
Hari beranjak siang,,namun Maya tak jua ditemukan sekembalinya mas Hadi dan Bayu yang mencariku sejak tadi malam.
Melihat mas Hadi dan Bayu datang mbok Jum segera memberondongnya dengan berbagai pertanyaan.
"Gimana Di,,Yu opo sudah ditemukan?!" Maksud si mbok apa ada yang lihat si neng dan tahu dimana dia sebelum menghilang?!"
"Gak ada mbok,,semua tetangga tak ada yang melihatnya,,Hadi bingung mbok harus nyari kemana lagi"
"Sing sabar yo Di,,jangan putus asa kita masih bisa minta bantuan polisi untuk mencarinya"
"Hadi juga rencananya mau lapor polisi mbok tapi mengingat kebiasaan Maya yang aneh akhir-akhir ini Hadi jadi ragu"
"Tapi Di kita akan cari dimana lagi neng Mayanya,,semua tak ada yang tahu kan?!"
Mas Hadi terdiam sejenak,,sambil memijat kepalanya yang berdenyut,,disebabkan tidak tidur karena kepikiran istrinya.
Sama halnya dengan mbok Jum,,dia pun sukses terjaga semalaman,,itu terlihat dari cekungan dibawah matanya.
Semalaman tadi dia harap-harap cemas menunggu kedatangan kedua lelaki itu untuk membawa kabar baik,,namun ternyata harapannya pupus,,ada kekecewaan tergambar di rona wajahnya kini,,selain rasa bersalah karena tidak bisa menjalankan amanah dari mas Hadi.
Mbok Jum benar-benar terus kepikiran dengan ku yang tak juga kembali.
"Ya Allah..kembalikan neng Maya bersama kami lagi" pintanya dalam doa,,yang tanpa sadar membuatnya berlinang.
Hadi yang melihatnya lantas bertanya..
"Kenapa si mbok menangis?!!"
"Si mbok merasa bersalah Di,,gak iso jalankan amanah dengan baik,,maafin si mbok ya Di"
"Mbok ngomong apa sih,,jangan gitu mbok,,mbok gak salah jadi gak perlu minta maaf,justru Hadi berterimakasih si mbok sudah mau nginap disini."
"Mbok gak enak hati Di..Kepikiran terus"
"Sudah mbok jangan dipikirin,,Hadi yakin Maya pasti kembali"
"Iyo Di kita gak boleh patah semangat,,berprasangka baik sojo"
"Iya mbok..makanya mbok gak usah nangis gitu"
"Iya mas Hadi bener,, bu'e ini mewek aja kayak anak kecil yang gak dikasih jajan" celetuk Bayu
"Opo sih kamu tuh Yu,,wong ibu sama mas mu lagi cemas ehh kamu malah ngatain bu'e koyok anak kecil,,awas yo kamu Yu tak jitak ndasmu!!" Hardik mbok Jum pada Bayu yang selalu saja menggoda sang ibu dengan candaannya.
"Sebelum di jitak bu' mending Bayu kaburr" celetuknya seraya berlari kecil ke arah luar.
Dan kedatangan seseorang ini benar-benar membuat Bayu terkejut.
"Asslamualaikum.."
'Waalaikum salam" jawab Bayu yang kini berdiri berhadapan dengan gadis belia nan cantik itu,,yang sukes membuat jantungnya seakan berhenti berdetak,,siapa lagi kalau bukan Andini.
"Ehh Andini tohh,sendirian?!!"
"Nggak koq mas Bayu,,sama mamah itu lagi berbincang sama temannya Bu Fatma tetangga dekat sini juga.
"Ohh gitu"
"Emmhh mas Bayu,,mas Hadinya ada gak?!!"
"Ada koq Din,,ayo masuk saja,,mas Hadi sama ibu ada di ruang tengah"
Bayu lalu mengantarkan Andini ke dalam,,perbincangan mas Hadi dan mbok Jum terhenti saat melihat kedatangan Andini.
"Assalamualaikum mas,,mbok Jum" Sapanya
"Waalaikum salam" jawab keduanya bersamaan
Sementara Bayu cuma mesem-mesem dan terus menatap Andini tak berkedip.
Mbok Jum yang melihatnya mencoba sedikit menggodanya untuk membalas candaan Bayu padanya tadi.
"Tatap terus Yu..Pelototin sampai tua" ledek mbok Jum.
Bayu yang merasa diledek oleh ibunya lantas tersipu malu..
"Kesempatan langka bu'e ojo disia-sia tohh"
"Oaalaahh cah lanang iki..kerja dulu Yu baru mikirin anak wedok" balas mbok Jum.
__ADS_1
"Iyoo bu..Bu'e sing tenang yo..jangan ngedumel,,nanti cepat tuwir"
"Opoo itu tuwir Yu?!!"
"Keriput bu'e" jawab Bayu sekenanya.
"Wahh ora iso dibiiarin iki..awas yo kamu Yu ngatain bu'e keriput"
Yang sukses mendapat lemparan kemoceng darinya,,membuat Bayu lari terbirit- birit untuk menghindari dari lemparan sang ibu.
"Gawaat...Negara api menyerang" teriak Bayu seraya berlalu dari hadapan sang ibu.
Sekilas Andini tertawa kecil saat memperhatikan tingkah polah mereka lalu kembali berbincang berama mas Hadi.
"Benar kah mas kabar yang Andini dengar jika mbak Maya menghilang?!
"Bener Din,,ngomong-ngomong Andini sama siapa kesini?!"
"Sama mamah mas"
"Lohh lantas dimana mbak Ajengnya?!!"
"Ada diluar lagi ngobrol sama bu Fatma"
"Sejak kapan sih mas mbak Maya menghilang?!!"
"Sejak kemarin Din,,mbok Jum juga bingung kemana Maya pergi,,tau-tau saat subuh mbok Jum bangun dia lihat pintu depan dan pagar terbuka lebar,sejak itulah sampai sekarang mbak yu mu itu hilang"
"Ya Allah kemana ya mbak Maya,,apa dia gak pamit sebelumnya sama si mbok kalau mau pergi?!"
"Gak ada neng" jawab si mbok yang datang membawa nampan berisi air minum dan beberapa toples cemilan.
"Ayo neng Dini silahkan dinikmati,,O'iya ibu mu mana neng?!!"
"Ada koq mbok lagi ngobrol sama bu Fatma di halaman,,nahh itu dia mamah,,kata Andini saat melihat sang mamah berjalan menuju ruang tengah dimana mereka berada.
"Assalamualikum semua" Sapa mbak Ajeng
"Waalaikum salam" jawab ketiganya bersamaan.
"Di..Mbak Ajeng turut sedih mendengar kabar ini,,yang sabar ya Di,,terus lakukan pencarian" kata mbak Ajeng.
"Iya mbak,,insha Allah Hadi sabar,,hanya saja Hadi kepikiran sama Maya yang tengah hamil besar"
"Hadi ragu mbak mau lapor polisi,,mengingat beberpa waktu lalu Maya bertingkah aneh,,sebelumya dia gak pernah begitu"
"Bertingkah aneh?!!"Yang seperti apa Di?!!"Tanya mbak Ajeng penasaran.
"Sudah dua kali dalam seminggu ini Maya tidur sambil berjalan mbak"
"Ohh yahh..tapi masa sih Maya begitu?!!" Tanya mbak Ajeng seakan tak percaya mendengarnya.
"Bener mbak,,Hadi juga heran kenapa sekarang begitu sebelumnya gak pernah"
Andini hanya diam,,menyimak saja.
Namun dibalik sikap diamnya Andini sedang mengamati dan dia bisa merasakan jika ada aura jahat melingkupi rumah ini.
Andini masih bisa mendengar pembicaraan orang-orang yang ada di ruang tengah saat ini,,meski feeling indigonya tidak bisa dia netralkan karena getaran yang menjalari tubuhnya terlalu kuat.
Andini berusaha tenang seraya memejamkan matanya sesaat,,dan dari matanya yang terpejam itu dia menerawang jauh,,seperti menembus lorong waktu,,Andini merasakan pusing menderanya,,penglihatannya seolah menembus kejadian beberapa waktu lalu saat dia mengingat mbak Maya,,dalam matanya yang terpejam dia melihat mbak Maya tengah berjalan sendiri,Andini mencoba memfokuskan pikirannya dan penglihatannya pada wajah mbak Maya,,namun aksinya itu terganggu saat mbak Ajeng memanggilnya.
"Din..Andini..Kamu kenapa?!!" Tanya mbak Ajeng saat melihat putrinya itu bertingkah aneh.
"Eh..I-iya mah..Andini gak papa,ada apa mahh?!"
"Kita jadi kan kepasar beli keperluan?!"
"Iya mah jadi,,sekarang nih mahh?!!"
"Iya nakk nanti keburu kesiangan,,cuacanya semakin terik nanti"
"Njih mahh,,Ayo.."
"Pamit dulu sama mas mu dan si mbok" kata mbak Ajeng pada Andini.
Andini mengangguk lalu berpamitan pada mas Hadi dan mbok Jum.
Sementara Bayu tengah berada diteras sedang ngobrol bersama teman-temannya.
__ADS_1
Kembali Bayu dibuat ser-seran dan hilang fokus pada temannya saat melihat Andini keluar dan tersenyum lalu berpamitan padanya.
🍡🍡🍡
Sepertinya kabar hilangnya Maya telah tersebar di antara warga desa Lingga.
Ini terbukti dari banyaknya warga sekitar yang membantu dalam pencariannya,,bahkan hari ini mereka merencanakan akan membentuk tim agar lebih memperluas areal pencarian hingga ke dalam hutan.
Mas Hadi tentu saja menyetujuinya,bahkan dia sangat berterimakasih atas dukungan mereka yang siap membantunya tanpa diminta.
"Bagaimana kalau sekarang saja kita mulai pencariannya" kata Pak Budi suaminya bu Sari.
"Silahkan saja Pak Budi,,bukan kah lebih cepat lebih baik" kata mas Hadi.
"Iya,, saya juga setuju dengan usul pak Budi kata Pak Johan,,biar gak keburu sore,,keadaan hutan pasti gelap jika menjelang petang"
Setelah menyiapkan segala sesuatunya juga perbekalan seperti obor,,parang,,semprotan serangga dan lainnya yang dibutuhkan mereka yang berjumlah 15 orang pria itu pun berangkat termasuk mas Hadi,Bayu dan juga beberapa orang teman Bayu.
Mereka lalu memasuki hutan..
🍡🍡🍡
🍃 Di dalam Hutan.
Setibanya di dalam hutan belantara dibelakang rumah ku,,mereka lalu bergerak pasti,,dalam keadaan waspada maklumlah sedang berada di hutan,,perlu sekali untuk berhati-hati.
Sampai fokus mereka terbagi saat salah satu dari mereka yang berada dibelakang berteriak ketakutan.
Serempak semuanya menoleh ke arah belakang dari arah datangnya suara.
"Aaaaaaa.."seraya mengibas-ngibaskan tangannya.
"Ada apa Lu,,kenapa kamu berteriak?!" Tanya Bayu pada temannya yang bernama Jalu.
"U..ulaar Yu..U..ulaaar jatuh dari atas pohon,,sepertinya ular itu masuk ke dalam baju ku" seraya meliuk-liukan tubuhnya karena merasa ngeri sendiri saat merasakan ular itu bergerak-gerak.
Benar saja dari bagian bawah bajunya,,nongol kepala ular,,berwarna hijau.
Ular itu nampak ikut menggeliat-geliat saat tubuh Jalu bergerak tak terkendali ke kiri kekanan.
"Buruan Yu..tolongin aku..keluarkan ular ini dari bajuku Yu."
Mas Hadi dan bapak-bapak juga temannya yang lain ingin membantu namun baru saja akan mendekat,Bayu lebih dulu menangkap ular itu,,lalu menariknya keluar dari dalam bajunya Jalu.
"Wahh berani sekali kamu Yu" celetuk Jalu nampak keheranan akan aksi Bayu barusan.
Teman-temannya dan semua yang melihatnya juga takjub.
"Ini sih ular pucuk Lu,,gak gigit,,nih lihat,,Bayu masih mengusap ular itu lalu meletakkannya pada ranting pohon yang agak rendah.
"Ohh gitu ya Yu..pantesan kamu berani langsung menangkapnya" kalau aku mah meski dia gak gigit tetap aja aku geli melihatnya kata Jalu.
"Ayo kita lanjutkan lagi pencariannya kata Pak Johan yang memimpin tim selaku RT di lingkungan ini.
Mendengar hal itu,,rombongan kembali bergerak,masuk ke lebih ke dalam,,menyusuri jalan setapak,,menerobos belukar.
Tak sekali dua kali mas Hadi seperti akan tersandung saat kakinya tersangkut pada akar pohon yang mencuat,,bahkan ranting dan duri tanaman liar yang tumbuh disana sudah tidak diperdulikan lagi olehnya,,semua dilakukannya demi Maya,,berharap ada titik terang akan keberadaanya.
Namun sepertinya tak mudah menemukannya,,karena sekarang Maya tertutupi tabir gaib yang sengaja dibuat oleh Brajamaya,,jelas sudah bangsa manusia takkan menemukannya dengan mudah terkecuali mereka yang punya kelebihan.
Ini terbukti dari rombongan yang tidak bisa melihat dan mendengar teriakan Maya yang meminta tolong saat mereka melewati sebuah pohon beringin tua nan besar,,padahal saat itu Maya sedang duduk dibalik semak dekat pohon beringin tersebut dan berteriak minta tolong,beberapa kali dia memanggil nama suaminya,,namun para rombongan tak ada satu pun yang mendengar.
Maya bisa melihat dan mendengar suara mereka yang memanggil-manggilnya,,tapi para rombongan tak bisa mendengarnya.
Jelas tidak bisa karena Maya berada di alam lain,,bukan alam manusia.
Itulah yang terjadi sehingga pencarian kali ini pun kembali tak membuahkan hasil.
Mereka pulang dengan tangan hampa saat hari mulai senja.
🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
N/B :
Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.
Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.
With Love
__ADS_1
DianadieNcess😘