Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol

Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol
Kedatangan Dua Gadis Cantik


__ADS_3

'' Kak Topan! Lagi ngeliat apaan sih? kok kayaknya ampe gitu amat!''


Topan yang sedang menatap kosong ke depan, dan sedang memikirkan sesuatu, dia jadi terkejut oleh suara seseorang yang tiba-tiba saja muncul disampingnya. Dia lalu menoleh kearah sumber suara, dan melihat seorang gadis dengan pakaian seragam beladiri, sedang ikut melihat kearah yang tadi dilihatnya.


'' Astaghfirullahal'adzim! Ternyata kamu Non, bikin kaget aja. Mbok ya lain kali, kalau datang tuh ucap salam kek, apa kek, bukan malah ngagetin orang seperti itu!'' ujar Topan yang baru menyadari kehadiran Noni yang kini berada disebelahnya tersebut.


Mendengar teguran dari Topan, Noni hanya cengar-cengir, dia lalu duduk di kursi disebelah Topan sembari menunggu kedatangan yang lainnya. Walaupun sifat Noni terkenal cukup garang, namun didepan Topan yang memang lebih senior dalam hal ilmu beladiri di tempat tersebut, Noni jarang sekali bersikap seperti saat dia berhadapan dengan Raka. Terkecuali, jika hatinya sedang merasa kesal saja.


Bahkan, sikap Noni kepada Topan, lebih terkesan familiar dan manja. Bagi Noni, sosok Topan yang cukup pendiam, pandai beladiri, serta tampak berkharisma tersebut, membuat dia merasa kalau Topan adalah sosok yang sangat dia sukai. Hanya saja, karena tadi saat menuju tempat ini dia bertemu dengan Raka yang sempat membuatnya merasa kesal, Noni jadi mudah tersinggung.


'' Hee.. Kak Topan lagi ngelamun ye? Orang dari tadi aye berdiri disini. Masak kak Topan kagak nyadar!''


'' Ngelamunin apaan sih kak? Pasti masalah cewek tuuh!'' celoteh Noni menduga-duga.


'' Huuss..!! Elu itu, mau tau urusan orang aja. Udah..! Sana siap-siap. Bentar lagi latihannya dimulai tuh.'' ujar Topan memberi perintah kepada Noni.


Meskipun Topan termasuk orang yang cukup pendiam, namun bagi Noni, Topan itu orangnya cukup menyenangkan. Dia bahkan tidak segan-segan untuk sesekali mencandai Topan. Dia juga tidak takut kalau nanti Topan marah. Karena setahu dia, Topan memang tidak pernah marah meskipun dia terkadang sedikit usil kepadanya.


'' Ih, kak Topan mah gitu ih! Kagak sopan. Orang tanya baek-baek, bukanya dijawab, malah diusir. Aye doain nih! Mudah mudahan, ceweknya kak Topan nanti orangnye galak, judes, juga cerewet.'' omel Noni menyumpahi Topan, lalu pergi beranjak dari sana.


'' Ya gak papalah! Yang penting, asal jangan sampe cewek gua elu aja.'' canda Topan sambil melirik kearah Noni yang sedang berjalan menuju arena latihan.


Mendengar Topan berkata seperti itu, Noni segera berhenti berjalan. Dia lalu berbalik dan menatap Topan. Topan yang sudah paham bagaimana sifat Noni, dia dengan santai balas menatap Noni sambil cengar-cengir.


'' Ape tadi kak Topan bilang? Emangnye kenape kalo aye yang jadi cewek kak Topan?'' ucap Noni dengan muka cemberut, seakan tidak terima dirinya dikatakan seperti itu.


'' Hee.. Gak papa kok.'' sahut Topan, kemudian pura-pura melihat kearah lain.


Karena terlanjur penasaran dengan apa maksud dari yang dikatakan oleh Topan, Noni yang tadi hendak pergi, kini dia malah berjalan kembali mendekati Topan. Sambil melotot, diapun kembali mengulang pertanyaannya tersebut.


'' Kak Topan! Coba bilang ape maksud kakak ngomong begitu! Emangnye, ade ape dengan diri aye?'' tanya Noni dengan tidak sabar untuk mendengar jawaban dari Topan.


'' Nggak...! Nggak papa kok. Sensi amat sih lu.'' jawab Topan menatap Noni yang kini mulai sedikit garang.


'' Kagak! Pokoknye, kak Topan musti jelasin ama aye, kenape kak Topan ngomong begitu?'' ucap Noni mulai sewot karena merasa Topan mempermainkannya.


Karena melihat Noni yang sepertinya tidak bisa di nego lagi, Topan-pun akhirnya dengan terpaksa mengatakan alasan yang tepat, supaya Noni bisa menerima perkataannya tadi.


'' Baiklah! Kalo elu memaksa, gua terpaksa ngasih tau elu, kenapa gua kagak mau punya cewek kayak elu.''


'' Sekarang, lu liat diri elu sendiri. Siapa sih yang sanggup dan bisa sabar ngadepin cewek kayak elu? Dikit-dikit marah, dikit-dikit marah! Marah kok cuma sedikit?'' jelas Topan diselingi candaan.


'' Apa ya ada.., cowok yang sanggup jadi gebetan elu? Salah ngomong sedikit, elu langsung berkacak pinggang! Kalo cowoknya nggak lebih hebat dari elu, bisa bonyok tuh yang jadi cowok elu. Sekarang, lu pikir sendiri deh kenapa tadi gua ngomong begitu.'' ujar Topan sambil menyentuh kening Noni dengan jari telunjuknya, lalu pergi untuk berkumpul bersama yang lain.


'' Oh iya! Elu juga harus ingat Non. Elu itu cewek. Meskipun wajah elu lumayan cakep, tapi kalo sikap elu terus seperti itu, mana ada cowok yang berani dan mau deketin elu.'' ujar Topan, sejenak berhenti berjalan dan menambahkan kata-katanya.

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari Topan, Noni hanya diam terpaku. Meskipun tadi dia sempat sedikit emosi, akan tetapi, apa yang dikatakan oleh Topan tersebut, memang ada benarnya juga. Untuk beberapa saat, Noni masih diam terpaku memikirkan ucapan Topan tersebut. Hingga akhirnya, diapun berbalik dan ikut bergabung dengan yang lainnya untuk latihan.


...----------------...


'' Alhamdulillah.. Akhirnya kedai kak Raka buka juga ya. Naya jadi kangen bantuin kak Raka bikin serabi.''


'' Alhamdulillah Nay, kak Raka juga sebenarnya udah kangen bikin kue serabi. Tapi ya mau bagaimana lagi Nay, situasi dan kondisinya memang kemarin-kemarin belum memungkinkan.'' ujar Raka yang sedang mempersiapkan peralatan di kedai miliknya bersama Naya.


'' Bagaimana kabar kakekmu Nay? Beberapa hari ini, kakak sibuk. Jadi kakak nggak sempat main ke tempatmu.''


'' Alhamdulillah kak. Kakek sekarang lebih sehat dan bugar. Semua ini berkat bantuan kakak dan ibu. Terimakasih ya kak, kalau bukan karena kakak dan ibu, mungkin kondisi kakek tidak akan bisa seperti sekarang ini.'' jawab Naya sembari membersihkan meja dan perlengkapan dikedai tersebut penuh semangat.


'' Gak perlu berterimakasih begitu Nay, kita kan saudara. Sudah kewajiban kakak membantu kamu dan kakekmu.''


'' Oh iya! Ngomong-ngomong. Bagaimana dengan sekolahmu Nay? Apa ada suatu kendala? Kalau ada sesuatu yang kamu butuhkan, kamu jangan segan-segan cerita sama kakak ataupun ibu.''


'' Alhamdulillah kak. Semuanya lancar kok. Pokoknya, Naya janji, kalau Naya butuh sesuatu, Naya pasti bakal ngomong sama kak Raka.'' jawab Naya tersenyum kepada Raka begitu manis.


Dengan penuh semangat, Naya dan Raka terus menyiapkan segala sesuatunya. Naya yang sudah terbiasa membantu Raka berjualan, dia merasa beberapa hari ini terasa begitu lama. Beberapa hari ini juga, dia juga hampir tidak bertemu dengan Raka. Sehingga dia merasa kangen dengan Raka dan juga kue serabi buatannya. Saking kangennya tersebut, saat kue serabi buatan Raka ada yang sudah siap, dia langsung meminta ijin kepada Raka untuk mencicipinya.


'' Kak Raka! Naya boleh nyicip kue serabinya enggak? Soalnya, Naya udah kangen rasa kue serabi buatan kakak.'' ujar Naya sedikit malu-malu.


'' Hhh.. Nay...Nay. Kamu itu, kayak sama siapa aja. Kan kakak udah bilang! Kalau kamu pengen, kamu tinggal ambil aja. Gak usah nunggu disuruh, ataupun minta ijin segala.'' sahut Raka tersenyum kepada Naya.


'' Oh iya! Kamu udah sarapan belum? Kalau belum, kamu bisa cari sarapan sendiri di kedai sebelah. Mau bakso, nasi uduk, pecel ataupun lainnya. Tuuh.., uangnya ambil aja di laci!'' ujar Raka sambil menunjuk kearah laci tempat menyimpan uang.


'' Ya udah, kalau kamu pengennya begitu. Kamu tinggal ambil sendiri sesukamu.'' sahut Raka yang mulai sibuk mencetak kue serabi.


Naya yang sudah selesai menyiapkan segala sesuatunya itu, dia lalu mengambil piring dan mengisinya dengan dua kue serabi original. Setelah itu, dia menyiram kue tersebut dengan kuah durian. Namun, saat Naya mengambil kue tersebut, dia mencium aroma wangi dari tubuh Raka.


'' Emm.., wangi banget sih! Kayak gak biasanya.'' ujar Naya sambil mengendus-endus aroma wangi tersebut.


'' Enggak biasanya gimana sih Nay? Bukannya biasanya aromanya memang seperti itu!'' ujar Raka sambil ikut mengendus-endus aroma kue serabi yang sedang dimasaknya.


'' Enggak ah, ini beda dari biasanya.'' sahut Naya sembari terus mengendus aroma tersebut.


'' Mungkin, karena udah beberapa hari ini kamu gak mencium aromanya Nay. Makanya kamu merasa aromanya berbeda.''


'' Beneran kak! Ini memang beda dari biasanya. Tuh kan! Ini wanginya lebih macho. Benar-benar nggak seperti biasanya.''


Mendengar Naya berkata seperti itu, Raka jadi terkekeh. Dia mengira, kalau aroma wangi yang dimaksud oleh Naya, adalah aroma kue serabi yang sedang dibuatnya.


'' Hhh.., Nay.. Nay! Kamu itu kok aneh sih. Mana ada, kue serabi baunya macho? Yang ada itu, ya wangi dan gurih. Masa iya serabi baunya macho! hhh...''


Mendengar Raka berkomentar dan terkekeh seperti itu, Naya jadi sedikit merasa sebal. Namun, dia juga ikut cengar-cengir, karena ternyata Raka salah paham dengan apa yang dimaksudnya. Diapun lalu menjelaskan kepada Raka tentang aroma yang dimaksudnya.

__ADS_1


'' Kak Raka! Yang Naya maksud itu, aroma wangi parfum kak Raka. Bukan aroma serabinya kak!'' ucap Naya sambil menutupi mulutnya menahan tawa.


'' Kalau aroma serabinya sih, Naya juga tahu kak! Pasti wangi dan gurih, bukan wangi macho, hihihi..'' sambung Naya, lalu berjalan menuju meja untuk menyantap kue tersebut.


Begitu mendengar penjelasan dari Naya, Raka yang tadinya terkekeh langsung terdiam. Dia jadi sedikit malu, karena sudah salah paham dengan apa yang tadi dimaksud oleh Naya. Namun, dia juga tidak ingin mati kutu gara-gara hal tersebut. Diapun segera mencoba mengalihkan pembicaraan, agar tidak ditertawakan oleh Naya atas kesalahpahaman itu.


'' Oh.., Maksud kakak juga begitu Nay! Aroma parfum yang kakak pakai ini, juga sama seperti yang biasanya kakak gunakan. Masa iya sih wanginya beda?'' ujar Raka yang kini ikut duduk didepan Naya, sambil ikut juga sarapan kue serabi yang dibawanya, usai dia mematikan kompornya.


'' Beneran beda lho kak! Hari ini, parfum yang kakak gunakan, wanginya gimana.. gitu. Sampe Naya jadi terpesona.'' ujar Naya dengan polosnya.


'' Emm.. Bentar-bentar! Kayaknya, selain wangi parfumnya, penampilan kak Raka hari ini juga beda. Keliatan lebih ganteng gitu! Kok Naya baru nyadar ya?!'' ucap Naya sambil memperhatikan Raka dengan seksama.


'' Iish.., kamu itu ya Nay. Jangan kecentilan ah! Kakak nggak suka.'' ujar Raka tampak tidak senang.


'' Ih, kak Raka ini. Kecentilan gimana sih maksudnya?'' tanya Naya keheranan.


'' Ya itu tadi! Ya ngomongin yang macho-lah, yang gantenglah. Itukan berarti kamu mulai perhatian sama cowok! Tugas kamu sekarang ini adalah belajar dan belajar. Belum saatnya untuk mikirin soal cowok. Ingat ya Nay! Bukan gak boleh. Tapi belum saatnya.'' ujar Raka menasehati Naya.


'' Kak...! Naya tau itu. Naya juga nggak pernah ngomong seperti ini kecuali sama kakak. Jadi, kakak jangan beranggapan seperti itu sama Naya. Lagian, emang bener kok! Hari ini kak Raka tampak beda. Wah..! Jangan-jangan...??'' sahut Naya sembari memakan kue tersebut, dia tiba-tiba kembali menatap Raka penuh selidik.


Raka yang ditatapi seperti itu oleh Naya, dia jadi merasa risih. Dia lalu mengambil sendok yang ada dimeja, kemudian mencoba menutupi pandangan mata Naya dengan sendok tersebut. Karena pandangannya terhalang oleh sendok tersebut, Naya jadi sedikit kesal. Dia lalu mencoba merebut sendok itu dari tangan Raka.


Akan tetapi, upayanya selalu gagal. Sebab, Raka selalu menghindarkan sendok itu saat Naya mencoba mengambil sendok tersebut dari tangannya. Hal tersebut membuat Naya jadi semakin kesal. Sambil cemberut, dia lalu berkata:


'' Iih.., kak Raka ngapain sih? Kayak anak kecil aja.'' ujar Naya sambil cemberut.


'' Hihihi, yang ngapain itu kamu Nay! sendok banyak juga, malah mau ngrebut punya kakak.'' sahut Raka terkekeh senang melihat Naya seperti itu.


'' Abisnya, kak Raka nutup-nutupin Naya pake sendok. Aaneh!'' ucap Naya dengan kesal.


'' Aaneh? Bukannya yang aneh itu kamu. Ngapain kamu liatin kakak seperti itu? Terus, tadi ngomong jangan-jangan! Jangan-jangan apa hayo?''


'' Emm..., jangan-jangan! Kak Raka lagi jatuh cinta ya..??'' ujar Naya menebak-nebak.


'' Eeh.., bocah ini! Asal ngomong aja ya!'' Raka sembari pura-pura hendak memukul kening Naya dengan sendok yang dipegangnya.


'' Asal ngomong gimana? Kan katanya tuh, orang kalau lagi jatuh cinta itu, penampilannya suka berubah 180 derajat. Kalau biasanya cuma biasa-biasa aja, bisa berbalik jadi luar biasa. Ya yang kayak kak Raka ini contohnya.'' ujar Naya seolah sedang memberitahu Raka.


'' Emm.., sok tahu kamu Nay. Kayak orang yang udah pernah jatuh cinta saja.


Seakan sedang menginterogasi Raka, Naya terus memberikan pertanyaan dan komentar kepada Raka. Namun, Raka terus mengelak dan tidak ingin menceritakan kepada Naya, kalau memang sekarang dia sedang jatuh cinta kepada seseorang yakni Bella.


Saat keduanya sedang asyik mengobrol tersebut, sebuah mobil BMW sport berhenti didepan kedai mereka. Tak lama kemudian, turun dua orang gadis cantik dan berjalan kearah mereka. Salah satu gadis cantik itu sering datang ke kedai ini, sehingga Naya-pun mengenalinya. Namun, untuk yang lainnya Naya belum pernah melihatnya. Karena penasaran, Naya sampai melongokkan kepalanya, untuk mencari tahu siapa gadis yang satunya tersebut.


Karena telah menyelesaikan sarapannya, diapun segera mencuci tangan dan meletakkan piring bekas sarapannya tersebut, ditempat pencucian. Setelah itu, Naya segera pergi menyambut kedatangan dua gadis tersebut.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2