
Pagi ini aku,mas Hadi,mbok Jum dan Bayu bersiap akan pergi ke rumah yang telah kami beli.
Rencanannya akan membersihkan rumah itu,agar bisa segera di tempati. Kasihan mbok Jum jika kami berlama-lama tinggal dirumahnya.
Cukup bersepeda saja menuju kesana,,karena memang hanya kendaraan itu yang mereka miliki.
Bayu membonceng mbok Jum dan mas Hadi membonceng ku,kami menaiki sepeda ontel milik almarhum ayahnya Bayu,meski usia sepeda itu dari zaman baheula tapi masih oke punya karena memang selalu dirawat sama mbok Jum dan Bayu sehingga masih bisa digunakan meski telah termakan usia.
Sedikit pun tak ada karat,,bodynya saja masih bening dan layak pakai.
Suasana pagi hari dipedesaan sangatlah sejuk,mataku tak henti di manjakan oleh panorama alam yang memukau milik desa Lingga.
Sawah dan perkebunan menghijau di setiap areal lahan yang kami lalui memberi kesan tersendiri bagiku.
Sesekali aku dan mbok Jum tertawa mendengar candaan dan celotehan mas Hadi dan Bayu selama di perjalanan.
Mas Hadi dan Bayu terus menggowes sepeda dengan aku dan mbok Jum yang nangkring dibagian belakang.
Mbok Jum sih sudah terbiasa di bonceng naik sepeda,meski jalan desa masih ada yang hanya tanah saja belum di aspal semua,juga ada beberapa yang masih berbatu namun dia seperti tidak terusik dengan jalan yang tidak rata itu dan tetap anteng duduk diboncengan Bayu,berbeda dengan ku yang duduknya benar-benar tidak tenang,sesekali berteriak kecil saat ban sepeda mengenai batu, membuat jalan sepeda sedikit oleng.
"Sayang jangan banyak gerak,nanti jatuh" kata mas Hadi.
"Maya merasa gak nyaman mas, habis tempat duduknya sempit gini"
"Sudah jangan rewel,coba lihat tuh mbok Jum anteng,sebentar lagi sampai koq"
"Tau gini mending tadi jalan kaki aja mas,,perut sama pinggang Maya terasa berdenyut akibat goncangan sepeda"
"Benarkah sayang??! Kenapa gak bilang dari tadi udah mau sampai juga,,ya sudah kalau gitu kita jalan kaki aja"
"Tadi sih gak papa,,gak tau makin kesini makin berasa"
Mas Hadi mengerem si ontel,,lalu aku turun dari sepeda di ikuti oleh mas Hadi yang kini menuntun sepedanya berjalan bersisian denganku,,membuat kami semakin ketinggalan jauh oleh Bayu dan mbok Jum.
Merasa kami tak ada dibelakangnya mbok Jum segera menyuruh Bayu berhenti menggowes sepedanya.
"Berhenti sebentar le",,seraya menepuk pundak Bayu.
"Ada opo tohh Bu? Koq nyuruh Bayu berhenti"
"Iku lohh mas sama mbak yu mu gak ada,,mereka ketinggalan jauh kayanya le,,kamu sih cepat-cepat gowesnya"
"Masa sih bu"
Lalu menoleh ke arah belakang.
"Iyo yo bu mereka gak ada,,kita tunggu aja apa susulin bu??"
"Ibu nunggu disini aja deh le,,kamu susulin mereka gih takut kenapa-napa"
"Ya udah,,Bayu tinggal dulu ya bu"
"Iyo le..buruan gih"
Bayu lalu menggowes kencang sepedanya,,berasa lebih ringan sekarang karena mbok Jum memilih tidak ikut balik dan menunggu sambil berteduh dibawah sebuah pohon.
Dari atas sepedanya Bayu bisa melihat dua orang tengah berjalan,,siapa lagi kalau bukan mas Hadi dan aku.
Melihat mas Hadi hanya menuntun sepedanya Bayu segera bertanya..
"Mas..mbak piye tohh??"
Ehh maksud Bayu kenapa kalian jalan kaki?? Ada apa sama sepedanya??"
"Ini loh yu mbak mu maunya jalan saja,,katanya capek duduk terus"
"Owhh gitu tak kirain ada apa,,bu'e cemas makanya nyuruh Bayu susulin"
"Lohh mbok Jum nya mana Yu??"
"Katanya nunggu saja biar Bayu cepat,,iku ngadem di bawah pohon besar"
"Kamu sama mbok Jum duluan saja Yu kerumah mbak Ajengnya,,gak papa koq kami ditinggal,,kasihan kan si mbok nunggu kelamaan"
"Gitu ya mas,,baiklah Bayu ke ibu dulu ya,,beneran neh mas sama mbak gak papa jika Bayu tinggal??"
"Iya Yu gak papa" jawabku.
"Njih mbak,,mas Bayu ke ibu ya"
"Iya Yu.."
__ADS_1
Bayu kembali menggowes sepedanya kembali ke mbok Jum yang sedang menunggu,terlihat dari kejauhan olehnya sang ibu duduk bersandar dibawah pohon rindang itu.
Lalu..
"Piye yu?? Dimana tohh mas sama mbak mu iku??"
"Ada koq bu'e,mereka ternyata jalan kaki,sepedanya di dorongin saja,,makanya gak kesusul"
"Oalaahh..piye tohh mas Hadi mu iku koq malah jalan kaki,gak kasihan apa sama mbakmu yang gak terbiasa jalan jauh"
"Mbak Maya yang mau bu'e,capek duduk terus katanya"
"Ohh iya bu'e kata mas Hadi tadi kita duluan aja ke rumah mbak Ajeng,,lama kalau harus nunggu mereka jalan kaki"
"Yowess..kita duluan saja kalau gitu,,udah dekat koq,,dari sini juga kelihatan rumahnya"
"Ayo bu naik".
Bayu pun kembali menggowes sepedanya dengan mbok Jum duduk manis diboncengan,,menuju rumah mbak Ajeng.
Tak berapa lama Bayu dan mbok Jum sampai di depan rumah berukuran sedang,,berdinding beton bercat biru dan berlantai marmer tak berbeda jauh dengan ornamen di rumah ibunya,,hanya saja ukuran rumah ibunya sedikit lebih besar dari rumahnya.
Jaraknya juga tak terlalu jauh kurang lebih 300 meter saja berada di depan rumah ibunya.
Hampir semua tanah dikawasan ini milik ayahnya,Raden Sastro. Sebelum meninggal dunia,,Raden Sastro telah mewariskan sebagian kekayaannya untuk Nyai Sekar dan Ajeng,,sedangkan Ayu istri keduanya juga telah mendapatkan bagiannya,,namun sepeninggal Raden Sastro,,Ayu istri keduanya itu tidak tinggal di desa itu lagi,,dia dan keluarga telah pindah ke desa lain setelah anak perempuannya yang masih balita itu lahir untuk menghindari konflik dengan madunya Nyai Sekar.
Mbok Jum mengetuk pintunya lalu..
"Assalamualaikum" ucap mbok Jum
"Waalaikum salam" terdengar jawaban dari dalam seiring dengan suara langkah kaki yang mendekat.
Sesaat kemudian pintu terbuka...
Seorang gadis belia nan cantik nampak membukakan pintu.
"Ehh mbok Jum,,mas Bayu,nyari mamah ya??"
"Iya nduk,,ibu mu ada tah??"
"Ada mbok Jum,,ayo silahkan masuk mbok,mas Bayu"
"Kami disini saja nduk,,ngadem selain ada yang ditunggu juga"
"Oh gitu,ya udah Andini panggilkan mamah dulu ya mbok"
Sebenarnya Bayu udah lama suka sama gadis belia nan cantik itu,,namun dia takut cintanya tak bersambut,,karena dia sadar hanya seorang miskin berbeda dengan Andini yang keturunan ningrat dan kaya. Namun Bayu tidak menyadari jika Andini diam-diam juga menyukainya
Saat mereka sering berpapasan di jalan sewaktu Andini pergi ke sekolah dan Bayu yang akan ke sawah.
Meski berasal dari keluarga sederhana namun Bayu memiliki wajah yang tampan dengan kulit eksotis khas pemuda jawa..
Mbok Jum yang melihat putranya terus memandangi Andini,,dia pun menyenggol lengan Bayu seraya berbisik di telinga Bayu..
"Oalaaahh..cah lanang iki,,piye tohh koq ngeliatin neng Andini terus,,suka kamu le??"
"Ihh bu'e..apa coba,,emang gak boleh diliat,,secara mata anakmu ini perlu penyegeran bu'e,,habis di rumah ngeliatin bu'e terus,,sesekali liat yang bening biar mata ini sehat bu'e"
"Cah gendeng..tak jitak ndasmu,,biar tau rasa"
"Ampun bu'e..Ampuuun" teriaknya ketika mbok Jum menjewer kupingnya.
Sesaat kemudian mbak Ajeng muncul dari dalam.
"Waahh ada mbok Jum sama Bayu tohh,,udah lama??"
"Baru koq Jeng"
"Ada apa mbok Jum??"
"Kami nemenin nak Hadi sama istrinya,,mau kerumah ibunya Ajeng yang sudah dibeli iku,,mau bersih-bersih sedikit sebelum di tempati katanya"
"Owhh gitu toh mbok,,jadi mereka sudah di desa ini?? Lalu dimana mereka sekarang mbok??"
Mbok Jum nampak memandang lurus ke depan jalan dekat rumah Ajeng berharap bisa segera menemukan sosok yang dimaksud,,lalu..
"Nahhh..iku mereka!! Hadi sama istrinya" Akhirnya sampai juga!!"Serunya kegirangan
Semua mata langsung tertuju pada ku dan mas Hadi,,membuatku sedikit salting karena ditatap intens oleh mereka terutama mbak Ajeng.
"Lohh kenapa sepedanya cuma di dorong saja oleh Hadi sih mbok??apa bannya gembos??" Tanya Ajeng.
"Gak koq Jeng,,katanya istrinya iku capek kelamaan duduk di boncengan sepeda"
__ADS_1
"Oohh gitu kirain ban sepedanya gembos"
Aku dan mas Hadi akhirnya sampai juga di rumah mbak Ajeng.
Lalu...
"Assalamualaikum"
"Waalaikum salam.." Jawab mereka pada salam yang diucapkan oleh ku dan mas Hadi tadi.
"Akhirnya..sampai juga kamu Di,,udah lama kita gak ketemu" ucap mbak Ajeng.
"Iya mbak,,habis selama di kota Hadi sibuk mengajar gak bisa ditinggal"
"Ayo silahkan masuk" mbak Ajeng mempersilahkan.
"Disini aja mbak,,biar lebih adem" kata mas Hadi.
Mbak Ajeng tersenyum padaku tentunya ku balas juga dengan tersenyum manis untuknya.
Tak lama kami duduk,dia memanggil nama Andini.
Sesaat kemudian..
Seorang gadis cantik masih belia keluar dari dalam rumah
"Iya mahh,,ada apa??"
"Sini nak..ini kenalin mas Hadi sama mbak yu mu Maya,,mereka yang beli rumah Eyang,,katanya mau menetap disini"
Gadis cantik itu tersenyum padaku dan mas Hadi..
"Njih..salam kenal buat mas dan mbak yu,,saya Andini ucapnya ramah.
"Ini Andini anak mbak yang dulu sering Hadi temenin bermain ya??"
"Iya Di..kamu benar"
"Waahh pangling aku mbak sudah sebesar ini dia sekarang"
"Habis mas Hadi hampir gak pernah kemari lagi setelah sekian lama ya kan mahh" ucap Andini.
"Iya..mas mu itu sepertinya lupa sama kita nakk,,habis udah nemu istri cantik,,jadi kita dilupain"
"Hahaha..mbak ini bisa saja becandanya,,Hadi sama sekali gak lupa,hanya saja kerjaan yang menuntut Hadi untuk profesional"
"Woless Andini..mas sama mbak mu iku akan menetap disini jadi kalian bisa sering ketemu sekarang" ucap mbok Jum.
"Benar mas,,mbak??"
"Iya Andini,kamu bisa main kerumah nanti,,mbak senang jadi punya teman semisal mas mengajar"
"Waah ide bagus itu mbak,,boleh kan mah kapan-kapan Andini main kerumah lama eh maksudnya rumah mbak Maya??"
"Ya boleh lah sayang"
"Kalau Bayu boleh gak ikut main ke rumah mas Hadi,,biar kita juga bisa ngobrol banyak" kata Bayu tak mau kalah saat mendengar penuturan Andini.
"Oalaahh cah lanang iki..opo toh le..le..dari kemarin yang ada dipikiran mu iku cuma ngobrol wae"
"Tak apa mbok Jum,,boleh koq Yu,,tapi ngobrolnya saat senggang ya Yu biar gak ganggu aktifitas"
"Pasti mas Hadi,,Bayu juga harus nyawah kan"
"Bilang aja kamu iku mau ketemu Andini" bisik mbok Jum pelan.
"Hahahaa.."(bu'e tau aja,batinnya)"
"Apa sih kamu yu koq ketawa ngakak gitu" kata mbok Jum
"Gak papa bu'e,,habis bu'e udah kayak peramal aja"
"Oalaahh cah gendeng,,mboknya koq dibilang koyo peramal,,piyee ikii.." lagi-lagi Bayu dijewer mbok Jum membuat kami yang melihatnya ikut tertawa.
Setelah menikmati teh dan cemilan yang disuguhkan Andini,,kami pun segera menuju rumah itu,,seperti tujuan di awal bersih-bersih disana.
🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
N/B :
Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.
Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.
__ADS_1
With Love
DianadieNcess😘