Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol

Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol
Demi Sesuatu


__ADS_3

Sepeninggal Clayton dan Rico, pak Daniel dan Bu Linda kembali menemui Bella. Setelah berkali-kali meminta Bella untuk membukakan pintu kamarnya, merekapun akhirnya berhasil membuat Bella membukakan pintu, serta berbicara dengan mereka dikamar tersebut.


'' Pi, Mi, kenapa sih kalian tega sama Bella? Apa Mami dan Papi enggak suka kalau Bella bahagia?'' ucap Bella sambil menutupi wajahnya dengan boneka panda yang cukup besar.


'' Bella, dengerin Mami dan Papi dulu. Kamu jangan salah paham dengan kami nak. Di dunia ini, mana ada orang tua yang tidak ingin anaknya bahagia. Semua yang kami lakukan ini, justru karena kami ingin hidupmu bisa lebih baik dari kami kedepannya.''


'' Coba kamu pikir baik-baik. Kalau kamu masih terus dengan pacarmu itu, apa yang nantinya bisa kamu andalkan. Apa kamu nggak tahu, kalau pacarmu itu rumah saja masih ngontrak? Apa kamu kira hanya dengan usaha kecil miliknya itu, kalian bisa mencukupi kebutuhan hidup yang semakin hari semakin meningkat?''


'' Kamu juga harus sadar Bella! Status sosial keluarga kita dengan pacarmu itu, ibarat seperti langit dan bumi. Apa kamu tega, mempermalukan kami didepan klien dan teman-teman Papi dan Mami?''


'' Coba kamu bandingkan dengan Clayton! Sudah tampan, anak pengusaha terkenal di kota ini, dan setidaknya, status sosial keluarganya juga bukan dari kalangan orang biasa seperti pacarmu itu.'' ujar Bu Linda meminta Bella untuk berpikir.


'' Tapi Mi, Pi. Bella sangat mencintai mas Raka. Bella nggak mau, Mami dan Papi menjodohkan Bella dengan lelaki playboy seperti Clayton itu. Lagi pula, mas Raka juga sedang berusaha untuk memenuhi keinginan kalian.'' ujar Bella membela Raka.


'' Bella. Jikapun Clayton memang seperti yang kamu katakan tadi, tapi dia jauh lebih baik daripada Raka-mu itu. Mami sudah liat, sepertinya Clayton juga sangat menyukaimu. Harusnya, kamu bisa lebih pintar dalam menyikapi masalah ini.'' bujuk Bu Linda, supaya Bella memutuskan hubungan dengan Raka dan menjalin hubungan dengan Clayton.


'' Apa maksud Mami bilang kalau Clayton itu lebih baik? Semua teman-teman di kampus juga tahu, Clayton adalah cowok playboy yang suka mempermainkan cewek-cewek. Bagaimana mungkin dia lebih baik daripada mas Raka!''


'' Asal Mami dan Papi tau ya! Hampir semua cewek cantik di kampus, itu pernah dipacari oleh Clayton. Dan semuanya, hanya dikadali olehnya. Sekarang, Mami dan Papi malah mau nyuruh Bella berhubungan sama dia? Apa Mami dan Papi nggak kasian sama Bella?'' ucap Bella dengan kesal sekaligus sedih.


'' Lagian Mi. Meskipun mas Raka hanya pemuda biasa, tapi dia sangat setia dan tidak pernah mempermainkan wanita. Dia juga lelaki yang konsisten dengan apa yang dikatakannya. Buktinya, demi menunjukkan dirinya layak untuk Bella seperti yang Papi dan Mami inginkan, dia terus berusaha berjuang untuk itu.''


'' Tapi kenapa? Mami dan Papi selalu memandang mas Raka dengan sebelah mata, hanya karena status sosial mas Raka yang masih seperti sekarang ini. Pokoknya, Bella nggak mau sama Clayton. Bella hanya mau sama mas Raka.'' teriak Bella, terus menolak bujukan kedua orang tuanya.


'' Bella! Dengerin Mami dulu!'' bentak Bu Linda mulai terpancing emosi.


'' Oke! Mungkin benar, kalau bocah penjual serabi pacarmu itu orangnya konsisten dan baik seperti yang kamu katakan. Tapi mau sampai kapan dia bisa menunjukkan kalau dia layak untukmu? Setahun, lima tahun, sepuluh tahun? Atau.., nunggu datangnya sebuah keajaiban yang tiba-tiba menghampirinya? Hah, Mimpi!'' ejek Bu Linda tersenyum sinis.


'' Coba kalau kamu menjalin hubungan dengan Clayton. Asal kamu bisa mengendalikan dia, dia pasti nggak akan lagi mau macam-macam seperti sebelumnya.''


'' Bella. Mami kasih tau ya! Laki-laki itu, kalau dia sudah menyukai seorang wanita, dia akan selalu menuruti apa yang menjadi kemauan orang yang dia sukai. Contohnya, pacar miskinmu itu. Demi bisa disebut layak untukmu, dia selalu berusaha melakukan apa yang kami syaratkan kepadanya.''


'' Kamu itu cantik Bella. Tidak ada lelaki yang tidak tertarik padamu, dan tak terkecuali juga Clayton. Mami bisa melihat itu.''


'' Seperti yang tadi Mami bilang. Asal kamu bisa mengendalikan Clayton, semuanya bisa berjalan seperti apa yang kamu inginkan. Percayalah! Clayton pasti tidak bisa berbuat apa-apa, jika kamu bisa membuatnya bertekuk lutut di depanmu.'' ujar Bu Linda, terus memprovokasi Bella.


Pak Daniel yang sejak tadi hanya diam dan mendengarkan pembicaraan mereka, akhirnya diapun ikut angkat bicara. Saat Bella maupun Linda istrinya sedang diam dan tenggelam dalam pikirannya masing-masing, diapun mulai mengomentari apa yang barusan istrinya katakan,,.


'' Bella. Meskipun Papi sendiri adalah seorang laki-laki, tapi kali ini Papi sependapat dengan Mami kamu. Tidak ada salahnya, jika kamu mengikuti apa yang tadi dikatakan oleh Mami kamu.''


'' Jika kamu memutuskan hubunganmu dengan Raka dan kemudian menjalin hubungan dengan Clayton, selain masa depanmu bisa lebih baik, kamu juga akan menyelamatkan reputasi kami dimata orang-orang.''


'' Selain itu, jika kamu sampai menikah dengan Clayton, kita juga bisa membuat perusahaan sendiri saat Papi sudah pensiun dari pekerjaan Papi.''

__ADS_1


'' Kamu tahu sendiri bukan, meskipun sekarang Papi bekerja di sebuah perusahaan besar, juga memiliki jabatan yang cukup tinggi, namun Papi juga perlu memiliki jaminan untuk hari tua Papi dan Mami.''


'' Lebih baik, kamu pertimbangkan lagi masak-masak apa yang telah Mami kamu ucapkan tadi. Mumpung lagi ada kesempatan. Sebab, kesempatan baik itu tidak akan datang untuk kedua kalinya.'' ucap pak Daniel mengatakan pendapat sekaligus menasehati Bella.


Setelah berkata demikian, pak Daniel mengajak istrinya untuk keluar dari kamar Bella. Dia berpikir, kalau Bella perlu waktu untuk menenangkan diri dan juga mempertimbangkan apa yang mereka sampaikan kepada Bella.


Saat kedua orang tuanya telah keluar dari kamar miliknya, Bella lalu merebahkan diri ditempat tidur. Diraihnya ponsel yang masih tergeletak diatas meja disamping tempat tidurnya yang sedang dia charge. Dia kemudian mencoba untuk menghubungi Raka. Akan tetapi, panggilannya tidak juga diangkat-angkat oleh Raka, walaupun sudah berkali-kali dia menghubunginya.


Pada saat itu, Bella tidak mengetahui kalau ditempat lain, Raka sedang sibuk mengurusi pemakaman jenazah kakeknya Naya. Bella pun akhirnya mengirimkan pesan melalui aplikasi serta membuat panggilan melalui aplikasi tersebut. Karena masih belum juga ada balasan ataupun jawaban atas panggilan yang dilakukannya kepada Raka, Bella yang memang sedikit kelelahan, diapun akhirnya tertidur.


...----------------...


Ditempat lain. Clayton dan Rico yang baru saja keluar dari komplek perumahan mewah tersebut, mereka tampak begitu gembira. Terlebih lagi Clayton. Dari sudut bibirnya, terpancar senyum mengembang disepanjang perjalanan itu.


'' Gimana Clay, apa rencanamu berhasil?'' tanya Rico penasaran.


'' Kerja bagus Ric. Pokoknya, nanti malam suruh anak-anak kumpul ditempat biasa. Kalian semua aku traktir makan dan minum sepuasnya.'' jawab Clayton merasa puas.


'' Waah.., asyik nih. Jangan lupa itunya ya Clay. Soalnya aku lagi butuh nih!'' ujar Rico tampak berharap sesuatu dari Clayton.


'' Oke! Kamu tenang aja Ric. Asal semuanya lancar, aku pasti bakal kasih kamu bonus.'' jawab Clayton.


''Jadi, kamu berhasil melakukan pendekatan sama Bella Clay?'' tanya Rico penasaran.


'' Selain itu, ini pasti karena ulah Helen juga. Gara-gara dia, Bella jadi tahu kartuku. Untung aku bisa membalikkan fakta tentang Helen. Kalau tidak, bisa gatot aku melakukan pendekatan kepada Bella.''


'' Tapi yang tidak aku sangka-sangka, ternyata kedua orang tua Bella langsung mendukungku saat aku mengatakan siapa orang tuaku.'' jawab Clayton menceritakan saat tadi bersama kedua orang tua Bella.


Rico manggut-manggut mendengarkan cerita Clayton. Menurutnya, Clayton memang benar-benar beruntung. Setiap kali dia mendekati cewek, bisa dibilang dia hampir tidak pernah gagal. Sangat berbeda sekali dengan Rico. Kalau dia ingin mendekati cewek, selalu ada saja halangannya. Kalau Bukan karena didahului oleh orang lain, maka dia malah ditolak oleh wanita tersebut.


'' Kamu memang hebat Clay! Setahuku, hampir semua wanita yang kamu dekati, pasti akhirnya bisa kamu dapatkan.'' ucap Rico terkagum kagum.


'' Hhh.., itu memang harus Ric! Apapun yang aku mau, sudah pasti akan aku dapatkan. Kalau nggak, 'jangan panggil lagi aku Clayton. hhh...'' sahut Clayton dengan bangga.


'' Hhh.., Dasar buaya buntung kamu Clay! Mentang-mentang punya wajah ganteng dan juga tajir, sombongnya udah hampir ngalahin Fir'aun. Hhh..'' ujar Rico bercanda.


'' Eish.., bacotmu itu Ric! Kalo ngomong, kadang suka bener. Kalau bukan teman dari kecil, udah aku lempar kamu ke laut. Hhh..'' balas Clayton mencandai Rico.


Meskipun kata-kata Rico tadi cukup kasar, akan tetapi, karena Clayton dan Rico memang berteman sejak kecil, jadi Clayton tidak marah saat dikatain oleh Rico dengan kata-kata seperti itu. Andai yang berkata seperti itu orang lain, mungkin akan berbeda lagi ceritanya.


'' Iya iya.., tuan Fir'aun! Hhh...'' kembali Rico menyebut Clayton dengan asal.


'' Hemm.. Dasar belut kamu Ric! Tapi faktanya emang gitukan? Coba kamu ingat-ingat! Sejak kecil, apasih keinginanku yang tidak aku dapatkan. Uang? Kendaraan? Cewek? Semuanya bisa aku peroleh dengan mudah semudah membalikkan telapak tangan.'' ucap Clayton semakin bangga.

__ADS_1


'' Eh, tapi ngomong-ngomong! Apa kemampuanmu dalam menaklukkan cewek-cewek, itu memang bakat yang diturunkan oleh orang tuamu ya? Soalnya, kamu tau sendirikan bagaimana mereka?'' ujar Rico setengah menyindir.


Ditanya seperti itu, Clayton malah tertawa dan tidak tersinggung sama sekali. Baginya, asalkan apa yang diinginkan olehnya bisa dipenuhi oleh kedua orang tuanya, dia tidak perduli dengan perbuatan kedua orang tuanya.


'' Hhh.., mana aku tau Ric! Mau bakat turunan ataupun bukan, apa bedanya semua itu. Yang penting, aku bisa happy dan menikmati masa mudaku.'' jawab Clayton seenaknya.


'' Tapi kok bisa sih Clay? Maaf ya sebelumnya! Emangnya kamu gak nervous apa, tau kalau orang tuamu seperti itu? Kalau aku sih, kayaknya nggak sanggup tuh!'' ujar Rico sembari membayangkan, bagaimana rasanya jika dia dalam posisi seperti Clayton.


Beberapa kali, Clayton pernah memergoki ayah maupun ibunya berselingkuh. Bahkan, sepasang suami istri ini juga sama-sama tahu, kalau pasangannya memiliki selingkuhan. Akan tetapi, hubungan dalam rumah tangga mereka tampaknya tetap harmonis dan tidak menunjukkan adanya suatu permasalahan. Hal inilah yang membuat Rico merasa heran dengan keluarga Clayton.


'' Ya awalnya sih, aku sempat kesal dan marah dengan mereka.Tapi, setelah kupikir-pikir, daripada aku pusing mikirin kelakuan mereka, mendingan aku cari kesenangan diriku sendiri. Yang penting, apa yang aku inginkan, mereka juga harus bisa memenuhinya.''


'' Lagi pula, hal semacam itu sudah bukan jadi rahasia lagi Ric. Banyak diantara mereka yang jadi pejabat, pengusaha, artis terkenal, atau apapun profesinya, kalau sudah bergelimangan harta, kelakuan mereka banyak yang seperti itu. Ya.., salah satunya seperti kedua orang tuaku.''


'' Jadi, buat apa repot-repot ngurusin hal yang seperti itu? Buang-buang energi saja. Mendingan, kita urusin diri kita sendiri. Mumpung masih muda dan punya kesempatan. Kita nikmati hidup ini dengan bersenang-senang. Hhh..'' ujar Clayton terkekeh. Namun, dari tatapan kedua matanya, ada hal yang berbeda yang dia sembunyikan.


'' Weh.., bener-bener kamu Clay. Gak takut ketiban sial apa?'' ujar Rico menakut-nakuti Clayton.


'' Sial? Sial bagaimana maksudmu Ric?'' tanya Clayton penasaran.


'' Ya sial, sial..! Kan pepatah mengatakan: " sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga ". Begitu juga kamu Clay. Suatu saat nanti, bisa jadi kamu bertemu perempuan yang membuatmu nggak bisa berbuat seperti ini lagi.''


'' Lagian, apa kamu juga gak takut kebanyakan dosa. Sudah berapa banyak cewek-cewek yang kamu mainin!'' ujar Rico menasehati Clayton.


'' Hah..?!! Pfft.. Kamu habis kesambet apaan sih Ric? Kok tiba-tiba ngomongnya sok alim begitu! Kamu sehat..?'' sahut Clayton terkekeh dengan kata-kata Rico, dan hendak meletakkan tangannya di kening Rico.


'' Ih, paan sih kamu Clay?'' ucap Rico sambil menepis tangan Clayton yang akan menyentuh keningnya.


'' Hhh.. Rico.. Rico, kamu itu ya! Seingat aku selama berteman denganmu, baru kali ini kamu aneh seperti ini.'' ujar Clayton melihat kearah Rico dengan heran.


'' Aneh bagaimana maksudmu Clay?'' tanya Rico.


'' Pertama: Kita berteman bukan baru kemarin sore. Aku kenal seperti apa kamu, kamu juga mengenal bagaimana aku. Sejauh ini, apapun yang aku lakukan, kamu tidak pernah protes ataupun berkomentar.''


'' Kedua: Kalau ngomongin soal dosa, mendingan kamu nongkrongnya di pesantren aja sama pak ustadz, jangan sama kita-kita. Lagian, aku juga heran sama kamu Ric. Kamu itu, minum gak suka, main perempuan juga enggak. Tapi, senengnya kok ngumpul bareng sama kita! Kan aneh jadinya.''


'' Dan terakhir: Kamu itu ya, emang teman yang gak ada ahlak. Jadi teman kok malah nyumpahin yang gak bener! Harusnya, kamu itu doain supaya urusanku selalu lancar. Kan yang enak kamu juga! Dapat banyak duit dariku.''


'' Tapi aku heran juga sama kamu ya Ric. Orang tuamu kan kaya! Ngapain kamu ribet-ribet ngumpulin duit sendiri. Emangnya, kamu ngumpulin duit itu buat apaan sih?'' tanya Clayton dengan heran.


'' He.., aku itu bukannya nyumpahin kamu Clay. Aku cuma ngingetin kamu, biar kamu lebih hati-hati kalau melakukan sesuatu. Kalau soal minum dan main perempuan, terus terang aku gak hobi. Aku kan orang baik! Gak kayak kamu, he..'' jawab Rico sambil cengar-cengir.


'' Hhh.. Orang baik, baik kepalamu! Orang baik kok kayak gitu. Lah terus, kalau bukan untuk bersenang-senang, untuk apa kamu ngumpulin duit! Mau bangun masjid? hhh...'' ujar Clayton dan terkekeh menertawai Rico.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2