Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol

Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol
Tak Dapat Restu


__ADS_3

'' Bu, ayo kita masuk dulu. Kalau nanti ada yang ingin ibu tanyakan, Raka akan jelaskan didalam.'' bisik Raka saat ibunya menatapnya dengan tatapan curiga.


Meskipun ada perasaan yang kurang nyaman, namun ibu Sophia tetap tersenyum dan juga menyuruh Raka, supaya mengajak Bella masuk kedalam rumah.


'' Silahkan duduk nak! Maaf! Memang seperti inilah kondisi tempat kami. jauh dari kata mewah. Ini juga masih ngontrak! Maklum, keluarga kami bukan keluarga kaya." ucap ibu Sophia seakan menyindir Bella.


'' Ah gak apa-apa kok Bu! Menurut saya, rumah ini juga sudah terasa cukup nyaman kok. Kalau soal masih ngontrak, saya yakin, kedepannya mas Raka dan ibu pasti bisa mempunyai rumah sendiri. Kan mas Raka orangnya rajin dan ulet!'' jawab Bella menyanjung Raka, sambil matanya melirik kearah Raka.


Raka yang sedang berjalan menuju kamarnya, dia jadi berhenti dan menoleh kearah Bella. Sementara Naya, dia lebih dulu masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian.


'' Aamiin..'' sahut ibu Sophia dan juga Raka bersamaan.


'' Emm.. Nak.. siapa tadi namanya?'' tanya ibu Sophia lupa dengan nama gadis cantik yang ada didepannya.


'' Bella Bu!'' sahut Bella dengan wajah yang sumringah dan tampak senang.


Meskipun Bella tadi sempat melihat kalau raut wajah ibu Sophia sedikit cemberut saat Naya berkata dia adalah pacarnya Raka, namun, begitu melihat ibu Sophia yang ternyata cukup ramah tersebut, Bella jadi merasa senang.


'' O iya nak Bella..! Maaf! mungkin karena ibu ini sudah mulai tua, jadi ibu mulai gampang kelupaan. Tunggu sebentar nak ya! Ibu mau kebelakang dulu. Oh iya! Nak Bella mau minum apa? Mau yang hangat apa yang dingin?'' ujar ibu Sophia menawarkan.


'' Udah Bu, gak usah repot-repot. Air putih aja juga udah cukup kok.'' sahut Bella tidak ingin merepotkan ibu Sophia.


'' Yah..! Masa cuma air putih. Kayaknya kurang afdhol kalau nyuguhin tamunya cuma air putih.'' ujar Bu Sophia merasa kurang enak.


'' Nggak juga ah bu! Kan air putih malah lebih sehat! Dokter aja nyaranin supaya banyak-banyak minum air putih!'' ucap Bella menyahuti perkataan ibu Sophia.


'' Emm.., iya juga sih! Tapi.., ya udah! Ibu tinggal dulu ya sebentar!'' ujar ibu Sophia lalu berjalan ke ruang belakang.


Bella mengangguk. Saat ibu Sophia pergi keruang belakang, sambil menunggu Raka ataupun yang lainnya keluar dan menemaninya diruang tamu, Bella memandangi sekeliling ruangan tersebut. Meskipun ruangan itu tidak begitu luas dan tampak sangat sederhana, namun, karena penataan ruangan tersebut begitu bagus, maka suasana diruangan itupun terasa begitu nyaman.


Sebuah aquarium kecil yang berisi ikan hias, dan juga beberapa piala berjejer rapi menghiasi sudut ruangan itu. Meski tidak banyak, namun beberapa photo Raka bersama ibunya dan juga lukisan pemandangan alam terpampang di dinding ruangan tersebut.


'' Waah..! Ternyata, emang dari dulu kamu itu siswa yang berprestasi ya? Pantes aja kamu dapat beasiswa dan bisa kuliah di kampus favorit. Ckckck.'' gumam Bella berdecak kagum saat memperhatikan beberapa piala yang ada disana.


'' Kak Raka memang hebat lho kak! Sejak SD, dia selalu jadi juara umum di sekolahnya. Naya jadi pengen kayak kak Raka. Punya banyak prestasi seperti itu.'' ucap Naya yang tiba-tiba muncul lalu duduk di kursi di ruangan tersebut.


Bella yang sedikit terkejut dengan kedatangan Naya, dia langsung menoleh kearah sumber suara. Setelah itu, Bella pun kembali duduk bersama Naya.


'' Kalau kamu pengen seperti kakakmu itu, ya kamu harus rajin belajar Nay. Biar nantinya, kamu juga bisa punya banyak prestasi kayak kakakmu itu.''


'' Iya kak Bella. Pokoknya, Naya akan berusaha supaya nanti Naya bisa seperti kak Raka.'' ujar Naya penuh semangat.

__ADS_1


Sementara itu, saat Naya dan Bella sedang asyik berbincang-bincang diruang tamu, Raka yang baru saja keluar dari kamarnya, dia pergi ke ruang belakang menemui ibunya. Di dapur, ibu Sophia yang sedang membuat minuman untuk Bella dan yang lainnya, dia segera menoleh saat Raka masuk di ruangan tersebut.


'' Nak..! Itu bener pacar kamu?'' tanya ibu Sophia kembali meneruskan mengaduk minuman yang sedang dia persiapkan.


Saat bertanya kepada Raka, ibu Sophia tak lagi melihat kearahnya. Raka yang sedang berjalan mendekati ibunya tersebut, dia tidak langsung menjawab pertanyaan dari ibunya. Lidahnya masih terasa berat untuk berkata. Dia tahu, ibunya pasti akan merasa khawatir dan keberatan, karena penampilan pacarnya yaitu Bella yang terlihat seperti anak orang kaya. Apalagi pada kenyataannya, apa yang dikhawatirkan oleh ibunya itu, sekarang memang benar-benar terjadi.


'' Sepertinya dia bukan dari kalangan orang biasa!'' lanjut ibu Sophia, masih tetap tidak melihat kearah Raka yang kini berdiri disampingnya.


'' Bu! Maafkan Raka. Raka tidak mendengarkan apa yang ibu pesankan. Ini, Raka juga tadinya tidak tau kalau ternyata Bella bukan berasal dari keluarga biasa. Tapi, Raka juga tidak bisa membohongi perasaan Raka. Raka sangat mencintainya bu!'' ucap Raka penuh rasa bersalah, namun dia juga tidak bisa menutupi perasaannya.


'' Sudah berapa lama kalian menjalin hubungan? Apa keluarganya juga tahu, kalau kalian pacaran? Terus, apa orang tuanya juga tahu, kalau kita ini bukan dari keluarga orang kaya?'' tanya ibu Sophia bertubi tubi.


Raka kembali terdiam. Kali ini, dia benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Tidak mungkin dia berbohong kepada ibunya. Tapi jika dia berkata jujur dan menceritakan apa yang terjadi, pasti ibunya juga akan semakin kecewa kepadanya.


'' Nak..! Sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi, sebaiknya kalian akhiri saja hubungan kalian. Ibu bukannya tidak senang kamu punya pacar. Tapi, ibu lebih menyukai kamu mencari gadis yang sederhana, juga status sosialnya sama seperti kita.''


Saat berkata seperti itu, tatapan mata ibu Sophia terlihat kosong. Dari raut wajahnya, tampaknya ibu Sophia teringat sesuatu yang entah apa itu. Namun sepertinya, ingatannya tersebut merupakan hal yang tidak menyenangkan, yang membuat dirinya seakan mengalami trauma dengan masalah itu.


'' Tapi bu!''


'' Nak..! Percayalah! Apa yang ibu katakan ini, adalah demi kebaikanmu dan kehormatan keluarga kita. Ibu tidak punya maksud apapun, kecuali supaya nanti kamu tidak menyesal dikemudian hari.''


Tanpa banyak protes, Raka langsung menuruti perintah ibunya. Dia kemudian membawa nampan tersebut, lalu menyuruh Naya untuk pergi ke belakang menemui ibu Shopia.


'' Nay..! Kamu dipanggil ibu didapur. Katanya ibu ada perlu sama kamu.'' ucap Raka setelah meletakkan gelas-gelas yang berisi minuman hangat di atas meja.


Naya segera bergegas menuju dapur. Sementara Raka, dia lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Bella. Dari raut wajahnya, tampak tersirat sebuah beban perasaan yang sepertinya cukup berat.


'' Kamu kenapa mas? Kok wajahmu kusut gitu! Apa ada masalah?'' tanya Bella yang terus memperhatikan raut wajah Raka.


'' Emm.., aku, aku!'' sahut Raka terbata-bata dan tidak jadi meneruskan menjawab pertanyaan Bella.


'' Mas! Tolong bicara terus terang padaku! Sebenarnya ada apa denganmu. Kenapa kamu jadi gugup seperti itu? Apa ibumu tidak setuju kalau kita menjalin hubungan?''


Karena penasaran dengan sikap Raka yang seperti itu, Bella terus mendesak Raka agar memberitahu apa yang terjadi padanya. Namun, bukannya segera menjawab, Raka malah semakin terdiam dan terlarut dalam suasana hatinya sendiri. Pada saat itu, muncul ibu Sophia dari ruang belakang. Dia lalu duduk disebelah Raka.


'' Begini nak Bella! Maaf sebelumnya. Sebenarnya, ibu tidak pernah melarang Raka untuk menjalin hubungan dengan seseorang. Siapapun itu, baik dari segi fisik maupun status sosial keluarganya. Tapi, yang tidak kalah pentingnya bagi kami adalah, selain keduanya memang harus sama-sama menyukai, keluarga gadis itu juga harus bisa menerima Raka dengan segala kekurangannya.''


'' Ibu tidak ingin, gara-gara status sosial keluarga kami yang hanya orang biasa ini, nantinya menimbulkan permasalahan dikemudian hari.''


'' Ibu liat, nak Bella ini selain cantik, juga sepertinya bukan berasal dari keluarga orang biasa seperti kami. Maka dari itu, sekarang ibu ingin bertanya. Apakah kedua orang tua nak Bella tau, kalau kalian menjalin hubungan?''

__ADS_1


Baik Bella maupun Raka, keduanya jadi terdiam. Sesekali, Raka dan Bella juga saling beradu pandang, namun tidak ada dari keduanya yang menjawab pertanyaan dari ibu Sophia.


'' Nak! Kenapa kalian cuma diam? Sekali lagi ibu ingin bertanya. Apakah kedua orang tua nak Bella tau, kalau nak Bella menjalin hubungan dengan Raka?'' ucap ibu Sophia mengulang kembali pertanyaannya.


'' Iya bu! Mami dan Papi tau kalau kami punya hubungan. Mereka juga tadinya merestui hubungan kita. Tapi.., nggak tau kenapa, sekarang mereka malah mau menjodohkanku dengan orang lain.'' ujar Bella terang-terangan.


'' Tapi ibu nggak usah khawatir. Aku hanya mencintai mas Raka dan nggak mau dijodohkan dengan orang lain. Aku juga yakin, Mami dan Papi bisa memahami apa yang menjadi keinginan Bella.'' lanjutnya, berharap agar ibu Sophia dan Raka tidak berkecil hati.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Bella, ibu Sophia menarik nafas panjang. Dia lalu melihat kearah Raka. Raka yang juga melihat tatapan mata ibunya itu, dia jadi tertunduk. Meskipun ibu Sophia belum mengatakan apapun, namun bagi Raka, tatapan mata ibunya tersebut, sudah cukup menyiratkan sesuatu, seakan ibunya itu sedang berkata padanya.


'' Nak! Meskipun ibu belum begitu mengenalmu, tapi ibu merasa kalau kamu itu gadis yang baik. Tapi maaf ya nak! Ibu bukanya tidak mau merestui hubungan kalian berdua. Kami ini hanya keluarga biasa dan jelas tidak sepadan dengan keluarga nak Bella. Sebaiknya, nak Bella mengikuti apa yang menjadi kehendak kedua orang tua nak Bella saja, daripada nantinya nak Bella malah menyusahkan diri sendiri.''


'' Kami juga nggak mau, kalau nantinya keluarga nak Bella menyalahkan kami, dan mengira kami merusak rencana mereka untuk nak Bella.''


'' Tapi bu! Aku hanya mencintai mas Raka. Aku juga rela hidup apa adanya bersama kalian. Tolong bu! Jangan hancurkan hati dan harapanku untuk bisa bersama dengan mas Raka. Please..!'' pinta Bella dengan penuh harap. Matanya juga mulai basah oleh air mata karena ucapan ibu Sophia yang seakan tidak memberi dukungan kepadanya.


Melihat Bella yang seperti itu, ibu Sophia jadi tidak tega. Bagaimanapun juga, dia pernah muda dan merasakan jatuh cinta seperti Bella. Namun, dia juga tidak ingin jika nantinya terjadi hal buruk yang akan menimpa Raka dan keluarganya.


'' Maaf nak! Sekali lagi maaf! Ibu tidak bisa. Ini demi kebaikan kalian sendiri. Sebaiknya mulai sekarang, kalian tidak lagi melanjutkan hubungan ini. Kalian bisa tetap berteman tanpa harus ada perasaan yang lebih.''


Raka yang juga tidak tega melihat Bella menangis, ditambah lagi dia juga sangat mencintai Bella, dia ingin sekali membantu Bella membujuk ibunya. Tapi, selain dia tidak ingin membantah apa yang menjadi keputusan ibunya tersebut, dia juga teringat kata-kata kedua orang tua Bella tadi pagi.


'' Mas Raka! Kenapa kamu diam aja mas? Kenapa kamu tidak meminta ibumu untuk memberikan kita restu? Apa kamu juga sudah tidak ingin melanjutkan hubungan kita lagi?'' ujar Bella semakin sedih.


'' Bella, maaf! Aku, aku nggak tahu harus bilang apa. Aku,..''


Bella semakin tidak bisa menahan diri. Tujuannya meminta kepada Raka agar bisa menemui ibunya Raka tersebut, supaya dia bisa mendapatkan dukungan darinya, setelah kedua orang tuanya sendiri berubah haluan dan melarang dia berhubungan dengan Raka.


Akan tetapi, harapannya kini juga mulai sirna. Bahkan, Raka sendiri juga seakan tidak mau berjuang untuk mempertahankan hubungan itu. Tanpa berkata apa-apa, Bella langsung berdiri dan berlari keluar, lalu masuk kedalam mobilnya.


Saat Bella berlari keluar dari rumah itu sambil menangis, dia berpapasan dengan Naya yang baru saja pulang dari warung. Naya yang tidak tahu apa yang sedang terjadi, dia jadi terheran heran melihat hal tersebut. Diapun mencoba untuk bertanya kepada Raka yang juga ikut keluar mengejar Bella. Namun, Raka hanya diam dan tidak berkata apa-apa.


'' Bella...! Bella..!'' panggil Raka mengetuk kaca mobil Bella.


Setelah beberapa kali Raka mencoba meminta Bella untuk membuka kaca mobil tersebut, Bella pun akhirnya membukanya. Bella masih terus menangis sambil wajahnya dia sandarkan pada kemudi mobil tersebut.


'' Mas Raka jahat! Kenapa mas Raka tidak mau berjuang mempertahankan cinta kita? Kenapa disaat aku sudah benar-benar menyerahkan seluruh hatiku untuk mas Raka, mas Raka malah tidak ingin perduli dengan perasaanku? Mas Raka jahat, mas Raka jahat! Huhu...'' tangis Bella makin pecah.


'' Bella! Tunggu sebentar disini. Aku mau ngomong sama ibu. Setelah itu, aku akan mengajakmu ke suatu tempat, aku akan jelaskan semuanya padamu.'' ujar Raka lalu masuk kedalam rumah.


Raka kemudian berbicara sebentar dengan ibunya. Dia meminta kepada ibunya untuk berbicara dengan Bella, dan menjelaskan sesuatu kepadanya. Setelah menjelaskan maksud dan tujuannya, ibu Sophia akhirnya mengijinkan Raka untuk pergi bersama Bella. Karena suasana hati Bella yang sedang tidak menentu, akhirnya mereka pergi ke suatu tempat dengan membawa motor milik Raka. Sementara mobil milik Bella, mereka tinggal didepan rumah kontrakan milik Raka dan ibunya.

__ADS_1


__ADS_2