DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 1 MIMPI


__ADS_3

Happy Reading 📖👀


Namaku Maya Dina,,aku seorang ibu rumah tangga,suamiku bernama Hadi Lesmana,berprofesi sebagai guru agama Islam di sebuah Sekolah Dasar.


Mas Hadi,,suamiku yang seorang guru akan dipindah tugaskan ke sebuah tempat dimana kekurangan tenaga pengajar dan suamiku memilih desa asalnya,,Desa Lingga karena disana sedang membutuhkan guru untuk mengajar bidang studi agama islam.


Sekilas ku dengar dari cerita suamiku desa kelahirannya itu tidak begitu banyak penduduknya,,maklum baru pemekaran,,meski sarana dan prasarana yang ada disana sudah lengkap namun masih kekurangan tenaga pengajar bagi beberapa sekolah terutama tingkat SD dan SMP.


Dan demi mengikuti aturan yang berlaku,,mau tidak mau,,siap tidak siap tetap harus dijalani semisal sewaktu-waktu dikirim ke pelosok,,dan itu yang sedang suamiku alami saat ini.


Daripada dipindah tugaskan ke desa lain yang belum di kenal lebih baik suamiku memilih desa masa kecilnya dulu,,paling tidak dia punya sedikit gambaran tentang tempat barunya buat bermukim nanti.


Dan mas Hadi juga tidak mau jika harus meninggalkan ku sendirian di rumah,apalagi aku yang sekarang berbadan dua.


Mau tidak mau sebagai istri aku juga harus ikut bersamanya.


Baru tiga bulan usia pernikahan kami,anugerah terindah itu hadir di tengah-tengah harmonisnya hubungan rumah tangga yang sedang dijalani,,kami tak perlu bersusah payah menunggu lama untuk kehadiran si buah hati dan ini tentunya akan menjadi kado pernikahan terindah.


Sejak kehamilan ku mas Hadi jadi  over protectif.


Dia selalu mengawasiku setiap waktu terkecuali saat dia bekerja.


Hari-hari yang ku jalani terasa indah awalnya sebelum rentetan kejadian aneh diluar nalar dan mimpi-mimpi seram itu menerorku.


Entahlah apa penyebabnya,,semua masih berselimut misteri.


🍃Cerita bermula disini...


     Malam ini suasana terasa begitu dingin,,sejak sore hujan turun dengan derasnya,,seolah enggan untuk berhenti,meninggalkan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang.


Ku lihat suamiku masih berkutat dengan laptopnya,,


menyelesaikan beberapa berkas untuk kepindahan lusa.


"Tidurlah mas sudah malam" kataku padanya


"Sebentar sayang,,tanggung..dikit lagi selesai,,kamu kalau ngantuk tidur aja duluan"


"Ya sudah Maya duluan ya mas"


"Iya sayang,,tidurlah"


Tak menunggu lama aku pun terlelap.


 


🍡🍡🍡


   


    Malam merayap semakin tinggi..hanya nyanyian para serangga memecah keheningan,sesekali ditingkahi desir angin yang bertiup sedikit kencang bersama rinai hujan.


Aku terbangun..duduk di tempat tidur,ku lihat mas Hadi di sampingku,terlelap.


Seolah tak merasakan hawa panas seperti yang ku rasakan saat ini.


Gerah..


Kuseka keringat yang membasahi sebagian wajahku.


Ku edarkan pandangan ke sekeliling ruangan kamar dari balik kelambu,,entah karena apa,,hanya saja aku merasa seperti ada yang sedang mengawasi.


Tanpa sengaja netraku tertuju pada sesuatu yang ada di atas lemari kecil yang berisi buku-buku koleksi suamiku,,yang posisinya berseberangan dengan ranjang ku.

__ADS_1


Sebuah manekin,,berbentuk kepala manusia hingga batas leher terpajang di atasnya.


"Sejak kapan suamiku menaruh manekin itu disana??" Batinku


Masih terus memperhatikan dengan intens ke arah manekin itu dari dalam kelambu.


Namun hal tak terduga terjadi..


Tiba-tiba saja kepala manekin itu bergerak,,berputar-putar lalu melesat cepat,terbang ke arahku,mendekatkan wajahnya pada kelambu,,mempelototiku dari arah luar namun tidak dapat menembus kelambu yang ada aku dan suami di dalamnya.


Gerak refleks kepala manekin itu membuatku lemas seketika,aku gemetar,dalam ketakutan yang sangat,sehingga membuatku terbata saat membangunkan suamiku.


Dan manekin itu masih saja memperhatikan ku,sudah bisa dipastikan dia dapat merasakan aura diriku yang sangat ketakutan setengah mati saat ini.


Di tambah darah yang menetes dari leher manekin,yang kini menempel pada kelambu,sangat kontras warnanya dengan warna kelambu ku yang putih bersih.


Bergidik aku dibuatnya.


"Ma-mas Ha-di..ba-bangun ma-ss"


Seraya menggoyang-goyangkan tubuhnya.


Berkali-kali aku membangunkannya namun suamiku tak jua terbangun.


Dengan sisa tenaga yang ku miliki,,ku coba membangunkannya lagi..


"Ma-s a-yo ba-ba-ngun ma-ss"


Dengan terkejut mas Hadi terbangun,,sambil menggosok-gosok kedua matanya,,dia bertanya padaku..


"Iya sayang ada apa koq membangunkan mas??"


Ma-mass..i-itu..i-itu di-di-sana" aku menunjuk ke arah kepala tadi yang kini mulai sedikit membuat jarak,setelah suamiku terbangun,  yang sebelumnya sangat menempel pada kelambu.


"Apa itu sayang??"


"En-tah lah..Ma-ya ta-ta-kut ma-ss" kataku seraya terisak sambil beringsut dekat suamiku.


"Tenang sayang,,jangan takut,,ada mas disini" suamiku mencoba menenangkanku dengan memeluk lalu mengusap kepalaku.


Mulutnya merafalkan doa-doa yang terdengar lirih ditelingaku lalu di tiupkannya ke seluruh kelambu juga ke pucuk kepalaku.


Sementara kepala manusia yang berkamuflase seperti sebuah manekin yang ku lihat di awal tadi kini sedang terbang berputar-putar di bagian atas kelambu,,dia melayang-layang dan dari lehernya terus menetes darah segar,,aroma anyir darah menyeruak ke seluruh ruangan,,membuat ku mual karenanya.


Suamiku terus membacakan doa-doa  perlindungan,,agar kami terhindar dari bahaya.


Setelah suamiku selesai dengan doa-doanya,,lalu..


"Sayang,,kamu diam disini,,bacalah doa-doa yang kamu bisa,,semoga Allah melindungi kita"


"Ma-mas mau ke-mana?"


"Mas mau keluar hadepin dia,,gak bisa dibiarkan karena kehadirannya sudah sangat mengganggu"


"Ta-tapi ma-ss,,Ma-ya ta-ta-kut sendiri"


Masih dengan terbata aku berbicara karena ketakutanku yang semakin menjadi karenanya.


"Tak ada yang perlu kamu takutkan sayang,,makhluk seperti itu tidak untuk ditakuti,cukuplah Allah yang kita takuti"


Aku mengangguk,,seraya mengucapkan doa memohon perlindunganNya


Suamiku keluar dari kelambu,,memilih menghadapi makhluk itu.

__ADS_1


Dengan terus merapalkan doa-doa,, mas Hadi mengambil sapu ijuk yang ada di dekat pintu,,lalu memukul-mukulkan sapu itu ke arah makhluk berkepala manusia yang kini terbang sambil tertawa melingking,,merinding aku mendengar tawanya.


Suamiku terus mengacung-acungkan sapu ijuk ke arahnya,,terus berusaha mengenai kepala terbang itu,,namun beberapa kali pukulan suamiku meleset,,kepala itu semakin terkekeh dengan suaranya yang membuat kuduk ku semakin berdiri.


Kepala itu masih terbang sambil cekikikan seolah mengejek suamiku, yang terus berusaha memukul dengan sapu ijuk yang kini ada di tangannya


Lalu...


" Allahu Akbar" seiring dengan kalimat takbir yang di ucapkan suamiku,pukulan sapu itu telak mengenainya,,kepala itu jatuh menggelinding di lantai.


Melihat kepala itu jatuh ke lantai tak berdaya,,aku pun memberanikan diri keluar dari kelambu,,menghampiri suamiku yang masih tak henti membacakan doa-doa,,lalu meniupkannya berkali-kali pada kepala yang kini tergeletak di lantai.


Kepala itu kemudian mengeluarkan asap berbau busuk,,disertai lengkingan keras,,lalu hangus terbakar dan menjadi abu.


Masih sempat ku lihat di detik terakhirnya,,makhluk itu bukanlah manekin seperti di awal,,tapi makhluk itu hidup,,mempunyai kulit dan berwajah seperti manusia,,namun pucat pasi dan yang pasti dia perempuan dengan rambut yang di konde besar dibagian belakang kepalanya.


Seiring dengan teriakan ku yang begitu kencang,,aku terbangun dari mimpi burukku,,membuat mas Hadi berlari dengan tergopoh-gopoh dari arah kamar mandi yang ada dikamar menuju tempat tidur kami dimana aku tengah duduk di sana dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


"Ada apa sayang??mas dengar dari kamar mandi tadi kamu teriak-teriak??"


"Maya mimpi seram banget mas"


"Ya Allah sayang,,mas kira ada apa"


"Ini minum dulu biar kamu tenang"


Mas Hadi lalu menuangkan air minum yang ada di atas buffet lalu memberikannya padaku.


Aku pun meminumnya,,sedikit lega tenggorokanku yang semula kering karena tercekat saking takutnya.


Keringat membanjiri tubuhku akibat ketakutanku disebabkan mimpi yang begitu horor tadi,,yang seperti nyata.


Ku lihat jam di dinding kamarku,,pukul 4 subuh.


"Ayo sayang bersihkan dirimu,,sebentar lagi sholat subuh tiba"


"Iya mas.."aku segera bangun dan menuju kamar mandi yang ada di kamarku ini.


10 menit kemudian mandi ku selesai,,fresh ku rasakan tubuh ku setelahnya,,namun lagi-lagi aku terbayang kejadian di mimpi itu,,kembali membuat ku bergidik.


Ingatan ku pada mimpi menyeramkan itu seketika berhenti saat terdengar kumandang azan dari mesjid di ujung jalan,,menandakan sholat subuh tiba.


Ku hamparkan sajadah dibelakang mas Hadi yang kini menjadi imam sholat ku.


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


Hallo Semua..


Penulis kembali hadir dengan cerita bergenre horor.


Cerita ini hanya hasil imajinasi penulis. Sebagai hiburan bagi para peminatnya..


***Happy Reading for all 📖👀***


                     😉✌✌


N/B :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.


                                With Love

__ADS_1


                             DianadieNcess😘


__ADS_2