
🍃 Pagi ini dikediamanku..
"Sayang sudah belum?!! Jangan sampai bu Hanin menunggu,,bukankah tadi kamu sendiri yang bilang jika beliau akan ada pasien yang mau melahirkan yang mau bu bidan samperin nanti?!"
Suara teriakan mas Hadi dari arah ruang tengah yang letaknya dekat dengan kamar.
"Iya mas sebentar,Maya lagi siap-siap,,udah mau selesai koq"
"Benar-benar gak sabaran mas Hadi ini kalau sudah urusan cek kandungan" gumamku seraya menutup pintu kamar.
"Sudah sayang??!!" Kata mas Hadi sesaat setelah melihatku keluar dari kamar.
"Iya mas,,ayo berangkat"
Dalam hati aku bersyukur sekali punya suami siaga seperti mas Hadi,,meski sekarang ini jadi lebih bawel dan protektif sejak kehamilan ku .
Di tengah kesibukannya,dia masih menyempatkan diri menemaniku periksa kandungan.
Seperti hari ini mas Hadi mengantarku ke klinik desa bidan Hanin untuk memeriksakan kandungan ku,,yang jika aku tak salah hitung sudah bulan ke tujuh sekarang.
🍡🍡🍡
🍃Klinik Desa Bidan Hanin..
Bu Hanin telah selesai memeriksa ku..kami duduk saling berhadapan di depan meja periksa yang ada di ruang itu.
Lalu..
"Bagaimana kondisi istri dan calon bayi kami bu bidan?!" Tanya mas Hadi antusias.
"Wahh bu Maya ini benar-benar beruntung punya suami siaga seperti Pak Hadi"
Sejauh ini kondisi istri dan bayi anda baik-baik saja dan sehat pak Hadi,,tak ada yang perlu dikhawatirkan"
"Alhmdulilaah.." kata mas Hadi yang terlihat sangat senang mendengarnya.
"Berapa bulan usia kandungan saya bu bidan??!" Tanyaku.
"Dari pemeriksaan satu minggu lagi masuk bulan ketujuh bu Maya,,berdasarkan perhitungan tadi kurang lebih dua bulan tujuh hari lagi kalian sudah bisa menimang si kecil" jawab bidan Hanin.
Senyum menghiasi wajah ku juga mas Hadi setelah mendengar penuturan bidan Hanin.
Bagaimana tidak,,kehadiran bayi ini sangat kami nantikan.
"Alhamdulilah,,gak sabar rasanya saya bu untuk bisa segera menggendongnya "kata mas Hadi disertai ekspresi kegembiraannya.
"Semoga dilancarkan dalam proses kelahirannya nanti ya bu Maya,,Pak Hadi,,yang terpenting jaga kesehatan" pesan bu bidan pada kami sesaat sebelum kami pamit pulang.
🍡🍡🍡
Di perjalanan menuju rumah,,mas Hadi tak hentinya tersenyum,,meski tangannya sedang menyetir namun dia terus saja memandang wajah ku lalu sesaat kemudian berpindah kebagian perut yang kini menyembul dibalik terusan yang ku kenakan.
Aku yang kini duduk disebelahnya menyadari mas Hadi yang tengah menatap ke arahku,,membuatku bertanya padanya..
"Ada apa mas,,koq liatin Maya segitunya??!"
"Perasaan sejak hamil kamu jadi tambah cantik sayang"
"Mas ini..gombal aja,,fokus dong mas nyetirnya"
"Iya sayang..iyaa..keselamatan kalian prioritas mas sekarang"
Mobil terus melaju membelah jalanan desa, nampak bulir-bulir kecil mulai berjatuhan menimpa kaca bagian depan mobil,,gerimis mulai turun.
Untung saja jarak dari rumah ke klinik bidan Hanin tak begitu jauh,,sehingga kami sudah sampai di rumah ketika hujan telah benar-benar turun dengan derasnya.
Siang ini terasa begitu dingin,,suara air langit yang jatuh ke bumi menghadirkan melodi tersendiri,,suara desir angin yang bertiup kencang menjadi pelengkap suasana,,apalagi makan siang ku agak banyak tadi,,membuatku di dera kantuk seketika.
Ku lihat mas Hadi di sebelah ku telah lebih dulu terlelap,,mungkin suasana seperti ini saat yang tepat untuk melepas penat.
Karena jarang-jarang mas Hadi bisa tidur siang dikarenakan kerjaannya yang terkadang harus dilanjutkan di rumah,mencari beberapa referensi di internet untuk melengkapi bahan pengajarannya,,begitu pun dengan ku yang memang tak terlalu suka tidur siang karena aku akan susah tidur jika malam harinya.
Tapi berbeda dengan hari ini,,mungkin suasananya sangat mendukung untuk tidur siang, sehingga kami merasa tak ingin melewatkan moment ini dan rehat adalah jawabannya.
Baru setengah jam aku terlelap,tiba-tiba terbangun karena dikejutkan oleh suara gaduh dari arah belakang.
__ADS_1
Ku lihat mas Hadi masih tertidur pulas,,lalu segera ku langkahkan kaki menuju ke dapur,mencoba mencari tau keributan tadi.
Ku tutup pintu kamar,berdiri di depan pintu dengan tangan masih tertempel pada handlenya,,mengamati situasi sekeliling..
Hening..sama sekali tak ada suara..
Dengan langkah waspada aku melangkahkan kaki pelan menuju dapur,,tak ku temukan apapun disana,,perabotan masih tersimpan rapi di tempatnya,,sama sekali tak ada bekas-bekas keributan seperti yang ku dengar tadi.
Aku berbalik,,kembali melangkahkan kaki menuju ke kamar..
Tapi sesaat kemudian ku hentikan langkah ku tepat di depan gudang penyimpanan barang rongsokan itu,,karena lamat-lamat aku seperti mendengar ada suara dari dalamnya,,suara dua orang yang sedang bertengkar namun tidak begitu jelas apa yang diributkan.
Aku sedikit berjongkok dan mengintip melalui lubang kunci ke bagian dalamnya..
Tak ada orang lain yang ku temukan di disana,,hanya ada beberapa kardus yang terlihat dari lubang kunci.
Bayi dalam kandungan ku bergerak aktif seiring dengan perasaan gelisah yang menyelimuti,sama seperti kemarin,saat aku melakukan hal serupa di depan gudang ini.
Ketika aku sedang fokus mengamati,
tiba-tiba saja ada yang menyentuh pundakku,membuatku lemas seketika,apalagi saat cengkraman itu terasa semakin kuat,ku tolehkan kepalaku,ku dapati mas Hadi tengah berdiri dibelakangku dengan wajah heran.
"Mas Hadi..iihhh..bikin kaget aja deh"
"Kamu itu ngapain sih sayang koq ngintip-ngintip gitu??"
"Maya barusan dengar suara orang bicara dari dalam gudang mas"
"Masa sih,,kan isinya cuma perabotan tak terpakai milik mbak Ajeng,kamu salah dengar kali sayang,,mmungkin ada tetangga lewat dibelakang rumah"
"Entahlah mas,,tapi sepertinya suara itu berasal dari dalam sana"
"O'iya mas,,dimana kunci gudang ini??"
"Buat apa sayang?!"
"Ya buat masuk ke dalam lah mas,,Maya mau liat langsung keadaan di dalam sana"
"Tapi kan sayang,,kata mbak Ajeng di dalamnya penuh sama perabot,apa tidak merepotkan nanti jika kita harus merapikannya lagi,,mas tak ingin kamu kecapekan"
"Ah itu mahh akal-akalan mbak Ajeng aja,,atau memang ada yang disembunyikan mbak Ajeng disana"
"Sini deh mas,,coba mas lihat sendiri ke dalam,,apa ruangan itu penuh dengan perabotan??!"
Aku segera menyingkir dari depan pintu,,untuk memudahkan mas Hadi mengintip ke dalam melalu lubang kunci,,aku ingin dia percaya jika penjelasan ku tadi beralasan.
Dengan posisi jongkok,,mas Hadi pun mengikuti mau ku,,mengintip ke dalam.
Sesaat ku lihat ekspresi wajah mas Hadi yang sedikit berubah,,mungkin dia menyadari jika mbak Ajeng telah berkata tak sesuai fakta.
("Maya benar,,ruangan ini tak penuh perabot seperti perkataan mbak Ajeng dulu,,anehh..!!" Batin Hadi).
"Bagaimana mas??!!" Apa yang kamu lihat dibalik pintu itu??!! Apakah ruangan yang penuh dengan barang atau hanya beberapa saja??!!" Tanyaku
"Ruangannya tak begitu penuh seperti yang dikatakan mbak Ajeng sayang"
"Apa mas tidak penasaran dengan ruangan itu sekarang sehingga mbak Ajeng sanggup berkata tak sesuai fakta??!!"
"Tentu saja penasaran sayang"
"So...?!? tunggu apalagi mas,,cepetan ambil kuncinya,,kita lihat ke dalam"
"Iya..iya sayang,,mas akan ambil kuncinya,tunggu sebentar ya"
Mas Hadi lalu ke kamar mengambil kunci gudang itu.
Tak lama kembali dengan beberapa anak kunci ditangan.
Setelah memilih di antara beberapa anak kunci itu,akhirnya mas Hadi berhasil menemukan kunci yang dimaksud,sempat ku lihat tanda merah pada kuncinya,,seolah membedakan dari anak kunci yang lain,yang tak memiliki tanda.
Dan aku makin merasa yakin jika ada sesuatu yang disembunyikan di tempat ini.
"Ceklek..ceklekk" Suara anak kunci yang diputar,dan terbuka.
"Kriieettt" Mas Hadi mendorong pelan pintunya.
Beberapa saat terdiam seperti menanti sesuatu.
__ADS_1
Lalu...
"Ada apa mas,,koq berhenti didepan pintu,,ayo masuk"
"I-iya sayang,,mas hanya mengamati situasinya saja"
("Sama sekali tak ada perabotan jatuh keluar dari ruangan ini akibat terlalu penuh,,kenapa mbak Ajeng berbohong??!!"
Ataukah ada sesuatu yang sengaja disembunyikan mbak Ajeng disini??!)
Pertanyaan yang ada di benak mas Hadi saat ini setelah melihat kenyataannya.
"Mas..koq bengong lagi..kenapa sih mas??!!"
"Gak papa sayang,,ayo masuk"
Aku dan mas Hadi lalu masuk ke gudang itu,,kenyataan yang terlihat tak sesuai dengan apa yang dikatakan oleh mbak Ajeng.
Ruangan ini tak terlalu penuh,,hanya ada beberapa kardus,,dan sebuah lemari tua di pojokan.
Setelah melihat ke dalam barulah aku percaya jika pendengaran ku tadi mungkin saja salah,,tak ada orang lain yang berada disini.
Tapii..kenapa logika dan perasaan ku kali ini tak sejalan??!!"
Perasaan ku mengatakan jika apa yang ku dengar tadi benar adanya,,ada sesuatu disini.
Logika ku berkata mungkin aku salah dengar karena tak ada siapa-siapa disini selain aku dan mas Hadi.
"Tuhh kan sayang tak ada siapa-siapa dsini,,fix itu artinya kamu salah dengar"
"Hemmm..entahlah mas"
"Ya sudah ayo kita keluar,,buat apa berlama-lama ditempat ini,,banyak debunya sayang"
"Iya mas,,ayo.."
Aku dan mas Hadi segera keluar,,lalu mas Hadi kembali mengunci pintunya.
🍡🍡🍡
🍃 Kamar Rahasia,,Ruang Bawah Tanah
Nampak wajah Nyai Sekar terlihat menegang,,begitu pun dengan Ajeng.
Bagaimana tidak,,keduanya baru saja habis bertengkar hebat.
Nyai Sekar masih keukeuh minta dilepaskan dari ikatan ijuk yang mengelilingi dipannya.
Sementara Ajeng tetap dengan pendiriannya yang tak ingin dan tak akan melepaskan ikatan tali ijuk itu.
"Jangan jadi anak durhaka kamu Ajeng!!!" Aku ini ibu mu!!! Tak layak kamu perlakukan ibu seperti ini!!!"
"Maafkan Ajeng bu,,sedikit pun tak ada niat Ajeng untuk membuat ibu menderita,,Ajeng lakukan ini semua demi kebaikan ibu,,kebaikan kita semua,,tolong ibu mengerti itu. Jangan menambah sulit posisi Ajeng bu...Ajeng mohon"
"Kamu yang menyulitkan ibu!!! Andai kamu tak mengurung ibu disini dan mau membuka ikatan tali ijuk ini,,ibu takkan menderita,,mungkin sekarang ibu sudah bisa memenuhi perjanjian itu,,dan membalaskan dendam ibu pada Ayu si "jalang" itu!!!"
"Sekali lagi maafkan Ajeng ibu,,Ajeng tak bisa memenuhi maunya ibu"
"Ternyata kamu tidak kasihan sedikit pun pada ibu,,sampai hati kamu melihat ibu mu ini sengsara!!!"
"Maafkan Ajeng bu..." seraya berairmata lalu segera pergi dari kamar itu,,meninggalkan Nyai Sekar dengan kekesalannya.
Ternyata benar keributan dan suara seperti dua orang sedang bertengkar yang di dengar Maya tadi dari dalam gudang itu rupanya pertengkaran antara Ajeng dan Nyai Sekar.
Itu artinya perasaan Maya lebih peka dan perasaan peka itu pengaruh dari bayi dalam kandungannya,,meski Maya tidak menyadari..
Jika bayinya itu istimewa...👀
🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
N/B :
Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.
Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.
With Love
__ADS_1
DianadieNcess😘