DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 37 IYA APA BUKAN ?!?


__ADS_3

     Siang ini aku mengajak mbok Jum untuk ngobrol,,kami duduk santai di teras depan,,sambil ngadem karena disini hawanya sejuk,,nyaman untuk tempat bersantai.


"Mbok,,ada yang mau Maya tunjukkan sama si mbok"


"Apa itu neng?!"


"Tunggu sebentar ya mbok" kata ku lalu beranjak dari sana menuju kamarku.


Aku membuka laci bufet ku,,tempat dimana aku menaruh foto yang kemarin ku temukan,,tak lupa aku membawa foto ibu ku,,setelah aku bandingkan ternyata keduanya memang mirip sekali,,aku,,ibuku dan perempuan di foto ini berwajah mirip,bahkan sangat mirip.


Sesaat aku kembali bersama mbok Jum di teras depan.


"Opo toh neng yang mau ditunjukkan sama si mbok?! Si neng iki senang banget buat si mbok penasaran"


"Ini mbok" kataku seraya menyerahkan foto itu padanya,,dia mengambil dan melihatnya seksama.


"Lohh inikan Puteri Ayu,,dimana neng menemukan foto ini?!!"


"Maya temukan di dalam kardus yang Maya bawa dari rumah lama,,Maya tidak menyadari ada foto itu di dalam kardus itu mungkin mas Hadi yang memasukkannya kesana sewaktu pindahan,,karena mengira itu foto ibu."


"Dan ini mbok" aku kembali menyerahkan foto kedua padanya tapi bukan foto jadul seperti tadi,,di foto ini wajah ibu ku terlihat jelas.


Namun meski foto pertama yang kuperlihatkan pada si mbok foto lama nan jadul tapi wajah perempuan itu masih bisa dikenali,sehingga kami bisa membandingkan kedua foto.


"Ini foto yang sama kan neng,,milik Puteri Ayu hanya saja ini foto baru sedangkan yang pertama neng kasih foto lama?!"


"Nggak mbok,,ini foto yang berbeda"


"Yang baru ini foto baru milik almarhumah ibu Maya mbok"


"Ah masa sih neng,,mereka benar-benar mirip,,sangat mirip,,sama si neng juga mirip,mungkin jika di dekatkan orang-orang akan mengira kalian bertiga kembar"


"Lalu siapa nama almarhumah ibu neng Maya?!"


"Suci Prameswari mbok"


"Itu artinya mereka bukan orang yang sama,,tapi koq bisa ya berwajah sama"


"Apakah ibu neng Maya punya kembaran?!!"


"Gak ada mbok,,ibu anak tunggal"


"Apa neng?!! Anak tunggal?!!"


"Iya mbok"


"Koq iso yo kebetulan yang sama?"


"Maksudnya mbok?!!"


"Puteri Ayu itu juga anak tunggal neng"


"Masa sih mbok?!!"


"Beneran neng,mbok tahu semua cerita tentang puteri Ayu"


"Ini benar-benar membingungkan mbok,,nanti Maya akan mencari tahu melalui sepupunya ibu"


"Iya neng,harus itu biar semuanya jelas"


"Iya mbok"


Percakapan kami diteras berakhir saat hujan mulai turun membasahi sebagian teras dekat tempat kami duduk,,kami pun beranjak dari situ,,masuk ke dalam rumah.


 


🍡🍡🍡


    Aku masih di kuasai rasa penasaran tentang foto tadi lalu menghubungi kontak mbak Gadis sepupu ibu untuk mencari tahu tentang beliau,kalau-kalau ada yang selama ini tidak ku ketahui seputar ibu ku.


Dugaan ku ternyata benar,,ada sesuatu yang dirahasiakan keluarga besar ku selama ini tentang ibuku.


Menurut cerita mbak Gadis,,dulunya Ibu ku itu bernama Puteri Ayu,,sejak ayah kandung ku meninggal,,almarhum kakek ku menggganti nama ibu ku yang semula Puteri Ayu menjadi Suci Prameswari,alasannya waktu itu karena ibu sering sakit sehingga harus diganti namanya,padahal itu hanya alibi kakek ku untuk menutupi alasan sebenarnya yakni jiwa puterinya yang terancam karena menjadi madu seseorang yang tak lain adalah Nyai Sekar.


Dan jika itu benar berarti aku dan mbak Ajeng sodari seayah.


Aku benar-benar terkejut mendapati kenyataan itu,,yang tak pernah ku duga sebelumnya.


Bahkan sekarang aku jadi kepikiran,,apakah jika mbak Ajeng mengetahui hal ini dia akan menerima ku sebagai sodarinya?!


"Ah hidup ini benar-benar"


 membingungkan batinku.


  


   🍡🍡🍡


     Malam ini aku menceritakan semuanya pada mas Hadi tentang ibu ku yang ternyata adalah Puteri Ayu alias Suci Prameswari,,yang tak lain dan tak bukan adalah madunya Nyai Sekar,,ibu dari mbak Ajeng.


"Seriusan kamu sayang?!!" Sejak kapan kamu mengetahui hal ini?!!" Tanya mas Hadi dengan keterkejutannya setelah mendengar ceritaku.


"Maya serius mas,,awalnya dari mbok Jum yang gak sengaja bilang jika wajah Maya mirip sama madunya Nyai Sekar dulu yang bernama Puteri Ayu.


"Namun kala itu Maya gak terlalu menanggapinya,,Maya pikir itu hanya perasaan si mbok saja.


Sampai kemarin Maya menemukan foto usang yang ada di dalam kardus penyimpanan barang yang kita bawa dari rumah lama di kota,Maya pun mengira itu foto ibu".


"Iya sayang mas ingat,,mas yang nemuain foto itu di dalam laci buffet paling bawah,,sewaktu mas beberes,mas kira itu foto ibumu,,jadi mas masukin aja ke dalam kardus sewaktu kita akan pindahan."


"Berarti dugaan Maya benar,mas yang memasukkannya karena Maya merasa tak ada memasukkannya dalam kardus,,sewaktu Maya melepas foto itu dari fremnya,,Maya melihat dibagian belakang foto terdapat tulisan "Puteri Ayu..1924"


Maya yakin jika wanita yang difoto ini bernama Puteri Ayu.


"Karena merasa mirip dengan ibu Maya lalu membandingkannya tenyata benar mirip,,si mbok juga bilang begitu mereka sangat mirip bahkan kata si mbok jika kami bertiga di dekatkan mungkin orang yang melihat akan mengira kami bertiga kembar."


"Waahh..sungguh kebetulan yang luar biasa sayang jika memang kalian punya hubungan"


"Maya lalu menelpon mbak Gadis,sepupunya ibu menanyakan hal yang Maya tidak ketahui tentang ibu. Kata mbak Gadis nama ibu mu telah diganti sama almarhum kakek setelah ayah kandung Maya meninggal.


"Lalu Maya tanyakan siapa nama ibu sebelum alamarhum kakek menggantinya. Mbak Gadis menjawab Puteri Ayu."


"Wahh..wahh..ternyata mas gak salah memasukan foto usang itu kan sayang,,beliau memang ibumu."


"Iya sih mas,,tapi ada hal lain yang lebih mengejutkan dan membuat Maya kepikiran yaitu jika benar Puteri Ayu adalah nama lain dari almarhumah ibu itu artinya Maya sodari seayah dengan mbak Ajeng"


"Lohh koq bisa?!!" Tanya mas Hadi kembali terkejut.


"Karena almarhumah ibu adalah madunya nyai Sekar,,ibu dari mbak Ajeng. Bagaimana bukan sodari seayah jika ayah Maya dan mbak Ajeng sama Raden Sastro."


"Iya ya sayang,,dulu sewaktu nikah kamu kan pakai wali hakim karena kamu anak tunggal dan almarhum ayah mu telah tiada,,di rumah juga tak ada foto beliau seperti ada yang disembunyikan gitu."


"Maka dari itu mas,,Maya sekarang bingung bagaimana cara mengatakannya pada mbak Ajeng,Maya takut dia tak bisa menerima Maya atau mungkin membenci Maya karena Maya anak dari madu ibunya."


"Sudah jangan mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi,,nanti kita coba bicarakan hal ini dengan mbak Ajeng."


"Mas rasa dia akan menerima mu,,mbak Ajeng itu orang yang baik"


"Iya semoga saja mas"


  Setelah membicarakan semuanya dengan mas Hadi aku merasa sedikit lebih plong.


"Semoga saja ke depannya lebih baik" doa ku sebelum tidur.


🍡🍡🍡


  🍃 Ajeng's House🏡


    

__ADS_1


     Udara pagi ini cerah,,secerah perasaan Ajeng yang telah mengatakan semua rahasia yang tersimpan selama ini pada Andini juga semua orang tentang kematian sang ibu.


Dan hari ini Ajeng akan membawa Andini ke suatu tempat,,yang tak pernah di duga sebelumnya olehnya.


"Mungkin ini saatnya Andini dan mereka tahu semuanya" Batinnya


Ajeng akhirnya pergi ke kamar Andini..


"Din..Andini..apa mamah boleh masuk?!"kata Ajeng seraya mengetuk pintu kamar Andini


"Iya mah masuk aja,,gak di kunci" jawab Andini dari dalam.


Ajeng lalu masuk ke dalam kamar,,duduk di atas tempat tidur sedang Andini sibuk dengan laptopnya.


"Kamu lagi apa nak?!"


"Lagi buat surat lamaran kerja mahh,,Andini dengar akan dibuka lowongan sebagai perangkat desa,rencananya Andini mau ikutan"


"Ohh gitu,,jadi mamah ganggu dong nih?!"


"Ya nggak lah mahh,,kan Andini cuma  bikin konsepnya aja,,ngomong-ngomong ada apa mahh?!"


"Mamah mau ngajak kamu ke suatu tempat"


"Kemana mahh?!!"


"Nanti juga kamu akan tahu sendiri"


"Yahh mamah bikin penasaran saja,bilang sekarang mahh"


"Apa kamu mau tau apa isi dibalik pintu rahasia yang paling ujung diruang bawah tanah"


"Hemmm...tentu saja mahh,,So..mamah mau bawa Andini kesana?! Kapan mahh?!"


"Ya sekarang lah sayang"


"Mamah yakin mau masuk kesana lagi?!"Yakin gak akan sedih jika ingat eyang?!!"


"Tenang sayang,,mamah sudah bisa menerima semuanya,,maka dari itu sekarang mamah ajak kamu kesana"


"Ayo..siapa takut" kata Andini antusias.


"Ayo..kita kemon" kata Ajeng membuat Andini tertawa mendengarnya.


    Kedua ibu dan anak itu pun lalu menyusuri lorong rahasia dengan lentera di tangan.


Mereka melangkah kan kaki pelan dan saat tiba di depan pintu dibagian tengah yang pernah menjadi kamar rahasia Nyai Sekar,,Ajeng tiba-tiba berhenti.


"Kenapa mahh?!!"


"Apa mamah mau masuk kesana?!"


"Mamah gak papa sayang,hanya sedikit teringat eyang,,mamah sudah memutuskan gak akan masuk kesana lagi,,kamar itu hanya menyimpan kesedihan dan kenangan buruk"


"Ya sudah kalau begitu,,ayo kita teruskan mahh,,Andini sudah gak sabar ingin tahu rahasia dibalik pintu yang disana itu"


"Baiklah..Ayo sayang"


Tanpa disadari Andini,,Ajeng diam-diam berair mata namun segera di usapnya karena dia tak ingin Andini melihatnya menangis.


Ajeng dan Andini kembali menyusuri lorong menuju ke pintu paling ujung.


"Sudah siap nakk?!!"


"Tentu mamah,,cepatlah buka pintunya Andini sudah tak sabar ingin melihat apa yang ada didalamnya"


"Hemmm..sudah mamah duga kamu akan mengatakannya,,kalau urusan selidik menyelidiki kamu lah orangnya"


"Hahaha mamah ini bisa saja"


Ajeng lalu membuka pintu itu,,dengan anak kunci bertanda merah sedang anak kunci lainnya telah diserahkan pada mas Hadi.


"Ceklekk" kunci terbuka.


Lalu..


"Mahh ini koq seperti lemari ya?!!"


"Memang benar nak,,ini sebuah lemari namun dibalik pintu ini ada sebuah pintu yang menghubungkan dengan sesuatu yang tak pernah kamu duga sebelumnya.


"Benarkah mahh?!!" Apa itu?!!"


"Nanti kamu juga akan tahu sendiri nakk"


Ajeng kembali memasukkan anak kunci ke dalam pintu lemari itu..


Kembali terdengar suara "Ceklek"


Pintu lemari terbuka..


"Ayo nakk" ajak Ajeng pada Andini.


Ajeng dan Andini melangkah keluar dari dalam lemari,,memang benar sebuah pintu terlihat disana,,dan sebuah ruangan kosong dan terang menyambut kami kini,disana hanya ada beberapa kardus dan lemari ini yang berkamuflase sebagai pintu rahasia.


"Lalu yang disana itu pintu apa bu"


"Ayo kita kesana,,biar kamu segera tahu itu apa."


Ajeng lalu menggedor-gedor pintu itu,,aku yang kebetulan berada di meja makan bersama mas Hadi terkejut bukan main.


"Suara apa itu mas?!!"


"Seperti ada seseorang yang menggedor pintu ini sayang."


"Tapi sssiapa mas?!!" Bukan kah ruangan ini kosong?!!"


"Iya sayang aneh deh,,kamu tunggu disini dulu biar mas ambil kunci ruangan ini."


Mas Hadi segera ke kamar mengambil kuncinya.


Suara gedoran makin kencang terdengar,namun sengaja Ajeng tak bersuara dulu,dia bermaksud mengerjai ku dan mas Hadi.


Mas Hadi telah kembali bersama kunci ditangannya.


"Siapa disana?!!" Teriak mas Hadi.


"Aku.."


"Aku siapa?!!" Tanyanya lagi.


"Bukalah kamu akan tahu siapa aku" jawab Ajeng lagi.


"Apakah kamu orang jahat?! Atau pencuri yang sedang bersembunyi heh?!" Tanya mas Hadi penasaran.


"Percayalah aku orang baik" jawab Ajeng lagi sukses membuat Andini kebingungan akan tingkah sang mamah.


Sebenarnya Ajeng ingin sekali tertawa namun sedapat mungkin dia tahan agar tak cepat ketahuan.


Sementara mas Hadi akan membuka pintu,,aku telah menyiapkan sapu untuk jaga-jaga dan memukul jika orang itu berniat jahat.


"Ceklekkk..." pintu terbuka.


"Kriieeett..."Mas Hadi mendorong pelan pintunya masih dengan sikap waspada.


Betapa terkejutnya saat aku dan mas Hadi melihat siapa dibalik pintu itu,,ternyata mbak Ajeng dan Andini. Begitu pun sebaliknya,,Andini pun terkejut dan gak menyangka dengan apa yang terlihat di depan matanya kini.


"Mahh..Koq bisa seperti ini?!!"


"Iya mbak Ajeng tolong jelaskan pada kami maksud semua ini" kata mas Hadi takjub.

__ADS_1


"Tenang lah kalian semua,mbak pasti akan menjelaskannya"


Mbak sengaja membuat lorong rahasia dibawah sana yang menghubungkan dua rumah,,rumah lama dan rumah baru.


Ini mbak lakukan untuk memudahkan mbak memindahkan almarhumah ibu waktu itu,,karena Ajeng telah melakukan kebohongan atas kematian ibu,,agar tak ada yang tahu sehingga dibuatlah lorong ini,,para pekerjanya pun orang kepercayaan Ajeng,,yang sudah bisa dipastikan mereka bisa menyimpan rahasia ini,,biayanya yang telah dikeluarkan pun tidaklah sedikit"


"Astaga mbak Ajeng,,kami benar-benar tak menduganya" kata mas Hadi


"Mamah..mamah..Ada-ada saja idenya"


"Mbak Ajeng ini memang luar biasa,,hampir saja Maya pukul pakai sapu tadi,,Mya kira pencuri kesasar" kata ku menimpali.


"What?!! Pencuri kesasar?!" Kata Ajeng sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan,,menahan tawa.


"Iya mbak,,secara kami panik mendengar pintu yang tiba-tiba  digedor dari dalam,,padahal pintu terkunci."


"Hahaha..Itu artinya mbak sukses buat kalian terkejut."


"Nahh sekarang kalian sudah tahu jika ada lorong rahasia yang menghubungkan kedua rumah,,kalau keadaan darurat dan situasi berbahaya kalian bisa bersembunyi disana,dijamin takkan ada yang tahu."


"Tapi..mbak mohon jangan bilang siap-siapa tentang hal ini,cukup di antara kita saja"


"Baiklah mbak kami janji takkan mengatakannnya pada siapa pun." Kata ku dan mas Hadi.


"Okkey mah,,mamah tenang saja rahasia akan aman ditangan kita" Andini menimpali.


" Apakah kita mau berdiri saja disini?!" Kata ku.


"Ayo mbak,,Andini kita sarapan bareng" kata mas Hadi


"Iya mbak,Andini..Ayo kita sarapan sama-sama,,Maya banyak masak hari ini,,lauk pauknya juga banyak"


"Ayo mbak,,Din,,silahkan"


"Wahh kedatangan kami ternyata merepotkan kalian" kata Ajeng.


"Apa sih mbak,siapa juga yang direpotkan,justru kami senang dengan kedatangan dan supprise kalian tadi"


Akhirnya kami berempat sarapan bersama.


Ń1🍡🍡


      Usai sarapan kami duduk-duduk di teras,,karena hari ini hari minggu mas Hadi tidak mengajar.


Kami berempat masih berada di teras sambil bercerita,,banyak hal yang kami ceritakan,,dan aku berpikir untuk mengatakan semua tentang ibu ku padanya.


"Mbak,maaf sebelumnya ada hal penting yang ingin Maya sampaikan pada mbak,,mungkin ini waktunya mbak mengetahui yang sebenarnya,karena Maya juga baru tahu beberapa hari ini"


"Ada apa May?!! Koq serius sekali?!!


Aku ragu menceritakannya,,takut mbak Ajeng gak bisa menerimanya,,namun tatkala ku tatap mas Hadi dia memberi ku kode agar menceritakannya saja.


Aku pun mengerti dengan kode yang diberikan mas Hadi,,itu artinya dia mendukung ku dan aku tak perlu ragu lagi untuk menceritakannya.


Melihat ku terdiam mbak Ajeng lalu bertanya..


"May..Mayaa..Ada apa?!! Ceritakan saja sama mbak,,jangan ragu"


"Emmm..Begini mbak,,maaf kalau Maya lancang bertanya apakah dulu dalam hubungan rumah tangga orang tua mbak hadir orang ketiga?!" Tanya ku


Mbak Maya mengangguk.


Lalu dia pertegas jawabannya.


"Iya May,,kenapa tiba-tiba kamu tanyakan ini?!"


"Maya minta maaf mbak,,jika dengan mengatakan hal ini,,Maya gak ada maksud apa-apa hanya memperjelas semuanya saja."


"May kenapa harus minta maaf,katakan saja tohh kamu gak bikin salah kan karena berterus terang?!"


"Sudah sayang katakan saja,jangan ditahan biar semuanya terang" kata mas Hadi.


"Ada apa sih sebenarnya ini Di,,mbak jadi bingung,,tiba-tiba obrolan santai kita jadi berubah serius gini" Ayo May..lanjutkan ceritanya..kata mbak Maya lagi semakin penasaran.


"Sebenarnya..Sebenarnya..Orang ketiga itu adalah ibu kandung Maya mbak"


"Apaa?!!" Jadi..Kamu anak Puteri Ayu dengan ayahnya mbak, Raden Sastro?!"


"I-iya mbak..Maya juga baru tahu beberapa hari lalu setelah melihat dan membandingkan kedua foto mereka."


Awalnya Maya menemukan foto usang dari dalam kardus yang Maya bawa dari rumah lama,mas Hadi ternyata yang memasukkan itu,,yang mengira dia ibu Maya,,setelah Maya melihatnya,,Maya sendiri bingung ini foto siapa,,koq bisa ada didalam kardus,Maya perhatikan wajahnya difoto agak mirip dengan ibu,,Maya lepas foto itu dari fremnya karena mau Maya bersihkan,saat Maya melihat foto itu lagi,Maya menemukan ada tulisan dibelakangnya,,"Puteri Ayu 1924".


Berarti itu bukan foto ibunya Maya.


Maya kembali mencari tahu lewat mbok Jum,dengan menunjukan foto usang itu,,kata si mbok ini Puteri Ayu,Maya perlihatkan lagi foto ibu Maya yang sekarang memang sangat mirip.


Dan yang membuat bingung nama ibu Maya bukannlah Puteri Ayu tapi Suci Prameswari.


Maya tidak berhenti sampai disitu,,Maya lalu mencari tahu melalui sepupunya ibu,mbak Gadis


"Kata mbak Gadis dulu almarhumah ibu diganti namanya oleh kakek setelah almarhum ayah meninggal.


Maya pun bertanya siapa nama ibu dulu sebelum diganti,,kata mbak Gadis Puteri Ayu.


"Dari sini Maya mulai yakin jika benar ibu Maya itu Puteri Ayu yang dikenal oleh mbok Jum."


Mbak Maya menatap ku intens,kemudian..


"Memang sih jika diperhatikan dengan kedua foto ini,kamu mirip sekali dengan mereka May,,seperti kembar saja." Kata mbak Ajeng sambil memegang kedua foto yang ku perlihatkan tadi.


"Mbak,Maya harap mbak gak marah setelah mendengar pengakuan Maya ini"


"Gak May,,untuk apa mbak marah."


Jika kamu anak dari Puteri Ayu dan Raden Sastro itu artinya kita sodari seayah,,sama dengan sodari kandung"


Aku mengangguk..


"Itu yang sedari tadi ingin Maya ungkapkan mbak,namun Maya takut mbak marah dan gak bisa menerima kenyataan ini"


"Maya..Maya..Yang ada mbak beryukur kamu mengungkapkan jati diri mu yang sebenarnya,,kalau tidak mbak gak akan tahu jika kita sodari."


"Jadi..Mbak Ajeng bisa menerima Maya?! Meski Maya anak dari madu ibunya mbak?!!"


"Tentu saja May,,kenapa tidak,,justru mbak senang mendengarnya,ini kabar baik"


Ini cara yang kuasa mempertemukan kita,,begitu indah dengan kamu yang menikah dengan Hadi,,jadi mempermudah semuanya,,hal yang patut kita syukuri."


"Makasih mbak,Maya sangat senang saat tahu kita adalah sodari"


"Iya May,,mbak juga senang,sangat senang,,cerita masa lalu itu adalah takdir,,biar menjadi urusan mereka pada yang kuasa,dan yang sekarang adalah saatnya bagi kita mempererat silaturahmi."


"Mbak benar,,sekali lagi makasih ya mbak"


"Sama-sama adikku." Kata mbak Ajeng seraya memeluk ku.


Bulir bening itu gak bisa ditahan,,begitu pun halnya mas Hadi dan Andini,,ikut terharu menyaksikannya.


"Alhamdulilah ya Allah,engkau permudah urusan kami" doa ku dalam hati.


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


N/B :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.


                                With Love

__ADS_1


                             DianadieNcess😘


   


__ADS_2