
Semburat jingga di ufuk barat perlahan mulai hilang di balik awan gelap,langit pun nampak menghitam,seolah tak mampu lagi menahan beban berat akan bermilyar-milyar bulir air hujan yang siap ditumpahkan ke bumi.
Benar saja tak lama setelah kepulangan para tamu dari hajatan yang kami gelar,hujan turun dengan derasnya.
"Untung acaranya sudah kelar ya sayang,kalau tidak kasihan para tamu jadi susah pulangnya karena terjebak hujan" kata mas Hadi yang masih cekatan membantuku merapikan rumah.
"Iya mas,untung saja" jawabku
Sambil menyapu.
"Sudah sayang kamu istirahat saja,biar mas yang lanjutin nyapunya"
"Gak usah mas,dikit lagi selesai,,tinggal buang sampahnya"
"Ya sudah kalau gitu,,dikumpulin aja dulu,,tohh sampah kering juga kan,,besok saja mas membakarnya setelah pulang mengajar"
"Iya mas.."
Kami kembali sibuk dengan aktifitas masing-masing.
Sesaat kemudian aku telah menyelesaikan aktifitas menyapuku,lalu duduk di ruang tengah setelah mas Hadi mengembalikan sofa ke tempatnya semula,,yang sebelumnya diletakkan ke teras samping agar para tamu bisa duduk dengan leluasa di dalam.
Melihat ku duduk santai mas Hadi menghampiri.
"Kamu kenapa sayang?!!"Koq ngos-ngosan gitu,capek?!!"
"Iya mas sedikit tapi mas gak perlu cemas,,hanya saja kandungan ini mulai terasa berat,,sepertinya bayi kita berkembang dengan baik,,akhir-akhir ini juga gerakannya jadi lebih aktif"
Mas Hadi tersenyum,,lalu mengusap lembut perut ku yang nampak besar ini.
"Assalamualaikum..anak ayah?!!"lagi apa sayang??!" Tau kah kamu nak,,ayah dan bunda sudah gak sabar ingin melihat mu,,semoga kamu selalu sehat dan menjadi anak sholeh/sholehah" Ucap mas Hadi seraya mendekatkan kepalanya pada perutku lalu menciumnya.
"Untuk mu juga sayang,,semoga selalu sehat,,kuat dan yang utama semoga kalian selalu dalam lindunganNya" lalu mengecup keningku.
"Aamiin..makasih mas doanya,,Maya beruntung punya suami sebaik mas Hadi"
"Mas yang beruntung memiliki istri seperti kamu sayang"
"Lebih baik sekarang kamu istirahat di kamar biar lebih hangat,,disini agak dingin,,biar mas yang mengunci semua pintu dan jendelanya"
"Iya mas.." Dengan dibantu mas Hadi aku berdiri dari duduk ku,,lalu melangkah menuju kamar.
Sesaat aku duduk di tepi tempat tidur,,tak lama,kembali berdiri pergi ke kamar mandi yang ada di kamar ku untuk berwudhu,lantas mengisi kekosongan waktu dengan mengaji sambil menunggu magrib tiba.
Sepuluh menit kemudian mas Hadi datang,,melihat ku yang tengah mengaji dia pun tersenyum,lalu mengajakku sholat berjamaah setelah masuk waktu magrib.
🍡🍡🍡
Malam semakin larut...
Setelah makan malam dan sholat Isya berjamaah aku dan mas Hadi memilih untuk segera masuk kamar,,tidur. Badan terasa sangat lelah hari ini sehabis beraktifitas.
Ditambah harus membereskan dan merapikan rumah setelah acara syukuran tadi siang. Komplit lah sudah .
Tidur ku begitu nyenyak malam ini,,begitu pun dengan mas Hadi.
Dan entah mengapa aku tiba-tiba berada disuatu tempat yang tak pernah ku lihat sebelumnya.
Sebuah lorong gelap,,dan aku hanya sendirian disana tanpa mas Hadi.
Lalu kemana suamiku?!!"Kenapa dia tak ada disini?!!"
"Mas..mas Hadi..dimana kamu mas..!!" Teriakku memanggilnya.
Tak ada jawaban..
karena tidak mengikutinya lagi.
"Jangan berhenti Mayaa..Ikutlah bersamaku,Kebahagiaan menunggumu disana!" Suara sosok itu yang terdengar lirih tapi menakutkan.
"Tidak!!"Aku tidak mau!!!"
"Pergi..Jangan ganggu aku!!" Balasku berteriak.
Namun tiba-tiba saja,,aku merasa seperti di tarik dengan kencang,,aku melayang bersamanya..karena meski gelap aku bisa merasakan tangan dengan jemarinya yang panjang meraih ku.
__ADS_1
Aku tak bisa berbuat apa-apa,,selain pasrah.
Aku memohon perlindungan Rabbiku..
Tanpa sadar aku berdoa dalam ketakutanku..
"Ya Allah lindungi aku dan bayiku,,dari kejahatan segala makhluk!!"
Aku masih terbang bersamanya,,namun kini dia membawaku ke sebuah rumah di dalam hutan.
Dalam keremangan cahaya bulan yang sinarnya masuk melalui celah pepohonan,,aku melihat sosok yang tengah menuntun ku memasuki rumah itu meski samar.
Wanita berkebaya merah,berkonde besar,,dengan jemari dan kuku-kukunya yang panjang,tajam dengan menghitam.
Namun aku tak melihat wajahnya,,karena aku melihat penampakannya hanya dari arah belakang,itu pun sudah membuatku sangat ketakutan.
Aku merasa seperti dilemparkan saja saat sosok itu menarikku ke dalam rumah,tenaganya terasa begitu kuat,sehingga aku jatuh terhempas.
Sekali lagi tanpa sempat melihat wajahnya,dia berbalik lalu bergerak cepat meninggalkan ku sendirian di dalam rumah itu,menutup pintunya.
Namun masih sempat ku lihat sekilas kedua kakinya tidak menyentuh tanah.
Setelah makhluk itu pergi.
Aku berteriak tertahan,ketakutan menguasaiku kini.
"Tolong..Tolong.!!" Teriakku.
Namun tak ada yang mendengar teriakan minta tolongku..
Sampai sebuah bisikan menuntunku,,bisikan anak kecil!"
"Bunda..jangan takut!! Bunda kuat..lawan dia bunda..Berdoalah..minta pertolongan Allah..!!"
"Siapa itu?!!"
Tak ada jawaban,hanya gerakan bayi dalam kandungan ku saja yang begitu aktif kurasakan.
Sejenak aku kembali terdiam..mengamati keadaan sekitar,tak satu pun ada jendela di rumah ini,benar-benar rumah yang aneh.
Dalam kecemasan ku yang diliputi rasa takut aku teringat pada suara anak kecil tadi yang menyuruhku meminta pertolongan dari Rabbiku.
Diantar resah yang kurasakan,,aku berdoa,,memohon perlindungan dan pertolonganNya.
"Ya Allah..tolong hamba..keluarkan hamba dari sini!!" Pintaku bersama derai tangis ketakutanku.
Lalu sebuah suara menyentakku..
"Ikutilah arah cahaya itu,,jalan mu menuju pulang"
Tiba-tiba saja dari arah pintu sebuah cahaya nampak menyilaukan mata,,tak kuasa aku menatap cahaya itu,,sebuah lorong terang terbentang di depan mataku kini,,dan pintu tadi seolah menghilang dari pandangan.
Lama aku tertegun memperhat5ikan sinar terang itu.
Sampai suara anak kecil kembali terdengar ditelingaku.
"Ayo bunda..berjalanlah ke arah cahaya,,bunda gak perlu takut,,Allah melindungi!!"
Seperti terhipnotis aku pun menurut saja pada suara anak kecil itu,,aku berjalan lurus ke depan,,memasuki lorong cahaya..
Tiba-tiba saja aku merasa berputar-putar di dalamnya,,seperti berada dalam gilingan pasir,,aku merasakan begitu pusing,,ku pejamkan mataku.
Sesaat kemudian putarannya berhenti,,sampai aku terbangun saat mas Hadi menemukan ku tergeletak di depan pintu kamar.
"Sayang..sayang ayo bangun..kenapa tidur disini sih?!"
Perlahan ku buka mataku ketika masih Hadi menggoyang-goyangkan tubuhku.
Aku menatap wajah yang kini ada di depan ku,,mencoba mengenali apa benar ini mas Hadi.
"Ada apa mas?!!"
"Harusnya mas yang tanya kenapa tidur disini?!!"kamu ngingau ya jadinya tidur sambil berjalan?!!"
"Nggak koq mas,,Maya tidur di tempat tidur,disebelah mas Hadi"
__ADS_1
"Sayang..kamu tidur di depan pintu kamar,,apalagi namanya kalau bukan mengigau?!!"
"Masa sih mas?!"
"Cobalah lihat sekeliling mu,,apa mas mengada-ada?!!"
Aku menatap sekeliling,,benar yang dkatakan mas Hadi,,aku ada di depan pintu.
"Coba jelaskan kenapa bisa begini sayang?!!"
"Maya gak tau mas,,yang jelas Maya tidur di tempat tidur,,mas lihat sendiri kan tadi?!!"
"Iya juga sih,,koq bisa ya,,pix ini mahh kamu mengigau,makanya lain kali baca doa dulu sebelum tidur"
"Sudah koq mas,,o'iya mas tadi Maya mengalami kejadian aneh ,,seperti mimpi saja tapi bukan..Iya Maya rasa itu bukan mimpi tapi nyata,,seperti antara mimpi dan kenyataan gitu loh mas"
"Ah masa sih?!"
"Buktinya Maya tidur disini kan mas,,bukannya ditempat tidur"
"Emang kejadian aneh apa yang kamu alami saat tidur?!!" Perasaan kamu aja kali sayang"
"Nggak mas..percayalah,,Maya seperti mengalaminya langsung bukan dalam mimpi"
"Ayo kita ke kamar,,ini masih jam 3 dini hari,,mas tadi keluar saat menyadari kamu tak ada,,ketika mas buka pintu kamu tergeletak didepan sini,,mengagetkan mas saja"
Aku menuruti2 ajakan mas Hadi yang membawaku kembali ke kamar,,mas Hadi mendudukan ku di tepi tempat tidur,lalu memberikan segelas air minum padaku.
Setelah melihatku yang sedikit tenang mas Hadi kembali bertanya.
"Coba ceritakan pada mas kejadian sebenarnya"
Aku pun menceritakan dengan detail pada mas Hadi apa yang ku alami tadi.
Lama mas Hadi terdiam,mencoba menelaah apa yang ku ceritakan barusan.
"Kenapa mas?!!"
"Gak apa sayang,,lain kali berdoa sebelum tidur"
Dan tentang kejadian tadi kamu tak perlu risau,,selama kamu yakin Allah melindungi,,insha Allah takkan terjadi apa-apa"
"Lalu apa yang bisa mas simpulkan tentang kejadian aneh itu?!" Tanya ku kemudian.
"Selalu ingat Allah kapan dan dimana pun kita berada,,karena kekuatan Allah itu maha besar"
"Iya mas..itu juga yang dikatakan anak kecil tadi,,dia memanggil Maya bunda mas,,entahlah siapa anak kecil itu,,dia tak berwujud hanya ada suaranya saja"
Mas Hadi tersenyum..
"Mungkin bayi kita ini sayang"kata mas Hadi seraya mengusap lembut perut besar ku.
"Kenapa mas bisa berkata begitu?!!"
"Yaa bisa saja kan,,karena seorang bayi itu makhluk tak berdosa,,mungkin dia ikut berdoa juga di dalam sana sehingga kalian dilindungi atas kuasa Allah"
Aku tersenyum,,mengusap perutku lalu..
"Terimakasih anakku sayang"
"Ayo sayang ambil wudhu kita masih punya waktu untuk tahajud" kata mas Hadi.
Sebelum masuk waktu subuh,,kami pun sholat tahajud,,media yang pas untukku,,agar bisa menenangkan hati dan pikiran juga untuk menghilangkan perasaan gundah dan cemas yang sempat hadir karena kejadian aneh tadi.
🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
N/B :
Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.
Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.
With Love
DianadieNcess😘
__ADS_1