Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol

Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol
Kritis


__ADS_3

Melihat Topan yang tampak panik saat menerima panggilan telepon dari Raka, Helen dan Bella secara bersamaan menoleh kearahnya. Mereka jadi terdiam mendengar percakapan Topan dengan Raka. Dalam hati, mereka juga bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Raka, sehingga Topan sampai seperti itu.


'' Ada apa Pan, kenapa kamu panik seperti itu?'' tanya Helen penasaran.


'' Aku nggak tau Hel. Tapi sepertinya sesuatu yang buruk telah terjadi kepadanya. Sekarang, aku harus secepatnya pergi untuk memeriksa apa yang terjadi dengannya.'' jawab Topan setengah berbisik.


Bella yang juga merasa penasaran, diapun bertanya kepada Topan dan Helen. Namun, baik Topan maupun Helen, mereka seperti tidak perduli sama sekali dengannya. Tanpa memberikan jawaban apapun kepada Bella, mereka langsung pergi begitu saja, sehingga Bella jadi semakin tidak enak hati karenanya.


Dengan tergesa-gesa, Topan langsung membawa mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Bella. Karena Raka tidak sempat menyebutkan lokasi dimana keberadaannya sekarang, Topan-pun kemudian melacaknya melalui GPS. Setelah menemukan titik sinyal dimana terakhir kali Raka menghubunginya, Topan kemudian menghubungi seseorang, sekaligus memintanya untuk menuju lokasi yang dia tunjukkan.


Tidak berapa lama kemudian, Topan sampai di lokasi yang dia cari. Sebuah tempat yang cukup sepi dan lengang dipinggiran kota, dimana tempat itu jauh dari pemukiman penduduk.


Tidak jauh dari jalan raya, tepatnya didepan sebuah bangunan yang sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya, Topan melihat motor milik Raka yang sudah hancur seperti habis ditabrak sesuatu. Tidak jauh dari sana, beberapa mobil Van juga tampak terparkir didepan bangunan yang mulai runtuh tersebut.


Topan kemudian meminta Helen untuk tetap berada didalam mobil, sementara dia sendiri turun untuk memeriksa lokasi sekitar tempat itu?. Dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan, dia lalu menyelinap diantara remang-remangnya malam di lokasi tersebut, setelah sebelumnya dia berpesan kepada Helen.


'' Helen! Apapun yang terjadi, tolong jangan pernah keluar dari mobil. Kunci semua kaca dan pintunya. Jika situasinya sudah sangat berbahaya, cepatlah pergi dari tempat ini!'' perintah Topan sebelum dia turun dari mobil.


Helen mengangguk mengiyakan apa yang dipesankan oleh Topan. Dia langsung mengunci semua kaca dan pintu mobil dari dalam, begitu Topan keluar dari mobil dan pergi kearah bangunan itu.


Dalam keremangan malam yang hanya diterangi oleh cahaya bulan sabit, yang juga sesekali tertutup oleh awan, Topan terus berjalan dengan mengendap-endap penuh kewaspadaan. Karena jarak pandang yang cukup terbatas, Topan lebih memfokuskan diri pada pendengaran telinganya.


'' Ayo cepat cari! Jangan sampai kali ini dia lolos lagi.'' terdengar suara seseorang memberi perintah.


Sekitar dua ratus meter dari bangunan tempat dimana Topan berada. Diantara rimbunnya semak-semak dan pepohonan, tampak puluhan orang sedang mencari sesuatu. Mereka adalah para gangster anak buah big bos, yang dibayar oleh seseorang untuk menghabisi Raka.


Sore tadi, setelah meminta ijin kepada ibunya untuk menghadiri pesta ulang tahun Bella, Raka pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli sesuatu yang akan dijadikan hadiah kepada Bella. Meskipun sekarang kedai miliknya telah hancur dan dia belum bisa membangunnya kembali, namun Raka masih bisa berjualan kue tersebut secara online.


Sehingga, meskipun untuk sementara ini belum banyak dari para pelanggannya yang mengetahui akan hal tersebut, tapi setidaknya dia masih memperoleh pemasukan dari hasil jualannya yang secara online tersebut. Untuk itu, dengan uang yang ada, Raka lalu membeli sepasang cincin yang akan dia jadikan sebagai pengikat cinta antara dia dan Bella.


Namun, saat dia pulang dari sana dan hendak menuju rumah Bella, tiba-tiba dia diapit oleh beberapa mobil Van, lalu ditabrak hingga terseret sampai didepan sebuah bangunan kosong yang ada disisi jalan tersebut. Karena kejadian tersebut, Raka juga menderita beberapa luka ditubuhnya.


Tidak sampai disitu. Raka yang mencoba untuk bangkit, serta mencari tahu siapa orang-orang yang dengan sengaja mencelakainya itu, dia malah melihat salah satu diantara mereka menodongkan pistol kearahnya.


Sadar kalau nyawanya sedang terancam, Raka yang sedang terluka karena ditabrak dan terseret itu lalu berlari kearah bangunan kosong yang ada didepannya.


Mengetahui kalau sasarannya hendak kabur, para gangster itu segera turun dari mobil dan mengejar Raka. Salah satu dari mereka yang membawa senjata api, dia segera melepaskan tembakan kearah Raka.


'' Dor, dor,dor.''


Tiga tembakan berturut turut diarahkan ke tubuh Raka. Sambil berlari, Raka mencoba untuk menghindar. Namun sayang. Dua buah peluru panas masih sempat mendarat dipunggung sebelah kirinya. Darah segar langsung keluar dari kedua luka tembak tersebut. Meski begitu, Raka terus saja berlari melewati semak-semak, sambil mencoba sekuat mungkin menahan rasa sakit yang dirasakannya.


Karena terlalu banyak darah yang keluar dari luka-lukanya, Raka akhirnya tak sanggup lagi berlari. Dia kemudian mencari tempat untuk bersembunyi dibalik semak-semak, lalu mencoba menghubungi Topan. Namun, baru beberapa kata yang dia ucapkan, dia mendengar suara orang-orang yang tadi mengejarnya. Maka dari itu, dia segera menonaktifkan ponselnya supaya keberadaannya tidak ditemukan oleh orang-orang tersebut.

__ADS_1


Tidak beberapa lama setelah Topan turun dari mobil dan memeriksa lokasi sekitar tempat tersebut, muncul dua mobil yang sama seperti mobil yang digunakan oleh Topan, juga ikut berhenti disana. Dari dalam mobil mobil tersebut, turun sejumlah delapan orang dengan pakaian serba hitam. Helen yang tidak mengetahui siapa mereka, dia lalu merunduk saat salah satu diantara mereka memeriksa mobil milik Topan.


Mendengar suara mobil yang datang, Topan yang masih berada di area sekitar bangunan itupun segera kembali. Pemimpin rombongan itu segera menghampiri Topan dan berbicara dengannya. Setelah bercakap-cakap sebentar, mereka kemudian pergi kebelakang bangunan itu bersama yang lainnya.


'' Leo! Sepertinya temanku saat ini sedang terluka parah. Untuk itu, kita harus bergerak cepat agar bisa menyelamatkannya. Tapi kita juga harus tetap hati-hati, karena sepertinya, jumlah anak buah big bos kali ini cukup banyak.'' ucap Topan yang sempat melihat ada percikan darah disekitar bangunan tersebut.


'' Selain itu, misi kita saat ini hanya untuk menyelamatkan temanku. Jadi, upayakan agar tidak ada korban. Kalau situasinya memang membahayakan, cukup lumpuhkan saja! Jangan sampai membunuh.'' lanjutnya.


'' Siap tuan! Kami akan bergerak sesuai instruksi yang tuan berikan.'' sahut Leo dan yang lainnya.


'' Oh iya leo! Tinggalkan dua orang disini untuk berjaga-jaga.'' ujar Topan yang teringat, kalau Helen masih ada didalam mobilnya.


Setelah mengatakan kepada mereka kalau didalam mobil ada seseorang, Topan lalu memberitahu Helen supaya dia tidak merasa khawatir dengan kedua orang tersebut. Namun, untuk berjaga jaga, Topan tetap meminta Helen agar dia tetap didalam mobil, dan tidak keluar dari mobil hingga dia kembali.


Topan, Leo, dan juga kelima anak buah Leo segera bergerak. Dengan perlengkapan yang memang dipersiapkan khusus untuk kondisi malam hari, mereka bisa dengan mudah menyusuri lokasi yang cukup gelap tersebut. Baik Topan, leo, maupun anak buahnya. Mereka dilengkapi dengan senjata api dan juga kacamata infrared, serta tanda pengenal khusus. Sehingga walaupun dalam kondisi yang gelap sekalipun, mereka bisa mengenali yang mana kawan dan yang mana lawan.


Hanya dalam hitungan menit, Topan dan yang lainnya sudah bisa melihat dimana anak buah big bos berada. Puluhan gangster itu masih terus bergerak mencari Raka. Karena mereka tidak menggunakan peralatan seperti yang digunakan oleh Topan dan yang lainnya, merekapun tidak mengetahui, kalau sebenarnya Raka berada tidak jauh dari posisi mereka saat ini.


Melihat hal itu, Topan yang merasa khawatir kalau mereka akan menemukan Raka, dia segera menyusun strategi supaya para gangster itu menjauh dari tempat dimana Raka berada. Salah satu dari anak buah Leo segera bergerak. Dia mencoba untuk memancing mereka dengan berlari diantara semak-semak, sehingga para gangster itu mengira, kalau dia adalah Raka yang mencoba kabur dari tempat tersebut.


'' Itu dia. Ayo kejar, kejar!'' teriak beberapa orang diantara mereka.


Saat para gangster itu mulai menjauh dari posisi yang sebenarnya dimana Raka berada. Secara perlahan, Topan mulai mendekati Raka. Setelah dirasa aman, Topan lalu membawa tubuh Raka yang ternyata telah tergeletak pingsan, karena mulai kekurangan darah.


'' Raka kenapa Pan?'' tanya Helen sambil menoleh ke arah belakang.


'' Sepertinya dia tertembak Hel. Lukanya juga cukup parah dan banyak mengeluarkan darah. Untuk itu, kita harus secepatnya membawanya ke rumah sakit. Kalau tidak, dia bisa kehilangan nyawanya karena kehabisan darah.'' jawab Topan sambil terus mengawasi kondisi Raka.


Karena tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada Raka, Topan lalu meminta Helen agar lebih cepat lagi membawa mobilnya. Tanpa banyak bertanya lagi, Helen segera mengikuti apa yang dikatakan oleh Topan. Setelah beberapa saat, merekapun akhirnya sampai disebuah rumah sakit.


Sesampainya mereka disana, Topan langsung meminta petugas medis untuk segera melakukan tindakan. Raka segera dibawa ke ruang ICU, dan mendapatkan perawatan secara intensif oleh para petugas medis disana. Mereka juga langsung menghubungi dokter ahli bedah, untuk mengeluarkan dua buah peluru yang bersarang di dalam tubuh Raka.


'' Dokter, tolong selamatkan nyawa temanku ini dok! Tolong lakukan yang terbaik. Soal biaya, dokter jangan khawatir. Berapapun habisnya, saya yang akan menanggungnya.'' pinta Topan kepada dokter pimpinan rumah sakit tersebut.


Sementara itu. Leo dan beberapa anak buahnya yang masih berada di lokasi kejadian, mereka kembali menyusun strategi untuk menyelamatkan salah satu dari mereka yang tadi dikejar oleh para gangster tersebut.


Sebagaimana yang tadi dipesankan oleh Topan, Leo berusaha semaksimal mungkin agar tidak ada korban dari kedua belah pihak. Oleh karena itu, Leo hanya memerintahkan kepada orang-orangnya, supaya mereka sekedar memancing mereka untuk menjauh dari tempat dimana Raka tadi berada.


Setelah Raka berhasil dibawa oleh Topan, Leo kemudian mengajak orang-orangnya untuk pergi dari tempat tersebut. Dia lalu menjemput salah satu rekannya yang masih dikejar oleh para gangster tersebut, dengan memberikan kode supaya dia menuju kesebuah titik.


...----------------...


Ditempat lain.

__ADS_1


'' Jihan.., kamu udah selesai ngerjain tugasnya?'' tanya seorang wanita muda berumur sekitar empat puluh tahun, setelah membuka pintu kamar anak gadisnya.


'' Sedikit lagi Ummi. Paling, lima menit lagi juga kelar. Emang kenapa ya Ummi?'' sahut gadis remaja yang bernama Jihan itu kepada ibunya.


'' Gak papa! Ummi cuma ngecek doang kok. Oh iya, kamu udah sholat isya belum?'' lanjut wanita itu bertanya.


'' Ummi.., Jihan kan lagi dapet mi..masa ummi nanya itu: Gimana sih Ummi!'' ujar Jihan sembari meletakkan pena diatas meja belajarnya-


'' Oh iya, maaf! Ummi lupa.''


'' Eh mi, Dede Sehan mana, udah tidur?'' tanya Jihan ketika ibunya hendak kembali menutup pintu.


'' Iya. Mungkin dia kelelahan setelah main dari rumah Oma. Makanya dia tidur cepat.'' jawab wanita itu kemudian menutup pintu kamar Jihan.


Usai dari kamar putrinya, wanita itu kemudian pergi ke ruang tengah. Tidak tahu kenapa, dia terus mondar mandir seperti orang yang sedang gelisah tidak karuan. Hal itu membuat suaminya yang sedang duduk sambil mengulang hafalan Alquran dengan pelan, jadi terganggu konsentrasinya.


'' Dek.., ngapain sih sejak tadi kamu bolak balik bolak balik kayak gitu, lagi olahraga?'' ujar suami wanita tersebut, menghentikan bacaan hafalannya.


'' Iih.. A Fadil ini. Olahraga apaan? Orang lagi pusing kayak gini, malah dibilang olahraga! Kebiasaan, huh!'' ujarnya dengan kesal tapi manja, lalu menghempaskan diri di sofa disamping suaminya.


'' Hemm.., Kok ada ya? Orang pusing tapi malah muter-muter begitu! Bukannya yang ada malah tambah pusing? Tiara.. Tiara. Ckckck''. sahut Fadil sembari tersenyum meledek.


'' Tuh..kan! Ini nih. Kebiasaan. Iiih...''. Dengan gemas, Tiara langsung mendaratkan jurus andalannya. Dia langsung mencubit pinggang Fadil sehingga Fadil jadi meringis kesakitan.


Sudah lebih dari dua puluh tahun, sepasang suami istri ini hidup bersama. Keduanya juga sudah dianugerahi beberapa orang anak. Bahkan, anak-anaknya juga sudah mulai beranjak dewasa. Namun, setiap kali mereka sedang berduaan, mereka tetap saja masih seperti dulu saat mereka masih baru menikah.


'' Auw.. Sakit Tiara. Lepasin, lepasin auw, auw..''. pekik Fadil pelan, karena takut suaranya terdengar oleh Jihan putrinya.


'' Nggak! Tiara gak akan lepasin kalau A Fadil masih kayak gitu.'' ujar Tiara masih belum mau melepaskan cubitannya di pinggang Fadil.


'' Kayak gitu gimana? Auw sakit, lepasin Tiara lepasin!''. rengek Fadil sambil meringis.


Meskipun Fadil telah berulang kali meminta Tiara untuk melepaskan cubitannya, namun Tiara tetap saja masih tidak menghiraukan permintaan Fadil. Dia malah semakin menambah volume cubitannya tersebut, hingga Fadil-pun mulai mengeluarkan jurus andalannya.


'' Tiara!, Itu ada Jihan, ada Jihan!'' ujar Fadil mencoba menakut-nakuti Tiara, agar Tiara segera melepaskan cubitannya.


'' Elleh! Itu udah basi A, Tiara udah hapal jurus A Fadil.'' sahut Tiara yang sudah mulai mengerti kebiasaan Fadil.


Biasanya, setiap kali Tiara menghukum Fadil dengan jurus andalannya tersebut, Fadil akan mengatakan kalau dibelakangnya ada Jihan. Dengan begitu, biasanya Tiara juga akan serta-merta melepaskan cubitannya karena malu, jika nanti apa yang dilakukannya itu dilihat oleh Jihan.


Akan tetapi, karena sudah beberapa kali Fadil menggunakan cara ini, dan ternyata itu semua hanyalah trik Fadil agar dia terbebas dari hukuman Tiara, akhirnya Tiara sudah tidak mempan lagi dengan jurus Fadil tersebut.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2