DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 22 DIAWASI


__ADS_3

    Hari ini pagi-pagi sekali mas Hadi sudah rapi,,dan sekarang tengah memasukkan beberapa pakaian ke dalam sebuah kopper,,yang akan dibawa nanti saat berangkat.


"Gimana mas,,apa semua sudah siap?!"


"Sudah sayang,,ini dalam kopper"


"Apa mas mau langsung berangkat dari sekolah?!!"


"Nggak sayang,,mas nanti pulang ambil kopper,,mas sekarang mau  menemui kepsek dulu ada beberapa hal yang harus diselesaikan sebelum keberangkatan"


"Baiklah,,kalau gitu mas sarapan gih,,semua sudah siap di meja makan"


"Iya sayang,,ayo kita sarapan mas sudah selesai"


Ikan asin jambal sengaja aku siapakan pagi ini bersama nasi goreng,,menu favorite suami ku.


Meski sederhana tapi mas Hadi sangat menyukainya,,dan dia terlihat begitu lahap saat memakannya.


"Nasi goreng ikan jambal ini sangat enak sayang,,tapi mas baru bisa menikmatinya lagi setelah tiga hari"


"Sabar saja mas,,nanti setelah mas pulang akan Maya buatkan lagi" kataku seraya tersenyum sambil menikmati makan ku.


Baru saja mas Hadi selesai makan,,ponselnya berbunyi.


Handoko,,nama yang tertera di layarnya,,mas Hadi segera menerima telpon itu.


Handoko 📞 : "Assalamualaikum..Pak Hadi bisa segera ke sekolah, Kepsek sebentar lagi akan mengadakan pengarahan untuk rekanan yang akan berangkat seminar,,katanya biar bisa berangkat ke kota A lebih pagi.


Mas Hadi 📞 : "Waalaikum salam..Tentu saja Pak Han,,saya segera kesana"


Handoko📞 : "Baiklah Pak,,terimaksih"..Assalamualaikum


Mas Hadi 📞: "Sama-sama,,Waalaikum salam".


Telpon berakhir.


"Sayang mas ke sekolah dulu ya,,pak kepsek mau pengarahan sebelum memberangkatkan kami,,tapi nanti mas balik lagi"


"Iya mas.."


"Nanti selama mas pergi kamu jaga diri baik-baik juga bayi kita ini seraya mengusap perut ku.


Tapi ekspresi wajah mas Hadi seketika menyiratkan kebahagiaan saat bayi di dalam kandungan ku merespon sentuhan ayahnya.


"Sayang..dia bergerak"


"Iya mas..Maya juga merasakannya,,tau aja jika ayahnya akan pergi"


"Anak ayah,,jaga bunda selama ayah pergi ya,,jadilah anak yang baik dan jangan rewel." Lalu mencium lama perutku.


""Iyaa ayaah..ayah tak perlu risau,,kami akan baik-baik saja" ucap ku menirukan suara anak kecil,,seolah bayi ku yang sedang bicara dengan ayahnya.


"Hemmm..bunda mu ini sepertinya minta dikitik-kitik deh nakk,,coba saja ayah tak buru-buru,,habislah bunda mu ini ayah buat tertawa.


"Sayang..mas berangkat ya..Assalamualaikum"


"Waalaikum salam,,hati-hati ya mas"


Mas Hadi mengangguk lantas tersenyum.


Aku mengantar hingga ke teras,,dan baru masuk saat mobil yang dikendarai mas Hadi menghilang di tikungan.


🍡🍡🍡


 


    Jam 10.30 pagi mas Hadi kembali dari sekolah untuk mengambil koppernya.


Hanya sebentar,,lalu  segera berangkat ke luar kota bersama rekan kerjanya dengan sebuah mobil yang dikhususkan untuk mereka yang telah disediakan sekolah.


Mas Hadi kembali pamit padaku..


"Mas berangkat ya sayang,,jaga diri"


"Mas gak perlu cemas,,Maya dan anak kita akan baik-baik saja,,mas yang harus jaga diri disana,,fokus sama kerjaannya jangan waktunya dihabiskan buat mikirin Maya"


"Istri mas manis banget,,makasih ya..seraya mengusap perutku dan berkata


"Nakk ayah berangkat ya.."


"Assalamualaikum."


"Waalakum salam,,kalau sudah sampai kabarin ya mas"

__ADS_1


"Pasti sayang..love you honey"


"Love you too mas"


Mas Hadi segera masuk ke mobil,,duduk di antara rekannya di bagian tengah.


Mas Hadi melambaikan tangannya padaku,,Avanza putih itu lalu bergerak perlahan menuju kota A.


Setelah menutup pagar,,aku masuk ke dalam rumah,,dan melanjutkan aktifitas ku yang sempat tertunda,,mencuci piring dan gelas kotor sehabis sarapan tadi.


Ketika aku sedang sibuk dengan piring dan gelas kotor itu,,aku merasakan ada yang meniup tengkuk ku,,sangat dingin.


Kuduk ku menjadi meremang seketika.


Ku usap bagian tengkuk dan lengan ku,berharap rasa aneh itu hilang,,namun ternyata dugaan ku salah,,aku malahan merasa sedang di awasi.


     


Ku hentikan sejenak aktifitasku mencuci,,lalu ku edarkan pandangan ke sekeliling,,hanya ada aku sendiri disini,


Aku kembali berbalik untuk  melanjutkan kesibukan ku yang sempat tertunda tadi.


Dan ternyata dugaan ku benar,tanpa ku sadari aku sedang di awasi oleh makhluk berkebaya merah,dengan rambut kondenya yang kini berdiri di samping lemari penyimpanan bahan makanan,mahkluk itu menatap ku tajam,dengan matanya yang berkilat.


Dan parahnya sekarang dia bergerak pelan,mendekat ke arahku.


Dia mengulurkan tangannya,,mencoba meraih ku..


Tiba-tiba saja aku merasakan ada yang menyentuh pundakku,membuatku terpekik saking kagetnya,karena yang ku tau saat ini aku seorang diri dirumah,,lalu siapa yang kini berada dibelakang dan menyentuhku?!"


Dengan perasaan tak karuan dan wajah yang menegang aku segera berbalik badan,dan ternyata...


"Assalamualaikum nduk"


"Waalaikum salam..Ohh si mbok tohh"


"Kamu disini rupanya,pantesan gak dengar si mbok panggil.


"Kamu kenapa nduk koq wajahnya telihat tegang dan cemas gitu?!!"


"Maya gak papa mbok,,hanya kaget aja sama si mbok yang tiba-tiba ada dibelakang Maya,,kan tadinya disini cuma ada Maya sendiri" jawab ku dengan tersenyum.


"Maaf ya nduk jika si mbok lancang, langsung masuk sampai sini"


Pagar sama pintu depan gak di kunci jadinya si mbok langsung masuk aja,,takut kamu kenapa-napa"&


"Si mbok jadi nginep kan?!!"


"Iya nduk jadi..iki lohh si mbok bawa buntelan" seraya menunjukan tas yang tengah dijinjingnya."


"Buntelaan?!!" Hehee..Apa itu mbok?!"


"Iki lohh ndukk,ya tas iki"


"Ohh kirain apaan tadi,si mbok ini lucu ya,,pantesan nurun ke Bayu."


"Hahaha neng Maya iso sojo"


"Ohh iya si mbok kesini sama siapa?!!"


"Tadi dianterin Bayu nduk,,naik sepeda terus cah lanang iku langsung pergi katanya mau ke rumah temannya yang dekat empang"


"Ohh gitu"


"Si mbok taruh aja tasnya di kamar,ayo Maya anterin,,kalau si mbok capek istrihat saja"


Aku lalu mengantar si mbok ke kamar yang sudah ku siapkan untuknya yang berada disebelah kamar ku.


"Silahkan mbok,,anggap rumah sendiri,Nak Bayu nginap disini juga kan mbok?!"


"Makasih neng,,si mbok belum tau,,tadi sih katanya gampang lah bu,,nanti kalau Bayu mau akan nyusul kesana"


"Ohh gitu mbokk,baiklah"


Si mbok mau dibikin minuman hangat apa dingin?!"


"Gak usah repot-repot neng,,si mbok air putih saja,,nanti si mbok ambil sendiri,,si neng istirahat dulu,,jangan terlalu capek neng"


"Iya mbok,,si mbok yang istirhat kan capek habis nyawah"


"Si mbok sudah terbiasa neng,,jadi gak berasa capek lagi,,di awal-awal dulu sih terasa capeknya,,tapi setelah sejauh ini sudah menjadi kebiasaan,,justru bila si mbok berdiam diri malah terasa capeknya"


"Gitu ya mbokk,,waahh hebat si mbok ini,,punya tenaga dan tulang yang kuat,,jadi berasa fit terus,,apa toh rahasianya mbok,,jamu racikan sendiri ya?!!"

__ADS_1


"Hahaha neng Maya iki bisa saja bercandanya,,gak ada rahasia apa-apa koq neng,,kalau jamu sih si mbok emang suka meminumnya,,tapi paling air sirih atau kunyit asam"


"Nanti jika si neng udah lahiran si mbok bikinin jamu singset sehabis melahirkan,,biar badannya tetap bagus'


"Beneran mbok??"


"Iyoo neng,,jamu racikan si mbok sendiri lohh,,Eyang putri nya suami mu yang dulu ngajarin si mbok bikin jamu,,beliau itu orangnya terampil,,displin juga"


"Ohh gitu ya mbokk,kan ceritanya gak habis-habis,,jadi lupa mau ambilkan si mbok minum..sebentar ya mbok"


Aku lalu beranjak ke dapur meninggalkan si mbok di kamar.


Tak lama kembali dengan nampan ditangan berisi segelas besar air putih,dan dua cangkir teh hangat bersama beberapa toples berisi cemilan.


"Ayo mbok kita ke ruang tengah,,nonton tv" Ajakku padanya.


"Iya neng lalu tersenyum dan mengikuti ku ke ruang tengah.


Kami bercerita sambil sesekali mengomentari tayangan televisi yang sedang kami tonton saat ini.


Tayangan masak memasak,,yang tentu saja membuat ngiler diriku akan masakan dari sang chef.


Chef itu yang tengah membuat "Garang Asem" dan lidah ku sepertinya ingin sekali merasainya.


"Waahh..sepertinya enak ya mbokk,,tapi dimana Maya bisa membelinya mbok?!"


"Si neng mau?!!"Buat sendiri saja,,gampang koq,,nanti si mbok masakin buat neng Maya"


"Bener mbok?!!"


"Iya neng,,sekarang juga boleh kalau mau"


"Apa mbok gak capek?!!"


"Gak neng,,cuma masak itu doang,,sebentar juga selesai,,apalagi semua bahan tersedia,,tinggal di cemplungin"


"Ada koq mbok di kulkas,,kalau bumbu sebagian di lemari penyimpanan"


"Nahh tunggu apa lagi,,ayo kita masak" Ajak si mbok


"Ayo sekalian Maya mau lihat gimana cara buatnya"


Setelah mematikan televisi,,aku dan si mbok kembali ke dapur untuk memasak garang asam.


Tak lama kesibukan kami di dapur kelar juga,,garang asam telah siap di meja makan.


"Ayo mbok kita makan,,Maya sudah gak sabar untuk menikmatinya"


"Iya neng,,mari makan"


Aku benar-benar lahap makan dengan menu garang asam itu di temani gurame goreng yang masih hangat,,aku jadi nambah dua kali dibuatnya.


"Waahh masakan si mbok enak sekali,,garang asam ini benar-benar segar"


"Ahh yang bener neng?!!"


"Bener mbok,,mbok lihat sendiri kan Maya nambah dua kali"


"Alhmdulilah kalau si neng suka"


"Makasih ya mbok,,ayo nambah lagi mbok nasinya,,makan yang banyak biar fit terus"


"Hahaha.. Neng Maya iki,,mau si mbok tambah ndut badannya?!"


"Siapa bilang si mbok ndut,,badan mbok itu udah pas porsinya,,makanya enak dilihat"


"Kan neng Maya iki kebablasan mujinya,,berasa melayang si mbok"


"Hahaha..si mbok ini bisa saja melucunya,,kalau ada si mbok rumah jadi rame."


Kami meneruskan makan siang,,setelah mencuci semua peralatan makan,,kami pun istirahat di kamar masing-masing.


Lalu apa kabar makhluk yang mengawasiku itu??!"


Sebenarnya makhluk tadi itu hampir saja meraih ku namun dia terusik dengan kedatangan mbok Jum yang lebih dulu menghampiri ku sehingga dia berlalu dengan menembus tembok.


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


N/B :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.

__ADS_1


                                With Love


                             DianadieNcess😘


__ADS_2