
Malam ini cuaca kembali mendung,,di luar sedang gerimis,,beberapa hari ini desa Lingga selalu diguyur hujan,,entah memang sedang musimnya atau hanya kebetulan saja cuaca lagi tak bersahabat.
Aku dan si mbok sedang berada di ruang tengah sambil rebahan di sofa,,menonton tayangan televisi,,beberapa saat setelah kami makan malam dan sholat isya.
"Hoahemm.."si mbok menguap seraya menutup mulutnya dengan telapak tangan.
"Si mbok mengantuk ya?!"
"Iya neng"
"Ya udah si mbok masuk kamar terus tidur,Maya juga sebentar lagi akan ke kamar,,sudah jam 10 ini,mulai mengantuk juga nih mbok"
"Sebentar lagi neng,,tanggung sudah mau usai sinetronnya"
"Iya mbok,,setelah tayangan ini berakhir baru kita istirahat"
"Siap cah ayu" lalu tersenyum padaku.
10 menit kemudian tayangan itu pun usai,,kami lalu masuk kamar masing-masing,sempat ku lirik jam didinding ruang tengah saat ku beranjak menuju kamar,,pukul 10 lewat 20 menit.
Gerimis masih betah menemani sang malam,semakin larut malam semakin terasa dingin hawanya.
Ku tarik selimut untuk menutupi tubuhku agar tak kedinginan.
Tak lama berselang aku pun tertidur.
🍡🍡🍡
Tepat Jam 02.00,aku terbangun dari tidurku,karena aku yang merasa haus.
Lalu duduk ditepi tempat tidur,dan meraih gelas air minum yang ada di atas buffet,meminum sebagian airnya untuk menyegarkan tenggorokan ku yang sedikit kering.
Aku duduk bersandar pada bantal yang ku letakkan di sandaran tempat tidur,jika sudah terbangun begini aku jadi susah untuk tidur lagi,mata seperti enggan terpejam.
Jika sudah begini aku pasti bete dibuatnya,apalagi sekarang aku sendirian,andaikan ada mas Hadi aku kan bisa ditemani olehnya.
Malam semakin tinggi,,sepi menjelma,diluar gerimis telah berhenti.
Hanya ada suara serangga malam yang terdengar kini.
"Daripada gak bisa tidur mending aku tahajud saja" batinku.
"Ketika aku akan beranjak ke kamar mandi yang ada di kamar ku,,tiba-tiba aku mendengar ada suara seseorang memanggilku.
"Mayaa...Mayaaaa.." panggilnya lirih membuatku seketika merinding mendengarnya.
"Suara siapa?!! Apa mungkin mbok Jum yang memanggilku?" Tanya yang hadir dibenakku.
"Tapi tidak mungkin,,si mbok kan tidur di kamarnya."
Suara itu terdengar lagi sesaat setelahnya,,dan sekarang suara terdengar begitu jelas,aku yakin suara itu memanggil namaku.
"Mayya..Maayyaaa" panggilnya lagi.
("Apa itu memang mbok Jum?! Apa dia perlu sesuatu sehingga terus memanggil ku" batinku)
Aku memutuskan keluar dari kamar untuk segera mencari tahu,,apa benar si mbok yang memanggil ku.
Sesampainya didepan pintu kamar si mbok,,aku memfokuskan pendengaran ku dengan berdiri semakin dekat ke pintu kamarnya.
Hanya dengkuran yang ku dengar dari dalam,,untuk lebih meyakinkan lagi aku membuka pintu kamarnya,melihat ke dalam melalui celah pintu yang sedikit terbuka.
Ku lihat si mbok tertidur pulas,,meringkuk dalam selimut dengan dengkurannya yang keras.
Aku yakin jika suara yang memanggil ku tadi bukanlah suara mbok Jum.
"Lalu jika bukan si mbok,,siapa??!" Pikirku
Saat malam semakin meninggi suasana dirumah ini terasa semakin horor saja kurasakan,,ditambah cuaca yang begitu dingin,,juga suara berisik dedaunan yang sebagian mengenai atap rumah karena tertiup angin,sudah seperti kuku tajam yang sedang mencakar saja bunyinya.
Aku lalu segera akan beranjak menjauhi kamar yang ada si mbok,,untuk kembali ke kamarku.
Namun ketika akan berbalik,,aku sempat melihat sekelebatan,ada sesuatu yang melintas dari arah meja makan menuju ke bagian dapur.
"Siapa itu tadi?!!" Batinku
"Jangan-jangan ada pencuri yang mencoba bersembunyi di rumah ini" pikirku.
Dengan pelan dan berhati-hati ku langkahkan kaki ku menuju dapur,,namun ketika aku sampai tak ada siapapun atau hal yang mencurigakan disana.
Lama aku terdiam ditempatku berdiri saat ini,,memandang intens ke segala arah,mengamati situasi sekitar.
Aku tak menemukan apapun..
"Mungkin itu perasaan ku saja" batinku.
Namun tanpa ku sadari kini ada sosok yang tengah memperhatikan ku,,dia berdiri di pojokan hanya beberapa meter dariku.
Dengan tatapan mengerikan, senyum menyeringai dan kuku-kukunya yang tajam Siap mencengkram ku,,dia menyeringai setelah melihat ku menambah seram tampilannya,,andai aku bisa melihat penampakannya.
Tapi syukurlah aku tak bisa melihatnya sehingga aku tak perlu takut,,hanya saja aku merasa sedang di awasi saat ini.
Aku beranjak akan meninggalkan tempat itu,,namun tanpa sengaja tangan ku menyenggol beberapa toples cemilan yang isinya telah habis yang kemarin ku cuci,,sehingga menimbulkan bunyi berkelontangan di lantai.
"Klontang..klontang.."
Membuatku terkejut sendiri dibuatnya karena saat ini aku merasa gelisah akibat kuduk ku yang terus meremang sehingga aku tidak fokus.
Dan aku teringat kata orang jika kuduk meremang pertanda ada makhluk tak kasat mata di dekat kita.
Meski itu benar aku mencoba melawan rasa takut ku,,dengan tetap memunguti toples-toples itu walau aku sedikit susah melakukannya karena perut besar ku ini.
Sampai aku dikejutkan oleh suara langkah kaki yang semakin mendekat dari arah belakang ku.
Langkah itu kini berhenti tepat dibelakangku,,tak lama aku merasakan ada yang menyentuh pundak ku.
Terpekik aku seketika..
"Aaaaaa" teriakku seraya bangun dari posisi jongkok ku,,lalu menoleh..
"Neng Maya,,ada apa?!!" Tanya si mbok.
"Ohh si mbok ternyata?!! Maya kaget mbok"
"Kaget sama si mbok?!!"
"Iya mbok,,tadi kan setahu Maya si mbok tidur,,terus tadi Maya lihat sekelebatan,,kirain ada pencuri masuk dan bersembunyi disini"
"Oalaahh cah ayu..gak ada apa-apa,neng Maya gak perlu khawatir,,semua aman,,mungkin itu perasaan neng Maya saja"
"Maafkan si mbok buat neng Maya kaget"
__ADS_1
"Gak apa mbok hhehee..mungkin Maya terlalu fokus pada sesuatu sehingga gak menyadari kedatangan si mbok."
"Terus suara apa itu tadi neng yang berisik?!!"
"Itu mbok,,toples-toples itu jatuh gak sengaja ke senggol Maya"
"Ohh pantesan,,si mbok kebangun karena mendengar suara benda berjatuhan,,takut neng Maya kenapa-napa makanya si mbok kemari saat lihat neng berada disini dari ruang tengah tadi"
"Maaf ya mbok tidurnya jadi terganggu"
"Gak papa neng,,gak masalah,,justru si mbok cemas takut neng Maya ada apa-apa"
"Gak papa mbok,,Maya baik-baik saja,,ayo mbok kita tidur lagi saja masih malam juga"
"Iya neng,,tapi kalau bisa sholat tahajud dulu neng,,masih sempat koq,,waktu subuh masih satu jam lagi"
"Iya mbok,,Maya juga selalu melakukannya jika kebangun tengah malam"
"Bagus itu neng,,semoga selalu istiqomah dalam jalanNya"
"Aamiin"..Ayo mbok"
Kami pun kembali masuk kamar.
Dan makhluk berkebaya merah dan berkonde itu masih ada disana,,namun keberadaannya terusik dengan kedatangan si mbok di dekatku.
Tanpa ku sadari sudah dua kali mbok Jum menyelamatkan ku dari gangguan makhluk itu.
🍡🍡🍡
Mentari pagi telah menampakkan sinarnya di ufuk timur. Kicau burung yang hinggap di pepohonan terdengar merdu,,bunga-bunga yang tumbuh di taman depan dan samping rumah tak mau tinggal diam,,mereka mulai bermekaran ditingkahi dengan pertunjukan tarian dari beberapa pasang kupu-kupu seolah ikut menyambut pagi nan cerah ini.
Alam seolah telah terbangun dari tidurnya setelah terlena oleh nyanyian hujan semalam.
Dan apa kabar diriku pagi ini?!!
Seperti biasa aktifitas pagi telah menunggu,,kerjaan ibu rumah tangga yang selalu tak ada habisnya,,ada dan ada lagi untuk dikerjakan meskipun beberapa tugas telah terselesaikan.
Begitulah setiap harinya ku hadapi tanpa mengeluh,,tohh apa gunanya juga mengeluh,,buang-buang energi saja pikirku.
Setelah sarapan,,aku dan mbok duduk diteras depan rumah,,sambil menunggu tukang sayur lewat,,karena hari ini mbok Jum akan membuatkan ku masakan lagi,,pindang ikan patin yang katanya tak kalah segarnya dengan garang asam.
Entah kenapa akhir-akhir ini aku suka makan masakan yang seger dan sedikit asam,mungkin bawaan bayi.
Untung ada mbok Jum disini,,aku jadi tertolong karenanya,,apalagi si mbok orangnya rajin,,juga seorang juru masak handal,,sehingga aku tak perlu khawatir jika menginginkan makan sesuatu,,beliau pasti langsung membuatkannya,,asalkan bahan-bahannya tersedia.
Beliau sering diserahin tugas memasak makanan jika ada tetangga atau warga sini yang akan hajatan,,dan beliau dengan senang hati akan membantu memasaknya.
Pokoknya mbok Jum is the best lah.
Kami masih duduk santai diberanda,,masih bercerita.
Banyak kisah yang ku dengar dari si mbok,,terutama cerita seputar suamiku dan keluarga besarnya,,tentang Eyang Widati dengan kedua putrinya Nyai Sekar dan Nyai Ratih.
Aku begitu antusias mendengarkan apalagi saat si mbok menceritakan Nyai Sekar dan Nyai Ratih dimana keduanya punya sifat bertolak belakang,,dan perbedaan sifat itu semakin kentara setelah mereka dewasa.
Nyai Sekar sangat orang yang sedikit ambisius,,segala keinginannya harus dipenuhi apalagi dia anak sulung,,merasa dominan sekali ketimbang sodarinya Nyai Ratih yang lembut,sabar dan bijaksana.
Nyai Sekar itu berwajah cantik,,kata mbok Jum dia kembang desa Lingga pada zamannya,,meski Nyai Ratih juga cantik tapi masih kalah cantik dengan Nyai Sekar,,sehingga juragan Sastro,,jatuh cinta dan memperistrinya,,dan mereka di karunia seorang putri cantik yaitu mbak Ajeng. Sampai petaka itu datang,,karena hadirnya orang ketiga yakni seorang perempuan muda yang bernama Putri Ayu yang dinikahi juragan Sastro dan menjadi madunya.
"Kasihan ya mbok Nyai Sekar harus merasakan pahit itu?!"
"Iya neng,,tapi bagaimana lagi,,mungkin sudah takdir ilahi hingga semua itu terjadi"
"Dari awal juragan Sastro sudah mengatakan kalau dia akan menikahi Putri Ayu,,dan menjadikannya istri kedua,,namun Nyai Sekar tidak setuju,,istri mana sih neng yang mau dirinya di madu,,pastilah dia tidak terima"
"Lalu apa yang dilakukan Nyai Sekar setelahnya?" Tanyaku lagi masih penasaran.
"Dia ngamuk,,marah besar dan memaki-maki juragan,,apa mau dikata nasi sudah jadi bubur"
Dan juragan sepertinya sudah kepincut sama kecantikan perempuan muda itu,,dan yang pasti segala keinginan Raden Sastro adalah sebuah keharusan yang ada yang bisa dibantah,,sehingga Nyai Sekar harus menyerah kalah pada keadaan,,mengingat kala itu Ajeng masih kecil dan dia tak ingin anaknya terlantar."
"Apakah Putri Ayu itu begitu cantik mbok sehingga juragan lebih tertarik padanya?!"Lalu dimana dia sekarang?!"
"Iya neng,,dia sangat cantik mirip sekali sama kamu,,dulu sewaktu si mbok pertama kali bertemu kamu si mbok langsung teringat masa lalu,,ingat wajah perempuan itu ketika menatap mu,,bahkan si mbok mengira kamu ada hubungan darah dengan nya."
"Entahlah neng,,dimana keberadaannya sekarang,,sejak juragan Sastro membawanya pindah dari desa ini"
"Ahh si mbok ini,,perasaan si mbok aja kali"
"Benar neng,,perempuan itu mirip kamu,,andai si mbok punya fotonya,,tapi dulu kan gak ada ponsel seperti sekarang yang bisa buat dan nyimpan foto"
Cerita kami terhenti saat melihat tukang sayur berhenti di depan rumah bu Ida.
"Yur....Sayyuurrr..." Teriaknya.
"Mbok itu tukang sayurnya sudah datang,,ayo kita lihat-lihat apa aja yang dibawa" Ajakku pada si mbok
"Ayo neng,,si neng jadi dibuatkan pindang patin??!"
"Jadi dong mbok,,malahan Maya sudah gak sabar pengen icip"
"Baiklah,,semoga ikan patinnya ada ya neng"
"Iya mbok semoga saja ada,,tapi kalau gak ada bisa diganti ikan lain gak mbok?!"
"Bisa koq neng,,ikan tongkol atau ikan pindang,,tapi jika ikan patin akan lebih enak neng karena dagingnya lebih lunak".
"Iya sih mbok,,ya semoga aja yang kita cari ada di penjual sayur itu" kataku seraya berjalan pelan bersisian sama mbok Jum.
Sesampainya kami di dekat gerobak tukang sayur itu,,para tetangga pun menyapa ku.
"Pagi neng Maya,,mau beli sayur juga neng?!" Sapa bu Sari.
"Iya bu" jawab ku seraya tersenyum sambil melihat-lihat dagangan tukang sayur.
"Eh mbok Jum tohh,,koq bisa bareng neng Maya?!" Tanya salah satu tetanggaku yang bernama bu Hesti.
"Yo iso dong,,wong si mbok nginep tempatnya neng Maya" hehhee jawab mbok Jum dengan semangat
"Emang kerabat ya mbok sama neng Maya?!!" Tanyanya lagi penuh keingintahuan.
"Iya bu alhmdulilah,,untung ada si mbok" kata ku.
Ketika asik memilih ikan patin tiba-tiba aku mendengar bu Sari bicara entah keceplosan atau apa dia mengatakan sesuatu yang membuat ku merasa ngeri setelah mendengarnya.
"Untung neng Maya ini baru berada disini,,coba jika dari dulu,,pastilah akan merasa cemas akan kejadian aneh yang sering terjadi di desa ini,,apalagi neng Maya tengah hamil,pastilah akan menjadi incarannya"
Aku yang mendengarnya sontak terkejut lalu akan bertanya apa maksud perkataannya tadi namun keburu dipotong oleh mbok Jum.
"Hushh..udah gak usah ngomongin hal kaya gitu lagi,,biarkan kejadian itu menjadi kisah kelam desa Lingga dan terkubur bersama waktu tanpa harus di ungkit lagi."
"Emang ada kejadian apa mbok sebelum Maya disini?!" Tanya ku penasaran.
__ADS_1
"Gak ada apa-apa neng,,bukan hal yang penting" jawab si mbok seolah menghindari sesuatu dariku.
Aku semakin penasaran ada kisah apa di desa ini sebelum kedatangan ku,,sehingga para ibu-ibu tetangga ku ini menjadi ketakutan dibuatnya setelah teringat kejadian aneh masa silam seperti yang bu Sari bilang tadi.
"Aku harus mencari tahu semuanya" Pikirku.
("Aku akan menayakannya pada mbok Jum nanti,,semoga saja dia mau menceritakannya" batinku).
Setelah semua belanjaan dibeli,,aku dan mbok Jum akan segera pulang,,namun saat aku menunggu uang kembalian dari tukang sayur aku sempat mendengar perkataan mereka.
"Sampai saat ini belum ketahuan juga siapa pelakunya ya?!" Kata bu Sari.
"Iya..tapi setelah istri juragan itu meninggal,,kejadian itu tak ada lagi" Apa jangan-jangaan..Dia pelakunya"
Celetuk bu Ida yang nampak antusias menanggapi.
"Hush!! Gak boleh su'udzon sama orang" kata bu Fatma.
Setelah menerima uang kembalian dari tukang sayur aku dan mbok Jum pamit pada yang lainnya.
Lalu bu Hesti kembali bertanya untuk mengalihkan pembicaraan.
"O'iya bu Yem mana nih,,koq gak beli sayur?!" Tanya bu Hesti
"Tadi pagi-pagi sekali sudah berangkat ke kebun,,katanya hari ini akan panen jagung,tadi pagi pamit sama saya waktu akan berangkat" kata bu Sari panjang lebar.
"Ohh gitu ya bu,,waah bakalan dapat rezeki nomplok tuh bu Yem,,kan harga jagung lagi naik dipasaran" bu Hesti menanggapi.
"Iya bu Hesti dan kita bakalan kebagian jagung juga seperti kemarin-kemarin" celetuk bu Ida
Setelah menerima uang kembalian dari tukang sayur aku dan mbok Jum pamit pada yang lainnya.
"Duluan ya ibu-ibu" pamit ku dan mbok Jum.
"Iya neng,,mbok" jawab semuanya bersamaan
Sementara ibu-ibu yang lain masih asik dengan rumpian mereka sambil memilih sayur.
🍡🍡🍡
Setibanya dirumah,,aku dan si mbok lalu bersibuk ria dengan peralatan dapur juga ikan dan sayuran yang tadi dibeli.
Sementara si mbok membersihkan ikan dan menyiapkan bumbu-bumbunya,,aku memotong sayurannya.
Aku lalu teringat pada perkataan bu Sari tadi,membuat ku tergelitik untuk bertanya pada si mbok,apa yang telah terjadi di desa ini sehingga penduduknya seperti ketakutan saat mengingat kejadian itu.
"Mbokk,,sebenarnya apa sih yang terjadi di desa ini sebelum Maya pindah kesini?!" Koq sepertinya ibu-ibu tadi cemas dan sedikit ketakutan dibuatnya?!" Tanya ku pada si mbok yang masih asik membumbui ikan.
"Neng yakin mau dengar ceritanya?!!"Nanti neng ikutan cemas dan takut juga kayak ibu-ibu tadi"
"Semengerikan itu kah mbok ?!sehingga Maya harus takut setelah mendengarnya?!!"
"Mungkin saja neng,,apalagi melihat kondisi neng sekarang yang lagi hamil,,si mbok gak mau si neng jadi kepikiran setelahnya,,takut berpengaruh sama kejiwaan neng"
"Separah itu kah mbok??!"
"Sepertinya,,dan si mbok tak ingin si neng mengalaminya,,karena neng pasti akan merasakan kecemasan setelahnya,,nanti saja ya neng si mbok cerita jika saatnya tepat"
"Jadii..menurut si mbok ini bukan saat yang tepat untuk Maya mengtahuinya?!"
"Iya neng,,tapi si mbok janji jika sudah waktunya mbok akan ceritakan semua yang mbok tahu tentang desa ini"
"Baiklah mbok,,Maya akan menunggu saat itu,,karena jujur Maya teramat ingin tahu ceritanya,,Maya penasaran kenapa ibu-ibu disini terlihat begitu takut jika kejadian itu terulang"
"Sudah neng,,gak usah dipikirin apa yang mereka katakan tadi,,lebih baik neng fokus sama kehamilannya biar dedek bayi sehat"
"Iya mbok..Pastinya."
"O'iya mbok Bayu suruh makan siang disini saja nanti,,kasihan kan dia kalau harus beli nasi bungkus lagi seperti kemarin"
"Iya neng nanti si mbok telpon Bayu,,biar ntar siang kesini"
"Sipp mbok"
Kami melanjutkan masak-masaknya,,satu jam kemudian pindang patin telah siap di meja makan bersama beberapa sayuran lainnya.
Tepat jam satu siang,,Bayu datang setelah ditelpon sama mbok Jum.
Kami bertiga lalu makan siang bersama di meja makan,,akhirnya hasrat ku akan menu pindang patin terpenuhi,,benar-benar gurih dan segar rasanya,,masakan si mbok sangat enak,,cocok sama lidahku,,sehingga makan ku menjadi begitu lahap bahkan nambah dua kali.
"Pindang patinnya benar-benar enak mbok,,makasih sudah masakin untuk Maya ya"
"Bener neng?!! Alhamdulilah kalau neng Maya suka,,nanti bisa buat sendiri,,bumbunya juga gampang"
"Iya mbok nanti Maya akan coba bikin semoga aja rasanya sama kaya buatan si mbok"
"Mungkin akan lebih enak dari ini nanti neng".
"Hahaha..si mbok bisa saja" celetukku.
"Ayo Yu tambah lagi,,ucapku pada Bayu.
"Iyo mbak,,ini Bayu mau nambah lagi,,gak papa kan mbak?!"
"Oalaaah..cah lanang ikii,,giliran mangan ojo iso disetop,,maaf yo neng"
"Iyalah bu'e Bayu kan lagi masa pertumbuhan,,seraya membusungkan sedikit dadanya ke depan"
Membuat ku tertawa melihat aksi kocaknya.
"Gak papa koq mbok"
"Yu..Yu kamu itu kayak sama siap aja,,tentu boleh,,malahan mbak senang kamu nambah lagi,,makan yang banyak Yu biar kuat"
"Nahh dengarkan bu'e?! Mbak Maya aja anteng koq bu'e yang kayak kebakaran jenggot gara-gara nasi dibangkul ini mau abis"
"Wahh semakin menjadi cah lanang iki,,berani ngeledek,,awas yo tak jewer ndas mu".
Bayu segera lari ke teras sebelum mendapat jeweran dari mbok Jum setelah meminum segelas air sambil terpingkal-pingkal.
Aku pun tak tahan bisa menahan tawa saat melihat aksi kocak keduanya.
Tingkah polah Ibu dan anak itu benar-benar lucu,yang sukses menghadirkan kecerian di rumah ini.
🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
N/B :
Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.
Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.
With Love
__ADS_1
DianadieNcess😘