
Berbeda dengan Bella yang memprotes syarat yang diberikan oleh ayahnya kepada Raka, ibu Linda yang tadinya merasa tidak senang karena suaminya memberikan kesempatan lagi kepada Raka, dia kini ikut tersenyum puas. Seperti yang dikatakan oleh Bella, memang syarat yang diberikan kepada Raka kali ini, bisa dikatakan sangat tidak mungkin.
Meskipun Raka memang mempunyai usaha, namun, dengan usaha sekecil itu, rasanya sangat mustahil dia bisa membeli rumah mewah, dan juga mobil dalam waktu satu minggu. Perlu waktu bertahun-tahun, atau belasan bahkan mungkin puluhan tahun, agar dia bisa mengumpulkan uang sebanyak itu.
'' Ini keterlaluan namanya Pi! Papi dan Mami memang sengaja kan? Supaya kalian bisa menjauhkan Bella dari mas Raka!'' ujar Bella semakin sewot, saat melihat wajah kedua orang tuanya yang tampak gembira.
'' Diam kamu Bella! Sana masuk ke kamarmu! Sudah bagus kami masih memberi kesempatan sama dia. Kamu malah ngomong seperti itu kepada kami. Dasar anak gak tau di untung!'' bentak ibu Linda jadi emosi karena Bella yang terus protes dengan keputusan mereka.
'' Ini pasti gara-gara kamu Raka! Kamu memang membawa pengaruh buruk buat anak kami. Huh! Dasar orang miskin! Kalau kamu merasa sudah nggak mampu memenuhi persyaratan ini, mending kamu cepat pergi dari rumah kami.'' lanjut Bu Linda mulai menuduh dan mencaci Raka.
Raka yang pikirannya masih diliputi rasa kesal terhadap Clayton, dia tidak menggubris perkataan Ibu Linda. Dia juga masih belum memberikan jawaban kepada kedua orang tua Bella, apakah dia sanggup atau tidak untuk memenuhi syarat yang diajukan kepadanya.
Karena dia juga merasa sudah tidak ada yang perlu dia katakan kepada pak Daniel dan ibu Linda, Raka pun akhirnya lebih memilih untuk segera pergi dari rumah itu. Dia juga tidak ingin, kalau nanti kedua orang tua Bella akan semakin marah dan terus menghinanya.
Melihat Raka yang hendak pergi, Bella yang merasa takut Raka telah tersinggung oleh ucapan ibunya tadi, diapun mencoba untuk mengejar dan menghentikan Raka. Namun, belum sempat Bella melangkahkan kakinya, kedua orang tuanya langsung menghadangnya dan menyuruhnya masuk kedalam kamarnya.
...----------------...
'' Eh Clay Clay! Liat itu! Itu bukannya si bocah miskin itu ya? Ngapain dia malam-malam begini keluyuran ditempat ini.'' ujar Rico yang tidak sengaja melihat Raka, saat mereka hendak pergi ketempat dimana mereka dan yang lainnya berkumpul.
Mendengar Rico berkata kalau dia melihat Raka, Clayton langsung menoleh kearah yang ditunjuk oleh Rico. Benar saja, dia memang melihat Raka yang sedang membawa motornya dengan pelan, yang entah mau apa ataupun hendak kemana. Melihat hal itu, Clayton yang tadinya mau membawa mobilnya kearah lain, dia lalu memutar balik arah dan mengikuti Raka dari belakang. Rico yang tidak tahu apa tujuan Clayton mengikuti Raka, dia jadi heran dan bertanya kepada Clayton.
'' Eh Clay, mau ngapain kita mengikuti dia? Bukannya kita mau ngumpul ditempat biasa!''
'' Udah Ric, kamu diem aja dulu! Mendingan kamu hubungi anak-anak yang lain, dan suruh mereka datang kemari. Aku mau buat perhitungan dengan bocah itu. Sudah seharian ini, entah dia udah bawa Bella kemana?'' sahut Clayton sambil terus mengikuti Raka.
Clayton yang siang tadi datang ke rumah Bella, dia jadi kecewa karena tidak dapat menemui Bella disana. Dia hanya bertemu dengan ibu Linda yang mengatakan, kalau Bella belum pulang sejak pergi kuliah tadi pagi. Hal itu jugalah yang membuat ibu Linda marah-marah saat Bella pulang hampir malam bersama Raka.
'' Tapi Clay, masa iya kita ngasih pelajaran pada bocah itu ditempat ramai seperti ini. Apa nggak sebaiknya cari tempat yang agak sepian dikit. Takutnya, nanti malah timbul masalah yang lain.'' ujar Rico yang takut jika dia terkena masalah, dan orang tuanya mengetahui.
Mungkin bagi Clayton, hal itu tidak jadi masalah. Jikapun semisal dia ditangkap oleh polisi karena membuat onar, pasti orang tuanya akan menembus dan membebaskannya. Akan tetapi bagi Rico, hal itu hanya akan membuat orang tuanya malah semakin marah kepadanya. Itulah sebabnya, Rico tidak ingin Clayton ribut dengan Raka ditempat umum, dan dia ikut terlibat bersamanya.
'' Ih, takut amat sih kamu Ric. Tapi baiklah! Kita tunggu sampai kita temukan tempat dan situasi yang tepat, barulah nanti kita kasih pelajaran bocah miskin itu!'' sahut Clayton menyetujui usulan Rico.
Setelah menunggu beberapa saat, kesempatan yang ditunggu-tunggu pun datang. Disebuah jalanan yang cukup lengang dan tidak begitu banyak rumah disekitarnya, Clayton yang sejak tadi berada dibelakang mengikuti motor Raka, dia langsung memacu mobilnya dengan cepat. Dia segera mendahului Raka, lalu mengambil jalur kiri dan mengerem tiba-tiba didepan jalur yang akan dilalui oleh Raka.
Raka yang tidak menyangka akan hal itu, dia refleks segera mengerem dan menghentikan motornya. Namun, meskipun kecepatan motor yang dibawanya cukup lambat, akan tetapi karena jarak mobil yang berhenti didepannya sangat dekat, dia tidak bisa menghindari mobil tersebut.
__ADS_1
'' Duk!''
Meski tidak mengakibatkan bekas tabrakan yang serius, namun bagian depan sepeda motornya sempat menabrak body belakang mobil yang dikendarai oleh Clayton, dan meninggalkan sedikit goresan pada mobil itu. Raka segera turun dan menepikan sepeda motornya. Meskipun dia tahu bukan dia yang salah, namun dengan rendah hati, dia tetap ingin meminta maaf kepada pemilik mobil tersebut.
Secara bersamaan, Clayton yang memang sengaja melakukan hal itu, dia juga turun dari mobilnya dan segera menghampiri Raka. Raka yang baru mengetahui kalau sang pengemudi mobil itu adalah Clayton, dia jadi terkejut saat melihat siapa orang yang ada didepannya. Namun, niatnya yang tadi hendak minta maaf, kini dia urungkan setelah tahu kalau pemilik mobil itu adalah Clayton.
'' Hey bocah miskin! Kalau bawa motor itu yang bener dong! Mobil Segede gini main seruduk aja. Mau cari masalah kamu ya?'' bentak Clayton memutarbalikkan fakta.
'' Hey Bung! Jangan seenaknya saja kamu bicara ya. Bukannya kamu yang nyalip dan langsung berhenti tiba-tiba. Untung saja aku pelan. Kalau tidak! Tentu lain ceritanya.'' jawab Raka cukup kesal atas tuduhan Clayton.
'' Pokoknya aku tidak mau tahu. Kenyataannya, motor bututmu itu memang sudah merusak mobilku. Sekarang, kamu harus ganti rugi atas kerusakan ini. Kalau tidak! Aku akan menghajarmu sekarang juga.'' ancam Clayton, lalu bersiap untuk menyerang Raka.
Raka yang saat ini hatinya sedang tidak karuan karena memikirkan syarat dari kedua orang tua Bella. Ditambah lagi, kini dia juga tahu kalau ternyata Clayton-lah yang menjadi biang keladi atas masalah yang sedang dia hadapi, diapun segera bersiap untuk menghadapi Clayton.
Tidak seperti biasanya. Raka yang selalu kalem dan tenang dalam menghadapi segala hal, kali ini dia begitu mudah terbawa emosi. Dengan adanya masalah hubungannya dengan Bella, ditambah lagi dengan ulah Clayton yang memang sedang mencari gara-gara dengan dia, Raka langsung terpancing oleh umpan dari Clayton.
Karena keduanya sudah tidak bisa menahan rasa kesal dihatinya masing-masing, akhirnya merekapun terlibat dalam perkelahian ditempat itu. Awalnya, Raka hanya menghindari serangan-serangan dari Clayton, yang lebih dahulu menyerangnya. Namun, setelah beberapa saat. Raka juga mulai balas menyerang Clayton.
Dalam perkelahian itu, meskipun bisa dibilang kalau Clayton cukup mahir dalam hal ilmu beladiri, tetapi rupanya Raka masih cukup mudah menghadapi serangan-serangannya. Bahkan, beberapa kali Raka sempat mendaratkan pukulan dan tendangannya ke tubuh Clayton.
Rico-pun segera melaksanakan perintah Clayton. Dia segera menghubungi teman-temannya, agar secepatnya datang ketempat tersebut. Setelah itu, dia langsung turun ke arena untuk membantu Clayton menyerang Raka.
'' Hey bocah miskin! Sudah aku bilang kan! Sebaiknya kamu tidak berurusan dengan Clayton. Sekarang, kamu rasakan sendiri akibatnya. Udah dibilangin ngeyel. Huh!'' hardik Rico memarahi Raka.
'' Udah Ric, nggak usah banyak omong. Aku juga tahu kamu itu cecunguknya Clayton. Kalau kamu mau membantu dia, ayo maju sekalian. Aku juga tidak takut.'' balas Raka menyahuti ucapan Rico.
Meskipun Raka dan Rico satu kelas di kampus. Namun, mereka memang tidak berteman baik. Raka yang tahu kalau Rico berkomplot dengan Clayton, dia lebih memilih untuk menjauhi Rico dan teman-teman satu gengnya. Jadi, meskipun mereka satu kelas, baik Raka maupun Rico, mereka tidak lagi mempertimbangkan hal itu.
Perkelahian itupun kembali berlanjut. Kali ini, Rico dan Clayton secara bergantian menyerang Raka. Terkadang, mereka juga menyerang Raka secara bersamaan. Akan tetapi, meskipun diserang oleh dua orang, ternyata Raka masih bisa meladeni mereka. Dengan gesit, Raka masih bisa dengan mudah menghindari serangan keduanya.
Karena keduanya masih belum bisa melumpuhkan Raka, Clayton jadi semakin kesal. Dia semakin menambah kecepatan serangan-serangannya. Begitu juga Rico. Dia hampir tidak percaya, kalau Raka yang lebih memilih diam dan menghindar ketika dibully oleh dia dan teman-temannya itu, ternyata cukup memiliki kemampuan dalam ilmu beladiri. Diapun tidak mau kalah. Bersamaan dengan Clayton, Rico juga semakin menambah kecepatan serangan-serangannya terhadap Raka.
'' Ayo Ric! Cepat beresi bocah ini. Jangan sampai keburu ada orang yang datang.'' perintah Clayton yang sudah tidak sabar ingin melumpuhkan Raka.
'' Oke Clay. Aku juga nggak pengen lama-lama ngurusin dia.'' jawab Rico lalu segera menghambur menyerang Raka.
Karena serangan Rico dan Clayton semakin cepat, Raka-pun semakin menambah kewaspadaannya. Dia kini lebih berhati-hati dalam menghadapi serangan-serangan mereka. Alhasil, semua serangan dari Rico dan Clayton, masih belum bisa mengenai sasaran. Hal ini semakin membuat Clayton dan Rico semakin geram.
__ADS_1
Jurus demi jurus sudah mereka keluarkan. Bahkan, keduanya juga mencoba berkolaborasi dalam membentuk sebuah serangan tipuan, supaya serangan mereka bisa membuahkan hasil. Akan tetapi, meski sudah melakukan hal itu, ternyata hasilnya masih saja tetap sama.
Dari sekian banyak pukulan maupun tendangan yang mereka lancarkan kepada Raka, semuanya hanya mengenai tempat kosong belaka. Hingga pada suatu kesempatan, Raka yang melihat adanya peluang untuk melakukan serangan balik, dia segera melancarkan serangan kepada keduanya.
'' Duk! Ahh..!''
Pada waktu yang bersamaan, satu pukulan dan tendangan yang cukup keras, langsung menghantam dada rico, dan juga leher samping kiri Clayton. Rico yang terkena pukulan Raka di dadanya, dia sampai terjungkal kebelakang beberapa meter. Sementara Clayton, dia terhuyung-huyung lalu jatuh akibat tendangan Raka yang menghantam leher kirinya.
'' Bruk!'' Rico dan Clayton ambruk ketanah secara bersamaan. Rupanya, pukulan dan tendangan yang dilakukan oleh Raka, disertai juga dengan tenaga dalam meskipun tidak seberapa besarnya.
Rico dan Clayton benar-benar tidak menyangka. Raka yang sejak tadi selalu menghindari serangan-serangan mereka, tiba-tiba saja menyerang balik dengan begitu cepatnya. Apalagi, serangan itupun disertai dengan tenaga dalam yang cukup lumayan. Akibatnya, dari mulut keduanya juga sampai mengeluarkan darah setelah terkena serangan tersebut.
Untuk pertama kalinya, Raka mencoba mengeluarkan kemampuannya tersebut. Enggak tahu kenapa? Saat dulu melawan rombongan preman yaitu Gareng dan teman-temannya, dia tidak mau mengeluarkan kemampuannya tersebut. Tapi kali ini, meski tidak mengeluarkan sepenuhnya, kemampuan yang selama ini dia sembunyikan, akhirnya dia keluarkan juga.
Tepat pada saat Clayton dan Rico mencoba untuk kembali bangkit setelah ambruk itu, teman-teman Rico yang sekaligus merupakan anak buah Clayton datang ketempat tersebut. Delapan orang pemuda segera turun dari dua mobil yang mereka bawa, lalu segera menghampiri Rico dan Clayton.
'' Maaf bos! Apa kami terlambat? Apa kalian tidak apa-apa?'' tanya mereka sambil memapah Rico dan Clayton yang masih terhuyung-huyung, saat mencoba untuk berdiri kembali.
'' Udah! Gak usah kebanyakan tanya lagi! Cepat ringkus bocah ini dan beri dia pelajaran!'' perintah Rico sambil memegangi dadanya yang masih terasa sakit.
Rico lalu mendekati Clayton, dan mengajaknya untuk sedikit menjauh dari Raka yang masih berdiri menunggunya. Keduanya lalu duduk, sambil terus mengawasi teman-temannya yang kini mulai mengepung Raka. Secara serempak, teman-teman dan anak buah Clayton langsung menyerang Raka. Diantara mereka, bahkan ada yang menggunakan tongkat bisbol untuk menyerang Raka.
Karena semakin banyak orang yang menyerangnya, mau tidak mau, Raka-pun semakin meningkatkan kewaspadaannya. Apalagi, mereka juga tampaknya tidak main-main dan ingin menghajar Raka habis-habisan. Rupanya, saat mereka melihat bos dan teman mereka yang terluka oleh Raka, mereka langsung terbawa emosi, sekaligus ingin menunjukkan kesetiaan mereka kepada Clayton.
Seperti saat menghadapi Clayton dan Rico, Raka masih terus mencoba menghindari dan sesekali menangkis serangan-serangan mereka. Dia juga terus mencari celah, agar dia bisa menyerang balik mereka. Karena serangan-serangan mereka tak pernah mengenai sasaran, seperti halnya Rico dan Clayton, mereka jadi bertambah emosi.
Hingga setelah beberapa menit pertarungan itu berlangsung, Raka yang tidak ingin menghabiskan banyak waktu dan energi dalam menghadapi mereka, dia kini mencoba untuk membalikkan situasinya. Dia segera bersiap untuk melumpuhkan dua orang sekaligus, seperti saat tadi menghadapi Rico dan Clayton.
Dengan cepat, dia segera menghindari pukulan lawan yang mengarah ke wajahnya. Dengan cepat pula, dia menangkap tangan sang lawan, lalu menarik tubuhnya, kemudian menghantamkan lututnya ke dagu orang tersebut.
'' Duk! Aarghh..''
Tidak sampai disitu. Setelah menghajar orang tersebut, dia segera melemparkan orang itu kearah belakang, dimana salah satu diantara mereka juga hendak menyerangnya dari belakang.
Karena tidak menyangka Raka akan melakukan hal itu, orang yang tadi hendak menyerangnya dari belakang jadi terkejut. Tubuh temannya yang tadi sedang dipegang oleh Raka, tiba-tiba saja sudah melayang kearahnya dengan begitu cepat. Saking cepatnya, dia jadi tidak bisa menghindarinya. Alhasil, kedua tubuh itupun bertabrakan dengan begitu kerasnya.
...****************...
__ADS_1