DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 31 TEWASNYA NYAI SEKAR


__ADS_3

      Langit malam ini cerah ditingkahi cahaya purnama yang bersanding bersama kejora menambah indah langit malam diantara kerlip ribuan bahkan milyaran bintang lainnya.


Bagi orang normal ini hanyalah purnama biasa,,seperti purnama-purnama lainnya dimana bulan nampak penuh,,namun tidak bagi nyai Sekar,,ini purnama ke empat yang menjadi purnama terakhir baginya sebagai batas waktu dia menyerahkan tumbal terakhirnya pada ratu Manika,,sesuai dengan perjanjian pada ritual sesatnya berpuluh tahun lalu.


Nyai Sekar terus menghiasi wajah tuanya yang telah menampakan gurat-gurat keriput itu dengan senyuman kemenangan.


Dia benar-benar merasa diatas angin karena bayi tumbal telah tersedia,,dan sebentar lagi siap di eksekusi pikirnya


Nyai Sekar lalu memanggil sahabat gaibnya Brajamaya,,namun beberapa kali dipanggil,,sosok gaib yang sangat diharapkan tak kunjung datang.


Biasanya hanya satu dua kali panggilan sahabat gaibnya itu akan langsung muncul tapi tidak kali ini,,membuat nyai Sekar bertanya-tanya.


"Kemana kamu Brajamaya?!!" Batinnya.


Nyai Sekar teringat pada mantra itu,,dia lalu membacanya namun dibagian tertentu dia terhenti karena lupa,maklum faktor "U"


Dia lalu segera mengambil kertas bertuliskan mantra pemanggil sahabatnya itu dibagian bawah bantal,,kemudian kembali membacanya.


Sampai berulang kali Nyai Sekar memanggil Brajamaya namun yang dipanggil tak jua kunjung datang,,padahal dia telah berjanji pada Nyai Sekar akan membawa tawanan yang akan dipersembahkan sebagai tumbal kepadanya dan malam ini mereka siap melakukan ritual sesaat dan menyerahkan bayi itu pada Ratu Manika.


"Kemana sebenarnya Brajamaya ini?!!" Pikirnya


Nyai Sekar tidak tahu jika Brajamaya telah musnah ditangan penguasa gaib di hutan belantara itu.


Malam semakin meninggi,namun Brajamaya tak jua menampakkan wujudnya dihadapan Nyai Sekar yang sejak tadi menunggu kedatangannya,,padahal dia telah berjanji untuk membantunya menyelesaikan misi ini,timbulah kegelisahan didiri nyai Sekar..


"Kurang ajar !! Jangan-jangan Brajamaya telah berkhianati ku!!"


Gumamnya dengan tangan terkepal seraya menghembusakn nafas yang sedikit kasar.


Nyai Sekar nampak sangat murka,,karena telah lama menunggu Brajamaya membawa tawanan itu ke kamarnya dan mengeksekusi bayinya sebagai persembahan untuk ratu Manika di ritual sesaatnya yang terakhir malam ini,,di purnama ke empat.


Nyai Sekar terus menanti dengan rasa gelisah,,bagaimana tidak jika Brajamaya tidak melaksanakan tugas dengan baik,nyawa nyai Sekar yang menjadi taruhannya.


Dan dia tak mau itu terjadi,,karena semua yang telah dilakukannya demi sebuah balas dendam akan berakhir sia-sia.


Angin tiba-tiba bertiup dengan kencang,,bulan mulai tertutupi awan hitam yang menggantung dilangit malam,,cuaca yang semula cerah seketika berubah menjadi kelam,,gerimis mulai menyapu tanah kering akibat sengatan matahari tadi siang.


Ditengah penantiannya pada kedatangan Brajamaya,,indera pendengarannya menangkap suara ringkik kuda,,dan dia mengenali siapa yang datang.


Kepulan asap hitam nampak memasuki lorong,,perlahan masuk melalui celah pintu kamar dimana nyai Sekar berada.


Asap hitam itu perlahan membentuk siluet tubuh wanita,,sampai akhirnya menjadi bentuk yang sempurna seorang wanita cantik namun terkesan misterius,,dengan mahkota dan untaian bunga melati menghiasi rambut panjangnya yang tergerai selutut.


"Apa kabar mu Sekar?!!"


Aku rasa kamu sudah tahu maksud kedatangan ku!!" Ratu Manika buka suara.


"I-iya ra-tu.." kata Nyai Sekar terbata


"Dimana bayi istimewa itu Sekar?!!" Cepat berikan padaku!!" Kata Ratu Manika lagi.


"Belum ad-ada ra-ratu" jawab nyai Sekar masih terbata terlihat ketakutan di wajah tuanya.


"Apaa?!!!" Belum ada?!! Bukan kah hari ini batas waktu yang kuberikan untuk mu Sekar??!" Hardik Ratu Manika kasar.


"Sa-saya ma-sih me-nunggu Braja-ma-ya mem-bawanya ke-sini" Nyai Sekar semakin cemas dan ketakutan.


"Menunggu Brajamaya Sekar?!!" Apa yang kamu tunggu,,dia telah musnah oleh penguasa gaib dihutan itu!!" Dan tawanan mu telah berhasil diselamatkan!!!"


Itu artinya nyawa mu sebagai gantinya Sekar..Hahahaha tawa ratu Manika memenuhi seisi ruangan.


Dan nyai Sekar semakin terpuruk saja setelah mendengar semua yang diucapkan ratu Manika.


"I-itu ti-tidak mmung-kin ra-tu,,Braja-maya i-itu ssa-ngat sak-ti" nyai Sekar mencoba membantah perkataan ratu Manika barusan.


"Apa?!! Sakti kamu bilang Sekar?!!" Antek-antek mu itu telah menyalahi aturan dihutan itu,,dan tak salah kek Arya memusnahkannya!!"


"Dan sekarang giliranmu yang aku musnahkan Sekar,,Hahaha". Kembali tawa membahana ratu Manika menggema di dalam kamar itu.


Semakin bergidik nyai Sekar dibuatnya,,ketakutan menguasainya kini,,dia terlihat gemetar,beringsut di tempat tidurnya.


"Mungkin ini saatnya aku menjemput mu Sekar,,tidak masalah aku tak mendapatkan bayi istimewa itu,,tapi aku mendapatkan mu dan akan ku jadikan kau budak ku!!"


"Bersiaplah Sekar..!!!"


Ratu Manika lalu mencengkram leher nyai Sekar,,mencekiknya.


Nyai Sekar hanya bisa pasrah menerima kenyataan,,jika dia harus tiada ditangan ratu Manika,tewas dalam keadaan menggenaskan dengan leher membiru,,mata melotot dan lidah yang menjulur,,penampakan jasad nyai Sekar yang menandai kematiannya kini.


🍡🍡🍡


 


     Entah kenapa Ajeng malam ini merasa sangat gelisah,,dia seperti tidak tenang meski mobil akan mengantarkan mereka kembali ke desa. Asistennya Dinar yang duduk disebelahnya terus memperhatikannya,,lantas bertanya..


"Ada apa bu Ajeng?!!" Sepertinya anda gelisah?!!"Bukankah proyek tadi berhasil kita goll-kan?! Tanya Dinar.


"Bukan itu yang sedang aku pikirkan Dinar,,entahlah aku juga tidak tau apa yang membuatku seperti ini"


"Mungkin ibu lelah,,cobalah untuk tidur bu,,mungkin bisa sedikit membantu"


"Baiklah Dinar"


Namun baru saja Ajeng akan memejamkan mata,,dari arah depan mobil dia seperti melihat ibunya nyai Sekar melintas di depan mobilnya dengan keadaannya yang menggenaskan.


Sontak membuat Ajeng terpekik,,dan driver yang sedang mengemudikan mobil itu spontan menginjak rem mendadak,,membuat Ajeng dan Dinar kembali dibuat sport jantung,,hampir saja kepala keduanya ke jedot sandaran kursi mobil yang ada di depannya,untung saja mereka memakai safety belt.


"Kenapa pak Dirman?!Koq ngeremnya mendadak gitu,,hampir saja kepentok!!" Kata Dinar sedikit kesal pada driver mobil ini.


"A-anu non Dinar,,bu Ajeng..Maaf sebelumnya tadi saya seperti melihat ada seseorang menyeberang,,ditambah ibu juga berteriak jadi saya kaget takut menabrak,makanya saya langsung rem mobilnya.


"Dinar gak lihat ada yang nyebrang pak Dirman,,pak Dirman jangan mengada-ada deh,,pak Dirman ngantuk ya?!!" Tanya Dinar


"Sedikit sih non,,tapi itu tadi beneran ada yang nyebrang,bapak tidak bohong non"


"Ya sudah,,gak papa pak Dirman,,terusin aja perjalanannya" kata Ajeng


"Baik bu" kata pak Dirman lalu kembali menjalankan mobilnya.


Sepertinya apa yang ku lihat tadi bukan halusinasi,,pak Dirman ternyata juga melihatnya,dan Ajeng memilih diam tidak ikut berkomentar terlebih dengan cara pak Dirman menyetir tadi.


Namun di dalam pikirannya terbesit pertanyaan "Apa yang dilihatnya tadi itu nyata atau halusinasi saja?!Seseorang berwajah mirip nyai Sekar ibunya namun dengan penampakan menggenaskan.


Mobil terus melaju memasuki kawasan desa Lingga.


Satu jam lagi mereka akan sampai di  kediaman Ajeng.


Ajeng mencoba memejamkan matanya yang sedikit mengantuk,,tapi entah kenapa penglihatannya tentang seseorang yang melintas didepan mobil tadi sangat menganggu pikirannya.


Dan perasaan apa ini yang sekarang melingkupi relungnya,,dia pun tak bisa menjelaskannya yang pasti sukses membuatnya semakin gelisah.


Satu jam berlalu,,mobil yang membawa Ajeng dan Dinar asistennya telah memasuki pintu gerbang yang bertuliskan "Selamat Datang Di Desa Lingga"


Melihat mata Ajeng yang terlelap Dinar lalu membangunkannya.


"Bu Ajeng..Bu..kita sudah sampai di desa Lingga" kata Dinar


Ajeng membuka matanya,,menatap sekitar dari dalam mobil,,"benar sudah sampai" batinnya


Pagi menyapa saat mobil tiba di depan gerbang,,warga desa Lingga pun memulai aktifitasnya paginya.


Disana sini nampak kesibukan mereka.

__ADS_1


Ada yang menjemur pakaian,ada yang mencuci dan mandi di bantaran sungai Lingga yang airnya jernih dan berbatu.


Ada juga yang sedang membuka kios ataupun warung makan di depan rumahnya.


Ajeng pun berniat untuk mampir di warung bu Lela beli nasi uduk.


"O'iya Dinar,,kamu mau langsung pulang atau mampir ke rumah saya dulu?!" Tanya Ajeng.


"Mau langsung pulang saja bu,,Dinar mau cepat mandi sudah lengket semua rasanya badan ini"


"Baiklah kalau begitu,,berarti nanti pak Dirman akan mengantarkan kamu dulu baru mengantar saya"


"Iya bu"


"Pak Dirman,,berhenti sebentar ya nanti di depan warung yang disana itu" kata Ajeng


"Baik bu" jawab pak Dirman.


  Ajeng segera turun ketika mobil berhenti tepat di depan warung nasi uduk bu Lela.


"Ayo Din,,Pak Diman kita mampir makan dulu nanti saya traktir" kata Ajeng.


"Baik bu" kata Dinar dan pak Dirman sumringah.


"Kebetulan bu,,perut sudah teriak minta diisi" celetuk pak Dirman.


Mereka lalu memasuki warung bu Lela,sarapan bersama.


Ajeng dan Dinar duduk di meja dibagian tengah sedangkan pak Dirman memilih meja yang ada di pojok katanya biar lebih menikmati makannya.


Tiga piring nasi uduk beserta tiga gelas teh hangat diantarkan sendiri oleh mpok Lela.


Mereka bertiga makan dengan lahapnya karena perut yang begitu lapar.


Setelah Ajeng selesai dengan makannya dia lalu beranjak dari duduknya untuk kembali memesan satu bungkus nasi uduk untuk Andini.


"Andini pasti belum sarapan,,dan dia pasti senang jika dibawakan nasi uduk secara makanan favoritnya" batin Ajeng.


"Mpok Lela,pesan satu lagi ya dibungkus" kata Ajeng


"Iya Jeng,, Ajeng udah dengar kabar belum tentang neng Maya?!!"


"Iya katanya menghilang entah kemana,,suaminya sibuk mencarinya kesana kemari tapi tak jua bertemu"


"Wah sepertinya kamu ketinggalan berita nih Jeng,,neng Maya sudah ditemukan,,emang Andini gak cerita?!! Kan dia yang bantu nemuin neng Maya" kata mpok Lela lagi.


"Ohh yachh,,aku sama sekali gak tahu kabar barunya nih mpok,,kan kemarin ke luar kota ini baru balik terus langsung mampir kesini sarapan,,Andini juga belum cerita,,karena saya gak sempat menghubunginya saat disana."


Tapi syukurlah kalau sudah ditemukan Mayanya.


"Pantesan aja kalau begitu mahh,,katanya sempat seperti orang linglung Jeng,,gara-gara disembunyikan demit." Kata mpok Lela lagi.


"Masa sih?!!"


"Beneran Jeng,,kan kemarin habis nutup warung saya kesana ikut pengajian dirumahnya,hari ini akan diadakan syukuran disana."


"Ohh begitu ya mpok"


"Nanti saya kesana untuk menemuinya."


Dinar dan Pak Dirman telah selesai makan,Ajeng lalu membayar pesanan mereka bertiga dan satu bungkus nasi uduk untuk Andini.


Ketika akan masuk ke mobil Ajeng mendapat telpon dari Andini.


Andini 📞 : "Assalamualaikum mahh"


Ajeng 📞 : " Waalaikum salam"


Andini 📞: "Mamah dimana?! Jadi pualng gak hari ini?!"


Andini 📞 : "Ohh yach?!! Mamah mau kunci cadangan kan?!!' Kunci rumah yang biasanya Andini bawa"


Ajeng 📞 :"Loh emang kamu lagi dimana nak?! Gak tidur dirumah?!!'


Andini 📞 : "Andini nginep di rumah mas Hadi mahh,,gak dibolehin pulang sama mas Hadi dan mbak Maya juga mbok Jum dan mas Bayu,katanya nginep disini aja toh mamah gak ada juga,jadilah Andini stay disini.


O"iya mah mbak Maya udah ditemukan,,maaf Andini lupa bilang ke mamah"


Ajeng📞 : " Syukurlah mbak yu mu telah ditemukan,,tunggu disitu ya sebentar lagi mamah kesana"


Andini 📞: "Njih mahh"


Setelah mendengar Andini berada dirumah Hadi,,Ajeng lalu kembali memesan empat bungkus nasi uduk untuk mereka yang ada di rumah Hadi.


Setelah empat bungkus nasi uduk disiapkan oleh mpok Lela,,Ajeng pun kembali masuk mobil lalu menuju rumah Dinar untuk mengantarnya pulang.


Mobil tiba di depan rumah milik Dinar,setelah memastikan Dinar sampai dengan selamat,,Ajeng kembali meneruskan perjalanannya diantar oleh pak Dirman tapi dia tidak langsung ke rumahnya namun ke rumah Hadi lebih dulu untuk bertemu Andini dan Maya yang katanya sudah kembali.


🍡🍡🍡


    Bayu nampak kebingungan saat melihat mobil avanza itu terparkir dihalaman rumahnya,,dia menanti


kan siapa yang akan turun dari mobil.


Ternyata Ajeng..


Sesaat setelah Ajeng turun dari mobil,,Pak Dirman pun berlalu.


Melihat Bayu diteras Ajeng pun tersenyum lantas mengucapkan salam.


"Assalamualaikum" Sapa Ajeng


"Waalaikum salam" jawab Bayu seraya tersenyum


"Orang rumah ada Yu?!"


 


"Ada koq bu,,Andini juga ada didalam" jawabnya.


"Okkey Yu,,masuk dulu ya"


"Njih bu silahkan"


Melihat kedatangan Ajeng,,mbok Jum menghentikan aktifitasnya membersihkan sofa ruang tengah.


"Assalamualaikum" Sapa Ajeng


"Waalaikum salam" jawab mbok Jum


Oalaah kamu tohh Jeng,,kapan datang dari luar kota,tiba-tiba udah nongol?!"


"Barusan mbok,katanya Andini nginap disini,,sekalian mau ketemu Maya katanya sudah ditemukan,,bener mbok?!"


"Bener Jeng,,alhmdulilah"


"Ayo duduk dulu Jeng"


"Nakk Andini..Nak Andini..iki lohh emaknya dateng" panggil si mbok


Dari arah kamarnya dengan tergesa Andini menuju ruang tengah.


"Wahh mamah sudah pulang ya?!"

__ADS_1


"Iya nakk,,koq gak bilang nginap sini,,kamu takut dirumah sendirian?!"Tanya Ajeng


"Ya nggak lah mah,,udah gede ini,,yahh Andini pikir daripada tidur sendirian dirumah mending disini kan mah lebih ramai" Kata Andini dengan tersenyum.


"Yowes lah nakk,,kamu sudah sarapan belum?!!"


"Belum mah,,kami hari ini agak kesiangan bangun maklum lah habis keseruan kemarin,,mencari mbak Maya,,itu mamah bawa apaan?!!"


"Ohh ini,,nasi uduk sayang buat sarapan kalian disini tadi mamah kebetulan mampir di warung mpok Lela,,terus beli buat kalian disini"


"Wahhh kebetulan sekali mah Andini pengen nasi uduk terus udah laper juga"


"Ya udah ayo panggil yang lainnya biar makan bareng"


Sesaat kemudian mbok Jum,,Hadi dan Maya muncul,,lalu saling sapa dan sedikit bercerita tentang kembalinya Maya.


"Syukurlah May,,kamu telah kembali dengan selamat" kata Ajeng


"Iya mbak alhmdulilah,,semua berkat Andini kata Maya


"Iya loh Jeng,,putri mu iki benar-benar luar biasa,,ternyata dia iso berinteraksi dengan yang gaib" celetuk mbok Jum.


"Apa?!! Berinteraksi dengan yang gaib?!!"Masa sih?!!"Emang benar begitu Din?!! Sejak kapan? Koq ibu gak tahu?!"


"Emang sih sewaktu kamu kecil dulu,kamu sering terlihat bicara sendiri,,tapi mamah kira itu cuma imajinasi mu saja,,kan anak-anak sering gitu"


"Maafkan Andini mahh,,sebenarnya sudah dari saat itu,,saat Andini masih kecil,,bahkan Andini mencoba menghentikan ini semua,,namun semakin Andini beranjak dewasa justru semakin bertambah besar kekuatan "lain" yang ada di diri Andini"


"Jadi selama ini kamu menyimpan hal ini sendirian sayang?!" Ya Allah itu tidak mudah loh nakk,,harusnya kamu ceritakan sama mamah" kata Ajeng dengan ekspresi iba menatap putri kesayangannya.


"Tak apa mah,,Andini baik-baik saja"


Mencoba menenangkan Ajeng.


Nanti saja lagi ya ceritanya mahh,,Andini laper nih'


"Ya udah ayo makan dulu..Ayo Di,,May,,mbok Jum,,makan dulu ini Ajeng bawakan nasi uduk buat sarapan,biar nanti Bayu saya yang panggil,,kalian makan saja"


"Wahh rezeki ini,,makasih loh mbak" Kata mas Hadi dan Maya.


"Iya Jeng makasih loh,,jadi ngerepotin kan" kata mbok Jum menimpali


"Gak direpotkan koq mbok,kebetulan Ajeng ada sedikit rezeki"


Permisi sebentar Ajeng mau nyamperin Bayu" lalu melangkah ke teras depan dimana Bayu duduk bersantai dengan kopinya.


"Yu..ayo sarapan dulu,,sudah ditunggu sama yang lain" kata Ajeng


"Iya bu"kata Bayu seraya berdiri mengikuti langkah Ajeng masuk ke dalam rumah.


Di meja makan mereka telah menunggu Bayu untuk sarapan bersama,,melihat Ajeng yang hanya duduk dan tidak ikut sarapan mbok Jum lantas bertanya.


"Lohh kamu gak makan toh Jeng?!"


"Ajeng barusan aja sarapan mbok di warung mpok Lela bareng teman,,makanya sekalian Ajeng belikan juga buat semua"


"Kalau gitu kamu si mbok bikinin minum saja ya,,mau apa nih Jeng,,teh apa kopi susu?!"


"Kopi susu aja deh mbok kalau gak ngerepotin"


"Yo nggak lah Jeng,,tunggu sebentar mbok bikinin yo"


"Kasih tau aja dimana kopinya mbok,,biar Ajeng bikin sendiri,si mbok sarapan saja" kata Ajeng


"Yowes,,iku loh Jeng kopi ne ada dalam lemari penyimpanan" kata si mbok sambil meneruskan makannya.


Secangkir kopi telah terhidang dimeja makan,,Ajeng ikut duduk disana bersama mereka yang tengah sarapan,sambil menyeruput milk coffie buatan sendiri seraya berbagi cerita.


"Mbak Ajeng,,hari ini diadakan syukuran di rumah ini,,sebagai ungkapan rasa syukur atas kembalinya Maya" kata mas Hadi.


"Iya mbak,ba'da Dzuhur acaranya dimulai,,kataku disela makan.


"Ohh gitu,,ya udah nanti mbak kesini lagi,,rencana mau pulang -bntu,,mandi  sama bersih-bersih rumah kan dari kemarin gak dibersihkan"


"Iya mbak,,kami cuma ngundang tetangga sini,,nanti si mbok yang akan ke pasar beli keperluan hajatan" kataku lagi.


"Iya May,,tapi maaf mbak gak bisa bantu banyak,,paling nanti jika sudah mau waktunya baru mbak kesini lagi"


"Iya mbak gak papa" jawab Maya


"Don't worry mahh,,ada Andini koq yang akan membantu disini"


"Baiklah sayang,,kamu gak balik dulu  ganti pakaian?!!"


"Gak usah lah mah,,nanti tolong bawakan saja mamah kesini nanti"


"Okkey,,mamah pamit pulang dulu ya nakk"


"Njih mahh"


"Hadi,,Maya,,mbok Jum Ajeng pamit pulang dulu ya"


"Iya mbak" kata Hadi dan Maya bersamaan


"Nanti jangan lupa kesini yo Jeng" kata mbok Jum


"Insha Allah mbok,,nanti Ajeng usahakan"


"Baiklah"


"Mamah pulang sama siapa?!!" Tanyaku


"Sendiri nakk,,jalan kaki dekat koq lewat belakang rumah"


"Ya sudah hati-hati ya mah"


"Iya nak,,Assalamualaikum"


"Waalaikum salam" jawab mereka semua.


  Ajeng kembali pulang menyusuri jalan setapak yang ada dibelakang rumah.


Selain teduh jalan pintas ini terasa lebih dekat meski sepi.


Tapi karena Ajeng telah terbiasa jadi bukan masalah baginya.


Dia terus melangkah,,tak terlalu jauh jarak dari rumah lamanya yang kini ditempati Hadi dan Maya,,dengan rumahnya kini.


Dan Ajeng tak menyangka akan mendapat supprise luar biasa saat nanti sampai di rumah.


Kejutan apakah itu?!!


Baca terus lanjutannya di episode berikutnya😉


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


N/B :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.


                                With Love

__ADS_1


                             DianadieNcess😘


__ADS_2