
Acara tahlilan hari pertama telah selesai dilaksanakan.
Para tamu yang semula berkumpul pun sudah pada pulang kerumah masing-masing.
Hanya tinggal kami berempat saja yang belum pulang,,tak tega rasanya mau meninggalkan ibu dan anak yang tengah berduka ini meski raga ini rasanya lelah sekali dan pengen istirahat dengan rebahan diatas kasur untuk melepas penat setelah seharian ini hanya duduk dan berjalan.
Setelah berbincang,,kami pun pamit pulang karena mas Hadi melihat ku yang agak lelah.
"Mbak Ajeng,,Andini kami pamit pulang dulu,,besok kami kesini lagi"
"Iya Di,,May..Jangan lupa ya besok kesini,,tahlilan hari kedua,,ba'da dzuhur acaranya tapi kalian datang lebih awal saja kalau gak sibuk"
"Iya mbak,Insha Allah" jawab ku dan mas Hadi.
"Kami juga mau pulang Jeng,untuk sementara ke rumah Hadi dulu ambil buntelan" kata mbok Jum"
Hampir saja aku gak bisa menahan tawa saat mendengar kata buntelan yang disebutkan mbok Jum barusan kalau tidak mengingat keluarga ini sedang berduka.
Mbok Jum itu selalu saja demen guyon"
"Lohh si mbok ikut pulang ya?!! Gak nginap disini aja mbok?!! Tanya Andini.
"Anu neng,,rumah si mbok sudah lama gak ditempati kan selama ini si mbok nginep tempat Hadi dan mbak mu iki"
"Iya ya mbok,,ya sudah lain kali saja" kata Andini seraya tersenyum,lagi-lagi Bayu yang melihatnya dibuat terpesona.
Kami berempat lalu kembali ke rumah,,meski berat meninggalkan mereka berdua saat ini.
Sesaat setelah kepulangan kami,Ajeng dan Andini nampak berbincang.
Andini mendengarkan dengan serius penjelasan Ajeng tentang masalah yang terjadi.
__ADS_1
"Apa benar mah eyang punya penyakit menular?!"
"Sama sekali tidak nakk,,itu hanya karangan ibu saja,,untuk menutupi alasan sebenarnya karena jika ibu mengatakan hal yang sesuai fakta pasti takkan termaafkan,,bisa saja kita yang akan di usir dari desa ini atau dibakar masa yang marah atas perilaku eyang mu yang diluar nalar."
"Maksud mamah?!! Perilaku eyang yang seperti apa diluar nalar dalam penilaian mamah?!"
"Kamu yakin mau mendengarnya nak?!!"
"Tentu saja mah bahkan dari dulu Andini ingin mengetahuinya"
"Mungkin ini saat yang tepat mamah menceritakan semuanya sama kamu kenapa eyang mamah ungsikan ke kamar rahasia di ruang bawah tanah itu,,eyang salah satu anggota sekte hitam,,penganut aliran sesaat,,berbagai ritual di luar nalar dilakukannya demi menyelesaikan dendam dan sakit hatinya pada suami dan madunya"
"Astagfirullah..Aliran sesaat seperti apa yang di anut eyang mah?!!"
"Menumbalkan janin bayi sebagai syarat ritual sesatnya caranya dengan memakan janin atau jantung bayi tersebut."
"Astagfirulaah eyang..sudah sejauh itukah eyang tersesat mahh?!"
"Setelah mamah tahu eyang mu seperti itu,,mamah lalu mengurung beliau dalam kamar rahasia dengan melilitkan tali ijuk ke sekeliling dipan agar eyang tak bisa kemana-mana,,karena ilmu yang dimilikinya memiliki pantangan tak boleh melewati tali ijuk,,karena semua akan hilang pengaruhnya."
"Ya Allah jadi selama ini mamah menghadapi semua kesulitan ini sendirian?! Harusnya mamah katakan ini dari dulu,,biar kita menghadapinya bersama"
"Mamah tak ingin kamu merasa takut nak"
"Jadi almarhum kakek punya istri lagi,sehingga eyang putri di madu begitu maksudnya mah?!
"Iya nakk,,dari situlah akar semua masalah,,sehingga eyang sakit hati dan memilih bersekutu dengan jin untuk membalaskan dendam kesumatnya."
Lalu kenapa mamah merahasiakn kamar rahasia dan ruang bawah tanah itu dari Andini?!!"
"Karena mamah tidak ingin kamu kesana sebelum mendengar penjelasan dari mamah diwaktu yang tepat dan ternyata kamu telah menyelidikinya duluan,,benar-benar kamu ini nakk. Dan saat ini mamah merasa lebih plong karena beban berat itu sepertinya telah hilang"
__ADS_1
"Di ruang bawah tanah Andini lihat ada dua pintu,,satu dibagian tengah yang ditempati eyang,,kalau yang di ujung itu ruangan apa sih mah,,Andini pernah masuk kesana cuma hanya sempat mengintip dari celah lubang kunci,,sepertinya ruangan itu terhubung dengan sebuah rumah,,tapi entah itu rumah siapa"
"Astaga sayang ternyata penyelidikan mu sudah sampai kesana"
"Nanti kalau sudah tidak sibuk lagi kita akan menjelajahinya,,agar kamu lihat sendiri ruangan itu terhubung ke mana.
Kamu pasti takkan menduganya"
"Kalau sekarang saja bagaimana mah?!!"
"Tidak untuk sekarang,,nanti saja jika mamah sudah siap memasuki lorong itu lagi"
"Baiklah,,Andini takkan memaksa,,makasih mamah sudah mau menceritakan semuanya meski agak telat"
"Ya sudah sekarang kamu bantu mamah membersihkan rumah,besok rumah harus kembali rapi,,karena akan diadakan tahlilan hari kedua"
"Dengan senang hati mah" kata Andini seraya tersenyum.
Mereka lalu membersihkan keseluruhan rumah bersama hingga menjelang ashar.
🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
N/B :
Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.
Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.
With Love
DianadieNcess😘
__ADS_1