Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol

Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol
Kue Serabi


__ADS_3

Raka segera pulang bersama Naya dengan mengendarai sepeda motor maticnya. Sebelum dia kembali pulang, dia menyempatkan diri untuk singgah ke rumah Naya, sekaligus untuk menjenguk kakeknya Naya. Barulah setelah itu, diapun kembali kerumah kontrakannya.


'' Kamu udah pulang nak! Apa serabinya udah habis?'' tanya ibu Sophia setelah menjawab salam dari Raka.


'' Alhamdulillah bu! Udah habis dari tadi. Hanya saja, tadi Raka mampir ke rumah Naya sekaligus mengantarkannya pulang. Dan Insyaallah, nanti sore juga Raka mau jualan lagi. Soalnya, ada pesanan buat nanti sore!'' jawab Raka sembari duduk dikursi ruang keluarga.


'' Alhamdulillah... Syukurlah kalau begitu. Oh iya Raka, Apa perlu ibu ajak para tetangga buat membantu kita?'' tanya ibu Sophia, karena biasanya jika Raka mendapatkan order yang cukup banyak, ibu Sophia akan mengajak para tetangga untuk membantu.


'' Tidak terlalu banyak sih Bu! Tapi, biar ibu gak terlalu lelah, mungkin sebaiknya begitu. Ya.., Itung-itung berbagi rejeki sama mereka!'' jawab Raka yang merasa kasihan, jika ibunya menyiapkan segalanya sendirian.


Setelah mendapat persetujuan dari Raka, ibu Sophia-pun segera menghubungi beberapa ibu-ibu tetangga. Namun, karena pesanannya tidak terlalu banyak, ibu Sophia hanya mengajak dua orang untuk membantu menyiapkan pesanan tersebut.


...----------------...


'' Kamu darimana aja sih Bell, jam segini kok baru pulang?'' tanya Bu Linda, saat melihat anaknya yg baru saja melangkah masuk kedalam rumah.


'' Anu mam, tadi Bella kerumah Helen. Terus, kami pergi ke pasar sore bantuin temen jualan kue serabi. Oh iya mam! Ini kue serabi, Mami pasti suka.'' jawab Bella, lalu menyerahkan bungkusan kue serabi pemberian dari Raka.


Mendengar kalau Bella membawa kue serabi, Bu Linda yang memang sangat menyukai kue tersebut, dia segera bangkit dari duduknya dan menyongsong bungkusan kotak kue yang dibawa oleh Bella. Tanpa banyak tanya, diapun segera membuka kotak kue itu, saat dia sudah kembali duduk diatas sofa.


'' Emm.., ini aromanya enak banget! Tapi gak tau nih rasanya. Apa seenak aromanya apa tidak?'' gumam Bu Linda lalu segera mengambil kue tersebut.


Beberapa saat setelah Bu Linda menggigit kue tersebut, Bella yang juga ikut duduk disebelah ibunya, dia lalu berkata sambil juga mengambil salah satu kue serabi toping keju coklat kesukaannya.


'' Gimana mam, enakkan?'' tanya Bella, lalu juga segera menikmati kue serabi itu.


'' Emm..., Iya Bell, ini beneran enak! Gak nyangka ya! Ternyata, ada juga disini yang bisa bikin serabi seenak ini. Oh iya! Tadi kamu bilang, teman kamu yang jualan serabi ini?'' komentar Bu Linda, lalu bertanya kepada Bella saat teringat kalau tadi Bella berkata, dia habis membantu temannya berjualan serabi.


'' Ee.., Sebenarnya sih, dia itu bukan cuma temen mam. Tapi juga...'' ucap Bella yang masih belum berani berterus terang, kalau penjual serabi itu adalah kekasihnya.


'' Tapi juga apa Bell, Pacar?'' ucap Bu Linda asal.


'' Ya.., kira-kira sih, begitulah mam! he..'' sahut Bella sembari senyum-senyum.


'' Haa..!! Kamu serius Bell? Jadi kamu pacaran sama tukang serabi?'' tanya Bu Linda terkejut mendengar pengakuan Bella.


Bella manggut-manggut. Namun, karena melihat ekspresi wajah ibunya yang sedikit kurang senang, diapun segera memberi penjelasan kepada ibunya, agar ibunya tidak salah paham.


'' Mam.., walaupun dia itu cuma penjual serabi, tapi dia juga seorang mahasiswa di tempat Bella kuliah lho mam. Selain itu, dia juga termasuk salah satu mahasiswa berprestasi di kampus.''


'' Terus, dia juga termasuk idola para cewek di kampus. Hanya saja, tidak ada cewek yang berhasil bisa dekat dengannya. Ya.., kecuali Bella mam.'' ujar Bella dengan bangga memberi penjelasan kepada ibunya.

__ADS_1


'' Apa usahanya begitu sukses? Terus, seperti apa keluarganya?'' tanya Bu Linda mulai penasaran akan status keluarga Raka.


'' Emm.., kalau itu, Bella masih belum banyak tahu mam. Tapi kalau usaha miliknya sih, walaupun sederhana, tapi pelanggannya cukup banyak mam. Tadi aja, kami sampai kewalahan. Bahkan nih ya, untuk jualan nanti sore, sudah ada yang order cukup banyak lho mam!''


Ibu Linda manggut-manggut mendengar penjelasan dari Bella. Menurutnya, memang cukup wajar kalau banyak pelanggan kue serabi milik Raka. Selain rasanya yang benar-benar enak, harganya pun termasuk cukup terjangkau. Namun, karena status sosial keluarga Raka masih tanda tanya, Bu Linda pun belum merasa puas dengan jawaban dari Bella.


Bagaimanapun juga, Keluarga mereka ini termasuk keluarga kalangan atas. Jadi, jika sampai Bella berpacaran dengan anak dari keluarga orang yang tidak sepadan dengan keluarga mereka, atau setidaknya tidak begitu jauh berbeda darinya, tentu Bu Linda akan merasa malu.


'' Mami kok diem aja sih mam! Bilang apa kek sama Bella.'' ujar Bella yang berharap ibunya memberi ucapan selamat, karena dirinya kini sudah mempunyai pacar.


'' Ee.. Bella. Mami bukannya nggak suka kalau sekarang kamu udah punya pacar. Tapi apa kamu udah pikir baik-baik, siapa dan bagaimana pacar kamu itu. Ya pendidikannya, sifat dan wataknya, dan juga status keluarganya.''


'' Mami gak mau, putri mami yang cuma satu-satunya ini salah pilih dalam mencari pasangan. Sebab, nanti kalau kalian sudah sama-sama suka, terus berniat untuk melanjutkan kearah yang lebih serius lagi, dan ternyata pilihanmu itu tidak sebaik yang terlihat, kan siapa yang repot? mami dan papi juga kan?'' ujar Bu Linda memberikan pandangan kepada Bella.


'' Mam..! Pacar Bella itu orangnya baik kok mam. Bella juga sebenarnya udah cukup lama kenal sama dia. Hanya saja, baru sekarang-sekarang inilah kami bisa bertemu.''


'' Bella juga tadi kan udah bilang, kalau dia itu, merupakan salah satu mahasiswa berprestasi di kampus terbaik yang ada di kota ini. Dia juga udah bisa hidup mandiri dengan usaha jualan kue serabinya. kurang apa lagi sih mam?'' tanya Bella yang tidak puas mendengar perkataan ibunya tadi.


'' Terus, bagaimana dengan status keluarganya? Apa dia juga berasal dari keluarga yang terpandang? Ya.., minimal enggak jauh bedalah dari keluarga kita. Atau jangan-jangan, dia malah hanya orang biasa yang secara kebetulan beruntung dapat beasiswa untuk kuliah disana!'' ujar Bu Linda meminta penjelasan tentang status keluarga Raka.


'' Bella, kita ini keluarga terpandang. Papimu itu adalah seorang manajer cabang dari perusahaan besar di Jakarta. Jangan sampai, kamu nanti mempermalukan kami karena mempunyai pacar orang yang tidak sepadan dengan kita.'' tambahnya mengingatkan Bella.


'' Lagi pula, bukannya keluarga kita juga dulu tidak seperti ini. Kalau bukan karena bantuan om Satria, mungkin papi juga belum bisa memiliki jabatan seperti sekarang ini.'' Lanjutnya.


'' Bella.., memang dulu kita tidak seperti ini. Tapi itukan dulu. Sekarang kehidupan kita sudah berbeda. Orang-orang yang ada disekitar kita juga sudah berbeda. Apa kata orang-orang nanti, kalau tau ternyata kamu punya pacar orang biasa?''


'' Tapi mam, Bella...''


'' Sudah cukup Bella! Pokoknya mami gak suka ya, jika ternyata nanti pacar kamu itu hanya dari keluarga biasa.'' ujar Bu Linda dengan nada bicara sedikit menekan.


Karena merasa sedih bercampur kesal, Bella pun akhirnya beranjak dari kursi ruang tamu dan masuk kedalam kamarnya dilantai atas. Saat dia bangun dari sana, sambil menjejak-jejakkan kedua kakinya, diapun pergi sambil melemparkan bantal kursi kelantai.


Karena melihat putrinya seperti itu, Bu Linda pun ingin memarahi Bella. Namun, tepat pada saat tersebut, muncul pak Daniel suaminya dari ruang belakang. Karena tidak mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi, pak Daniel hanya melihat Bella yang beranjak pergi sambil merajuk tersebut.


'' Ada apa dengan anak itu Mi? Kok keliatannya seperti itu!'' tanya pak Daniel sambil terus memperhatikan Bella, lalu duduk disebelah istrinya.''


'' Dia baru saja bilang, kalau dia sekarang udah punya pacar Pi.'' jawab Bu Linda yang juga tampak sedikit kesal.


'' Itukan bagus Mi! Berarti, sebentar lagi dia akan menikah dan ngasih cucu buat kita.'' sahut pak Daniel, lalu mengambil dan memakan kue serabi yang ada diatas meja.


'' Itulah masalahnya Pi! Sepertinya pacarnya Bella itu, cuma orang biasa yang hanyalah seorang penjual kue serabi.'' ujar Bu Linda melirik kearah suaminya yang sedang memakan kue serabi buatan Raka.

__ADS_1


'' Uhuk-uhuk uhuk!"


Pak Daniel langsung tersedak, begitu mendengar kalau pacar Bella hanyalah seorang penjual kue serabi. Bu Linda segera mengambilkan air minum untuk suaminya tersebut. Setelah minum dan mengambil napas dalam-dalam, pak Daniel lalu membenahi duduknya.


'' Darimana mami bisa tahu kalau pacar Bella hanya penjual serabi?'' tanya pak Daniel, lalu kembali melanjutkan memakan kue serabi yang tadi belum dia habiskan.


'' Bella sendiri yang bilang Pi! Kalau pacarnya itu seorang penjual serabi. Dan tadi, dia baru saja dari sana membantu pacarnya itu berjualan.''


'' Itu! Serabi yang sedang Papi makan itu, itu oleh-oleh dari pacarnya.'' lanjut Bu Linda.


'' Emm.., jadi kue serabi ini buatan pacarnya?'' tanya pak Daniel, dan dijawab oleh istrinya dengan anggukan.


'' Tapi serabinya enak juga ya Mi? Gak kalah dengan kue serabi yang ada di Bandung sana.'' ucap pak Daniel, lalu kembali mengambil kue serabi untuk yang kedua kalinya.


'' Iiih.., Papi gimana sih? Bukannya ngasih masukan supaya Bella nggak lagi sama pacarnya itu, ini malah ngomongin kue serabi.'' keluh Bu Linda, yang sebenarnya juga masih ingin memakan kue tersebut. Namun, berhubung tadi hatinya terlanjur kesal kepada Bella, dia jadi urung untuk lanjut menikmati kue kesukaannya tersebut.


'' Pi..! Emangnya Papi setuju apa, kalau Bella pacaran sama tukang serabi?'' lanjut Bu Linda tidak sabar, melihat suaminya itu malah asik menikmati kue tersebut.


'' Apa Mami sudah tahu latar belakang keluarga pacarnya itu?'' sahut pak Daniel segera, setelah melihat istrinya yang tidak sabar menatapnya.


'' Ya Mami juga belum tahu Pi! Tapi kalau dilihat dari sikap Bella, sepertinya pacarnya itu memang dari keluarga biasa aja.''


'' Kalau seperti itu, bagaimana nanti pandangan orang-orang sama kita Pi? Mereka pasti akan menertawakan kita. Sebab, Bella anak kita satu-satunya itu, sudah cantik, anaknya seorang manajer perusahaan besar, kok malah pacaran sama penjual serabi! terus, mau ditaruh dimana muka kita?!'' ujar Bu Linda terlihat begitu cemas.


'' Mi..! Sebaiknya kita selidiki dulu latar belakang keluarga bocah itu. Siapa tahu dia sebenarnya anak orang besar, dan sedang berpura-pura jadi orang biasa untuk mencari pasangan sejatinya. Ya.., seperti di cerita-cerita itu!'' jawab pak Daniel.


'' Oh iya Mi! Ini serabinya benar-benar enak lho Mi! Kok Mami gak makan sih? Kan biasanya, mami paling doyan sama kue ini!'' lanjutnya.


Karena melihat suaminya begitu lahap memakan kue tersebut, Bu Linda yang meskipun hatinya tadi cukup kesal dan sedikit gengsi untuk memakannya, diapun akhirnya kembali ikut memakan kue tersebut. Dia juga sedikit khawatir, kalau kue serabi itu, nantinya akan dihabiskan oleh suaminya.


'' Hhh...''


Tiba-tiba, suasana yang tadi cukup kaku itu, dipecahkan oleh suara tawa pak Daniel. Dia tidak mampu menahan rasa geli dihatinya, saat melihat istrinya itu kini terlihat begitu cepat memakan kue serabi tersebut. Sepertinya pak Daniel bisa melihat, kalau kini istrinya itu, takut jika kue serabi yang ada di atas meja tersebut akan dihabiskan olehnya.


'' Iiih.., Papi ngapain sih? Tiba-tiba ketawa seperti itu!'' ujar Bu Linda yang merasa aneh dengan suaminya.


'' Enggaak! hhh.. Nah gitu dong Mi! Dimakan kuenya, kan sayang kalau nggak dimakan. Mubadzir namanya kalau cuma didiemin aja. Mumpung masih hangat, hhh..''


Keduanya pun akhirnya menghabiskan kue serabi yang tadi dibawa oleh Bella. Pak Daniel juga meminta kepada istrinya, agar menyuruh pembantunya untuk membuatkan kopi, untuk melengkapi saat mereka menikmati kue tersebut.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2