DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 24 TERHIPNOTIS


__ADS_3

     Matahari mulai bergeser ke arah barat,,cuaca menjadi lebih teduh tak seterik tadi,,Sore nan cerah menyapa kini.


Aku dan mbok Jum memilih bersantai di teras depan di temani teh hangat dan cemilan.


Kami masih asik berbincang,sesekali tertawa jika ada cerita lucu yang ku dengar dari si mbok sambil asik menikmati hidangan sederhana ini.


Angin sepoi bertiup semilir,,dahan dan ranting pohon bergerak lincah mengikuti irama angin,,yang sesekali menerpa rambut ku.


Aku menatap sekitar,baru ku sadari jika rumah baru ku ini dikelilingi begitu banyak pepohonan,,membuat terasaa rindang dan sejuk.


Siapapun yang berada disini akan merasa betah berlama-lama,,apalagi jika rumah ini kondisinya normal,,tapi sayang rumah baru ku ini berbeda,,ada sesuatu menyertainya,,entahlah apa itu yang pasti aku bisa merasakan jika aura yang ditunjukkannya agak sedikit suram dan horor.


Sebenarnya aku tak sekali dua kali berinteraksi dengan "mereka yang tak kasat mata" yang juga menghuni rumah ini,bahkan aku sudah sering mengalami gangguan dari mereka namun aku berusaha mengabaikannya,tak memperdulikan  eksistensi "mereka" yang mencoba terus menakuti ku entah itu dari suara atau pun penampakan langsung dari "mereka".


"Disini adem dan teduh yo neng?!"


"Iya mbok,,mungkin karena banyak pepohonan."


"Iyo,,halamannya juga luas,,pas buat tempat bermain si kecil nanti,,gak perlu takut dia main ke jalan,,cukup di depan sini sama di bagian samping"


    Pembicaraan kami terjeda saat dari arah jalan depan rumah aku melihat tetangga ku bu Yem nampak kesulitan membawa sebuah karung berisi jagung,,bahkan beberapa dari jagung-jagung itu berjatuhan di tanah,sehingga dia harus berhenti untuk memungutinya.


"Ehh neng coba lihat siapa itu disana?!! Apa yang sedang dilakukannya?!"Kata mbok Jum saat melihat seorang sedang berjongkok.


"Sepertinya itu tetangga Maya mbok,,yang rumahnya warna tosca"


"Terus apa yang dilakukannya disitu?!"


"Kayaknya lagi memungutin barang bawaannya yang terjatuh deh mbok,ayo mbok kita lihat kesana"


"Iya..Ayo neng"


Aku dan mbok Jum lalu menghampiri tetangga ku yang masih memunguti jagung-jagungnya sambil memasukkannya kembali ke dalam karung.


"Kenapa bu,koq jagungnya berserakan gini?!!"


Dia menoleh ke arah ku.


"Ehh neng Maya..Ini neng,kepenuhan   sepertinya"


"Wahh banyak sekali jagungnya,baru panen ya bu?!!"


"Ho'oh,,ini sisanya rencana mau ibu kasihkan tetangga,,sebagian sudah di ambil pelanggan langsung dari kebun tadi"


"Neng Maya mau?!!"Silahkan ambil sesukanya,,tadi rencananya ibu mau mampir sekalian ehh keburu semua berjatuhan tepat depan rumah neng Maya"


"Kenapa gak minta bantuan sama pekerja bu buat angkat karungnya?!!"


"Gak ada yang bisa dimintai tolong neng,,mereka semua sudah pada pulang tadi siang"


"Jadi ibu sendirian tadi dikebun?!"


"Iya neng,,mau pulang tanggung,tapi alhmdulilah selesai sudah panen hari ini"


"Alhmdulilaah kalau gitu bu"


Sementara aku asik ngobrol berdua dengan bu Yem,,si mbok diam saja,,mendengarkan,,hanya saja ku perhatikan matanya menatap intens pada bu Yem,,seperti ada sesuatu yang ingin di utarakannya namun ragu.


Melihat hal itu aku lalu mencoba membuat mbok Jum berinteraksi dengan bu Yem juga,,dalam pikiran ku mungkin mbok Jum enggan ikut bicara karena belum kenal,,jadi aku berinisiatif mengenalkan mereka.


"O'iya neng,,nak Hadi koq akhir-akhir ini gak pernah kelihatan lagi,,biasanya kalau ibu mau berangkat ke kebun pagi-pagi pasti selalu berpapasan dengan nak Hadi" Ujarnya lagi.


"Mas Hadi lagi tugas ke luar kota bu,,udah dua hari ini" jawabku.


"Ohh pantesan,,jadi neng Maya sendirian dirumah ini?!!"


"Gak bu,,ada mbok Jum yang nemenin,,O'iya bu Yem,,kenalin ini mbok Jum"


Dia menoleh ke arah mbok Jum,,lama keduanya saling tatap..


Lalu..


"Ini Juminten ya?!!" Tanyanya antusias


"Iyo..Sekk..sekk..sekk..ikii Sariyem tohh?!!"


"Iya Jum,,aku Sariyem"


"Oalaaahhh..kamu toh Yem,,berarti dugaan ku tadi tak salah,,cuma aku takut nyapa,,takut salah orang"


"Ya Allah Jum..Jum..Akhirnya kita ketemu lagi setelah sekian lama"


"Seneng aku Yem,,iso ketemu kamu lagi,,"Iki loh neng,,Sariyem iki sahabat si mbok dari kecil,,kami terpisah sewaktu keluarganya pindah ke kota karena ayahnya yang seorang guru"


"Ohhh begitu,,jadi bu Yem dan si mbok bersahabat,,waahh suatu keberuntungan bisa dipertemukan lagi disini"


"Iyo neng,alhmdulilah"


Aku lalu menyuruh bu Yem untuk mampir,,minum teh bersama di teras.


"Ayo mbok,,bu Yem ngobrolnya sambil duduk saja,,sekalian kita ngeteh bareng" Ajakku padanya.


"Tuh kan jadi ngerepotin neng Maya"


"Gak koq bu Yem,,itung-itung istirahat sebentar melepas penat sehabis dari kebun" kataku  membujuknya.

__ADS_1


"Iyo Yem,,ayo..Apa kamu gak kangen dengan sobat mu ikii?!!" Celetuk mbok Jum.


"Yo kangen lahh Jum,,sudah sejak dulu aku pengen ketemu kamu,tapi aku gak tau kalau kamu ada di desa ini juga"


"Moso iyo sih Yem??! Tapi aku juga gak tau kalau kamu sudah balik ke desa iki,,emang sejak kapan sih Yem kamu pindah kesini lagi?!"


"Sejak setahun yang lalu,,setelah suami meninggal aku memutuskan untuk balik ke desa bersama kedua anakku"


"Jadi anak mu dua tohh Yem,,udah besar pasti dong yahh"


"Jelas tohh Jum,,mereka sudah dewasa sekarang,kalau anak mu Jum ada berapa orang?!!"


"Aku cuma punya satu,,ya si Bayu iku,,sebenarnya sih dua tapi keguguran waktu usia kehamilan ku masuk dua bulan"


"Mau nambah lagi ehh bojo ku keburu meninggal,,yowes lah.."


"Tapi koq Maya gak pernah lihat anaknya bu Yem" Tanyaku.


"Yang ada sekarang cuma anak laki-lakinya ibu saja neng,,itu juga dia lagi gak disini,,mondok di pesantren.


Kalau yang perempuan menetap di kota bersama suaminya,,biasanya hkalau lebaran baru bisa pulang karena suaminya cuma bisa libur saat itu"


"Jadi bu Yem sendirian dirumah?!!"


"Iya neng,,tapi alhmdulilah sejauh ini aman"


Kami masih asik bercerita sambil menikmati teh hangat dan cemilan di  teras namun entah kenapa mata bu Yem terus menatap ke bagian dalam rumah,,dan yang membuatku aneh tatapan matanya seperti mencemaskan sesuatu dan sedikit ada kengerian tersirat di wajahnya.


 


Melihat hal itu aku pun lantas bertanya..


"Ada apa bu Yem?!!"


"Emm..Ehh gak papa neng"


O'iya sejauh ini apa neng merasa nyaman tinggal disini?!!" Tanyanya yang semakin membuatku penasaran saja.


"Iya bu,,nyaman-nyaman saja"


"Kenapa toh Yem?!!Emang kamu ada liat apa disini?!!" Mbok Jum ikut bertanya.


"Gak ada apa-apa koq Jum,,neng Maya saja merasa aman dan nyaman koq disini?!"


"Apa sesuatu yang kamu lihat tadi wajar-wajar saja?!!"Atau agak jahil?!!" Tanya mbok Jum lagi yang sukses membuat ku yakin jika bu Yem memiliki kelebihan dan mbok Jum mengetahuinya.


"Susah untuk ku menjawabnya Jum,,hanya saja aku merasakan kurang nyaman,,maka dari itu aku bertanya sama neng Maya apa dia nyaman tinggal disini tapi katanya barusan kan nyaman-nyaman saja"


"Yahh itu mungkin karena pengaruhnya berbeda,,sehingga penyerapan energinya juga berbeda Yem"


"Wahhh..si mbok kata-katanya itu luar biasa sekali,,mantap mbok"


"O'iya maaf neng,,Jum saya mau pulang dulu,,udah mau senja ini,,nanti kalau ada waktunya kita cerita-cerita lagi,,sesekali kalian mampir lah kerumah"


"Iya bu Yem"


"Iya Yem,,kapan-kapan kita bercerita lagi,,kamu juga mampirlah kerumah ku jika gak sibuk,,kalau gak tau rumah bisa sekalian sama neng Maya atau minta antar nak Hadi"


"Insha Allah,,ini jagungnya neng ditambahin lagi,,neng Maya ngambilnya sedikit sekali"


"Makasih lohh bu Yem"


"Sama-sama neng,permisi dulu ya neng,,Jum" seraya meangkat karung berisi jagung-jagung itu.


"Iso nggak sih Yem kamu membawanya sendiri?!! Berat lohh iku"


"Bisa Jum,,tohh udah dekat juga sama rumah"


Kebetulan saat bu Yem akan melangkah kan kaki,,Bayu datang dengan menaiki sepeda ontelnya.


"Wahh kebetulan Bayu datang,,


tunggu sebentar Yem" panggil mbok Jum.


Bu Yem menghentikan langkahnya dan meletakkan kembali karung berisi jagung itu.


"Yu sini" panggilnya pada Bayu.


Bayu segera mendekat setelah menyandarkan sepedanya di pohon rambutan yang ada dihalaman.


"Iyo bu'e,ada apa tohh?!!"


"Tolong kamu bantu bu Yem bawa karung itu,,kasihan sahabat ibu memanggul itu sendirian.


"Nahh iki Bayu Yem,,putra semata wayang ku"


"Opo tohh bu,,Bayu koq disamain sama wayang?!" Celetuknya.


Membuatku tak bisa menahan tawa mendengarnya.


"Sopo sing bilang kamu iku wayang Yu"


"Lahh itu barusan" celetuknya lagi.


"Maksud bu'e anak semata wayang artinya anak satu-satunya"

__ADS_1


"Oaalaahh..tak kirain ngatain Bayu wayang"


Aku semakin tertawa mendengarnya,,aksi kocak ibu dan anak ini selalu bisa membuat ku tertawa bahkan bukan cuma aku bu Yem pun yang baru bertemu ikutan tertawa dibuatnya.


"Yowes..buruan bantuin bu Yem bawa karungnya le"


"Njih bu'eh..Sini Bu Yem biar Bayu saja yang manggul"


"Apa gak papa nih nak Bayu?!" Tanya Bu Yem ke Bayu.


"Gak papa koq bu Yem"


"Bagaimana kalau kita mengangkatnya bersama nak Bayu?!biar lebih enteng,,kasihan kalau kamu manggul sendirian,,ini lumayan berat lohh" kata bu Yem lagi.


"Ah gak perlu bu,,Bayu bisa koq sendiri" seraya memanggul karung berisi jagung itu.


Melihat Bayu yang sedikit kesusahan saat meletakkan di pundaknya bu Yem lalu membantunya menahan karung itu dari belakang,setelah dirasa aman barulah mereka melangkah pelan meninggalkan pekarangan rumah ku menuju rumah bu Yem yang hanya berjarak 200 meter dari rumah ku.


🍡🍡🍡


  


     Malam ini aku sedikit melupakan kejadian-kejadian aneh yang menimpa ku beberapa hari lalu,,apalagi sekarang dirumah ada mbok Jum dan Bayu yang menemani ku,,rumah ini menjadi lebih ceria karena lelucon dan aksi kocak dua beranak ini yang terus membuat ku tak bisa menahan tawa ketika melihat tingkah polah mereka.


Berbagai kelucuan tanpa sengaja mereka ciptakan dan tanpa dibuat-buat,,seolah hal itu telah menjadi keseharian mereka.


Mungkin itulah sebabnya mereka hidup bahagia meski dengan kehidupan sederhana.


Dan dari mereka lah aku belajar hidup dengan keikhlasan dan rasa syukur.


🍡🍡🍡


     Malam ini sehabis makan malam dan sholat Isya kami bersantai,,duduk sambil berbincang di ruang tengah depan tv,,menonton tayangan favorit mbok Jum apalagi kalau bukan sinteron.


Pukul 10 tepat aku dan mbok Jum masuk kamar masing-masing sedang kan Bayu tidur di ruang tengah di soffa malas yang sengaja di taruh mas Hadi disana untuk memudahkan ku rebahan saat menonton tv.


Malam semakin tinggi,,hanya suara jangkrik dan serangga malam yang terdengar kini,,tak kalah nyaring dengan dengkuran Bayu ketika aku terbangun dari tidur dan keluar dari kamar saat akan mengambil air minum ku yang telah habis.


Ketika di dapur aku kembali merasakan hawa yang berbeda,sama seperti kemarin setiap kali aku berada disini,,dengan tengkuk yang tiba-tiba meremang,,dan merasa di awasi.


Bayi dalam kandungan ku juga kembali bergerak sangat aktif,,dan aku bisa merasakan jika dia gelisah sama seperti ku kini.


"Ada apa nakk?!!" Tenang sayang bunda disini bersamamu" gumam ku, mengajak bayi ku bicara untuk menenangkannya.


Dan sama seperti biasanya,,bayiku menjadi lebih tenang setelahnya.


Aku kembali mengajaknya bicara..


"Bagus..kamu memang anak yang pintar sayang" kata ku seraya mengusap perutku.


Lalu tiba-tiba saja tanpa di duga asap hitam masuk melalui celah fentilasi dibagian atas,perlahan turun,membentuk gumpalan hitam.


"Asap hitam apa itu?!!" Batinku masih terus memperhatikan pergerakannya yang sekarang membentuk sebuah sosok.


Seorang wanita berkebaya merah,dengan rambut yang dikonde besar.


Sosok itu menatap tajam ke arah ku dengan seringai menakutkan.


Aku teringat pada kejadian aneh yang ku alami beberapa waktu lalu,dia sosok yang sama.


Aku seperti terhipnotis saat matanya menatap tajam ke arah mataku,aku menuruti saja perkataannya ketika dia meminta ku mengikutinya.


Aku terus melangkahkan kaki tanpa ekspresi apapun,datar,,yang aku tahu saat ini aku menuruti semua perintahnya,berada dibawah pengaruhnya.


Sosok berkebaya merah itu berada di dpean pintu,pintu pun perlahan terbuka tanpa dengan sendirinya,seolah telah dikendalikan hanya dengan tatapan matanya saja.


Dia bergerak perlahan seolah memberi kesempatan untuk ku bisa mengikutinya dengan pintu yang terbuka lebar.


Tanpa ku sadari aku terus berjalan sesuai arahan darinya yang berada di depan ku.


Aku seperti tak memperdulikan semak belukar disekitarku,,dan aku seperti sangat mudah menerobosnya,,tanpa hambatan bahkan aku tidak merasakan perih saat ranting dan duri tanaman yang tumbuh dihutan itu menggoresku,,meski bisa ku lihat saat ini tangan ku berdarah karenanya.


Aku masuk semakin jauh ke dalam hutan,,suasana gelap makin terasa saat malam semakin larut,,mencekam sudah pasti jika orang normal yang mengalaminya namun berbeda dengan ku yang sekarang berada dalam pengaruh makhluk ini.


Langkah ku ikut terhenti saat sosok berkebaya berhenti tepat didepan sebuah rumah kayu tak berpenghuni.


Sosok itu mengarahkan jari panjangnya yang berkuku runcing dan hitam ke arah rumah itu,,dengan matanya yang menatap tajam ke arahku,,seolah menjadi perintah agar aku segera masuk ke dalamnya,saat pintunya terbuka lebar secara tiba-tiba.


Dan tanpa menunggu aku menurut saja pada perintahnya,,lalu masuk ke dalam rumah itu,,duduk meringkuk tanpa daya.


Dan aku sempat melihat sosok berkebaya merah menyeringai lalu pergi berkelebat dalam pekat malam.


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


N/B :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.


                                With Love


                             DianadieNcess😘


 

__ADS_1


    


 


__ADS_2