DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 28 DISEMBUNYIKAN DEMIT


__ADS_3

      Kesedihan nampak menggantung diwajah mas Hadi juga mbok Jum dan Bayu.


Mbok Jum dan Bayu memutuskan untuk tetap bermalam di rumah ku,,saat mas Hadi meminta mereka untuk tidak pulang dulu dan tetap menemaninya disini.


Kebetulan sekolah sedang libur,,setelah para siswa menerima raport kenaikan kelas sehingga mas Hadi bisa lebih fokus dalam pencarian ku.


🍃Pagi ini diruang tengah.


    Jam didinding ruang tengah menunjukkan pukul 7 pagi,,setelah sarapan,,mas Hadi,mbok Jum dan Bayu kembali membahas tentang pencarian diriku.


Dan mas Hadi memutuskan untuk meminta bantuan polisi saja,,dia takut terjadi apa-apa padaku.


"Mbok hari ini Hadi mau ke kantor polisi buat laporan orang hilang,,gimana menurut mbok Jum?!


"Mbok setuju Di,,biar mereka turut membantu pencarian ini,,siapa tahu lebih efektif"


"Nanti Bayu temenin mas ke kantor polisinya" kata Bayu.


"Okkey Yu,,tapi nanti sekitar jam 9 kita kesana"


"Siap mas" jawab Bayu.


Mereka masih terlihat berbincang sampai bu Yem datang untuk bertemu mbok Jum.


Dengan setengah berlari Bayu bergegas membukakan pintu setelah mendengar ucapan salam dari seseorang.


"Assalamualaikum" ucapnya lagi


"Walaikum salam" jawab Bayu dari dalam seraya membukakan pintu.


"Ehh bu Yem..tohh,,nyari ibu yo?!" Tanya Bayu


"Iya Yu,,ibu mu ada?!" Masih disini kan?!!"


"Iya bu Yem,,ada koq,,tunggu sebentar Bayu panggilkan"


Bayu lalu ke ruang tengah mencari ibunya,mbok Jum.


"Bu'e diluar ada bu Yem pengen ketemu"


"Ohh iyo Le,,Di si mbok ke depan dulu yo"


" Iya mbok,Hadi juga mau ke kamar nyiapain sesuatunya untuk laporan polisi nanti"


"Iyo Di,, seraya berlalu untuk menemui sahabat kecilnya itu yang telah duduk menunggu di kursi kayu di teras depan.


"Ehh kamu Yem,ada opo tohh? Tumben nih,,gak ke kebun hari ini?"


"Sudah panen kemarin,,mungkin tiga empat hari lagi baru nanam bibit baru.


"Begini Jum,dengar-dengar dari selentingan neng Maya hilang,,bener itu?!"


"Iyo Yem,sudah dua hari iki dia menghilang,,semua tak ada yang tahu,,kemana dia pergi,memang sih tak ada yang melihatnya,mungkin karena dia perginya malam-malam saat orang-orang sedang terlelap."


"Ohh gitu,,padahal baru kemarin kita bertiga ngobrol ya Jum..


O'iya,ada hal penting yang ingin ku bicarakan"


"Opo toh Yem,cerita sajo,,sek..sekk..sekkk..biar ku tebak,opo ada kaitannya dengan hilangnya neng Maya?!"


"Mungkin saja Jum,,bisa iya bisa tidak yang jelas ada sesuatu yang lain dirumah ini"


"Sesuatu yang lain?!" Maksudnya Yem?!"


"Kemarin sewaktu aku mampir dan kita duduk diberanda,,aku merasakan ada aura negatif di rumah ini,,aku takut jika kejadian dulu terulang lagi,,berhubung neng Maya sedang hamil,,tapi semoga saja dugaan ku salah,,aku gak ingin kejadian itu terulang Jum"


"Iya..Semoga saja gak terulang lagi,,aku gak mau warga kembali resah dibuatnya.


"Aamiin..Tapi yang ku takutkan kalau-kalau ada roh jahat yang mengikuti dan berdiam di rumah ini,,sehingga memberi pengaruh buruk,maklum saja rumah ini kan sudah lama kosong,,bahkan warga sekitar sering melihat penampakan,,apalagi kan katanya aroma perempuan yang sedang hamil itu sangat wangi bagi mahkluk halus."


"Benar juga sih Yem,,terus apa kamu punya saran dalam hal ini?!"


"Kalau menurutku sih adakan selametan saja,,untuk mendoakan neng Maya dan bayinya agar selalu di lindungi"


"Baiklah Yem nanti aku kasih tau nak Hadi,,terserah maunya dia nanti gimana"

__ADS_1


"Iya Jum,,aku cuma menyarankan saja,,semua keputusan terserah nak Hadi selaku suaminya"


"Bener Yem"


"Sebentar ya Yem,,tak bikinin minum dulu"


"Gak usah Jum,,aku sudah mau balik,,cucian sudah menunggu untuk di eksekusi,hehhe"


"Oalaah kamu iku Yem..Yem..udah koyo wong londo sojo ngomongnya,,eksekusi"


"Sesekali boleh kan Jum" seraya terkekeh.


     Sepulangnya bu Yem dari rumah ku,,mbok Jum dibuat semakin kepikiran pada apa yang telah dikatakan sahabatnya tadi.


"Opo iyo neng Maya disembunyikan demit?!!" Batinnya


Masih duduk di teras depan sambil memijit kepalanya yang sedikit berdenyut akibat terus memikirkan ku yang tak kunjung datang"


Neng Maya pulanglah neng.." gumamnya lirih tanpa terasa bulir bening itu membasahi pipi tirusnya.


Sesaat kemudian dia beranjak saat mas Hadi memanggilnya dari arah ruang tengah.


"Mbok Jum..Mbokk.." panggil mas Hadi.


"I-iyo Di..lalu beranjak dari duduknya seraya mengusap air mata yang terlanjur mengalir,,dia tak ingin mas Hadi melihatnya menangis.


"Ada apa Di?!!" Tanya mbok Jum saat telah berhadapan dengan mas Hadi yang kini duduk disofa ruang tengah.


"Sebentar lagi Hadi akan berangkat ke kantor polisi mbok,,Hadi titip rumah,,kalau nanti ada yang nyariin Hadi bilang Hadi keluar lagi ada urusan"


"Baiklah Di,,kamu tenang saja rumah akan aman terkendali"


"Makasih ya mbok,,keberadaan si mbok dan Bayu dirumah ini benar-benar berarti"


"Sama-sama Di,,sudah sewajarnya kita keluarga saling bantu"


"Njih mbok"


 


Kembali Bayu terkejut saat melihat siapa yang datang,,lama dia tertegun menatap seseorang yang kini berada di depannya dengan senyuman manis menambah kecantikannya.


"Assalamualaikum mas Bayu"


"Waalaikum salam,,Andini..sendirian saja neng?!"


"Iya mas,,O'iya mas Hadinya ada?!"


"Ada neng,,sebentar ya tak panggilkan"


Dengan tergesa Bayu menghampiri mas Hadi yang masih berbincang dengan mbok Jum.


"Siapa yang datang Yu?! Tanya mbok Jum.


"I-itu bu'e bi-bi.."


"Opo sih Yu..Biawak?!!" Bison?!!


"Ishh bu'e masa biawak sih,apalagi bison jelas bukan lah bu"


"Makanya kalau ngomong iku sing bener toh Yu..Bi..Bi..Apa coba"


"Itu bu'e diluar ada bidadari"


"Bidadari?!! Siapa toh Yu?!!" Tanya mas Hadi.


"Hemm..Siapa lagi Di kalau bukan neng Andini,,gebetannya cah lanang iki"


"Owhh gitu,,jadi Andini yang sekarang ada di luar?!"


"Iya mas"


  Mas Hadi segera mendatangi Andini yang kini duduk di kursi yang ada di teras.


"Ehh Din..Kenapa duduk diluar gak langsung masuk?!" Tanya mas Hadi.

__ADS_1


"Disini adem mas"


Melihat mas Hadi yang telah rapi Andini lantas bertanya..


"Mas Hadi mau pergi?!!"Andini ganggu dong?!"


"Eh..Nggak koq Din,,mas tadinya mau ke kantor polisi,,buat laporan orang hilang,,tapi nanti juga gak papa masih ada waktu"


Mbak Ajeng gak di ajak kesini tohh?!"


"Mamah keluar kota mas sama mbak Dinar asistennya,,ada proyek katanya"


"Ohh gitu..Ngomong-ngomong ada perlu apa Din?!"


"Begini mas,,tadi malam Andini mendapat penglihatan dari perjalanan yang Andini lakukan ke alam gaib"


"Apa Din?! Alam gaib?!!"


"Jadii..dugaan mas selama ini benar kamu punya kelebihan"


"Mas Hadi tolong rahasiakan ini,,Andini gak mau orang lain tahu jika Andini bisa berinteraksi dengan mereka yang tak kasat mata,,bahkan  mamah pun gak tahu mas,Andini baru cerita sama mas saja,,itupun karena ada alasannya"


"Baiklah..Kamu bisa mempercayai mas,,tapi saran mas kamu harusnya cerita sama mbak Ajeng mengenai hal ini,,dia kan mamah kamu,,gak boleh ada yang ditutupi seharusnya"


"Iya mas,,mungkin jika saatnya tepat nanti Andini akan mengatakannya sama mamah"


"Ayo lanjutkan ceritamu tadi Din"


"Maaf harus ke potong sedikit"


"Iya mas gak papa..


Menurut Andini mas gak usah lapor polisi,,mbak Maya disembunyikan oleh makhluk gaib,di dalam hutan,,dekat pohon beringin tua,,namun ada semacam asap hitam seperti jelaga yang menutupinya sehingga tidak kelihatan dan mbak Maya gak bisa keluar dari sana."


"Ya Allah kasihan sekali istri ku itu,,dia pasti sangat ketakutan"


"Selain itu ada sosok berkebaya merah dengan rambut konde terus mengawasinya,dugaan Andini sih makhluk itu yang telah menyembunyikan mbak Maya disana"


"Tunggu sebentar tadi katamu dalam hutan,,dekat pohon beringin tua,,kemarin mas Hadi dan rombongan lewat tempat itu tapi tak ada mbak mu disana"


"Itu karena mbak Maya tertutupi oleh asap hitam yang dibuat oleh makhluk itu mas,,hanya orang tertentu yang bisa melihatnya"


"Lalu Din bagaimana caranya kita bisa membawa mbak mu itu pulang?!"


"Di perjalanan astral Andini tadi malam,,Andini juga bertemu penunggu hutan,,berwujud nenek renta,dia mengatakan kita harus secepatnya menolong mbak Maya,,sebelum purnama tiba kalau tidak mereka akan menjadi tumbal"


"Astagfirullah...Tumbal Din?!!"


"Iya mas,,itu yang dikatakan nenek penunggu hutan"


"Tapi..Siapa yang akan menumbalkan  mbak mu??"


"Menurut Andini bukan mbak Maya yang di inginkan mas,,tapi bayi dalam kandungannya"


"Ya Allah lindungi istri dan bayi kami" doa mas Hadi.


"Sebaiknya pagi ini kita ke hutan itu mas,,karena kata nenek penunggu hutan,,kekuatan makhluk itu melemah saat pagi."


"Baiklah Din,,kita gak usah buang waktu,sekarang saja kita kesana"


Mas Hadi lalu menyuruh Bayu untuk memangil kembali para rombongan,,mereka lalu mempersiapkan segala sesuatunya untuk kembali menyusuri hutan,


Sedangkan para ibu-ibu tetangga bersama anak gadis mereka berkumpul di rumah ku,,dipimpin oleh mbok Jum mengadakan pengajian bersama-sama membantu lewat doa.


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


N/B :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.


                                With Love


                             DianadieNcess😘

__ADS_1


__ADS_2