
🍃Di Kamar rahasia,ruang bawah tanah
Sesaat setelah kepergian Ajeng dari kamar itu..
"Sepertinya aku harus menggunakan cara lain untuk bisa mencari tau semuanya,,janin siapa yang bisa ku ambil sebagai tumbal terakhir,,mengharapkan Ajeng melepaskan ku dari ikatan ini hanyalah ke sia-siaan saja,,dia sudah pasti takkan mau melakukannya." Gumam Nyai Sekar lirih.
Nyai Sekar berusaha mengingat kembali mantra pemanggil makhluk yang selama ini bersekutu dengannya untuk memata-matai janin siapa yang akan menjadi tumbal namun ada beberapa mantra yang terlupakan olehnya.
Tanpa buang waktu,,dia mengambil kertas yang terselip dibawah bantalnya.
Sebuah kertas dengan tulisan mantra di dalamnya,yang segera di baca olehnya.
"Datanglah..datang..wahai sang pemikat..
Rambut di hias bersanggul konde..
Imbalan sejati menanti dicicipi..
Tulang dagingmu untukku nikmati..
Danur Darahmu adalah saripati..
Bersamamu Sempurnalah hakikat diri.."
Nyai Sekar nampak mengulang-ulang mantra itu beberapa kali,,seraya mengingat-ingat,,lalu kembali menyembunyikan kertas itu di bawah bantalnya,,agar tidak diketahui oleh putrinya Ajeng.
"Untung saja mantra ini tidak hilang,,apalagi sampai ketahuan Ajeng bisa gawat" batinnya
"Yahh mungkin ini kesempatan ku agar bisa segera mendapatkan tumbal terakhir untuk dipersembahkan pada Ratu Manika di ritual nanti,,sehingga aku bisa terbebas dari semua ini dan meraih kesempurnaan juga agar bisa secepatnya menyelesaikan dendam masa lalu ku pada Ayu"
Kembali Nyai Sekar membatin.
Tak lama berselang Nyai Sekar nampak berkonsentrasi pada mantra yang sedari tadi di bacanya berulang.
Meski masih dengan posisinya yang sedang rebahan ditempat tidur,namun Nyai Sekar tetap memfokuskan diri dengan kedua mata terpejam tatkala mantra itu terus diucapkannya sampai tidak menyadari jika makhluk berambut konde yang sedari tadi dipanggilnya telah berada di sana,,memandang Nyai Sekar dengan tatapan tajam.
Makhluk dari alam lain yang berwujud seorang wanita paruh baya,dengan rambut yang digulung menjadi konde besar dibagian belakang kepalanya kini tengah berdiri tak jauh dari pembaringan sang Nyai dengan seringai menakutkan.
"Nyaiii Sekaaaarrr...adaaa apaa kaamuu memanggiiiilkuuuu??!"suaranya terdengar lirih namun mengerikan.
Mendengar namanya dipanggil seseorang,,Nyai Sekar lalu membuka matanya yang sedari tadi terpejam sambil merapalkan mantra.
"Apakah itu kamu Brajamaya??" Tanya Nyai Sekar.
"Benar sekali Nyai,,ada apa gerangan memanggilku setelah sekian lama heh!?"
"Aku punya tugas untukmu Brajamaya"
"Memata-matai lagi??! Siapa sasaran kali ini Nyai??"
"Ajeng" jawab Nyai Sekar lirih.
"Ajeng???" Bukan kah dia putrimu sendiri Nyai??"
"Benar sekali Brajamaya,,tapi aku mencurigai sesuatu padanya,,seperti ada yang disembunyikannya dari ku,,aku curiga jika dia tengah hamil"
"Bukankah dia tidak bersuami?!"
"Maka dari itu aku ingin mencari tau semuanya,,karena seperti penuturan Ratu Manika,,aku bisa mendapatkan tumbal terakhirku dirumah ini,,kalau bukan Ajeng siapa lagi?? Kalau Andini cucuku tidak mungkin berbuat yang tidak-tidak,,aku tau bagaimana dia,,sungguh anak yang taat dan rajin ibadah,,meski usianya masih belia"
"Lalu tugas ku apa Nyai??!"
"Cari tahu apakah Ajeng saat ini sedang hamil"
"Baik Nyai,,lantas apa imbalan untukku??!"
__ADS_1
"Sama seperti yang dulu-dulu,,ari-ari dari janin itu untukmu"
"Hahaha...baiklah..kamu tau sekali apa kesukaanku Nyai!!"
"Aku pasti akan menjalankan tugas ini dengan baik"
"Ingat Brajamaya,,aku tak ingin kecewa,,jadi selidikilah dengan benar"
"Kau tak usah meragukan ku Nyai,,bukankah selama ini aku yang selalu mengemban tugas ini,,sekalipun aku tak pernah mengecewakan mu!!"
"Buktikan saja!!! Cepat cari tahu semuanya untukku,,karena aku sangat membutuhkannya dan waktu ku tidak banyak!!"
"Baiklah Nyai!!!"
Pembicaraan Nyai Sekar dan Brajamaya berakhir seiring dengan kepulan asap hitam berbau busuk mengiringi kepergian wanita berkebaya merah dengan rambut berkonde itu.
Nyai Sekar terlihat sedikit lebih tenang sekarang,,meski masih sedikit cemas saat kembali teringat jika dia harus segera memenuhi janjinya pada Ratu Manika.
🍡🍡🍡
🍃Kediaman Ajeng
Hawa terasa begitu panas malam ini,,entah apa penyebabnya,,mungkin karena beberapa hari ini bumi tak tersirami air langit.
Ajeng duduk di ruang tengah bersama putrinya Andini,menonton tayangan televisi sampai ketenangannya sedikit terusik oleh pertanyaan yang datang tiba-tiba dari Andini padanya.
"Mahh,,sebenarnya ruangan sebelah dapur itu tempat apa sih?? Koq mamah sering masuk kesana?! Sementara Andini tak diperbolehkan masuk"
Pertanyaan Andini tadi seketika merubah ekspresi wajah Ajeng yang semula tenang menjadi sedikit cemas,,bagaimana tidak..Ajeng harus mencari alasan untuk memberikan jawaban yang tepat pada Andini agar tidak menimbulkan kecurigaan dari anaknya akan kamar itu,,yang terhubung dengan lorong rahasia dibagian bawah rumahnya tempat dimana sang ibu,Nyai Sekar berada.
"Ohh itu hanya tempat penyimpanan beberapa barang perabotan saja nakk,,bukan apa-apa,,selain itu disana juga banyak tikus,,bukankah kamu takut dengan tikus nakk??jadi kamu jangan sesekali masuk kesana,,kalau tidak ingin tikus-tikus itu menyerangmu,,jawaban Ajeng atas pertanyaan putrinya tadi yang sebenarnya lebih dari sebuah ancaman halus agar Andini tidak masuk kesana.
"Tikuss??!!" Mamah..mamah..Andini bukan anak kecil lagi mahh,yang takut dengan tikus,,itu hanyalah trik Andini untuk mengetahui kecurigaan Andini selama ini ke mamah,,ternyata benar,,mamah sudah tidak jujur pada Andini,tak apa mahh,,Andini akan cari tahu sendiri kenapa mmah menyembunyikan Eyang disana",,batinnya.
Dari situ Andini bisa mengambil kesimpulan jika ibunya menyimpan sebuah rahasia dibalik kematian sang Eyang yang dipalsukan karena pernah suatu ketika Andini melihat sendiri ibunya memindahkan sang Eyang ke kamar itu padahal setahun lalu Andini juga ikut menghadiri upacara pemakaman sang eyang,,di pemakaman keluarga yang ada di desa Lingga.
"Kenapa mamah harus berbohong??!! Bukan itu yang mau Andini dengar dari mamah,,meski sebenarnya Andini telah mengetahui jika Eyang masih hidup,,tapi Andini ingin mendengar penuturan langsung dari mamah,,apa yang menjadi alasan mamah menyembunyikan Eyang disana" Batin Andini.
"Baiklah..Jika bertanya langsung sama mamah tidak akan dapat jawabannya,,biarkan Andini mencari tahu sendiri saja alasannya kenapa Eyang ditempatkan di kamar itu" batinnya.
"Sayang koq melamun??" Tanya Ajeng pada putrinya itu.
"Ehh gak koq mahh,,hanya sedikit mengantuk saja"
"Tidur gihh,,udah larut juga,,mamah juga sebentar lagi pergi tidur"
"Iya Andini juga mau masuk kamar,,malam mahh"
"Malam sayang,,jangan lupa berdoa sebelum tidur"
"Pasti mahh"
Andini segera berlalu menuju kamarnya.
Pukul 11 malam waktu yang ditunjukkan jam dinding yang menghiasi ruangan itu.
Tak lama Ajeng pun mematikan televisi lalu pergi tidur.
🍃 Ajeng's Room
Ajeng menyetel suhu pendingin ruangan yang ada di kamarnya,,entahlah meski angka pengatur suhu ac itu sudah d naikan namun Ajeng masih merasakan hawa panas,,membuatnya sedikit gerah.
Di antara sadar dan tidak Ajeng seolah seperti merasakan kehadiran seseorang di kamarnya saat ini.
__ADS_1
Namun karena matanya yang sudah sangat mengantuk dia memilih mengabaikannya lalu memejamkan mata setelah melihat sekitarnya dalam keadaan aman.
Tak lama berselang Ajeng telah tertidur pulas.
Namun sosok dengan kepala tanpa badan dengan rambut konde yang tengah melayang yang sedari tadi berada di pojokkan memperhatikannya intens.
Sosok itu,yang tak lain adalah Brajamaya,,terus mengamati Ajeng,,lalu bergerak cepat mendekat ke arahnya,,mencoba mengendus tubuh Ajeng seolah sedang mendeteksi aroma tertentu darinya.
Membuat tidurnya yang semula tenang menjadi gelisah,,namun dia tak menyadari kehadiran sosok astral itu dikamarnya.
"Ajeng sama sekali tidak hamil,,aroma janin itu tak tercium,,tidak seperti dugaan Nyai Sekar,,tidak mungkin jika aku tak bisa mendeteksi adanya janin dalam kandungannya" gumamnya
Lalu segera berlalu dari sana,,terbang menembus tembok rumah itu.
🍡🍡🍡
🍃Kamar Rahasia..Ruang Bawah Tanah
Sementara itu Nyai Sekar yang sudah tidak sabar menanti kedatangan Brajamaya,,nampak gelisah dengan wajah yang sedikit cemas menambah angker wajah tuanya yang menampakkan keriput dimana-mana di tambah dengan kondisinya yang ringkih namun tatapan terlihat tajam,,yang terus bergerak liar ke kiri ke kanan berharap hadirnya sosok yang dinantinya guna memberi kabar baik untuknya,,namun Brajamaya yang dinantinya tak kunjung datang.
Dia kembali melantunkan mantra pemanggil itu,,tak lama berselang asap hitam nampak memasuki ruangan tempat Nyai Sekar berada.
Asap hitam itu mulai menebal dan membentuk sosok wanita dengan lidah panjang dan rambut kondenya.
Dia muncul dihadapan Nyai Sekar.
"Ada apa Nyai memanggilku??!"
"Brajamaya,,apakah kamu telah menemukan petunjuk?!! Apa benar Ajeng saat ini tengah berbadan dua?!!"
"Aku baru saja dari sana,,dan Ajeng sama sekali tidak sedang hamil"
"Apaaa??!!" Ajeng sama sekali tidak hamil??!!" Lalu kalau bukan Ajeng lantas siapa Brajamaya??!"
"Tidak mungkin Ratu Manika salah"
"Entahlah Nyai,,yang jelas dari deteksi ku tadi,,aku tak mencium wangi janin di perutnya"
"Apa mungkin Andini yang tengah hamil??!!"
Segera cari tahu Brajamaya,,agar aku bisa secepatnya menyerahkan tumbal terakhir pada Ratu Manika"
"Baik Nyai,,kau tak perlu cemas,aku akan mencari tahu untukmu"
"Aku tau kamu bisa di andalkan Brajamaya,,tak salah aku memilihmu menjadi sahabat gaibku"
"Aku menanti imbalan darimu Nyai,,aku sudah lama tidak menyantap ari-ari janin semenjak dirimu tak berdaya dalam pasungan,,aku rasa kamu tau itu Nyai"
"Tentu saja Brajamaya,,seperti biasanya ari-ari janin itu pastilah untukmu,,sedikit pun aku tak pernah ingkar janji"
"Cepatlah kamu cari tau!!,agar kita bisa kembali berpesta dengan tubuh mungil itu"
"Hihihiii..Baiklah Nyai..aku pergi dulu"
Suara tawa menyeramkan memenuhi seisi kamar,,seiring dengan menghilangnya makhluk itu bersama kepulan asap hitam berbau busuk.
🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
N/B :
Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.
Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.
With Love
__ADS_1
DianadieNcess😘