Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol

Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol
Identitas Tersembunyi


__ADS_3

Dua orang anak buah Clayton langsung tergeletak ditanah sambil mengerang penuh kesakitan. Salah satu dari mereka yang tadi dilemparkan oleh Raka, dengan keras kepalanya menghantam wajah temannya tersebut. Karena tabrakan itu, kepala mereka jadi terasa pusing dan pandangan mata keduanya jadi berkunang-kunang. Terlebih lagi, bagi salah satu dari mereka yang tadi dagunya sempat dihantam oleh Raka dengan lututnya. Dia bahkan hampir pingsan karenanya.


'' Kurang asem! Dasar bocah sialan! Ternyata punya kemampuan juga kamu ya!'' ujar Clayton yang kini sudah mulai merasa baikan, setelah tadi sempat beristirahat dan mengobati rasa sakit pada lehernya.


'' Ayo semuanya! Kita serang dia bersamaan. Jangan biarkan dia punya peluang untuk menyerang balik!'' lanjutnya memberi perintah kepada mereka, lalu dia bersama Rico kembali ikut turun mengepung Raka.


'' Oh..! Jadi yang tadi masih kurang ya? Baiklah! Kalau kamu merasa yang tadi itu belum cukup. Akan kuberi lagi yang lebih dari itu.'' ucap Raka sembari tersenyum kearah Clayton dan juga Rico.


'' Dasar bocah miskin! Jangan sombong dulu kamu ya. Meskipun tadi kamu bisa merobohkan kami berdua, tapi dengan jumlah kami yang sekarang, apa bisa kamu seperti tadi? Justru kamulah yang nanti akan kami jadikan bulan-bulanan. Hhh..'' sahut Rico dengan bangga dan mencoba menakut-nakuti Raka.


Mendengar ucapan Rico, Raka hanya tersenyum. Dia tahu, sebenarnya Rico berkata seperti itu, karena dia sendiri mulai khawatir jika dia dan teman-temannya tidak bisa mengalahkan Raka.


Sejurus kemudian, pertarungan yang tidak berimbang jumlah itupun kembali berlanjut. Meskipun dikeroyok oleh sepuluh orang sekaligus, tampaknya Raka tidak merasa gentar sama sekali. Dia masih terus bisa mengimbangi serangan-serangan dari Clayton, Rico, dan juga teman-temannya. Namun, karena dia juga sudah cukup lama tidak berlatih, maka tenaganya-pun kini sudah mulai berkurang. Ditambah lagi, dia harus menghadapi sepuluh orang sekaligus.


Clayton yang melihat Raka mulai sedikit kelelahan, dia jadi makin bersemangat. Dia terus memerintahkan anak buahnya, supaya lebih cepat lagi dalam menyerang Raka. Clayton dan Rico sendiri, dia juga ingin segera bisa membalas apa yang tadi dilakukan oleh Raka kepadanya. Hingga akhirnya, Raka yang memang mulai kelihatan lelah tersebut, dia tidak menyadari kalau salah satu diantara mereka, ada yang sedang mengincarnya dari belakang.


Agar bisa menggangu konsentrasi Raka, Clayton dan Rico juga sengaja menyerangnya secara bersamaan dari depan. Raka yang memang lebih memfokuskan diri kepada mereka berdua, dia jadi kurang memperhatikan lawan lainnya yang juga hendak menyerangnya dari sisi lainnya.


Bersamaan dengan Rico dan Clayton yang menyerangnya dari depan, salah satu diantara mereka yang memegang tongkat baseball, dia juga dengan sekuat tenaga hendak mencoba memukul kepala Raka dari belakang. Raka segera bersiap menyambut serangan dari Clayton dan Rico. Akan tetapi, rupanya serangan mereka itu hanyalah tipuan untuk memberi kesempatan kepada rekannya yang ada dibelakang Raka.


'' Wuush.. ! Dukk, klakk!. Aargh!!


Terdengar suara seperti sesuatu yang patah, disertai jeritan seseorang yang merasa kesakitan. Semua orang menatap kearah sumber suara tersebut. Awalnya, Clayton dan yang lainnya mengira suara itu adalah suara tongkat pemukul baseball yang patah akibat menghantam kepala Raka dengan keras. Mereka juga mengira, kalau teriakan itu adalah teriakan Raka.


Akan tetapi, setelah melihat Raka yang masih berdiri ditempatnya dan dalam keadaan baik-baik saja, mereka jadi terkejut. Bahkan, Clayton dan yang lainnya lebih terkejut lagi, saat mengetahui kalau yang sedang merintih kesakitan itu, ternyata rekan mereka sendiri yang tadi hendak memukul kepala Raka dari belakang.


Karena mengetahui kalau itu bukan ulah Raka, Clayton dan yang lainnya lalu mencari siapa pelaku yang membuat rekannya jadi seperti itu. Tak hanya Clayton dan yang lainnya, Raka yang juga tidak mengetahui siapa orang yang telah membantunya itu, diapun ikut menoleh dan mencari dimana atau siapa orang tersebut.


Pada saat Raka hendak diserang dari belakang menggunakan tongkat pemukul baseball tadi, seorang pengendara motor sport Yamaha R1M yang hendak melintas, tiba-tiba berhenti tak jauh dari tempat itu. Dengan cepat, dia melepaskan helm yang dipakainya, lalu melemparkannya kearah pergelangan tangan orang yang hendak memukul Raka tersebut.


Tak disangka, lemparan sang pengendara motor itu memang cukup akurat, tepat waktu dan juga sasaran. Ketika anak buah Clayton mengayunkan tangannya, sang pengendara motor sport itu dengan cepat melemparkan helmnya kearah pergelangan tangan anak buah Clayton, dan mengakibatkan tulang di bagian itupun seperti patah.


'' Kamu! Ngapain ikut campur urusan kami? Cepat pergi dari sini! kalau tidak!'' bentak Clayton dengan kesal, setelah mengetahui siapa orang tersebut.


'' Hemm.., Dasar pengecut! Tidak malu ya main keroyokan begitu? Masih mau main curang lagi! Ckckck..'' ujar lelaki pengendara motor itu sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


'' Brengsek! Sudah kubilang jangan ikut campur urusan kami! Mau keroyokan kek, mau tidak kek, tidak ada hubungannya sama sekali denganmu. Cepat menyingkir dari sini!'' ulang Clayton mencoba mengusir orang tersebut.


'' Hhh.. Tidak.! Aku tidak akan membiarkan temanku dikeroyok oleh kalian seperti ini.'' ujar pemuda yang tadi melemparkan helmnya kepada anak buah Clayton, sambil berjalan mendekati Raka.


'' Topan?'' gumam Raka pelan.


Karena penampilan Topan yang sangat berbeda dari biasanya saat dia berada di kampus, Raka hampir saja tidak mengenali pemuda yang datang menghampirinya tersebut. Bahkan, dia juga baru tahu, kalau Topan memiliki kendaraan sport seperti itu. Yang dia tahu, Topan hanyalah pemuda yang lebih suka diam dan menyendiri, serta selalu datang ke kampus dengan naik taksi.


'' Oh..! Jadi kamu mau membantu dia ya? Silahkan! Jangan kira kami takut padamu ya.'' sahut Clayton yang tahu, kalau pemuda yang datang dan ingin membantu Raka itu, memang pandai ilmu beladiri.


'' Baguslah kalau begitu. Aku juga tidak pernah memintamu untuk takut padaku. Sekarang, silahkan kamu pilih lawanmu sendiri. Mau bertarung denganku, atau dengan mas Raka.'' ujar Topan sembari menyingsingkan lengan jaket yang dipakainya.


'' Aku hanya ada urusan sama dia. Maka sudah barang tentu, aku akan memilih dia sebagai lawanku.'' jawab Clayton dengan yakin.


Meskipun tadi dia sempat dikalahkan oleh Raka, namun jika dibandingkan dengan harus melawan Topan, ternyata Clayton lebih memilih Raka sebagai lawannya. Hal ini dikarenakan dia tahu betul akan kemampuan Topan. Tak hanya Clayton, Rico juga memilih seperti yang Clayton lakukan. Dia juga ikut bersama Clayton dan memilih melawan Raka.


Pertarungan itupun kembali berlanjut. Namun, kali ini Raka hanya menghadapi Clayton, Rico, dan juga dua orang lainnya. Sementara enam orang anak buah Clayton yang lain, mereka diperintahkan untuk menghadapi Topan. Meskipun sebenarnya mereka juga merasa takut untuk berhadapan dengan Topan, namun mereka juga tidak bisa menolak perintah dari Clayton.


Tidak menunggu waktu lama, merekapun langsung terlibat kembali dalam pertarungan tersebut. Raka yang kini hanya menghadapi empat orang, dia malah terlihat lebih santai dan lebih tenang dari sebelumnya. Bahkan, hanya dalam beberapa menit saja, dua orang yang membantu Clayton dan Rico, mereka telah terkapar tidak berdaya akibat terkena pukulan dari Raka.


Menyaksikan dua orang temannya yang kini telah ambruk ketanah, Rico jadi emosi. Dia kini mulai menyerang Raka dengan cara membabi buta. Begitu juga dengan Clayton. Dia juga semakin geram, karena ternyata, meskipun dikeroyok oleh empat orang sekaligus, namun Raka masih belum bisa dikalahkan.


Tidak berapa lama, kesempatan itupun datang. Rico yang lengah akibat terlalu bernafsu untuk mencoba melumpuhkan Raka, dia malah membuka peluang bagi Raka untuk menyerangnya. Hal itu tidak disia-siakan oleh Raka. Sebuah tendangan keras, begitu telak mendarat di dadanya. Akibatnya, Rico langsung terpental kebelakang beberapa meter, dan tidak kuat lagi untuk bangkit berdiri.


Dari mulutnya, kembali dia memuntahkan darah segar, bahkan lebih banyak dari sebelumnya. Clayton yang melihat Rico seperti itu, dia jadi terdiam dan mengurungkan niatnya untuk menyerang Raka. Dia lalu segera menghampiri Rico, kemudian hendak meminta bantuan kepada anak buahnya yang lain, agar membantunya.


Namun, alangkah terkejutnya Clayton saat mengetahui, kalau semua rekan-rekannya sudah bergelimpangan tak berdaya, karena sudah dilumpuhkan semuanya oleh Topan. Meskipun dia sudah memperkirakan hal itu, namun dia juga tidak mengira, kalau ternyata kejadiannya begitu cepat terjadi.


'' Kurang ajar kalian. Oke! Kali ini aku mengaku kalah. Tapi lain kali, aku akan membuat perhitungan lagi dengan kalian. Terutama kamu bocah miskin! Akan kubuat kamu menyesal seumur hidup karena telah berurusan denganku.''


'' Dan kamu Topan, akan aku laporkan hal ini kepada bos. Kamu sudah berkhianat karena sudah membantu orang yang menjadi musuhku. Ingat itu!'' ancam Clayton dengan penuh amarah, sambil menunjuk kearah Topan.


Usai berkata demikian, Clayton lalu pergi menuju mobilnya sambil memapah Rico, dan diikuti oleh yang lainnya. Topan hanya tersenyum tipis menanggapi ancaman dari Clayton. Sedangkan Raka, dia hanya diam sambil terus memandangi mereka, hingga mobil-mobil merekapun hilang dari pandangan mata.


'' Makasih ya Pan, Kamu sudah membantuku.'' ujar Raka sembari merapikan pakaiannya yang agak kusut setelah bertarung tadi.

__ADS_1


'' Tidak perlu berterimakasih begitu mas! Kitakan teman. Sudah sewajarnya kalau kita saling membantu.'' sahut Topan, lalu berjalan menghampiri Raka.


'' Apalagi buat orang seperti Clayton dan teman-temannya itu. Sesekali memang harus diberi pelajaran mas. Biar dia tidak semakin merajalela, karena merasa telah menjadi orang yang paling berkuasa.'' lanjutnya.


'' Ya tapi bagaimanapun juga, saya memang harus berterimakasih padamu Pan. Kalau bukan karena bantuanmu, mungkin aku juga tidak bisa mengalahkan mereka semua.'' ujar Raka merendah.


'' Hhh.., Mas Raka ini terlalu merendah diri. Kalau saya perhatikan, ilmu beladiri mas Raka juga tidak bisa dianggap enteng. Bahkan, mungkin saya sendiri belum tentu bisa mengalahkan mas Raka.'' puji Topan sambil mengacungkan jempol kepada Raka.


'' Hhh.., kamu bisa aja Pan! Kalau dibandingkan denganmu, mana mungkin aku sebanding. Buktinya, hanya dalam waktu singkat saja, kamu sudah bisa melumpuhkan enam orang sekaligus. Pantes aja Clayton dan Rico tidak mau melawanmu.''


Karena keduanya sama-sama merendah dan tidak ingin dipuji, akhirnya merekapun jadi tertawa. Keduanya kemudian segera pergi meninggalkan tempat tersebut. Raka yang tadinya hendak pulang, dia malah diajak oleh Topan untuk singgah terlebih dahulu disebuah warung kopi, tak seberapa jauh dari tempat tersebut.


'' Mas! Kenapa mas Raka bisa berurusan dengan Clayton? Apa gara-gara Bella?'' tanya Topan menduga, yang kemudian dijawab oleh Raka dengan anggukan.


'' Sebaiknya mas Raka lebih berhati-hati sekarang. Orang seperti Clayton itu, akan selalu menggunakan segala macam cara, agar apa yang diinginkannya bisa dia dapatkan. Termasuk yang barusan tadi.'' ucap Topan mengingatkan Raka.


'' Kamu benar Pan. Bahkan, dia juga sudah melakukan pendekatan kepada kedua orang tua Bella.'' sahut Raka dengan wajah yang terlihat agak murung.


'' Lalu, bagaimana respon mereka? Apa mereka sudah termakan oleh kata-kata Clayton? Dan kalau Bella sendiri bagaimana?'' tanya Topan terlihat penasaran.


Raka lalu menceritakan bagaimana sebenarnya hubungannya dengan Bella. Dia juga tidak menutup-nutupi, kalau sekarang ini kedua orang tua Bella memberinya sebuah persyaratan, jika dia dan Bella masih ingin terus bisa menjalin hubungan.


'' Aku sangat mencintainya Pan. Tapi aku tidak tahu harus berbuat apa. Kalau cuman untuk membeli mobil, mungkin aku masih bisa mengusahakannya. Tapi, kalau dengan rumah yang seperti mereka katakan, mana mungkin aku bisa. Apalagi, dalam waktu yang sesingkat itu.'' ujar Raka, lalu menarik napas dalam-dalam.


Topan manggut-manggut. Dia juga bisa memahami, kalau syarat yang diajukan oleh kedua orang tua Bella ini tidaklah mudah. Memang, bagi orang-orang kaya yang memiliki harta berlimpah, atau bagi mereka yang memiliki pendapatan ratusan juta rupiah per bulannya, tentu tidak begitu masalah untuk membeli rumah di komplek perumahan mewah tersebut. Tapi untuk orang sekelas Raka, tentu hal itu akan sangat sulit.


'' Mas Raka! Mungkin saya bisa sedikit membantu mas Raka. Saya punya kenalan seseorang, yang kebetulan merupakan manajer pemasaran pada perusahaan pengembang perumahan di wilayah ini. Saya juga mendengar, saat ini sedang ada promo yang dilakukan oleh pihak pengembang perumahan tersebut.''


'' Bagaimana kalau mas Raka besok saya pertemukan dengannya? Mas Raka bisa tanya-tanya langsung sama dia, barangkali saja ada hal yang bisa menjadi solusi untuk persoalan mas Raka ini.'' ujar Topan, menawarkan.


Setelah berpikir sejenak, Raka akhirnya setuju dengan usulan Topan. Selain saat ini pikirannya juga sedang buntu, diapun ingin mencoba. Barangkali saja seperti yang dikatakan oleh Topan, ada sedikit solusi agar dia bisa memenuhi persyaratan yang diberikan oleh kedua orang tua Bella kepadanya.


'' Eh Pan! Ngomong-ngomong, kok aku baru tahu ya, kalau ternyata kamu itu anak orang kaya!'' ujar Raka yang kembali teringat, kalau penampilan Topan sangat berbeda saat ini.


'' Hhh..! Anak orang kaya apaan? Ini tuh, aku dapat pinjem dari temanku mas! Ya motor, ya pakaian ini, pokoknya semuanya. Sekali-kali, aku juga pengen nyoba biar keliatan seperti orang kaya. Hhh...'' ujar Topan sembari terkekeh.

__ADS_1


'' Tapi kamu memang pantes kok Pan dengan tampilan begitu! Udah seperti orang kaya beneran. Atau jangan-jangan, memang kamu itu anaknya bos besar yang suka berpenampilan biasa-biasa aja.'' sahut Raka yang terus menatapi Topan, seakan dia yakin kalau sebenarnya Topan itu berasal dari keluarga kaya.


...****************...


__ADS_2