Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol

Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol
Melihat Bidadari


__ADS_3

Seminggu kemudian. Usai kuliah, Bella meminta Raka untuk mengantarnya pulang. Karena hari ini merupakan akhir pekan, Bella meminta kepada Raka untuk datang kerumahnya dan mengenalkannya kepada kedua orang tuanya.


Meskipun kedua orang tua Bella sudah tahu kalau Bella sudah mempunyai pacar, namun hingga hari ini, mereka masih belum pernah bertemu dengan Raka. Untuk itulah, Bella ingin agar Raka mengenalkan diri kepada kedua orang tuanya, supaya kedua orang tuanya bisa memberikan restu akan hubungan mereka.


Bella berharap, setelah mereka bertemu dan mengobrol dengan Raka secara langsung, hati kedua orang tuanya terutama ibunya, bisa luluh dan merestui hubungan dirinya dengan Raka. Meskipun dalam waktu seminggu ini kedua orang tuanya tidak melarang secara langsung akan hubungan mereka, namun mereka juga tidak menunjukkan adanya dukungan terhadap hubungan dirinya dengan Raka.


'' Mas Raka, ntar malem kerumah ya! inikan malam minggu. Lagi pula, Mami sama Papi ingin ketemu sama mas Raka.'' pinta Bella saat mereka sedang dalam perjalanan.


'' Emm.., gimana ya! Aku kalau malam Minggu kayaknya repot Bell. Kamu kan tau, kalau besok pagi aku harus jualan.'' sahut Raka tampak keberatan.


'' Ya aku tahu mas, besok mas harus jualan. Tapi, masa mas Raka gak bisa sih meluangkan waktu sebentaar aja buat Bella. Kita kan udah resmi jadian mas.''


'' Aduuh Bella! Kayaknya lain kali aja deh ya. Aku benar-benar nggak bisa kalau nanti malam. Maaf!''


'' Mas Raka, Please..deh! Tolong temuin Mami sama Papi aku. Sebentar doang kok. Demi hubungan kita mas!'' pinta Bella terus memohon.


Karena Bella terus menerus memintanya untuk datang kerumahnya nanti malam, akhirnya Raka pun menyetujuinya meskipun dengan sedikit berat hati. Didalam hati Raka, dia masih merasa khawatir. Dia takut, nanti kedua orang tua Bella tidak bisa menerima dirinya sebagai kekasih Bella, jika mereka tahu status dirinya yang cuma dari keluarga biasa.


'' Ayo masuk dulu mas! Kan kemarin udah janji, kalau nganter lagi akan mampir ke rumah.'' tagih Bella mengingatkan Raka, saat mereka sudah berada didepan pintu pagar rumah Bella.


'' Emm.., aku langsung aja ya Bell! Kan nanti malam aku juga kesini lagi.'' sahut Raka membuat alasan.


'' Kok gitu sih mas! Sekarang ya sekarang, nanti malam ya nanti malam.'' ujar Bella agak kesal.


'' Bella.., kamu kan tahu aku sibuk. Jadi tolong maklum sedikit ya! Atau, begini saja. Aku mampir sekarang, tapi ntar malem aku gak jadi kesini! Gimana? Mau pilih sekarang, atau nanti malam?'' ucap Raka memberi pilihan.


'' Ya udah deh, gak papa nanti malam aja. Kalau sekarang, nanti gak ketemu sama Papiku.'' jawab Bella dengan sedikit terpaksa.


'' Ya udah, aku pulang ya! Sampai ketemu nanti malam. Assalamualaikum..'' ucap Raka lalu segera pergi.


'' Wa'alaikumsalaam...'' jawab Bella.


Sepeninggalnya Raka dari tempat itu, Bella yang tadi terus memandangi kepergiannya, dia segera memasuki halaman rumahnya. Setelah sampai didepan pintu, dia mengucapkan salam dan memanggil ibunya. Namun, bukannya ibunya yang menyahut, malah pembantunya yang segera datang dan mengatakan, jika ibunya sedang pergi bersama ibu-ibu kelompok arisan mereka.


'' Iiih.., Kebiasaan! Lagi-lagi, Bella dirumah sendirian. Sebel..!'' gerutu Bella, begitu masuk kedalam rumah.


Setelah masuk kedalam kamarnya, Bella langsung menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidurnya yang begitu empuk. Dia lalu mengeluarkan iPhone miliknya dan membuka kontak WhatsApp, serta membuat pesan untuk Raka. Sepertinya dia sudah tidak sabar lagi menantikan datangnya waktu malam, dan bertemu dengannya lagi, untuk membicarakan hubungannya bersama kedua orang tuanya.


...----------------...

__ADS_1


Malam segera tiba. Setelah berpamitan kepada ibunya, Raka segera pergi meninggalkan rumah dan menuju kediaman Bella. Namun, sebelum dia pergi menuju kesana, Raka mampir ke rumah Roni sahabatnya dan mengajaknya untuk ikut bersamanya.


Sesampainya dia didepan rumah bude-nya Roni, Raka menghentikan motornya. Secara kebetulan, Roni baru saja akan keluar dan pergi kerumah Raka untuk menemuinya. Raka lalu mengatakan kepada Roni, kalau dia akan pergi ke rumah temannya. Merekapun akhirnya pergi kerumah Bella dengan mengendarai motor milik Raka.


'' Bro, ini sebenarnya kita mau kemana sih? Kok kita malah menuju ke wilayah perumahan orang-orang kaya. Memangnya, nanti kita boleh masuk?'' tanya Roni kebingungan.


Menurut yang dia dengar, tidak sembarang orang bisa masuk ke komplek perumahan ini. Selain hanya pemilik rumah di komplek ini, hanya mereka yang ada kepentingan yang umumnya adalah mereka orang-orang kaya juga. Sedangkan Roni, dia belum pernah datang ke komplek ini. Makanya dia jadi merasa heran, saat mengetahui kalau Raka hendak membawa motornya menuju komplek tersebut.


'' Ya berdoa sajalah Ron! Semoga saja kita bisa masuk kesana. Soalnya, malam ini aku ada sedikit keperluan dengan salah satu penghuni komplek ini,'' jawab Raka, tidak langsung berterus terang mengenai tujuannya datang kesini.


'' Mas Bro. Aku pernah dengar, penjaga pintu gerbang komplek ini orangnya galak-galak lho! Emangnya sampeyan berani ngadepin mereka?'' tanya Roni lagi.


'' Kita Bismillah aja deh Ron, mudah-mudahan semuanya berjalan lancar.'' sahut Raka seakan tidak memperdulikan kekhawatiran Roni.


Beberapa saat kemudian, saat mereka sampai didepan pintu gerbang komplek tersebut, Raka turun dari motornya. Dia lalu menghampiri pos penjagaan dan berbicara dengan petugas keamanan disana.


Siang tadi, saat kembali dari mengantarkan Bella, Raka sempat berbicara dengan penjaga gerbang tersebut. Dia mengatakan kepada para penjaga gerbang itu, bahwa malam ini dia diminta datang kerumah Bella, yang tentunya para penjaga itu mengenali siapa kedua orang tuanya. Maka dari itulah, setelah mereka berbicara sebentar, para penjaga itu segera membukakan pintu gerbang untuk Raka.


Raka pun segera kembali menaiki kendaraannya dan langsung menuju ke rumah Bella. Melihat hal itu, Roni yang tadinya merasa khawatir, kini dia dibuat takjub oleh apa yang baru saja dilakukan oleh Raka. Dia benar-benar merasa heran, kenapa Raka bisa dengan mudahnya mendapatkan ijin untuk masuk ke wilayah itu dengan begitu mudah.


'' Mas Bro! Sampeyan punya ilmu apa sih, kok bisa dengan mudahnya masuk kedalam komplek ini?'' tanya Roni yang kini semakin terheran heran.


'' Ya bukan begitu mas Bro! Setahu aku, katanya nih! Untuk bisa masuk ke komplek ini, tidak sembarang orang bisa masuk kemari. Tapi sampeyan, kok gampang banget ya! Apa jangan-jangan sampeyan udah beli rumah disini?'' duga Roni.


'' Hhh.., tambah ngaco kamu Ron. Kamu kira, aku punya uang segudang apa buat beli rumah di komplek ini. Mimpi aja aku nggak berani. Apalagi beneran.'' jawab Raka menepis dugaan Roni.


Hingga mereka sampai didepan rumah mewah milik keluarga Bella, Roni masih terus berceloteh atas kekagumannya saat melihat bagaimana bangunan-bangunan megah yang ada di komplek ini. Terlebih lagi, saat dia melihat rumah yang dituju oleh Raka, Roni malah semakin tidak bisa menahan rasa kekagumannya tersebut.


Bahkan, Raka sendiri yang sudah dua kali datang ketempat ini, dia jadi semakin takjub saat melihat rumah Bella pada malam hari. Dengan pencahayaan lampu yang sedemikian rupa, rumah itu tampak semakin megah dan mewah, laksana sebuah istana para raja. Hal itu sempat membuat Raka jadi sedikit ragu untuk memasuki halaman rumah tersebut.


Namun, disaat Raka merasa sedikit ragu untuk melanjutkan niatnya bertamu ke rumah tersebut, Bella yang memang sudah dari tadi menunggu kedatangannya, dia langsung keluar dan memerintahkan satpam untuk membukakan pintu gerbang rumah itu.


Setelah pintu gerbang rumah itu terbuka, Raka dengan hati yang terus berdebar-debar, diapun mencoba untuk menguatkan hatinya dan membawa motornya memasuki halaman rumah Bella.


'' Ron, tolong nanti jangan norak kayak tadi ya! Biarpun kita orang kampung, tapi kita harus bisa jaga image kita dimata orang-orang kaya itu.'' Bisik Raka meminta kepada Roni.


'' Maaf Bro! tadi aku kebawa suasana banget. Ya maklum.., soalnya aku baru pertama kali datang ketempat seperti ini. Tapi sekarang, pokoknya aku siap! Aku akan bersikap seperti yang kamu minta.'' jawab Roni dengan berbisik juga, serta merapikan rambut dan pakaiannya.


Keduanya lalu berjalan menuju pintu dimana Bella tengah berdiri menunggu mereka. Dibawah cahaya lampu, Bella yang sudah bersiap menyambut kedatangan Raka, dia berdandan begitu rupa. Wajahnya yang cantik, dengan pipinya yang chubby, serta kulitnya yang putih, tampak begitu serasi dengan warna gaun cream yang sedang digunakannya.

__ADS_1


'' Mas Bro! Siapa cewek itu mas? Masyaallah..., cantik banget! Udah bener-bener kayak bidadari.'' Bisik Roni yang tidak bisa menahan diri untuk menunjukkan kekagumannya.


Saat melihat Bella dari dekat, Roni jadi lupa akan pesan yang barusan Raka katakan. Sebenarnya, Raka sendiri juga mengakui dan cukup tercengang dengan penampilan Bella malam ini. Bahkan, saat tatapan keduanya bertemu, hati Raka jadi semakin berdegup kencang.


Andai saja dia baru pertama kali melihat dan bertemu dengan Bella, mungkin dia juga tidak akan jauh berbeda seperti Roni. Namun, Raka segera dapat menguasai dirinya setelah beberapa kali dia mengambil napas dalam-dalam. Akan tetapi, karena hal tersebut, dia jadi lupa kalau baru saja Roni bertanya kepadanya.


'' Assalamualaikum..'' Sapa Raka setelah berada dihadapan Bella.


'' Wa'alaikumsalaam.., masuk mas! Kirain kamu gak jadi datang. Aku sampai cemas lho nungguin kamu.'' jawab Bella sedikit menggoda Raka.


'' Maaf Bell, aku sedikit telat. Soalnya, aku tadi mampir dulu ketempat temanku ini. Oh iya, kenalin. Ini Roni temanku.'' sahut Raka, lalu mengenalkan Roni kepada Bella.


'' Roni mbak, temannya mas Raka.'' ucap Roni sambil sedikit menganggukkan kepalanya.


'' Bella! Saya pacarnya mas Raka.'' ucapnya lalu tanpa sungkan-sungkan segera bergelayutan pada lengan Raka dengan manja.


Raka yang tidak menyangka Bella akan seperti itu, dia jadi terkejut. Namun, dia juga tidak bisa melepaskan diri dari pegangan tangan Bella yang begitu erat, serta merapatkan tubuhnya itu kepadanya.


Untuk pertama kalinya, Dia kontak langsung dengan bagian tubuh seorang gadis. Karena hal itu, detak jantung Raka yang tadi baru saja normal, kini kembali berdegup lebih kencang dari sebelumnya. Wajahnya juga mulai memerah dan berkeringat. Melihat perubahan pada raut muka Raka, Bella pun segera bertanya kepadanya.


'' Kamu kenapa mas? kok wajah kamu jadi merah dan keringatan gitu!'' tanya Bella sembari menatap wajah Raka.


'' Gak papa Bell. Hanya saja, aku gak biasa sedekat ini sama cewek. Aku.. aku..'' jawab Raka semakin gugup.


Mendengar jawaban dari Raka, Bella jadi terkekeh. Ditatapnya kembali wajah Raka dalam-dalam. Hal itu membuat Raka malah semakin grogi dibuatnya. Entah apa yang ada didalam benak Bella saat itu, seakan tidak sadar ada Roni didekat mereka, Bella malah memejamkan matanya dan hendak mencium bibir Raka.


Namun, sebelum wajah Bella lebih dekat lagi dengan wajah Raka. Raka segera menahan kedua bahu Bella dan mengingatkannya. Sementara itu, Roni yang masih tercengang mendengar pengakuan Bella kalau dia adalah pacarnya Raka, kini dia jadi terbengong melihat apa yang sedang terjadi didepan matanya.


Mendengar kalau gadis secantik bidadari, dan juga merupakan penghuni rumah mewah itu adalah pacarnya Raka saja, dia sudah sangat terkejut. Kini dia malah menyaksikan, kalau gadis itu hendak mencium Raka. Sungguh sesuatu yang diluar dugaannya. Meskipun Roni sendiri bisa dikatakan sebagai playboy cap cicak, tapi untuk apa yang sedang disaksikannya, ini benar-benar diluar imajinasinya.


'' Bella! Kamu mau ngapain sih begitu? Malu ah dilihat orang juga! Lagian, kalau sampai ini dilihat oleh orang tuamu, bisa-bisa, aku diusir sama mereka.'' bisik Raka mengingatkan Bella.


Mendengar peringatan dari Raka, Bella jadi tersadar jika didekat mereka ada Roni. Dia jadi tersipu malu, dan buru-buru bersembunyi dibelakang Raka, serta berbisik kepadanya.


'' Maaf mas! Aku tadi terbawa suasana. Habisnya, mas Raka tadi keliatan begitu menggemaskan. Aku kan, jadi geregetan liatnya.'' bisik Bella sambil kembali bergelayutan pada lengan Raka.


Disaat mereka masih berdiri disana, dari dalam rumah, muncul Bu Linda yang juga tadi sempat mendengar suara Raka mengucapkan salam. Dia sempat melihat Bella yang sedang memeluk lengan Raka. Bella cepat-cepat melepaskan tangannya dari Raka, begitu melihat ibunya muncul dari balik pintu.


'' Bella, ngapain kamu diluar situ? Kalau ada tamu, ajak mereka masuk!'' perintah Bu Linda kepada Bella.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2