
Beberapa saat kemudian, mobil yang dikendarai oleh Clayton dan Bella sampai didepan rumah kediaman Bella. Saat melihat ada mobil BMW yang berhenti didepan pintu gerbang, satpam yang sedang berada di pos penjagaan langsung datang menghampiri mobil tersebut, dan hendak menanyakan apa keperluan dari sang pengemudi mobil itu. Namun, saat tahu kalau didalam mobil itu ternyata ada Bella, satpam itupun segera membukakan pintu gerbang dan menyapanya.
'' Aku turun disini aja Clay! Makasih ya udah diantar sampai rumah!'' ucap Bella sambil bersiap hendak turun dari mobil.
'' Lho! Aku gak diajak mampir nih?'' tanya Clayton berharap dia bisa ikut mampir dirumah Bella.
'' Gak usah deh! Nanti dikira kita ada apa-apa lagi. Bisa runyam hubunganku dengan mas Raka.'' tolak Bella.
'' Lah terus, bagaimana nanti dengan mobilmu? Aku kan harus memastikan mobilmu sampai dengan selamat disini. Kalau nggak, bisa kena tuntut aku sama keluargamu!'' ujar Clayton membuat alasan.
Setelah berpikir sejenak, Walaupun dengan rasa terpaksa, Bella pun akhirnya mempersilahkan Clayton untuk mampir kerumahnya. Laksana mendapatkan angin segar, Clayton dengan senyum mengembang dan penuh semangat, dia segera membawa mobilnya memasuki halaman rumah Bella yang cukup luas tersebut.
Melihat ada mobil yang datang memasuki halaman rumahnya, pak Daniel dan Bu Linda yang merasa penasaran akan siapa yang datang tersebut, segera keluar untuk memeriksanya. Bersamaan dengan keluarnya pak Daniel dan Bu Linda dari dalam rumah, Bella dan Clayton juga turun dari mobil itu dan langsung berjalan menuju mereka.
'' Assalamualaikum Mi, Pi. Kok tumben, Bella sampai disambut begini. Kayak pejabat aja.'' seloroh Bella sambil cengar-cengir lalu menyalami tangan kedua orang tuanya.
'' Wa'alaikum salaam.. Lho! Kok kamu pulangnya gak bawa mobil sendiri sih Bell!.Bukannya kamu tadi berangkat bawa mobil Papi kamu? Dan itu, apa itu cowok baru kamu?'' cerocos Bu Linda mencecar Bella dengan beberapa pertanyaan. Selain itu, dia juga merasa penasaran siapa pemuda yang datang bersamanya.
'' Iih.. Mami ngomong apaan sih? Mami kan tau siapa pacar Bella. Tadi itu, ban mobil Bella kempes dijalan Mi. Terus, Bella ketemu sama dia dan Bella dianter pulang. Udah, cuma gitu aja kok. Mami jangan mikir yang aneh-aneh deh!'' sahut Bella tidak ingin ibunya salah paham.
'' Lha terus, mobil Papi gimana?'' tanya pak Daniel juga ikut penasaran.
'' Mobilnya lagi diperbaiki sama temen saya Om. Nanti kalau udah beres, secepatnya teman saya akan mengantarkannya kemari. Oh iya Om, Tante! Kenalkan, nama saya Clayton, teman satu kampusnya Bella.'' sahut Clayton setelah dia berada didepan kedua orang tua Bella, lalu menyalami mereka.
'' Oh.. Jadi kamu temannya Bella ya? Kirain, kamu itu cowok barunya Bella!'' ujar Bu Linda dengan ramah dan senyum mengembang.
Meskipun belum mengenal siapa pemuda itu, namun saat melihat penampilan Clayton yang cukup cool dan elegan itu, rupanya Bu Linda merasa cukup senang dan tidak seperti saat melihat Raka.
Bella yang mendengar kalau Ibunya berkata seperti itu, dia jadi merasa kesal. Tanpa berkata apapun, Bella lalu beranjak masuk kedalam rumah dengan wajah yang terlihat cukup bete. Hal itu membuat Bu Linda dan Pak Daniel jadi geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya tersebut.
'' Bella! Cowoknya, eh temennya kok nggak diajak masuk sih? Gak sopan tau seperti itu!'' teriak Bu Linda begitu melihat Bella yang langsung nyelonong masuk kedalam rumah.
Meskipun diteriaki seperti itu, akan tetapi, Bella masih tetap saja berjalan masuk kedalam rumah, tanpa menoleh ataupun menanggapi perkataan ibunya. Bella merasa khawatir, jika dia yang mengajak Clayton untuk masuk, nantinya Clayton akan berpikir kalau dia diberi kesempatan untuk melakukan pendekatan kepadanya.
Bagaimanapun juga, Bella masih tetap kurang percaya dengan perkataan Clayton, yang mengaku kalau dirinya bukan cowok playboy yang suka mempermainkan para cewek.
'' Maaf ya nak! Biasanya Bella nggak seperti itu. Mungkin dia lagi ada masalah.'' ucap Bu Linda merasa kurang enak.
'' Oh gak papa kok Tante, gak papa! Mungkin Bella memang lagi kesel atau kecapean. Soalnya waktu dijalan tadi, saya liat dia kayaknya cukup kebingungan karena ban mobilnya kempes.'' sahut Clayton dengan sopan.
'' Makasih ya nak Clayton, udah nolongin Bella dan mengantarnya pulang ke rumah.'' sahut pak Daniel ikut berbicara.
__ADS_1
'' Oh, iya Om! Tapi ini cuma bantuan kecil aja kok. Sudah sewajarnya kalau kita saling bantu. Apalagi, Bella juga merupakan salah satu mahasiswi di kampus milik Papa saya.'' ucap Clayton sedikit membuka identitas dan status keluarganya.
'' Oh... Jadi nak Clayton ini, putranya tuan Antoni pemilik kampus terbaik itu ya? Wah..! Beruntung banget ya. Ternyata, Bella bisa berteman dengan anaknya pengusaha yang cukup terkenal di kota ini. Ayo masuk nak! Kita ngobrolnya didalem aja. Pi.., ajak tamu kita masuk dong! Masa tamunya dibiarkan berdiri diluar aja.'' ujar Bu Linda begitu bersemangat, saat mengetahui siapa pemuda yang kini ada didepannya.
Tidak hanya Bu Linda. Mendengar kalau ternyata Clayton ini adalah anak dari tuan Antoni, pak Daniel juga jadi ikut merasa senang. Bagaimanapun juga, selain penampilannya yang sangat berbeda dengan Raka, status sosial keluarga Clayton juga cukup terpandang di wilayah ini. Hal ini membuat Pak Daniel dan Bu Linda berharap, kedepannya Bella bisa memiliki hubungan dengan Clayton, dan segera memutuskan hubungannya dengan Raka.
Bu Linda, Pak Daniel, dan juga Clayton segera masuk kedalam rumah. Bu Linda segera menyuruh pembantunya untuk membuatkan minuman, serta menyuguhkan beberapa kue kering untuk camilan mereka. Sambil menunggu kedatangan mobil yang tadi dibawa oleh Bella, Clayton dan kedua orang tua Bella bercakap-cakap diruang tamu. Sementara Bella, dia masuk kedalam kamarnya.
'' Ngomong-ngomong, nak Clayton ini udah punya pacar atau calon istri belum?'' tanya Bu Linda saat mereka sudah berada didalam ruang tamu.
'' Saat ini sih, saya lagi jomblo Tante. Gak tau nih, mungkin wajah saya kurang ganteng kali ya? Tiap punya pacar, selalu gak pernah bertahan lama.'' jawab Clayton begitu enteng, sambil tangannya mengambil kue dihadapannya.
'' Ah yang bener? Wajah ganteng kayak begitu, masa jomblo. Biasanya kan, cowok ganteng kayak nak Clayton ini, pacarnya lebih dari satu. Masa iya, kamu gak punya pacar?'' ucap Bu Linda tidak percaya.
'' Jangan-jangan, kamunya yang malah suka mutusin cewek-cewek kamu itu!'' lanjut Bu Linda mengomentari Clayton.
'' Enggak kok Tante. Suer! Bukan saya yang suka mutusin mereka. Mungkin, karena merekanya yang gampang bosen aja Tante, jadi mereka minta putus sama saya.'' Elak Clayton atas tuduhan Bu Linda.
'' Sebenarnya, saya juga pengen punya pacar yang benar-benar serius dan setia sama saya Tante. Tapi mau gimana lagi, sampai sekarang, saya belum menemukan gadis yang seperti itu Tante.'' lanjut Clayton mencari simpati.
Meskipun Bu Linda tidak sepenuhnya percaya dengan omongan Clayton, namun dia juga tidak begitu perduli dengan semua itu. Dia lalu menoleh kearah suaminya seakan meminta persetujuan darinya. Menanggapi tatapan istrinya, Pak Daniel lalu tersenyum penuh arti.
'' A, Apa Tante? Saya! Sama Bella? Apa saya nggak salah dengar?'' tanya Clayton terkejut, lalu memandangi Bu Linda dan Pak Daniel secara bergantian.
'' Kamu nggak salah dengar kok nak Clayton. Kalau kamu mau, Om sama Tante akan mengijinkan kamu pacaran sama Bella. Tapi dengan satu catatan, kamu harus serius dan tidak boleh menyakiti Bella.'' sahut Pak Daniel menjawab pertanyaan Clayton tadi.
Clayton diam sejenak. Meskipun hatinya sangat senang mendengar pernyataan kedua orang tua Bella, namun, sebagai lelaki yang cukup berpengalaman dalam hal ini, Clayton tetap bersikap seolah dia sedang berpikir dan mempertimbangkan tawaran kedua orang tua Bella tersebut.
'' Maaf Om, Tante. Sejujurnya, saya sangat senang dengan apa yang Om dan Tante katakan ini. Saya juga tidak mungkin akan menolak tawaran dari Om dan Tante. Tapi yang jadi pertanyaan, bagaimana dengan Bella-nya sendiri Om? Apa Bella juga mau sama saya? Apalagi saya juga tahu, kalau Bella juga sudah mempunyai pacar.''
'' Itu tidak masalah nak. Yang penting, kamunya mau apa enggak? Kalau kamunya mau dan juga serius, nanti kami yang akan bicara dengan Bella.''
'' Tapi Om, bagaimana dengan pacarnya Bella? Nanti dikira, saya merebut Bella dari dia.'' ucap Clayton pura-pura takut dengan Raka.
'' Kamu tenang aja nak! Biar nanti Om dan Tante yang ngurusin dia. Lagipula, Om dan Tante mengijinkan mereka pacaran, itu dengan sebuah perjanjian. Jadi, bocah penjual serabi itu nggak mungkin berani macam-macam sama kamu.'' ujar Pak Daniel.
'' Memangnya, ada perjanjian apa Om sama pacarnya Bella? Kok Om sama Tante begitu yakin kalau pacarnya Bella nggak akan berani berbuat yang aneh-aneh sama saya?'' tanya Clayton kepo.
Karena merasa kalau Bella lebih cocok dengan Clayton daripada dengan Raka, akhirnya kedua orang tua Bella pun menceritakan perjanjian antara mereka dengan Raka. Clayton manggut-manggut mengerti. Dia akhirnya tahu, kalau ternyata hubungan Bella dengan Raka, semuanya tidak seperti yang orang lain bayangkan.
Tepat pada saat kedua orang tua Bella menceritakan hal tersebut, Bella yang sejak tadi berada di kamarnya,.tiba-tiba dia keluar dan secara tidak sengaja ikut mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1
'' Mami, Papi! Apa maksud kalian berkata seperti itu?Jadi selama ini, kalian hanya berpura-pura merestui hubunganku dengan mas Raka. Dan sekarang, kalian malah mau menjodohkan Bella sama laki-laki playboy ini! Jahat! Mami dan Papi sudah jahat sama Bella!'' teriak Bella, lalu berlari kembali ke kamarnya.
'' Bella, tunggu Bella! Mami dan Papi bisa je...''
Belum sempat Bu Linda menyelesaikan perkataannya, Bella sudah berlari ke kamarnya sambil menangis. Pak Daniel dan Bu Linda saling berpandangan. Sementara Clayton, dia hanya diam menyaksikan apa yang terjadi didepannya.
'' Maaf nak Clayton. Tolong nak Clayton bersabar sedikit ya! Biar nanti kami yang membujuk Bella, supaya dia mau sama nak Clayton dan segera memutuskan hubungan dengan bocah penjual serabi itu.'' ujar Bu Linda lalu beranjak menuju kamar Bella.
'' Iya Tante. Tapi.., saya kok jadi merasa nggak enak sama Bella Tante. Kalau sampai nanti Bella harus putus sama pacarnya.'' sahut Clayton berbasa-basi.
'' Udah..! Nak Clayton nggak usah mikirin masalah itu. Yang penting, asalkan nak Clayton mau serius sama Bella, kami akan pastikan, Bella jadian sama nak Clayton.'' ucap Pak Daniel mencoba membesarkan hati Clayton.
'' Dreeet... Dreet... Dreet.''
Pada saat Clayton hendak kembali mengatakan sesuatu kepada Pak Daniel, tiba-tiba ponsel miliknya bergetar. Sebuah panggilan masuk tampak di layar ponselnya.
'' Maaf Om! Kayaknya teman saya telpon. Mungkin sekarang, dia mau mengantarkan mobil milik Om.'' ucap Clayton, lalu meminta ijin untuk menjawab panggilan tersebut.
'' Oh, iya iya. Silahkan silahkan!'' sahut Pak Daniel.
Clayton lalu keluar untuk menjawab panggilan telepon tersebut. Setelah panggilan telepon itu berakhir, Clayton kembali masuk kedalam ruangan itu dan kembali duduk bersama pak Daniel, serta lanjut ngobrol sambil menunggu kedatangan mobil yang akan diantarkan temannya kemari.
Sementara itu, setelah beberapa kali mengetuk pintu kamar Bella, dan masih belum juga dibukakan untuknya, Bu Linda akhirnya kembali ke ruang tamu dan duduk bersama suaminya disana. Karena tidak lagi melihat Clayton disana, Bu Linda pun bertanya kepada suaminya, dimana Clayton sekarang.
'' Lho Pi, kemana Clayton? Apa dia sudah pulang?'' tanya Bu Linda sembari tengak-tengok mencari sesuatu.
'' Belum Mi. Dia sedang diluar menerima telepon dari temannya. Mungkin temannya sedang kemari untuk mengantarkan mobil Papi.'' jawab pak Daniel setelah meneguk minuman hangat yang sedari tadi dibuatkan untuknya.
'' Oh.. Kirain dia udah pulang.'' sahut Bu Linda lalu kembali duduk disamping suaminya.
Tidak berapa lama kemudian, sebuah mobil datang memasuki halaman rumah tersebut. Ternyata, itu adalah mobil milik Pak Daniel yang diantarkan oleh Rico. Pak Daniel, Bu Linda, dan juga Clayton segera keluar untuk melihat orang yang datang mengantarkan mobil itu.
Setelah mematikan mesin mobil, Rico segera turun dari mobil tersebut, kemudian menghampiri Clayton dan menyerahkan kunci mobil itu kepadanya. Clayton lalu menyerahkan kunci mobil itu kepada pak Daniel sambil berkata:
'' Ini Om kunci mobilnya. Bannya sudah diperbaiki sama temen saya. Om bisa ngecek sendiri kondisinya, barangkali ada yang kurang beres atau gimana.'' ucap Clayton sambil menyerahkan kunci mobil tersebut kepada Pak Daniel.
Tidak lama kemudian, karena urusan mobil sudah selesai. Clayton pun pamit pulang bersama Rico. Walaupun dia masih ingin berada disana, namun, karena tadi dia melihat Bella yang tampak kesal dan sedih setelah mendengar percakapan antara dia dan kedua orang tua Bella, Clayton akhirnya memutuskan untuk segera undur diri.
...Setelah berpamitan dengan Bu Linda dan pak Daniel, Clayton dan Rico-pun segera pergi dari tempat itu, dan mengatakan kalau lain waktu dia akan datang lagi. Pak Daniel dan Bu Linda-pun terlihat begitu senang dengan apa yang dikatakan oleh Clayton. Mereka mengatakan, kalau mereka dengan senang hati akan menunggu Clayton untuk datang berkunjung kerumah mereka kembali....
...****************...
__ADS_1