
🍃 Ajeng House's
Pagi-pagi sekali Ajeng sudah siap untuk berangkat ke luar kota,,mungkin nanti malam baru pulang untuk menghadiri pembukaan pabrik baru disana bersama teman sekaligus asistennya yang bernama Dinar.
Setelah pamit pada Andini,,Ajeng pun berangkat.
"Nakk..kamu baik-baik di rumah ya,,mamah harus pergi ke luar kota gak bisa di tunda lagi,,karena sudah di jadwalkan dari kemarin tapi berhubung mamah sakit jadi ya sekarang baru direalkan,,kamu gak papa kan mamah tinggal sendirian?!!"
"Gak papa mah,,pergilah,,mamah tak usah mencemaskan Andini,, Andini bisa jaga diri koq"
"Makasih sayang,,mamah berangkat ya,,paling nanti malam sudah balik,,atau paling lambat subuh mamah sudah disini"
"Njih mahh..Mamah hati-hati ya,,semoga sukses"
"Iyaa nakk..Aamiin" seraya mencium pucuk kepala Andini,,yang dibalas Andini dengan mencium kedua tangan dan pipinya
"Assalamualaikum" pamit Ajeng
"Waalaikum salam" jawab Andini.
Ajeng lalu berangkat bersama Dinar sang asisten menuju lokasi.
Itu artinya Andini berada seorang diri dirumah.
"Pasti akan sepi rumah ini tanpa mamah,,meski beliau cuma pergi sebentar tapi tetap berasa sepinya karena aku terbiasa selalu bersama mamah."
"Lindungi mamah ya Allah,,lancarkan semua urusannya" doanya dalam hati.
🍡🍡🍡
🍃 Andini's Room
Udara malam ini terasa panas,,membuat gerah..sehingga Andini harus menyetel lagi suhu ac yang ada di kamarnya.
"Kenapa malam ini gerah sekali?!"
"Mungkin mau hujan" gumamnya
Seraya membuka gorden dan jendela yang ada di kamarnya.
Langit cerah,,ribuan bahkan milyaran bintang tengah bertaburan di langit,,cahayanya yang berkerlap kerlip seolah memberi warna lain selain cahaya bulan sabit yang terbit diantara para bintang.
Seketika senyum manis terkembang di wajah gadis cantik itu,,memandang takjub ke arah langit.
Cukup lama juga dia berdiri di dekat jendela kamarnya yang terbuka,,seolah enggan beranjak dari tempatnya saat ini.
__ADS_1
"Sudah lama aku melewatkan moment indah ini" gumamnya.
Lalu kembali menutup jendela dan gordennya setelah menguap beberapa kali,,karena mengantuk.
Baru saja akan merebahkan diri di tempat tidur tiba-tiba dia merasakan pusing di kepalanya dan semakin lama semakin terasa sakit.
Setiap kali gejala yang seperti ini datang Andini sudah tahu akan ke mana dia diarahkan oleh jiwa indigonya.
Dengan mata terpejam Andini seolah berpindah tempat,roh telah terlepas dari tubuhnya.
Jiwa indigo telah menuntunnya melakukan Astral Projection atau meraga sukma.
Inilah kemampuan lain yang dimiliki Andini,yang terikat kuat dengan indera ke enam yang ada padanya.
Dalam perjalanan astral kali ini Andini melihat mbak Maya berada disebuah hutan duduk bersandar pada pohon beringin tua,tertutup semak belukar yang diselimuti asap kehitaman seperti jelaga di sekitarnya.
Nampak juga olehnya satu sosok yang pernah dilihatnya sewaktu acara nujuh bulanan mbak Maya kemarin,meski saat itu wujudnya hanya kepala hingga batas leher saja namun Andini yakin dia makhluk yang sama.
Makhluk berkebaya merah dengan rambut konde terus mengawasi mbak Maya dari balik pohon.
"Bagaimana bisa aku menolong mbakk Maya,mbak Maya tentu takkan bisa merasakan kehadiran ku."
"Aku tak bisa menghadapi makhluk itu saat ini,,dia akan lebih kuat dari ku karena sedang berada di alamnya.
"Lebih baik aku sembunyi saja dibalik pohon ini,sebelum aku ketahuan sama makhluk berkonde itu" batinnya.
Andini lalu bersembunyi dibalik salah satu pohon di hutan itu.
Hutan begitu gelap malam ini,,hanya keremangan cahaya bulan saja yang membantu ku untuk bisa terus mengawasi mbak Maya dari balik pohon sama halnya dengan si makhluk konde yang juga masih terus mengawasi.
Sampai keberadaan ku dibalik pohon dikejutkan oleh salah satu penunggu hutan,,berwujud seorang nenek tua renta dengan tongkatnya melintas di belakang ku.
Wajahnya tidak seram,,tak seseram makhluk berkonde itu,,hanya saja nenek itu terlihat pucat pasi dengan keriput menghiasi wajahnya.
Kami pun berinteraksi..
"Cu..apa yang kau lakukan disini?!"
Pulanglah..disini bukan tempat mu" ucapnya dengan suaranya yang serak.
"Mbak yu ku nekk,,makhluk itu telah menyembunyikannya disana,,seraya menunjuk ke arah pohon beringin tua"
Nenek demit ikut melihat ke arah yang ku maksud.
Lalu..
__ADS_1
"Kasihan anak itu,,kamu harus segera menolongnya,,kalau tidak dia akan berakhir sia-sia sebagai tumbal" ucapnya lagi.
"Waktu mu tidak banyak cu,,jemputlah dia disaat pagi,,karena di kala pagi kekuatan makhluk itu melemah,sebelum kamu terlambat,,purnama sebentar lagi,,dan saat itulah dia di eksekusi"
Nenek renta bertongkat itu terkekeh,,lalu melesat secepat kilat seperti angin.
Aku harus segera kembali ke tubuhku menuruti keinginan si nenek demit penghuni hutan.
Roh ku berjalan ke arah cahaya,,lalu seperti menembus lorong waktu,aku merasa seperti berada dalam alat pengaduk semen,berputar-putar,,sesaat kemudian roh ku telah masuk ke tubuhku,,kembali berada di dunia nyata.
Meski menegangkan dan membuatku mual dan sangat pusing namun setidaknya perjalanan astral ku kali ini menunjukan titik terang mengenai keberadaan mbak Maya.
Aku harus secepatnya memberitahukan ini pada mas Hadi,,sebelum semuanya terlambat.
Iya besok aku akan menemui mas Hadi.
🍃Kamar Rahasia,,Ruang Bawah Tanah
Wajah Nyai Sekar selalu sumringah sejak Brajamaya mengatakan telah mendapatkan tumbal terakhir untuknya.
Seperti saat ini,,dia begitu antusias menyambut purnama yang akan terbit besok malam,,purnama ke empat,,hari dimana dia harus menyerahkan tumbal terakhirnya pada ratu Manika,,sesuai dengan tempo yang diberikan ratu Manika pada perjanjian sesaatnya dulu.
"Aku akan berjaya!!" Semua yang ku lakukan takkan sia-sia,,aku akan menjadi sangat cantik dan dendam ku akan terbalas" Teriaknya dengan begitu berapi-api.
Nyai Sekar benar-benar berada dalam kesesatan,,sehingga dia terlupa ada kekuatan lain yang lebih besar melebihi dirinya yakni kekuatan Allah swt.
Saat ini Nyai Sekar tengah berada di atas angin,,merasa semuanya akan berhasil indah sesuai keinginan dan mimpinya selama ini.
Tapi akan kah Nyai Sekar berhasil pada misinya?!!"
Simak di episode selanjunya 😉
🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
N/B :
Buat Readers..Don't forget Like,,Comen,,en Share"y.
Like,,Comen en Share dari para Readers semangat buat Author berkarya.
With Love
DianadieNcess😘
__ADS_1