
Tidak berapa lama kemudian, Topan muncul dengan membawa motor milik Noni. Dia lalu menghampiri Raka yang sedang duduk diruang tunggu. Setelah bertanya kepada Raka tentang keadaan Noni, Topan pun kemudian masuk untuk melihat keadaan Noni yang sedang terbaring didalam kamar rawat inap klinik tersebut. Beberapa saat kemudian, Topan kembali keluar dan menemui Raka yang masih berada diruang tunggu.
'' Mas Raka! Apa mas Raka sudah menghubungi keluarga Noni?'' tanya Topan, setelah dia duduk disebelah Raka.
'' Sudah Pan! Aku sudah menghubungi ayahnya Noni, dan sekarang dia sedang dalam perjalanan kemari.''
'' Oh iya! Ngomong-ngomong, kamu juga kenal sama Baedah, eh maksudku Noni?'' tanya Raka sedikit heran, kalau ternyata Topan juga mengenal Noni.
'' Ya begitulah mas Raka. Bocah garang itu merupakan salah satu dari anggota junior, dimana aku belajar ilmu beladiri. Kalau mas Raka sendiri, kok bisa kenal juga dengan bocah garang itu?'' jawab Topan, lalu balik bertanya.
'' Ooh.. itu! Babeh Juned ayahnya Noni, itu salah satu pelanggan kue serabi buatanku. Dan Babeh Juned, sering menyuruh Noni untuk membelikannya di kedai milikku. Makanya, aku kenal sama dia Pan.''
Saat keduanya sedang bercakap-cakap, pak Junaidi yang sedang mereka bicarakan pun datang. Setelah memarkirkan mobilnya, dia segera turun lalu menjumpai Raka dan Topan yang sedang mengobrol diruang tunggu.
'' Mas Raka. Gimane keadaan Baedah? Die baik-baik aje kan?'' ujar pak Junaidi langsung menanyakan keadaan putri semata wayangnya.
'' Dia baik-baik aja Beh. Sekarang, dia lagi istirahat. Mari Beh, saya antar Babeh keruangannya.'' ajak Raka, kemudian pergi mengantarkan pak Junaidi menuju ruangan dimana Noni berada.
Setelah menemani pak Junaidi menunggui Noni disana beberapa saat, dan hari juga mulai beranjak sore, Raka dan Topan kemudian mohon pamit kepada pak Junaidi untuk pulang. Sepulang dari klinik tersebut, bersama dengan Topan, Raka menuju tempat dimana dia menitipkan motornya. Setelah itu, Raka kembali kerumahnya dan menceritakan kepada ibunya tentang kejadian yang dialami oleh Noni.
Selepas waktu magrib, Raka bersama ibunya datang menjenguk Noni yang masih dirawat di klinik. Melihat kedatangan ibu Sophia, pak Junaidi yang sudah cukup lama tidak bertemu dengan ibu Sophia, dia menyambut mereka dengan gembira. Tentu saja hal itu membuat Noni merasa sedikit khawatir. Dia takut, kalau ayahnya itu benar-benar menyukai ibu Sophia.
Sekitar satu jam kemudian, Raka dan ibunya juga berpamitan kepada Noni dan pak Junaidi. Meski didalam hati pak Junaidi masih berharap, kalau Raka dan ibunya bisa terus menemani dirinya menunggui putrinya, namun dia juga tidak bisa mencegah mereka untuk pulang. Selain karena mereka juga punya kesibukan sendiri, tampaknya Noni juga mulai uring-uringan, saat melihat ayahnya yang tampak begitu perhatian terhadap ibu Sophia.
...----------------...
Dua hari kemudian.
'' Hai Bell! Mau aku antar pulang?'' sahut Clayton kepada Bella, seakan sengaja memanas-manasi Raka yang sedang mencoba mengajak bicara Bella.
Sejak kejadian dimana Bella melihat Raka bersama perempuan lain, Bella selalu menghindar dan menjauh dari Raka. Raka yang tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi pada Bella, dia mencoba mencari tahu apa yang membuat Bella seperti itu.
'' Bella. Kamu sebenarnya kenapa sih? Sejak kemarin, kamu selalu menghindar dariku. Tidak seperti biasanya kamu seperti ini.'' ujar Raka yang mencoba mengajak bicara Bella.
Bella yang masih merasa sakit hati karena kejadian tersebut, dia bahkan hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Raka. Dia malah terus berjalan dan mendekati Clayton yang sedang berdiri menunggunya di samping mobilnya.
'' Bella, please! Tolong bicara dan juga jangan pergi dengan lelaki tidak baik itu.'' pinta Raka sambil meraih tangan Bella.
Akan tetapi, saat Raka meraih pergelangan tangannya, Bella malah dengan kasar menghempaskan tangan Raka, lalu tanpa sepatah katapun dia pergi menghampiri Clayton.
Melihat Bella seperti itu, Raka kembali mencoba untuk meraih dan menarik tangan Bella. Raka berusaha mencegah Bella, supaya dia tidak mendekati Clayton. Clayton yang memang sedang mencari gara-gara dengan Raka, dia kemudian mendekati Raka dan mendorongnya.
Hampir saja Raka terjungkal kebelakang, akibat tubuhnya didorong oleh Clayton dengan begitu kuat. Namun, dengan cepat Raka segera meraih tangan Clayton dan menariknya, sehingga kini Claytonlah yang terjungkal dan hampir terjerembab di tanah.
__ADS_1
Karena merasa dipermalukan didepan Bella, Clayton yang mulai terbakar emosi, dia lalu menyerang Raka. Rico dan yang lainnya yang masih berada disekitar tempat tersebut, dia segera ikut bergabung bersama Clayton dan bersiap untuk membantu Clayton.
Perkelahian di area kampus itupun tidak dapat dielakkan. Clayton yang masih merasa tidak puas atas kekalahannya tempo hari, kini bermaksud untuk membalasnya. Beberapa mahasiswa yang masih berada disekitar kampus, mereka juga segera mengerubungi tempat itu untuk menyaksikan perkelahian tersebut.
Topan yang saat itu masih berada diruang kelas, dia segera keluar karena mendengar keributan tersebut. Setelah melihat kalau Raka sedang dikeroyok oleh Clayton dan teman-temannya, diapun segera pergi dan ikut membantu Raka.
'' Brengsek! Lagi-lagi, kamu mau ikut campur urusanku dengan bocah miskin ini ya! Aku akan benar-benar melaporkan hal ini kepada bos besar, biar kamu dihukum olehnya.'' maki Clayton, setelah Topan sempat menghadiahinya sebuah pukulan di dadanya.
'' Hhh.. Clayton.. Clayton. Kamu itu enggak ada kapok-kapoknya ya! Kamu masih belum puas dengan pelajaran yang kami berikan tempo hari?''
'' Aku juga sudah bilang padamu waktu itu. Jangan berani ganggu dia lagi! Kalau tidak, aku akan benar-benar membuatmu tidak bisa lagi berdiri di atas dua kakimu itu.'' sahut Topan, sambil menatap Clayton dengan tajam.
'' Lagian, kamu mau lapor sama bos kek, lapor sama bis kek, terserah kamu. Selama aku masih bernafas, siapapun yang berani mengganggu sahabatku, aku tidak akan tinggal diam.'' ancam Topan.
Meskipun Clayton tahu dia dan teman-temannya tidak mungkin bisa mengalahkan Topan dan Raka, akan tetapi, karena saat ini dia masih berada di lokasi kampus milik orang tuanya, maka diapun tidak memperdulikannya. Dia tahu, siapapun yang membuat onar di wilayah ini, maka orang tersebut akan mendapat hukuman dari pihak kampus.
Bagi Clayton, jikapun nanti dia dan teman-temannya mendapat hukuman dari pihak kampus, dia bisa meminta ayahnya untuk mengatakan kepada pihak pengurus kampus, agar meringankan bahkan membebaskan dia dan teman-temannya dari hukuman tersebut. Akan tetapi, bagi Topan dan Raka, tentu yang akan terjadi adalah sebaliknya.
Clayton bahkan berpikir. Dengan kejadian saat ini, dia berharap kalau pihak kampus nanti akan mengeluarkan Topan dan Raka dari kampus tersebut. Oleh karena itu, tanpa menunggu lama, Clayton segera memerintahkan Rico dan yang lainnya untuk kembali menyerang Topan dan Raka.
Clayton sendiri langsung menghambur dan menyerang Raka dengan penuh ambisi. Dengan sekuat tenaga dan mencoba mengerahkan seluruh kemampuannya, dia terus berusaha untuk bisa melumpuhkan Raka. Namun, seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Lagi-lagi Dia, Rico, dan juga semua teman-temannya, dalam waktu yang singkat, semuanya harus bertekuk lutut didepan Topan dan Raka.
'' Mas Raka! Kamu apa-apaan sih bikin onar begitu? Apa kamu nggak sadar, kalau perbuatanmu itu sudah mencoreng nama baik kampus ini? Lagian, kamu nggak liat apa? Siapa orang yang kamu permalukan didepan banyak orang seperti ini!'' teriak Bella yang tiba-tiba memarahi Raka didepan semua orang yang ada disana.
'' Ada apa ini? Kenapa kalian ribut-ribut? Apa kalian tidak tahu peraturan di kampus ini hah?'' ujar pak Gultom yang kebetulan lewat dan melihat kejadian itu.
'' Kamu, dan semua yang ada disini tanpa terkecuali. Pergi ke Aula, dan tunggu saya disana!'' perintah pak Gultom kepada Raka dan semua yang ada ditempat tersebut.
'' Ingat! Jangan ada yang coba-coba kabur dan melarikan diri, kecuali kalian sudah tidak ingin lagi jadi mahasiswa di kampus ini!'' lanjutnya memberi peringatan kepada semua yang ada ditempat tersebut.
Dengan digiring oleh beberapa penjaga keamanan kampus, Raka, Bella, Topan, Clayton, dan semua orang yang ada ditempat tersebut, baik yang ikut dalam perkelahian ataupun tidak, mereka semua pergi ke aula kampus. Disana, mereka satu persatu disidang oleh pengurus kampus.
Tanpa terkecuali, semua yang terlibat dalam perkelahian itupun mendapat hukuman dari pihak kampus. Mereka semua di skors selama seminggu. Selain itu, mereka juga harus membayar denda sebesar sepuluh juta rupiah, karena dianggap merusak citra kampus.
'' Hey kalian berdua. Kalian ingat ya! Aku tidak akan membiarkan masalah ini berhenti sampai disini. Tunggu pembalasan dariku! Aku akan membuat kalian menyesal, karena sudah membuat masalah denganku.'' ancam Clayton kepada Topan dan Raka, saat mereka sudah keluar dari ruangan aula kampus.
Raka dan Topan hanya tersenyum melihat kearah Clayton dan teman-temannya. Mereka lalu pergi tanpa sepatah katapun, dan tidak menganggap sama sekali ancaman dari Clayton tersebut. Hal itu membuat Clayton dan teman-temannya merasa semakin geram terhadap mereka berdua.
...----------------...
'' Hai Bella! Kudengar, kemarin Raka dan Clayton ribut di kampus ya? Aku juga dengar, kalau masalahnya karena Clayton sengaja ingin merusak hubungan kalian berdua kan? Hemm.. memang benar-benar brengsek tuh Clayton. Mudah-mudahan, suatu saat nanti dia kena batunya.'' sapa Helen kepada Bella, saat keduanya keluar dari mobil dan hendak menuju ruang kelas.
Helen yang kemarin pulang lebih awal, dia tidak mengetahui keributan yang terjadi antara Clayton dan Raka. Dia baru mengetahui masalah tersebut, setelah dia sampai di rumah dan membuka ponselnya. Melalui group WeChat, ada salah satu mahasiswi yang mengunggah kejadian tersebut. Namun, tidak begitu lama kemudian, postingan itupun segera dihapus atas perintah dari pihak pengurus kampus.
__ADS_1
Pagi itu, baik Helen maupun Bella, keduanya sama-sama datang ke kampus dengan membawa mobil sendiri. Setelah memarkirkan mobilnya, keduanya lalu berjalan menuju ruang kelas. Beberapa mahasiswa yang lain, baik yang melihat langsung ataupun tidak kejadian keributan antara Raka dan Clayton, mereka juga sedang membicarakan peristiwa itu.
'' Sudahlah Helen! Aku tidak ingin membicarakan masalah itu. Kalau kedengaran sama pengurus kita sedang ngomongin masalah itu, bisa-bisa, kita juga kena skors nanti.'' sahut Bella dengan suara pelan, dan tampak tidak senang.
'' Tapi Bell! Bener gak sih kamu dan Raka lagi marahan? Pasti semua ini karena ulah Clayton kan? Huh, emang keterlaluan banget manusia satu itu.'' komentar Helen, sambil memukul-mukulkan kepalan tangan kanannya ke telapak tangan kirinya.
'' Hel.. Please! Aku benar-benar sedang tidak ingin membicarakan tentang mas Raka ataupun Clayton. Kalau kamu mau ngobrol denganku, tolong jangan singgung singgung tentang mereka. Bisakan?''
Karena melihat wajah Bella yang memang tampak serius, Helen pun akhirnya tidak lagi melanjutkan beberapa pertanyaan yang ingin dia sampaikan kepada Bella. Meskipun didalam hatinya masih merasa penasaran, Helen cuma bisa menyimpan pertanyaan-pertanyaan itu untuk sementara waktu, hingga nanti suasana hati Bella sudah lebih baik.
Hingga kelas berakhir, keduanya lebih banyak menyibukkan diri dengan tugas yang diberikan oleh dosen hari ini. Helen yang biasanya selalu mengajak Raka dan Bella untuk pergi ke kantin saat jam istirahat, dia bahkan tidak keluar dari dalam kelas. Itu dikarenakan hari ini, Raka dan beberapa mahasiswa yang kemarin ikut terlibat dalam keributan, mereka mulai tidak diperbolehkan untuk datang ke kampus.
'' Hel, jangan lupa nanti datang ya! Sekalian aku nitip ini buat Topan dan mas Raka.'' ujar Bella sembari menyerahkan beberapa lembar undangan kepada Helen.
'' Lho, kok pakek nitip ke aku segala sih Bell. Harusnya kan, kamu sendiri yang ngasih ini ke mas Raka. Bukannya dia itu orang spesial buat kamu?''
'' Lagian, kalau kalian ada masalah, harusnya kalian cepat selesain masalah kalian itu. Kalau tidak! Bisa tambah runyam hubungan kalian nanti.'' sahut Helen memberi masukan, sembari menatap Bella yang sedang berdiri di sampingnya.
Tanpa berkomentar apapun, usai menyerahkan undangan ulang tahun dirinya tersebut, Bella langsung pergi meninggalkan Helen yang masih terpaku ditempatnya. Kali ini Helen benar-benar merasa heran dengan sikap Bella. Tidak seperti biasanya, Bella seakan tidak perduli dengan masalah hubungannya dengan Raka.
Tak berapa lama kemudian, Helen juga segera keluar dan menuju tempat parkir dimana mobilnya berada. Sebelum dia pulang, Helen menyempatkan diri untuk mampir di kedai milik Raka. Dia yakin, karena hari ini Raka tidak kuliah, pasti Raka berada di kedainya sejak pagi tadi.
'' Waah.., kebetulan sekali kamu juga ada disini Pan! Aku jadi tidak perlu repot-repot mencari kamu lagi. Ini, tadi Bella nitip ini buat kalian berdua.'' ujar Helen, sambil menyerahkan dua buah undangan kepada Raka dan Topan.
'' Apaan ini Hel, undangan ulang tahun? Kok Bella nggak bilang ya kalau dia mau ultah!'' sahut Raka sambil membuka undangan tersebut.
'' Ya mana aku tahu Ka! Kan harusnya kamu yang lebih tahu. Kamu itukan pacarnya.''
'' Eh iya! Sebenarnya, kalian ada masalah apasih Ka? Kok kayaknya Bella marah banget sama kamu! Jangan-jangan, kamu ketahuan selingkuh ya sama Bella?'' ucap Helen asal ceplos.
'' Kamu itu ya Hel, enak banget kalo ngomong. Mana ada aku begitu! Lagipula, kamu kayak nggak kenal aku aja.'' sahut Raka menepis prasangka Helen.
'' He.., iya juga sih! Tapi kenapa ya, kok Bella sampe kayak gitu? Apa mungkin ini karena ulah Clayton? Hmm.. Pasti dia!'' tebak Helen.
'' Entahlah Hel! Aku juga tidak mengerti. Kenapa akhir-akhir ini Bella selalu menghindar dariku.'' ujar Raka sambil menarik napas panjang.
'' Ya tapi sebaiknya, kamu cepat-cepat selesaikan masalah kalian Ka! Kalau tidak, kamu nanti harus bersiap jadi gebetanku.'' seloroh Helen menggoda Raka.
'' Huss.., kamu itu ya Hel! Masih aja ngarepin sesuatu yang tidak mungkin. Lagian, apa kamu itu nggak nyadar, kalau ada orang lain yang juga sebenarnya ngarepin kamu?'' balas Raka menggoda Helen.
'' Hhh.. Ka.. Ka. Emang ada orang yang mau sama aku? Paling-paling, ya Rico si cowok brengsek se-brengsek Clayton temannya itu.'' jawab Helen terkekeh mendengar ucapan Raka.
...****************...
__ADS_1