DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 25 DIMANA AKU?!


__ADS_3

     Hari ini terjadi kehebohan dirumah ku,,apalagi kalau bukan kepanikan yang tengah menghampiri mbok Jum dan Bayu atas menghilangnya diriku secara tiba-tiba.


Ketika mbok Jum baru bangun dan akan ke dapur dia melihat pintu depan terbuka lebar,,sesaat kemudian dilihatnya Bayu masih meringkuk di sofa ruang tengah dengan kain sarungnya.


"Sopo sih yang sepagi ini keluar rumah?!" Wong jelas-jelas di luar iku masih gelap gulita" gumamnya sambil berjalan ke arah pintu untuk memeriksanya.


"Bayu masih tidur,,lantas siapa yang telah membuka pintu?! Apa neng Maya yo?! Tapi opo iyo neng Maya sudah jalan-jalan sepagi iki?"


Gumamnya.


Mbok Jum menengok keluar,,tak ada siapa pun,,hanya pintu pagar saja yang juga ikut terbuka.


Mbok lantas menutup pintu depan,,lalu melangkah menuju kamarku,,untuk memastikan apa benar aku yang keluar.


Beberapa kali mbok Jum mengetuk pintu kamarku,,mengharap aku bisa segera terbangun dan membukakan pintu untuknya,,namun harapannya itu sia-sia karena saat ini aku berada jauh dari dari rumah,,entah dimana aku.


Menyadari tak mendapat respon dari ku,mbok Jum berinisiatif membuka pintunya yang tidak terkunci.


Alangkah terkejutnya dia ketika tidak menemukan ku dikamar.


"Berarti benar neng Maya yang keluar,,tapi kenapa pintu dibiarkan terbuka olehnya" batinnya seraya berpikir keras akan tindakan ku tadi.


"Ohh mungkin neng Maya hanya berjalan-jalan dekat sini saja" kembali batin mbok Jum bicara mencoba menepis pikiran buruk yang datang.


"Baiklah aku akan mencarinya sekarang,,takut dia ada apa-apa secara hamil besar,,bisa saja dia lemas karena kelelahan" batinnya lagi seraya menutup pintu kamar ku dan berjalan keluar untuk mencari ku.


Perlahan keremangan subuh berganti dengan semburat kemerahan di ufuk timur,,pagi menyapa.


"Cit..cit..cuiciit"


Nyanyian burung dipepohonan ikut menyambut pagi nan cerah ini namun tak secerah perasaan yang melingkupi mbok Jum yang sedari tadi berkeliling mencari ku namun tak jua bertemu.


"Ohh Gusti...kemana sih neng Maya iki,,harusnya kan pamit si mbok kalau mau jalan-jalan pagi,,bikin cemas saja" gumamnya lirih.


Setelah setengah jam mencari mbok Jum memutuskan kembali ke rumah.


"Siapa tahu neng Maya sudah balik" pikirnya.


Setibanya dirumah,,mbok Jum lalu menanyakan pada Bayu,,apakah aku sudah datang,,tapi kata Bayu dia tak melihat ku.


Satu jam,,dua jam,,tiga jam berlalu aku tak kunjung pulang,,kecemasan semakin jelas terpancar di wajah mereka.


"Kemana sih perginya mbak mu iku yu?!"


"Ya mana Bayu tau bu'e,,Bayu kan dari tadi tidur"


"Emang kamu gak dengar pintu dibuka saat mbak mu pergi??"


"Gak dengar bu'e"


"Oalaaahh kamu iki Yu,,terang saja gak dengar,,kamunya tidur kayak kebo gitu,,mungkin kalau bom yang meledak baru kamu terbangun"


"Bu'e...Bu'e,,kalau bom yang meledak gimana Bayu bisa bangun wong Bayunya ikutan hangus koq"


"Oalaahh cah gendeng,,orang lagi panik di ajak bercanda..Sudah Yu ayo sana buruan cari mbak mu iku,,takut dia kenapa-napa,,nanti apa kata nak Hadi yang sudah percaya menitipkan istrinya sama bu'e"


"Iya bu..Iya..ini Bayu mau nyari kesekitar sampai belakang rumah"


"Iyo..iyo buruan,,mana hari ini mas mu datang lagi,,kalau mbak mu iku gak balik juga apa yang akan ibu katakan padanya nanti"


"Yowes bu'e tenang dulu,,Bayu yang akan mencarinya"


Lalu beranjak dari duduknya untuk mencariku.


"Ya Allah..Lindungi neng Maya dan bayi dalam kandungannya" pinta mbok Jum dalam doanya.


🍡🍡🍡


      Sudah setengah hari mbok Jum dan Bayu mencari ku namun tak jua bertemu,,bahkan para tetangga juga suda ditanyakan apa ada yang melihat ku,,lagi-lagi jawaban yang sama mereka lontarkan jika mereka tak melihatku.


Mbok Jum dan Bayu semakin terlihat cemas dan gelisah menunggu kedatangan ku dan pencarian yang tak membuahkan hasil sampai mas Hadi datang dan menanyakan ku pada mereka.


Mereka nampak bingung menjawab pertanyaan mas Hadi,saat dia bertanya dimana dan kemana aku.


Mbok Jum lalu menceritakan semua sesuai dengan apa yang terjadi dan dilihatnya.


"Jangan-jangan Maya ngelindur mbok" kata mas Hadi.


"Emang istri mu iku biasa begitu Di?!" Tanya mbok Jum.


"Akhir-akhir ini saja sih mbok,,sebelumnya gak pernah."


Kemarin Hadi menemukannya tidur di depan kamar,,lalu yang kedua Hadi menemukannya tidur di depan toilet"


"Lohh koq iso yo?!!"


"Iya mbok Hadi juga bingung akan tingkahnya yang aneh,tidur sambil berjalan itu


"Dia juga bilang selalu mengalami kejadian aneh setiap kali hal itu terjadi mbok"


"Kejadian aneh seperti opo sih maksudnya Di?!"


"Katanya dia melihat penampakan dan berinteraksi dengan mereka"


Hadi sih setengah percaya setengah tidak pada ceritanya,,bisa saja kan semua itu halusinasinya karena kelelahan"


"Biso jadi iku Di


"Apa sudah dicari disekitar rumah mbok?!"

__ADS_1


"Sudah Di,,si mbok dan Bayu sudah berkeliling bahkan menanyakan pada tetangga siapa tau ada yang lihat,,namun gak ketemu dan sepertinya memang gak yang melihatnya."


(Kemana sih kamu May?!!" Batinnya)Tanya yang diliputi kecemasan didiri mas Hadi kini.


"O'iya Di coba kamu tanyakan Ajeng siapa tau dia mampir kesana"


"Iya mbok,,sebentar Hadi telpon mbak Ajeng dulu"


Mas Hadi lalu menelpon mbak Ajeng,,tapi katanya tak ada aku disana.


Sesaat kemudian mas Hadi menutup telponnya.


"Gimana Di?!! Ada?!! Tanya mbok Jum penasaran.


"Gak ada juga mbok"


"Hadi benar-benar cemas sekarang mbok,,mengingat dia yang sedang hamil"


"Iyo Di,si mbok juga mencemaskannya,,semoga dia baik-baik saja dan dalam lindunganNya"


"Aamiin.."


    Ketika Hadi disibukkan oleh pikirannya tentang keberadaan Maya kini,,Bayu datang untuk memberitahukan jika dia tidak menemukan mbaknya itu meski dia telah mencarinya kemana-mana.


Hadi semakin nelangsa saat kepulangannya harus dihadapkan pada masalah ini,,padahal Hadi  begitu merindukan istrinya itu setelah tiga hari kepergiannya.


Para tetangga juga tak tinggal diam mereka ikut mencarinya ke sekitar kompleks namun tak jua menemukannya.


Hari beranjak sore,, sore berganti malam namun Maya tak jua kembali dan tak kunjung ditemukan.


🍡🍡🍡


   Di kamarnya,, Hadi duduk ditepi tempat tidur sambil menatap foto sang istri yang tengah tersenyum.


"Kamu dimana sayang,,semua mencemaskan mu saat ini" seraya mengajak foto yang ada dalam figura kecil itu bicara.


Tak terasa air matanya menetes membasahi kaca figura yang segera di usapnya lalu kembali meletakkannya di atas buffet ketika mendengar ketukan di pintu dan suara mbok Jum yang memanggilnya.


Pintu dibuka..


"Iya mbok,,ada apa?!!"


"Di..Sebaiknya kamu makan dulu,,si mbok sudah siapkan nasi goreng di meja makan"


"Hadi gak lapar mbok,,mbok sama Bayu saja yang makan"


"Jangan gitu Di,,kamu harus makan,,nanti kamu sakit,,si mbok perhatikan dari sepulangnya kamu tadi,,kamu belum makan"


"Hadi gak selera makan mbok,,Hadi kepikiran Maya"


"Nanti setelah 24 jam jika Maya belum kembali atau belum ditemukan kamu lapor polisi saja Di,biar mereka turun tangan mencarinya."


"Iya Di,,mbok bahkan semua orang mengharapkan hal yang sama,,lihatlah tetanggamu mereka tidak tinggal diam,,mereka masih berkeliaran di sekitar sini untuk mencari istrimu"


"Mbok benar,,mereka memang tetangga yang baik dan peduli"


"Sekarang kamu makan dulu gih,,mbok gak mau kamu sakit"


Hadi pun menuruti kemauan mbok Jum,,dia makan meski beberapa suapan saja,,hanya untuk menghargai mbok Jum yang telah bela-belain membuatkan makan mala4fm untuknya.


Ketika baru selesai makan malam Hadi lalu kembali akan mencari istrinya yang hilang tanpa jejak.


"Mbok Hadi mau nyari Maya lagi ya,,si mbok dirumah saja,,siapa tahu nanti Maya pulang"


"Iya Di..Kamu hati-hati yo"


"Iya mbok" kemudian akan berlalu dari sana,,namun hanya beberapa langkah,,Hadi dikejutkan oleh panggilan Bayu padanya.


"Emmm mas Hadi biar Bayu temenin yo nyarinya?


"Boleh Yu,,Ayo.."


"Okey mas,bu'e Bayu berangkat ya nemenin mas Hadi"


"Iyo Yu..Kalian hati-hati"


    Malam ini mas Hadi dan Bayu  berkeliling mencari bersama para tetangga lainnya.


Berharap diriku segera ditemukan.


Tapi apakah aku masih bisa kembali ke dunia ku jika aku tak tahu jalan pulang dan entah sampai kapan aku terjebak disini.


🍡🍡🍡


     Malam semakin larut,,jam didinding ruang tengah menunjukkan pukul 02.00 dini hari namun mas Hadi dan Bayu belum juga kembali dan mbok Jum semakin dibuat cemas saja.


Mbok Jum masih terjaga di kamarnya,,dia tak bisa memejamkan mata karena terus kepikiran padaku.


Juga menunggu kedatangan mas Hadi dan Bayu,,mbok Jum berharap mendapatkan kabar baik dari kedatangan mereka nanti.


🍡🍡🍡


 


🍃 Ajeng's Houses


     Nyai Sekar nampak sumringah ketika mengetahui kabar yang didapatnya dari Brajamaya,,yang tak lain sahabat gaibnya,,yang identik dengan kebaya merah dan rambutnya yang di konde.


Bagaimana tidak Brajamaya  mengatakan jika dia telah berhasil menculik Maya yang tengah hamil besar itu dan kini telah disembunyikannya disebuah tempat menunggu saat yang tepat untuk di eksekusi.

__ADS_1


"Kerja bagus Brajamaya" Nyai Sekar memujinya.


"Itu artinya sebentar lagi kita berpesta Nyai!! Hihihii.." Seraya tertawa melengking yang membuat merinding siapapun yang mendengarnya.


 "Sekarang pergilah Brajamaya,,awasi tawanan mu itu!!"


"Baik Nyai!!"


  Brajamaya lalu menghilang menembus tembok menuju tempat Maya disekap.


  


🍃 Di Sebuah Hutan Belantara.


 


     Sesuai perintah Nyai Sekar,,Brajamaya nampak berkeliaran disekitar tempat ku disembunyikan.


Dia terus mengawasi ku dari luar rumah kayu ini.


Rumah kayu??!! Apa benar?!"


Benar itu rumah kayu dalam penglihatan Maya yang tengah dibawah pengaruh sihir darinya,namun yang sebenarnya hanyalah sebuah pohon beringin tua yang di sekitarnya di tumbuhi semak belukar.


Dan aku sedang duduk bersandar di pohon dan tertutup semak.


Entah sudah berapa lama aku disini,,yang jelas aku merasakan suasana yang berbeda..senyap


Tak ada bunyi-bunyian sedikit pun bahkan kicauan burung saja tak ada padahal yang aku tahu kalau dihutan biasanya banyak sekali burung juga binatang lainnya,,tapi aku tak pernah melihat atau pun mendengar suaranya.


 


Saat aku akan mencoba berdiri dari duduk ku,,akan keluar mengamati situasi sekitar siapa tahu ada jalan untuk keluar dari sini namun rumah ini sepertinya tak memiliki jendela satu pun,,benar-benar rumah yang aneh,,dan yang paling aneh lagi aku  sedikit pun tidak merasakan kegerahan meski rumah ini tak berjendela.


Aku juga tak merasakan lapar sedikit pun,,mungkin bayi ku juga begitu karena sedari semalam aku disini dia hanya diam tak bergerak aktif seperti di awal.


Saat aku menyadari rumah ini tak berjendela,,mata ku berpindah pada pintunya,lalu mencoba membukanya,, namun terkunci.


"Ada apa ini sebenarnya?!!"Aku dimana?!!"Gumam ku diantara rasa sadar dan tidaknya diriku.


Aku kembali duduk bersandar pada didinding kayunya yang sedikit lapuk itu,,entah apa sebabnya aku jadi teringat pada mimpi ku beberapa waktu lalu.


Aku baru sadar jika aku pernah ke tempat ini sebelumnya saat aku mengalami kejadian aneh itu.


"Iya..tempat ini..tempat yang sama dengan waktu itu" batinku.


"Suasananya,,bangunan rumahnya,juga tak ada jendela dan yang pasti sosok yang membawaku juga sama" batinku lagi.


Masih menatap sekeliling mencoba mengamati keadaan sekitar.


Benar semuanya tak ada yang berbeda.


"Tapi apakah aku akan mendengar suara yang sama,,suara anak kecil yang membantu ku waktu itu"


"Semoga saja..Semoga ada yang akan menolong" harap ku dalam cemas.


Aku memejamkan mata,,sambil memijat pelipisku,,berharap sakit dikepala ku ini berkurang.


Tanpa ku sadari diluar Brajamaya terus menyeringai,dia mengawasiku.


Dan benar saja,,disaat mata ku terpejam aku mendengar ada yang berbisik ditelingaku, suara anak kecil..iya benar..suara yang sama dengan waktu itu.


"Apakah semua ini dejavu?!!" Entahlah..


Aku mendengarkan dengan seksama suara itu..karena suaranya yang begitu pelan,,mencoba menangkap maknanya.


"Bunda..berdoalah padaNya,,agar bunda dilindungi"


Tanpa terasa air mata ku menetes,,setelah mendengar suara anak kecil itu.


Dan tiba-tiba saja mulutku berkata..


"Terimaksih nakk"


Aku lalu melafazkan berbagai doa perlindungan yang aku bisa,,memohon pada yang kuasa untuk melindungi ku.


Dan tanpa ku ketahui sedikitpun Brajamaya yang sedari tadi di luar


berteriak keras,,menutup kedua telinganya dengan telapak tangannya yang berjari panjang, berkuku runcing dan hitam itu.


"Panaas....Panaaasss...Hentikaaann...


Panaaassss" Teriaknya.


Lalu menghilang entah kemana.


Seiring dengan asap hitam yang mengepul,,dan sukses membuat ku mencium aroma bangkai busuk,,membuatku seketika mual dibuatnya.


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


Note :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.


                                With Love


                             DianadieNcess😘

__ADS_1


__ADS_2