DIA ADA DISANA

DIA ADA DISANA
PART 36 KEMBALI KE MASA LALU


__ADS_3

       Hari berganti hari,,tak terasa kehamilan ku telah memasuki bulan ke 9,,bahkan tinggal menunggu hari kelahirannya saja.


Aku dan mas Hadi sangat antusias menyambut kelahiran anak pertama kami meski belum mengetahui jenis kelaminnya,,namun apapun yang kami dapatkan nanti bayi laki-laki atau pun perempuan,kami hanya bisa berharap yang terbaik dan menjadi anak yang sholeh-sholelah.


Mbak Ajeng dan Andini pun seiring waktu telah bisa menerima semuanya,,perlahan kesedihan bisa mereka atasi,,dan kembali beraktifitas seperti sediakala.


🍡🍡🍡


     Sore ini aku bersantai di ruang tengah bersama mas Hadi sambil menonton televisi,,ditemani teh hangat dan beberapa cemilan yang ku letakan dalam toples kedap udarap agar tetap awet.


Sampai me tima ku dan mas Hadi terusik dengan sebuah ketukan dipintu,,disusul ucapan salam dari seseorang.


"Assalamualaikum" panggilnya


"Waalikum salam" jawab ku dan mas Hadi bersamaan.


Menyadari ada tamu mas Hadi lalu beranjak dari duduknya untuk membukakan pintu.


Pintu dibuka..nampaklah sosok yang tak asing lagi didepan mas Hadi,dialah Bayu.


"Ehh kamu tohh Yu,,ayo masuk!!Kita keruang tengah aja Yu" Ajak mas Hadi.


Melihat ku yang sedang duduk santai di ruang tengah Bayu tersenyum dan menyapaku..


"Gimana kabarnya mbak?!!"


"Alhmdulilah baik Yu,,kamu gimana kabarnya?!


"Syukurlah,alhmdulilah baik juga mbak"


"Alhmdulilah,,kalau si mbok,,sehat?!"


"Iya mbak beliau sehat"


"Ada apa Yu?! Tumben nih?!!" Tanya mas Hadi.


"Ayo Yu kita ngobrolnya sambil  duduk saja" kata mas Hadi


Bayu lalu mengambil tempat duduk berseberangan dengan ku dan mas Hadi.


Aku lalu menuangkan teh hangat dari dalam teko ke cangkir lalu ku letakkan di depannya.


"Silahkan Yu,diminum,ini cemilannya" kata ku seraya mendekatkan toples cemilan di dekat cangkir tehnya.


"Makasih mbak,mas,,kalau gitu Bayu minum dulu ya baru ngobrol"


"Silahkan Yu,kamu ini kayak sama siapa saja,,gak usah sungkan Yu,karena kita keluarga" kata mas Hadi lagi.


"Ada apa toh Yu?!"


"Begini mas,,Bayu mau di ajarin bikin surat lamaran kerja,rencananya besok Bayu mau masukin lamaran,mumpung sedang dibuka lowongan sebagai perangkat desa."


"Ohh gitu Yu,,Baiklah tunggu sebentar mas akan tunjukan konsepnya ke kamu"


"Baik mas"


 


 Sementara mas Hadi beranjak untuk mengambil sesuatu,,aku kembali menyuruh Bayu untuk menikmati cemilannya.


"Ayo Yu,,ini di cobain cemilannya,jangan diliatin aja"


"Iya mbak,,wahh sepertinya dedek bayi sebentar lagi nongol nih mbak?!"


"Iya Yu,udah masuk bulannya"


"Semoga persalinannya nanti lancar dan diberi keselamatan keduanya" doa Bayu.


"Makasih ya Yu" kataku.


Sesaat kemudian mas Hadi kembali dengan laptopnya,,membuka beberapa file yang ada disana,,tak berapa lama muncul banyak tulisan dilayarnya.


"Nah,,ini Yu konsep surat lamaran kerjanya,,seraya mengarahkan layar laptop pada Bayu.


Bayu terlihat fokus membacanya.


"Ini dia mas yang Bayu mau,bolehkan mas Bayu membuat yang seperti ini?!"


"Ya boleh lah Yu,,tapi ada beberapa bagian yang harus kamu ubah,,seperti yang dibagian ini Yu" kata mas Hadi menjelaskan panjang lebar pada Bayu.


Bayu terus memperhatikan sambil sesekali dia mengangguk tanda memahami.^


"Yowes mas,,tak salin yo konsepnya"


"Silahkan Yu"


Setelah selesai,,berbincang sebentar,,Bayu pun pamit pulang.


🍡🍡🍡


       Malam ini begitu cerah,,langit malam berhias ribuan bintang,,bulan seolah tersenyum padaku yang kini menatap takjub melalui kaca jendela kamarku.


Sebenarnya aku ingin sekali duduk di teras depan namun kata mas Hadi cukup lihat dari dalam saja,,diluar banyak nyamuk.


Ya sudah aku menurut saja dari pada mendengar ocehannya karena saking protectifnya dia padaku.


Tak lama berselang melanjutkan obrolan di tempat tidur.


Kami berbincang hingga larut,,banyak hal yang menjadi topik pembicaraan kami malam ini karena setelah kepergian ku beberapa waktu lalu kami sedikit melupakan kebiasaan yang sering kami lakukan dulu berbincang sebelum tidur,,share tentang banyak hal.


"Sayang besok kan mas gajihan,,mas punya rencana untuk mengajak kamu berbelanja keperluan untuk dedek bayi,,kan sejauh ini kita belum melakukan persiapan apapun padahal sebentar lagi kamu lahiran"


"Iya sih mas,,ya sudah terserah mas saja jika maunya begitu,,Maya ikut aja"


"Besok kita sama-sama ke toko yang menjual peralatan bayi,,kita bisa membeli apa saja yang diperlukan untuk menyambut kedatangan si kecil,,sekarang kita tidur,besok mas harus berangkat lebih pagi,,biasa lah kepsek pasti akan pengarahan secara akan mulai ajaran baru."


"Iya mas,,Maya juga capek banget setelah seharian ini mengerjakan tugas rumah tangga"


"Makasih ya sayang sudah jadi istri yang baik,,maaf jika mas belum memberikan yang terbaik untuk mu"


"Kata siapa?!! Mas sudah menjadi suami yang baik untuk Maya,,mas selalu berusaha memenuhi keinginan Maya,,makasih ya mas"


Mas Hadi lalu memelukku erat namun sesaat melepaskan pelukannya saat merasakan tendangan di perut ku.


"Wahh anak ayah mau dipeluk juga ya?!!" Tanya mas Hadi mengajak bayi kami bicara seraya mengusap tangannya di perutku.


"Ayah menyayangi mu nakk"


Ayah dan bunda sudah tak sabar untuk melihat mu,,benar kan bunda?!!"


"Benar sekali ayah"


"Baiklah nak,,sekarang ayah dan bunda mau tidur dulu ya,anak ayah juga tidur biar bunda bisa istirahat" kata mas Hadi masih mengajak bayi dalam kandungan ku bicara.


Akhirnya kami pun tertidur pulas.


Malam ini tak ada gangguan lagi seperti malam-malam sebelumnya.


Tidurku benar-benar nyenyak.


🍡🍡🍡


      Hari ini aku bangun pagi-pagi sekali,,pagi ku benar-benar berbeda,,entah kenapa aku merasa lebih tenang.


Segera ku siapkan sarapan pagi untuk suamiku,,yang katanya hari ini akan berangkat lebih pagi.

__ADS_1


Nasi goreng dengan ikan asin jambal  telah tersaji di meja makan,,makanan favorit suamiku.


Benar saja belum juga dipanggil tapi dia udah nyamperin duluan ke meja makan.


"Dari aromanya pasti ikan asin jambal kan sayang?!!" Katanya menerka.


"Iya mas,Maya takkan lupa makanan favoritmu.


"Aromanya benar-benar bikin lapar perut sayang"


"Kalau gitu ayo dimakan tunggu apa lagi mas?!!"


"Siap bosku,,laksanakan!!"


Aku masih mengaduk teh,meratakan gulanya,,belum juga teh kelar dibuat ehh mas Hadi udah mau nambah saja,hampir saja keselek.


"Ya Allah mas,,pelan-pelan dong makannya,,kayak orang kalap aja deh"


"Habis enak banget sayang,,makasih ya."


Aku tertawa melihat suamiku yang makan begitu lahap meski dengan menu sederhana.


Mas Hadi orangnya gak pilih-pilih makan,,apa saja yang ku buatkan untuknya gak pernah komplain dan yang membuat ku senang dia selalu menyantapnya dengan lahap.


"Sayang mas berangkat ngajar dulu ya,,kamu baik-baik dirumah,,kalau ada apa-apa langsung hubungi mas" pesannya padaku sebelum pergi seraya mengusap perut buncitku.


"Iya mas,,gak usah cemas,,Maya akan baik-baik saja"


"Aamiin,,mas pergi sayang" lalu mengecup kening dan perutku.


 


Aku mengantar mas Hadi sampai ke mobil,,baru kembali masuk saat mobil yang dikendarai mas Hadi berlalu.


Aku baru teringat jika cucian ku tadi pagi belum di jemur,,bergegas ke ruangan belakang dekat dapur kotor, tempat ku meletakkan mesin cuci


Ku ambil semua cucian ku dari pengering,,meletakkannya ke keranjang lalu membawanya ke halaman belakang untuk dijemur,,aku sengaja meletakkan jemuran berbahan stenles itu dihalaman belakang karena disana arealnya luas.


Pelan aku melangkahkan kaki sambil membawa keranjang pakaian,,sedikit kesusahan aku membawanya karena perut ku yang besar.


Akhirnya aku selesai juga menjemur semua pakaian,,kembali aku masuk ke dalam rumah namun entah kenapa seperti ada yang menuntun ku berjalan ke arah pohon kamboja yang tumbuh disana,,aku seperti terhipnotis.


Lama aku berdiri di depan pohon kamboja itu,,entah apa sebabnya aku tiba-tiba berairmata,,duduk bersimpuh disana.


Bukan hanya itu,,aku mendengar suara tangisan bayi,bukan hanya satu tapi banyak bayi,,membuat aku menutup kedua telingaku karena suaranya yang begitu ramai dan gaduh semua menangis tak berhenti dan tangisnya seperti kesakitan.


Masih duduk bersimpuh di dekat pohon kamboja itu,,dan entah karena apa tiba-tiba saja aku diperlihatkan pada ebuah kejadian,,kejadian itu seperti tayangan langsung yang berseleweran di netraku.


Sebuah kejadian mengerikan dimana sangat jelas terlihat nyai Sekar tengah memangsa janin dan jantung bayi,,iya begitu banyak janin dan bayi.


Mulutnya penuh darah,,dia tanpa merasa jijik mengunyah janin dan jantung bayi itu dengan nikmatnya,,bahkan dia menghirup dan menyesap sisa darah di mulutnyanya.


Tidak hanya itu aku juga melihat soaok makhluk berkebaya merah yang sering menganggu bahkan menyembunyikan ku dulu juga ada disana,,bersama nyai Sekar,,makhluk itu menyantap ari-ari bayi,,aku juga melihat makhluk itu membunuh seorang wanita yang tengah hamil muda,,dia mencengkram perut wanita yang tengah tidur itu,,lalu dengan jari dan kuku panjangnya dia menarik janin bayi yang ada diperutnya melalui jalan lahirnya sehingga dia tewas bersimbah darah.


Wanita itu adalah Arum penampakan yang dulu pernah menemui ku,,dia ternyata asisten rumah tangga nyai Sekar yang sedang hamil muda.


Dan bukan hanya itu aku juga melihat jika nyai Sekar menguburkan tulang belulang bayi itu dibawah pohon kamboja ini.


Kepala ku tiba-tiba pusing,,perutku  juga mual setelah melihat pemandangan menjijikan tadi.


Hingga aku seperti tersadar sendiri saat salah satu bunga kamboja putih itu jatuh dibahu ku.


Ku ambil bunga kamboja itu lalu menaruhnya tepat di dibawah pohonnya.


Ku perhatikan sekeliling ku,,semua masih sama seperti di awal aku kemari,,tak ada janin dan bayi yang tergeletak disini tanpa jantung seperti penglihatan aneh ku tadi.


"Ada apa ini?!! Apa aku berhalusinasi lagi?!!" Tapi kejadian tadi nyata adanya,,aku seperti flasback pada kejadian masa lalu.


Mungkin ini ada hubungannya dengan kejadian kelam desa ini seperti kata para tetangga dulu,dimana nyai Sekar tersangka utamanya sehingga harus menderita di akhir hayatnya sampai bumi pun enggan menerimanya.


Masih dengan nafas ngos-ngosan aku mencoba berdiri dan beranjak dari situ.


Kini aku tahu jika pohon kamboja ini adalah saksi bisu perbuatan keji Nyai Sekar,,dan merupakan kuburan masal para bayi yang menjadi tumbalnya.


Ku pikir lebih baik mendoakan mereka,demi ketenangan semuanya,karena aku tahu yang mereka butuhkan saat ini adalah doa,,tak ada hal yang terbaik bisa ku lakukan saat ini selain doa.


Aku mengambil buku surah yassin,,meletakkan seteko air di dekat ku lalu membacanya sampai selesai,,aku juga membacakan doa-doa lainnya lalu ku tiupkan pada air tadi,,aku berniat akan menyiramkan pada tanah disekitar pohon kamboja itu.


Aku kembali ketempat itu,,berdoa lalu ku siramkan air doa disana,,berharap semua mendapat ketenangan.


Setelah selesai dengan doa,,aku pun beranjak.


Tanpa ku sadari arwah wanita bernama Arum dan bayi-bayi itu tersenyum ke arah ku,,lalu perlahan-lahan menghilang.


🍡🍡🍡


      🍃 Balai Desa..


   Hari ini balai desa terlihat ramai,,bagaimana tidak disana sedang dibuka lowongan kerja bagi para warga khususnya mereka yang lulusan SMU sederajat.


Para muda mudi tak mau melewatkan kesempatan ini,,secara sekarang mencari kerja sangat sulit,,diantara kerumunan nampak Bayu juga Andini yang saat ini terlihat berdiri di depan meja petugas penerima berkas lamaran kerja untuk menyerahkan berkas mereka.


Sesaat setelah mereka menyerahkan berkas lamaran,,keduanya terlihat berbincang di salah satu deretan bangku yang ada di sana.


"Lohh Andini ngelamar kerja juga tohh?!! Apa gak tunggu di lamar saja?! Tanyanya kocak membuat Andini seketika bloushing"


"Apa sih mas Bayu ini,,mumpung ada peluang mas ya di manfaatkan saja siapa tahu diterima"


"Mas cuma bercanda,,mas gak nyangka ketemu kamu disini,mas kira kamu bakal kuliah ke kota"


"Gak mas,,kalau Andini bersikeras kuliah kasihan mamah sendirian disini gak ada yang merawat"


"Iya sih,,yach semoga saja kita diterima bekerja"


"O'iya Andini gak bisa lama-lama mas harus segera pulang,mamah minta ditemeni kepasar"


"Ohh gitu,,ya udah silahkan Din,,mas nungguin Rio dulu masih di depan tuh,antri"


"Iya mas,,Andini duluan ya"


"Hati-hati Din bawa motornya"


"Okkey mas,,Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Senyuman yang terukir di wajah keduanya semakin membuat perasaan dihati mereka menghangat dari keduanya yang diam-diam menyimpan rasa,,namun enggan berkata.


🍡🍡🍡


      Sore ini seperti janjinya mas Hadi menemani ku membeli perlengkapan bayi.


"Sudah siap sayang?!!" Ayo nanti keburu kesorean"


"Iya mas,ayo" kata ku seraya mengambil tas tangan ku.


Aku dan mas Hadi lalu berangkat,,mobil melaju menuju pusat desa dimana terdapat pasar dan toko-toko berjajar seberang menyeberang di sepanjang jalan.


Mobil berhenti tepat di depan sebuah toko yang menjual perlengkapan bayi,,pintar sekali mas Hadi memilihkan tempat ini,,selain tokonya bersih,,lengkap pula,,terlihat beberap stoller bayi terpajang di depan dan di dua etalasenya yang berada di kiri kanan  nya terpajang aneka aksesoris untuk bayi seperti sepatu kecil,,dot dari berbagai brand,,perlengkapan makan bayi,,juga tas untuk pakaian bayi,,sedikit agak ke dalam berjajar aneka box bayi,,juga beberapa kasur lesehan yang mungil satu set dengan bantal gulingnya yang juga mungil.


Aku tersenyum sendiri saat melihatnya,,semuanya bagus-bagus,unik,imut dan lucu-lucu bentuknya.


Dan aku bingung mana yang harus ku pilih karena semuanya sangat nice menurutku.


"Ayo sayang pilihlah beberapa pakaian bayi, juga popok dan lainnya."

__ADS_1


"Baiklah mas,,mas juga bantuin milih ya"


"Tentu saja sayang"


"Bagaimana kalau kita pilih warna netral saja kan kita belum tahu jenis kelaminnya mas"


"Iya sayang kamu benar"


Sesaat kemudian penjaga toko itu nampak mendekat


"Silahkan bu,pak dilihat-lihat,kalau perlu sesuatu panggil saja saya"


"Baik mbak,makasih" jawabku lantas dia kembali ke tempatnya semula sambil merapikan beberapa barang yang sedikit kurang rapi.


Setelah melihat dan mensortir apa saja yang perlu dibeli akhirnya kami mengantarkan beberapa barang ke kasir,kami hanya membeli tempat tidur lesehan untuk sementara,,box bayinya nanti saja kalau bebynya sudah agak besar,gak tega rasanya membiarkan si kecil nanti tidur sendirian di box bayi, kalau kasur lesehan kan bisa ditaruh dimana saja,,juga di atas tempat tidur kami nanti,bisa diletakkan ditengah posisinya di antara aku dan mas Hadi biar ikatan kasih sayang diantara kami semakin erat.


Setelah dua jam berada di toko perlengkapan bayi kami pun pulang.


Matahari semakin condong ke arah barat,semburat jingga yang menyertainya membuat mataku enggan beranjak dari pesonanya,,selain cuaca juga terasa lebih teduh sekarang,,sore ini indah dan terlihat ramai dengan kendaraan yang berlalu lalang,,juga para pejalan kaki maupun orang-orang yang nongkrong di depan kedai atau warung kecil hanya untuk mengisi waktu.


Mobil yang membawaku dan mas Hadi melaju membelah jalanan desa. Tak lama berselang kami pun telah sampai di depan rumah.


Mas Hadi membuka kan pintu mobil untukku dan membantu ku turun lalu membawakan sebagian barang belanjaan tadi masuk ke dalam rumah.


🍡🍡🍡


       Malam ini cuaca berubah drastis,,yang semula cerah sekarang di guyur hujan.


Setelah makan malam dan sholat isya berjamaah kami langsung masuk kamar.


Mas Hadi lalu bersibuk ria dengan laptopnya menyelesaikan materi pembelajaran untuk besok.


Sedang aku berbaring di kasur,,tidak tidur hanya pikiran saja yang bermain membuat ku teringat pada pengalaman aneh ku tadi pagi dibawah pohon kamboja itu.


Aku berpikir akan menceritakannya pada mas Hadi nanti.


Sesaat kemudian mas Hadi telah selesai dengan laptopnya,,lalu mendatangi ku,,dengan duduk di kasur seraya mengusap rambutku.


"Sayang belum tidur?!"


"Belum mas"


"Kenapa sih?! Ada yang di pikirin?!"


"Sudah mas bilang kan jangan banyak pikiran,kalau ada sesuatu ceritakan sama mas"


"Baiklah,Maya akan cerita.."


"Tadi pagi Maya mendapat pengalaman aneh mas,,entah apa sebabnya hal itu terjadi"


"Benarkah sayang?!! Pengalaman aneh yang seperti apa?!! Mas gak mau kejadian kemarin terulang lagi,karena mas gak mau kehilangan kamu lagi sayang".


 "Maya seolah berada di masa lalu,dimana ada Nyai Sekar disana bersama sosok yang sering Maya lihat dulu wanita berkebaya dengan rambut berkonde.


"Mereka makan janin sama jantung bayi mas,mereka juga menguburkan tulang belulangnya dibawah pohon kamboja dihalaman belakang"


"Dan bukan hanya itu ternyata makhluk berkebaya merah yang telah membunuh Arum,arwah penasaran yang menemui Maya dulu"


Seketika mas Hadi terdiam,,terlihat kecemasan di wajahnya.


"Sayang mas mohon,,jangan biarkan jiwa mu dikuasai oleh makhluk dari alam gaib,mas gak mau kejadian kemarin terulang lagi"


"Tapi mas itu terjadi begitu saja,,tanpa bisa Maya menolaknya,meski Maya sudah berusaha melawan namun pengaruhnya begitu kuat,,bahkan Maya merasa seperti di hipnotis saat itu"


"Mas hanya gak ingin kamu jadi bulan-bulanan "mereka".


"Maya juga gak ingin mas,,entah mengapa kejadian seperti itu selalu menghampiri Maya,seperti ada sesuatu dalam diri Maya yang mengundang "mereka" untuk mendekat"


"Lain kali jika sayang mengalami gangguan lagi cepatlah berdoa,,baca doa-doa perlindungan seperti yang mas ajarkan".


"Sudah mas,Maya selalu ingat berdoa tapi tetap saja kejadian"


"Meski begitu tetaplah selalu berdoa,,insha Allah sayang akan berada dalam perlindunganNya"


"Njih mas,Aamiin"


"Sekarang tidur sudah malam"


Mas juga tidur,,besok kan katanya ada rapat dewan guru disekolah"


"Iya sayang,,hampir saja mas lupa,,untung kamu mengingatkan"


Pijatan mas Hadi di kaki ku yang pegal membuatku merasa nyaman, tak lama berselang aku pun terlelap,,mas Hadi lalu menyelimutiku sesaat kemudian dia pun merebahkan diri disampingku,,ikut terlelap.


     Hari ini aku aku akan membersihkan rumah,,menyingkirkan beberapa barang yang sudah tak terpakai  yang berada di dalam kardus ku bawa dari rumah lama ku di kota.


Aku memilah barang mana yang masih berguna dan yang tidak.


Aku berhenti dari kesibukan ku saat melihat sebuah foto usang,nampak di foto itu seorang perempuan yang mirip sekali dengan ku,namun bukan aku.


"Lantas siapa?!!" Pertanyaan yang kini hadir dibenakku.


Aku mencoba mencari tahu siapa gerangan perempuan yang ada di foto.


Aku segera melepas foto itu dari fremnya,,pikirku kalau-kalau ada tulisan di bagian belakang foto yang bisa dijadikan petunjuk.


Ternyata dugaan ku benar,,ada tulisan disana.


"Puteri Ayu...1924"


"Puteri Ayu?!!" Gumam ku.


Rasa-rasanya aku pernah mendengar nama itu disebutkan tapi dimana dan oleh siapa?!!"


Aku mencoba berpikir serius tentang hal ini,,mencoba mengingat-ingat dimana dan siapa yang pernah mengatakannya.


"O'iya aku baru ingat,,nama itu pernah disebutkan oleh mbok Jum,Puteri Ayu.?! Jangan..jangan Puteri Ayu ini adalah orang yang sama dengan yang diceritakan mbok Jum waktu itu,,dan jika benar dia orangnya,,mbok Jum gak salah jika waktu pertama melihat ku dia mengira aku ada hubungan dengannya,,karena wajah ku bagaikan pinang dibelah dua dengannya,itu terlihat jelas pada foto meski foto jadul dan usang.


"Lalu apa hubungannya dengan ku jika wajah kami semirip itu?!" Batinku.


Dugaan ku semakin melebar kemana-mana,,karena wajah kami yang begitu mirip juga dengan ibu ku.


"Apakah dia ibu ku?!"Tapi setahuku nama ibuku bukan Puteri Ayu tapi Suci Sarawati" Pikirku.


"Apakah Puteri Ayu ini kerabat dekat kami?!!" Batin ku lagi.


Kepala ku kembali berdenyut ketika aku begitu memikirkan sesuatu.


Entahlah aku bingung..


Aku berpikir untuk menanyakan perihal foto ini nanti pada mbok Jum.


Juga pada mbak Tina,sepupu ibu ku.


🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


N/B :


Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.


Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.


                                With Love


                             DianadieNcess😘

__ADS_1


__ADS_2