DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 38 ANTUSIAS


__ADS_3

  🍃 Pagi ini di kediaman ku...


"Sayang,,mas berangkat ya,baik-baik dirumah,kalau ada apa-apa cepat hubungi mas"


"Pasti mas,pergilah"


"Assalamualaikum" kata mas Hadi seraya mencium kening dan mengusap perutku.


"Waalaikum salam"


"Ayah kerja dulu ya nakk,,kamu jangan rewel,jagain bunda" mas Hadi mengajak bayi dalam kandungan ku bicara.


Aku tersenyum melihatnya..


"Sudah sayang,,nanti terlambat" kata ku mengingatkan.


"Baiklah,,ayah berangkat"


"Hati-hati dijalan ya mas"


"Jangan cemas,mas pasti akan hati-hati"


Aku lalu mengantar sampai ke halaman depan,mas Hadi segera masuk ke mobil dan berlalu dari hadapan ku.


Setelah menutup pintu pagar,,aku pun kembali ke dalam rumah melanjutkan aktifitas pagi ku membersihkan rumah.


🍡🍡🍡


🍃Di Balai Desa..


    Hari ini balai desa kembali terlihat ramai,,orang-orang berkerumun di dekat sebuah papan pengumuman.


Bagaimana tidak,,hari ini akan di umumkan para pelamar yang diterima bekerja sebagai perangkat desa.


Harapan yang besar dimiliki Bayu dan Andini,berharap di terima bekerja disana.


"Gimana Din?! Diterima?! Tanya Bayu


"Belum tau mas,,Andini gak bisa lihat terlalu banyak orang"


"Kalau mas Bayu gimana?Diterima?!!"


"Belum tau juga Din,mas juga belum lihat,,tapi semoga saja,,mas hanya berharap yang terbaik"


"Iya mas,Andini juga gitu,semoga saja diterima"


"Aamiin,,O'iya kamu tunggu disini sebentar ya,mas mau coba lihat ke depan"


"Baik mas"


Aku duduk di bangku kosong yang ada di depan balai desa,berharap mendapat info dari mas Hadi nanti.


10 menit menunggu mas Hadi datang dengan wajah sumringah.


"Gimana mas?!"


"Alhmdulilah Din,,mas di terima"


"Waahh almdulilah,,selamat ya mas"


O'iya kalau Andini gimana,mas ada lihat gak nama Andini disana?!!'


"Hemmm...Ada gak ya?!! Mas lupa liatnya Din"


"Tuh kan mas Bayu ini,,tadi katanya mau bantu liatin"


"Loh koq cemberut gitu,,nanti hilang cantiknya lohh" mas Bayu meledekku.


"Selamat yo,,kamu juga diterima Din"


"Apa?!! Ah yang bener mas?!! Mas Bayu bohong kan?!!"


"Nggak Din,kali ini mas gak lagi bercanda,kalau gak percaya lihat saja sendiri sana"


"Boleh,,tapi temenin"


"Manja amat,,si Amat saja gak manja"


"Ishh apa sih mas Bayu ini,,si Amat dibawa-bawa,,mau Andini bilangin sama Pak Kades?!!"


"Loh apa hubungannya si Amat sama pak Kades,,koq bisa-bisanya ngomong gitu" seraya tertawa


"Mas gak tau ya jika nama panggilan  masa kecil pak Kades itu Amat"


"Ah moso iyo tohh Din?!!" Tanyanya penasaran.


"Bener mas,nama panjangnya Sutoyo Hammad,,biar singkat sewaktu kecil ibunya manggil dia dengan sebutan Amat"


"Ohh begitu tohh,,ya udah bilang sama si Amat itu gak boleh manja"


"Apa sih mas Bayu itu gak jelas amat"


"Nahh lohh kan amat nya ikut lagi?? Piyee tohh Din?!!


"Ya udah lupain aja si amat,,ayo buruan temenin Andini liat pengumumannya,,kalau nggak tak laporin Amat loh"


"Nahh..itu dia Amat" seru Andini.


Kebetulan saat itu pak Kades datang bersama beberapa staf.


"Mau tak bilangin sama si Amat itu mas?!! Ancam Andini


"Aduhh Gusti..Piye iki..kenapa si Amat pakai nongol segala"

__ADS_1


Yo jangan lah Din,,gak kasihan apa sama mas,ntar di marahin si Amat"


"Nahh makanya jangan gitu amat"


Balas ku mencandainya


"Ya ayo mas temenin,,kalau nggak bisa-bisa nggak kelar-kelar cerita si  Amat iki" gumam Bayu pelan.


"Mas bilang apa barusan?!!"


"Eh..nggak..itu disana ada si Amat"


"Buruan mas" kataku seraya meninggalkannya masuk ke dalam kerumunan.


Setelah melewati beberapa orang,,akhirnya aku berada di depan papan pengumuman yang telah ditempel kertas berisi nama-nama pelamar yang diterima sebagai staf perangkat desa.


Dengan mata kepala ku sendiri,aku melihat nama ku tertera disana,,ANDINI PUTRI LESTARI berada di urutan kedua setelah nama BAYU HARSONO yang tak lain adalah mas Bayu,,sedangkan teman mas Bayu si Rio dia diterima sebagai security sesuai dengan posisi yang dilamarnya,,namun hari ini Rio terlambat datang,,kata mas Hadi nganterin ibunya dulu ke pasar.


Bahagia dan senang tentu saja milik Andini dan mas Bayu sekarang,selain di terima kerja di tempat yang sama,mereka juga jadi bisa tiap hari bertemu,membayangkannya saja mereka sudah happy apalagi nanti jika sudah saling berinteraksi.


Dan benar saja,disitulah awal mula hubungan mereka menjadi semakin akrab,,keduanya saling mengisi,bertukar cerita dan pengalaman,membuat rasa cinta dihati keduanya semakin besar dan kuat.


Apakah Andini dan Bayu kelak akan bersama?!!"


Simak terus kelanjutan ceritanya di episode berikutnya.😉


🍡🍡🍡


Andini dan Bayu boleh saja bergembira menyambut keberhasilan mereka,,tapi tidak dengan ku yang kini merasakan mulas,,aku terus saja merasakan kontraksi pada perutku,,bahkan pinggang dan panggul ku terasa berdenyut seperti akan patah saja ku rasakan.


Rasa nyerinya benar-benar luar biasa.


Dan rasa sakit itu semakin sering dan berulang,,tak seperti kontraksi sebelumnya yang cuma sebentar,yang ku sebut kontraksi palsu,,tapi kali ini berbeda dan aku tahu jika saat ini aku akan melahirkan.


Disela-sela kontraksi ku,aku merasakan ada cairan yang keluar,,lalu aku segera ke toilet untuk memastikan cairan apa itu,setelah ku periksa ternyata cairan bening sedikit bercampur darah yang tak terlalu merah warnanya.


"Benar sepertinya aku akan melahirkan" batinku.


Lalu ku telpon mas Hadi,,dia mengatakan jika akan segera datang,,dan membawa ku ke klinik bersalin yang ada di desa ini.


Aku berjalan menuju teras sambil memegangi pinggangku yang terasa sangat sakit,,bulir-bulir keringat membasahi tubuh saat perutku kembali kontraksi,,tertatih aku berjalan menuju pintu depan,,akhirnya aku berhasil juga membukanya meski mengerahkan seluruh tenaga ku karena pintu dari kayu jati ini yang begitu erat saat dibuka.


Aku merasa tak karuan,,saat sakitnya semakin menjadi,,duduk miring ke kiri salah,miring kekanan salah,,berdiri sakit,,semua jadi serba salah saat ini kurasakan,,dan akhirnya aku memilih berjalan pelan disekitar teras.


Sampai aku kembali merasakan kontraksi,,aku semakin yakin akan segera melahirkan dari kontraksi yang semakin sering kurasakan.


Saking sakitnya aku sampai sedikit membungkukkan badan dengan berpegangan pada pegangan kursi kayu yang ada diteras,sampai tak menyadari jika bu Yem mengamati ku sejak tadi.


Dia mendekat ke arah ku lalu bertanya..


"Neng..Neng Maya kenapa?!!" Tanya bu Yem.


Aku menoleh ke arahnya,,ku paksakan untuk tersenyum disela rasa sakitku.


"Ohh pantes neng Maya seperti kesakitan,,apa neng keluar flek?!" Seperti cairan bening bercampur darah berwarna agak merah?!"


"Iya bu,,sejak itu perut Maya terus kontraksi,mules juga."


"Itu artinya neng Maya akan melahirkan,,sudah di telpon nak Hadinya neng!!"


"Sudah bu,,mungkin sebentar lagi datang"


"Untunglah sudah diberi tahu suaminya".


Tak lama berselang mobil mas Hadi sampai di depan rumah.


Dengan tergesa dia menghampiri ku.


Terlihat kecemasan di wajahnya.


Namun ditetap tersenyum saat melihat ada bu Yem bersamaku.


"Sepertinya neng Maya mau melahirkan nak Hadi"


""Iya bu Yem,sepertinya begitu"


"Ayo sayang kita ke klinik bersalin"Ajaknya padaku seraya membantuku berjalan menuju mobil.


Bu Yem dengan sigap membukakan pintu mobil sebelah kiri untukku.


"Bu Yem kalau gak sibuk ikut aja ke klinik bersalin" kata ku


"Iya bu Yem,,ikut saja,,bu Yem gak lagi sibukkan?!!" Tanya mas Hadi setelah membantu ku duduk.


"Nggak sih nak Hadi,,neng Maya"


"Kalau begitu ayo bu Yem,,silahkan masuk ikut kami ke klinik bersalin" kata mas Hadi.


"Iya baiklah nak Hadi,,O'iya nakk Hadi,neng Maya perlengkapan bayinya tidak dibawa?!!"


"O'iya bu Yem Maya lupa,,mas Hadi tolong ambilkan tas bayi yang ada di dalam lemari di kamar,,Maya telah menyimpan pakaian dan peralatan bayi lainnya disana."


"Baik sayang" dengan setengah berlari mas Hadi segera mengambil tas yang ku maksud,tak lama kembali dengan tas tersebut.


Setelah bu Yem masuk dibagian tengah,mobil yang dikendarai mas Hadi lalu segera berangkat menuju klinik bersalin,,tak terlalu jauh juga jaraknya dari rumah paling lama 15 menit sudah sampai.


🍡🍡🍡


      Setibanya di klinik bersalin "Kasih Bunda" milik bidan Hanin,,tempat ku biasa periksa kandungan,,kedatangan kami disambut oleh asisten bidan Hanin,,suster Mia dengan membawakan kursi roda karena melihatku yang meringis menahan sakit.


Namun aku tidak mau bermanja-manja,,dengan halus ku tolak tawaran suster Mia yang telah membawakan kursi roda untukku..


"Makasih suster tapi saya mau jalan saja sampai ke dalam,,biar tambah cepat air ketubannya mengisi"

__ADS_1


"Yakin bu Maya masih kuat?!!"


"Insha Allah suster"


"Kalau begitu silahkan langsung saja  keruang praktek bidan Hanin,beliau ada di dalam"


"Baiklah,,terimakasih suster Mia"


"Sama-sama bu Maya"


 Mas Hadi mengetuk pintu ruangan bu Hanin,,terdengar suara dari dalam yang menyuruh masuk.


Setelah melihat kedatangan ku yang berjalan sambil menahan sakit,,bu Hanin tersenyum..lalu...


"Sepertinya sudah mendekati waktunya,,silahkan bu Maya berbaringlah saya akan periksa tensi  anda dan detak jantung bayi"


Bu Hanin begitu cekatan memeriksa ku.


"Benar..sepertinya memang sudah waktunya,,mungkin beberapa jam lagi buah hati kalian akan segera hadir ke dunia ini,,berdoa saja semoga dilancarkan"


"Benarkah bu bidan?!! Kamu dengar kan sayang sebentar lagi kita bisa melihat dan memeluknya" kata mas Hadi


"Iya mas..semoga dilancarkan prosesnya"


     Setelah dua jam menahan rasa sakit yang teramat sangat, menunggu pembukaan lengkap akhirnya aku dipindahkan juga ke ruang tindakan.


Kata bidan Hanin,aku bisa melahirkan normal,tak ada yang perlu dikhawatirkan.


Mas Hadi dan bu Yem menunggu ku di luar,,saat brankar membawa ku ke dalam sebuah ruangan bersalin.


🍡🍡🍡


🍃Di Ruang Bersalin


    Aku berbaring di sebuah kasur yang ada disana setelah dipindahkan dari brankar,,


Ruangan ini begitu terang namanya juga ruang bersalin haruslah yang terang untuk memudahkan prosesnya.


Bidan Hanin dan suster Mia nampak sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.


Benar-benar tak bisa dibayangkan seperti apa rasa sakit akan melahirkan ini,aku hanya bisa mencengkram sprai kasur sebagai alas ku berbaring kini,,saat menahan rasa sakitnya.


Aku harus kuat demi buah hatiku,bahkan aku sudah tak sabar lagi ingin melihat wajahnya dan memeluknya,,dan aku mencoba mengabaikan rasa sakit itu,,ku pikir rasa sakit ini akan terbayarkan saat aku melihat makhluk kecil itu,buah cinta kami.


Dan sepertinya inilah saatnya detik-detik kelahiran bayi ku.


"Terus bu Maya..tarik nafas dalam,,lalu keluarkan bersama dorongan bayinya" bu Hanin membimbing ku.


Keringat membasahi tubuh ku,,setelah beberapa kali mengedan.


Tiba-tiba ada ketukan di pintu,,suster suci membukakan pintu ternyata mas Hadi yang meminta izin masuk untuk menemaniku.


"Suruh saja masuk Suci,itu mungkin lebih baik untuk proses melahirkannya" kata bu Hanin.


"Silahkan pak Hadi,anda boleh masuk" kata suster Mia.


Sementara bu Yem menunggu di luar dengan harap-harap cemas sambil terus berdoa.


Setelah kedatangan mas Hadi yang kini berada disampingku,,menggenggam tangan ku seolah tengah memberi kekuatan padaku.


Kontraksi terjadi lagi,,kali ini lebih kuat dorongan bayi ku,mungkin dia juga gak sabar ingin bertemu ayah bundanya,,karena dia tau kami sangat menyanyanginya.


"Ayo bu Maya anda pasti bisa" kata bidan Hanin memberi ku semangat.


"Tarik nafas yang dalam,lalu dorong yang kuat."


Aku pun melakukan apa yang diintruksikan oleh bu bidan..


Dan tak lama berselang..setelah aku mengedan yang kuat akhrinyaa...


"Owee..Owwe..Oowweee..." Suara bayi ku telah terdengar.


Benar...Bayi kami telah lahir dengan selamat,,sehat dan sempurna.


Sempat ku lihat bu bidan meangkatnya,,lalu berkata..


"Selamat ya bu Maya,Pak Hadi bayi kalian perempuan,,dia sangat cantik seperti ibunya" kata bu Hanin dan suster Mia.


"Alhamdulilaah..Allahu Akbar.." kata mas Hadi lalu dia sujud syukur karena telah diberi anugerah terindah seorang putri nan cantik.


Senyum kebahagiaan tak henti menghiasi wajahku.


"Terimakasih sayang,kamu telah memberi mas seorang putri,,dia cantik seperti mu sayang."


Aku mengangguk tak bisa berkata lagi,,hanya air mata bahagia dan seulas senyuman yang meluksikan isi hati ku saat ini.


("Terimaksih ya Allah atas anugerahmu" batinku)


Sementara bu Yem yang sedang menunggu di luar ikut berbahagia setelah mendengar tangisan bayi ku.


"Alhmdulilaah ya Allah" ucapnya penuh haru.


Namun tak ada sebuah kenyataan yang tidak kami sadari dan ketahui sampai waktunya tiba..Jika puteri kami ini istimewa,,dia punya six sense,,bahkan lebih dari itu dia ditakdirkan untuk menolong orang dengan kelebihan yang dimilikinya.


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


N/B :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.


                                With Love

__ADS_1


                             DianadieNcess😘


__ADS_2