali nyai Sekar terlempar dari kuburnya.

__ADS_1


Sepertinya bumi menolak keberadaan nyai Sekar.


Semua semakin dibuat tegang dan ketakutan melihat kejadian aneh itu berulang,ustadz Sobri pun tampak berpikir bagaimana cara mengatasi masalah ini,,kalau dibiarkan jenazah akan telantar.


"Ya Allah ustadz,,bagaimana ini,,apa yang harus kami lakukan?!!"


Kata mbak Ajeng.


"Maafkan saya bu Ajeng,,sepertinya bumi tak menerimanya,,entah apa kesalahannya selama hidup,,sehingga begini,,tapi yang pasti jenazah harus segera di makamkan,,bagaimana kalau kita larung ke laut saja,,masukkan ke dalam peti,taruh pemberat,,hanya itu yang dapat kita lakukan bu Ajeng.


"Baiklah pak ustadz,,kami pihak keluarga ikut saja bagaimana baiknya."


Singkat cerita..


Pihak keluarga dan sebagian tetangga dekat ikut mengantarkan jenazah nyai Sekar untuk dilarung ke laut,menempuh sekitar dua jam perjalanan dari desa Lingga.


Sedangkan aku dan si mbok tidak ikut karena mas Hadi melarangku ke laut takut aku kenapa-napa mengingat aku yang tengah hamil besar,,dan si mbok menjagaku sementara mas Hadi dan Bayu ikut pergi.


Nyai Sekar diletakkan dalam peti mati,yang terkunci dan diatasnya diberi pemberat,,lalu dibawa menuju kapal yang telah di sewa oleh Ajeng untuk membawa mereka ke tengah laut.


Dengan dibantu beberapa orang,,peti mati yang berisi jenazah Nyai Sekar diturunkan dan dilepas ke dasar laut  yang kini menjadi  makamnya.


Ajeng dan Andini terlihat bersedih tatkala peti mati meluncur pasti ke dasar laut,,menyisakan sesak dihati terdalam mereka.


🍡🍡🍡


    Empat jam kemudian rombongan pengantar nyai Sekar tiba di rumah duka,,bertepatan dengan azan ashar.


Ajeng dan Andini nampak bersiap untuk menyambut para tamu yang akan datang sebentar lagi untuk melakukan acara tahlilan yang sempat tertunda tadi.


Aku dan mbok Jum bersama ibu-ibu tetangga lainnya telah menyiapkan beberapa hidangan untuk menjamu tetamu di acara tahlilan hari pertama ini.


Beberapa hidangan telah digelar lesehan di ruang tamu,ruang tengah dan teras,ba'da Ashar para tamu mulai berdatangan mereka adalah para tetangga sekitar yang tadi ikut melayat juga para jamaah mesjid yang turut membantu pemakaman.


Semua tamu berdoa bersama di acara tahlilan hari ini,,sempat ku lihat mbak Ajeng dan Andini terpuruk dalam kesedihan.


"Mbak Ajeng,,Andini Maya turut berduka atas meninggalnya bude Sekar juga atas kejadian hari ini"


"Makasih May..O'iya kamu jangan terlalu capek,,kamu lagi hamil besar"


"Sama-sama mbak,,Maya gak capek koq cuma membantu sedikit,yang ringan-ringan saja"


"Iya May"


"Mbak Maya kalau capek istriahat di kamar Andini saja" kata Andini disela isak tangisnya.


"Iya Din,,makasih"


Andini,mbak Maya kalian jangan terlalu larut dalam kesedihan,,Maya tahu ini tidaklah mudah,,tapi Maya maya yakin kalian kuat menghadapinya" seraya menggenggam tangan keduanya.


"Makasih ya Maya"


Aku sedikit mengangguk lantas tersenyum berharap senyuman terbit juga di wajah mereka.


Sedikit terukir senyum kecil di wajah sedih mereka dan itu terlihat lebih baik


Sampai mbok Jum datang untuk mengajak ku makan bersama yang lainnya di akhir acara.


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


N/B :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.


                                With Love


                             DianadieNcess😘


                  

__ADS_1


 


__ADS_2