Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol

Dikejar Cinta Anak Juragan Jengkol
Bertubi tubi


__ADS_3

'' Happy birthday honey! Eummuach..,eummuach.. Iiih..! Cantik banget sih kamu hari ini Bella, bikin ngiri deh.'' ujar Helen sambil mencubit kedua pipi Bella dengan gemasnya.


Begitu melihat kedatangan Helen, Bella langsung menyambut dan menghampirinya. Keduanya lalu berpelukan dengan begitu erat, seakan mereka itu dua sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Beberapa orang yang telah hadir di ruangan tersebut, mereka jadi tersenyum geli melihat tingkah keduanya.


'' Selamat ulang tahun ya Bell, semoga panjang umur dan banyak rejeki.'' ucap Topan setelah Helen dan Bella saling melepaskan pelukannya'


Melihat penampilan Topan yang berbeda dari biasanya, baik Bella maupun yang lainnya, mereka hampir saja tidak mengenali laki-laki yang tadi datang bersama Helen. Topan yang saat ini memakai setelan jas berwarna hitam, dengan tampilan yang begitu elegan tersebut, membuat beberapa gadis yang melihatnya jadi terpukau.


'' Ehm ehm! Duuh.., kayaknya ada yang baru saja jadian nih!'' goda Bella kepada Helen, saat melihat Topan yang sedang berdiri dibelakang Helen.


'' Ih, paan sih kamu Bella? Rese ih!'' sahut Helen dengan malu-malu, kemudian dia bersembunyi dibelakang punggung Topan yang hendak memberikan ucapan selamat kepada Bella.


'' Mas Raka belum datang ya Bell? Kok kayaknya belum keliatan!'' tanya Topan sambil menoleh kesana-kemari mencari keberadaan Raka.


'' Mana kutahu! Kamu kan temannya. Kok malah nanya saya.'' jawab Bella dengan ketus.


Saat ditanya mengenai Raka, wajah Bella tiba-tiba jadi cemberut. Helen yang tadi bersembunyi dibalik punggung Topan, mendengar Bella berkata seperti itu, dia lalu kembali mendekati Bella.


'' Bell.., kok kamu ngomongnya gitu amat sih. Emangnya kalian belum baikan?'' tanya Helen, terdengar kurang senang dengan jawaban Bella atas pertanyaan dari Topan.


'' Ah sudahlah! Mendingan, kalian cari tempat dan silahkan menikmati hidangan yang ada. Aku juga harus menemui yang lain.'' sahut Bella yang kemudian bergegas meninggalkan Topan dan Helen disana.


Melihat tingkah Bella yang tampak tidak senang saat membahas tentang Raka, Helen dan Topan jadi saling pandang tak mengerti. Sejak kejadian tempo hari di kampus, Bella dan Raka memang belum berbicara sama sekali. Sudah beberapakali Raka mencoba untuk menghubungi Bella, namun Bella selalu menolak panggilan dari Raka.


Ternyata, selama beberapa hari terakhir ini, Clayton terus menghasut keluarga Bella, supaya mereka semakin benci dan menjauhkan Bella dari Raka. Dan upayanya itu cukup berhasil. Pak Daniel dan ibu Linda juga mulai melarang Bella untuk menemui ataupun menghubungi Raka.


Helen yang ingin mengatakan sesuatu kepada Bella, dia berusaha untuk menahan Bella agar tetap bersama mereka. Namun, tepat pada saat itu. Dari balik pintu rumah Bella, muncul Clayton bersama keluarganya, diikuti oleh Rico dan juga teman-temannya.


'' Eh.. Tuan Johan, nyonya Merry! Mari masuk! Silahkan silahkan!'' sapa Bu Linda bergegas menyambut mereka.


Sambil berkata seperti itu, ibu Linda bersama dengan pak Daniel segera menghampiri kedua orang tua Clayton. Ibu Linda juga menggaet tangan Bella supaya dia ikut bersamanya. Bagai kerbau yang dicongok hidungnya, Bella pun langsung mengikuti kedua orang tuanya menyambut kedatangan mereka.


'' Wah.. Cantiknya. Kamu memang pandai nyari calon istri ya Clay!'' ujar nyonya Merry sambil memegang kedua bahu Bella.


'' Ah, Jeng Merry bisa aja. Clayton juga sangat tampan. Kayaknya, mereka memang benar-benar pasangan yang cocok ya Jeng.'' sahut ibu Linda langsung menimpali ucapan nyonya Merry.


'' Iya Jeng. Bagaimana kalau secepatnya mereka kita nikahkan? Biar kita juga bisa cepat jadi besan! Iya gak pa?'' ujar nyonya Merry, lalu meminta persetujuan dari suaminya yang bernama Johan.


Johan, suami dari nyonya Merry mengangguk setuju. Dia bahkan terlihat begitu senang melihat calon menantunya yang begitu cantik. Terlebih lagi, setelah dia mengetahui dari Clayton, kalau pak Daniel merupakan manager utama di sebuah perusahaan besar yang ada di kota ini.


Mendengar percakapan mereka, Bella yang belum mengetahui tujuan kedatangan kedua orang tua Clayton di pesta ulang tahunnya tersebut, dia mulai merasa tidak nyaman. Meskipun dia ,sendiri sedang merasa kesal terhadap Raka, namun dia masih berharap, kalau nanti orang yang akan menjadi pasangan hidupnya adalah Raka.


'' Mam, ikut Bella sebentar! Bella ada perlu sama Mami.'' bisik Bella ditelinga ibunya.

__ADS_1


'' Apaan sih kamu Bella? Nggak liat sekarang kita lagi ada tamu? Nggak sopan tau!'' ujar Bu Linda sembari melototi Bella.


Tanpa menghiraukan ibunya yang tampak tidak senang, Bella tetap saja menarik lengan ibunya itu untuk pergi ke ruangan lain. Melihat istri dan anaknya pergi, pak Daniel juga ikut membuntuti mereka dari belakang. Namun sebelumnya, dia juga sempat meminta ijin kepada tuan Johan dan istrinya.


'' Mami! Apa maksud Mami tadi ngomong seperti itu didepan mereka? Bella nggak mau dijodohkan dengan Clayton Mi!'' dengan kesal, Bella langsung mengatakan penolakannya untuk dijodohkan dengan Clayton.


'' Kalian ini apa-apaan sih? Udah tau sekarang diluar lagi banyak tamu. Kalian malah ngumpet disini.'' ujar pak Daniel mengomentari keduanya.


'' Ini loh Pi. Bella mau bikin ulah lagi. Dia mau mempermalukan kita didepan keluarga tuan Johan.'' sahut Bu Linda mengadukan Bella kepada suaminya.


Mendengar pengaduan istrinya, pak Daniel juga mulai merasa kesal kepada Bella. Dia kemudian menyuruh Bella untuk duduk dan bersiap memarahi Bella. Namun, belum sempat dia berkata apapun, Bella langsung berkata kepadanya.


'' Pi..! Bukannya Papi dan Mami sendiri yang bilang, kalau kalian mau memberikan kesempatan kepada mas Raka untuk memenuhi persyaratan yang kalian ajukan? Bukannya sekarang waktu yang kalian berikan kepada mas Raka juga belum habis? Tapi kenapa kalian malah ngomong seperti itu kepada keluarga Clayton?'' ucap Bella dengan sewot.


'' Oo.., Jadi kamu masih ngarepin bocah miskin itu ya! Kamu masih bermimpi, kalau bocah itu dapat keajaiban dan bisa memenuhi persyaratan yang kami berikan kepadanya. Hhh.. Bella Bella. Kamu itu punya otak nggak sih? Kamu nggak liat ya! Hanya tinggal sehari lagi, waktu yang kami berikan kepadanya juga akan habis.''


'' Lagian, apa kamu belum dengar, kalau sekarang bocah itu sudah tidak punya harapan apa-apa lagi? Tempat usahanya sudah hancur, dan dia juga tidak bisa membangunnya kembali. Itu berarti, dia juga tidak mungkin bisa memenuhi persyaratan agar bisa bersama dengan kamu.''


'' Bahkan, kamu sendiri juga tahukan sekarang dia kena skors dari kampus? Mami juga denger dari Clayton, kalau sebentar lagi dia bakalan di DO karena masalah kemarin.''


'' Terus, kamu masih mau berhubungan dengan orang yang tidak memiliki masa depan seperti itu? Hah!'' ujar Bu Linda dengan kesal, sampai dia meletakkan jari telunjuknya di kening Bella.


'' Tapi Mam!'' ucap Bella.


Mendapatkan ultimatum dari kedua orang tuanya, Bella benar-benar tidak bisa melawan. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Dimana seharusnya dia bisa merasakan kebahagiaan, bersama teman-teman dan juga orang yang spesial baginya, ditengah-tengah kemeriahan dan kemegahan pesta ulang tahunnya tersebut.


'' Oh iya, satu lagi. Kamu juga tahu sendiri kan, kalau bocah miskin yang kamu bangga banggakan itu, ternyata dia sudah berselingkuh dibelakangmu.''


'' Coba kamu pikir! Belum apa-apa aja dia sudah seperti itu, bagaimana nanti kalau kalian sudah menikah dan punya anak. Mungkin dia akan lebih gila daripada itu.'' lanjut Bu Linda memanas-manasi hati Bella.


'' Kami tunggu kamu satu menit untuk keluar dan kembali bergabung dengan yang lain, kalau tidak! Jangan salahkan kami jika nanti kami melakukan sesuatu yang buruk kepadamu. Ayo Pi!'' ajak Bu Linda sambil menarik tangan suaminya untuk keluar, dan meninggalkan Bella sendirian di ruangan tersebut.


Untuk beberapa saat, Bella duduk termenung sendirian diruangan tersebut. Pikirannya mulai kacau, hatinya dilanda kebimbangan. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia ingin memperjuangkan cintanya bersama Raka. Tapi hatinya masih terasa sakit, saat teringat kejadian dimana Raka bersama dengan wanita lain waktu itu. Dan tentunya, dia juga nanti harus terusir dari keluarganya.


Jikapun dia menuruti kemauan kedua orang tuanya yang hendak menjodohkannya dengan orang lain, tentu hal itu sangat bertentangan dengan perasaannya. Dia masih belum bisa menerima laki-laki lain selain Raka. Apalagi, kalau laki-laki itu adalah Clayton, orang yang katanya suka mempermainkan perasaan banyak wanita.


Sudah lewat dari satu menit, Bella masih belum keluar dari ruangan tersebut. Ibu Linda yang mulai tidak sabar menunggu Bella keluar, diapun hendak kembali keruangan itu untuk memarahi Bella. Tapi, sebelum dia melangkahkan kakinya menuju kesana, ternyata Bella lebih dulu keluar dan kembali bergabung dengan mereka.


'' Baiklah para hadirin sekalian. Karena waktu sudah mulai menjelang malam, juga semua undangan sudah pada hadir ditempat ini. Kita akan segera menyaksikan acara pemotongan kue ulang tahun, yang akan dilakukan oleh Nona Bella.''


'' Perlu kita ketahui bersama. Bahwa malam ini, Anggun Maharani Annabella, putri semata wayang dari pasangan tuan Daniel dan nyonya Linda, yang merupakan manager utama dari sebuah perusahaan besar di kota ini, dia sudah memasuki usianya yang ke-20. Itu berarti, bahwa Nona Bella ini, sudah memasuki usia yang matang untuk mempunyai pasangan.''


'' Untuk itu para hadirin sekalian! Pada pesta perayaan ulang tahunnya yang ke 20 tahun malam ini. Kami juga mendengar, kalau nona Bella juga akan melangsungkan pertunangan dengan seseorang yang sangat-sangat spesial.''

__ADS_1


'' Hanya saja, mengenai siapa pemuda yang sangat beruntung itu, pemuda yang akan menjadi tunangannya nona Bella yang sangat sangat cantik, kami masih belum diberitahu siapa orangnya.''


'' Maka dari itu para hadirin sekalian. Mari kita dengar dan saksikan! Acara pertunangan nona Bella dengan seseorang yang spesial, yang akan disampaikan langsung oleh nyonya Linda dan tuan Daniel, selaku orang tua dari nona Bella. Kepada nyonya Linda dan tuan Daniel, kami persilahkan untuk naik keatas panggung.'' ujar seorang moderator memberi pengumuman melalui pengeras suara.


Semua tamu undangan yang ada didalam ruangan itu, mereka segera berkumpul didepan podium untuk mendengarkan pengumuman, sekaligus menyaksikan acara pertunangan tersebut. Beberapa teman kampus Bella termasuk Helen dan Topan, mereka teah mengetahui kalau pacar Bella adalah Raka. Akan tetapi, karena Raka sendiri tampaknya belum terlihat sama sekali, mereka jadi penasaran dan bertanya-tanya tentang masalah itu.


'' Baik! Para tamu sekalian. Sebelum acara pemotongan kue kita laksanakan, kami ingin mengumumkan terlebih dahulu sebuah kabar gembira.'' ujar ibu Helen setelah berada di podium dan memegang microphon.


Ibu Linda dan pak Daniel kemudian mengumumkan pertunangan Bella dengan Clayton. Mereka juga meminta kepada keduanya untuk bertukar cincin, disaksikan oleh seluruh tamu undangan yang hadir ditempatkan tersebut.


Gemuruh tepuk tangan segera terdengar memenuhi ruangan, saat Bella dan Clayton saling menyematkan cincin dijari mereka. Dengan disematkannya cincin dijari Bella oleh Clayton, maka resmilah sudah Bella menjadi tunangannya Clayton.


Beberapa teman kampus Bella yang sebelumnya mengetahui, kalau Bella menjalin hubungan dengan Raka, mereka jadi merasa heran. Kenapa yang menjadi tunangan Bella saat ini adalah Clayton dan bukan Raka. Namun, karena mereka mengetahui status sosial antara Raka dan Clayton yang sangat jauh berbeda, merekapun akhirnya memahami akan hal itu.


Akan tetapi, berbeda dengan Helen dan Topan. Saat mendengar pengumuman dan juga melihat bagaimana Bella dan Clayton saling bertukar cincin, mereka jadi merasa kesal. Hampir saja Helen tidak bisa menahan diri untuk memarahi Bella. Untungnya, Topan segera mencegah Helen sehingga dia tidak sampai naik keatas panggung dan membuat kekacauan disana.


Saat pertukaran cincin tadi, tampak Bella menitikkan air mata sembari menahan tangisnya. Hanya saja, tidak ada yang tahu apa arti dari tangisan Bella tersebut. Sementara Clayton, dia tampak sangat senang karena akhirnya dia sudah hampir mendapatkan Bella sepenuhnya.


Buru-buru Bu Linda membisikkan sesuatu ditelinga Bella, saat dia melihat Bella yang tadi hampir saja menangis. Karena bisikan ibunya tersebut, Bella segera menyapu air matanya yang hampir saja jatuh membasahi kedua pipinya.


Usai pertukaran cincin tersebut, acara dilanjutkan dengan pemotongan kue. Helen yang mulai merasa tidak nyaman berada disana, dia lalu mengajak Topan untuk pergi meninggalkan pesta ulang tahun Bella.


'' Helen, tunggu!'' teriak Bella setengah berlari mengejar Helen dan Topan yang sudah berada didekat pintu.


Helen dan Topan hanya menoleh kearah Bella sebentar, saat Bella memanggilnya. Hampir semua orang yang ada ditempat tersebut, juga melihat kearah Topan dan Helen. Tanpa memperdulikan Bella yang masih mengejar, Helen dan Topan terus berjalan hingga mereka telah melewati pintu.


'' Helen, kamu mau kemana? Tolong jangan pergi dulu Hel!'' pinta Bella sambil meraih tangan Helen.


'' Kami mau pulang! Kami nggak mau lama-lama disini. Bikin sesak dada kami aja.'' Sahut Helen dengan ketus, sambil mencoba melepaskan tangannya yang dipegang oleh Bella.


Melihat sikap Helen yang seperti itu, Bella langsung paham kalau saat ini Helen sedang marah kepadanya. Dengan muka yang tampak sedih, Bella terus meminta supaya Helen tidak lekas pergi, apalagi dalam keadaan marah seperti itu.


'' Helen, dengarkan aku!.Aku bisa jelasin semua ini. Aku..''


'' Sudahlah Bella! Tidak ada yang perlu kamu jelaskan. Sekarang, aku juga sudah tahu seperti apa kamu itu sebenarnya. Lagipula. Jika kamu ingin menjelaskan sesuatu, itu harusnya pada Raka, bukan padaku.'' ujar Helen, sembari tersenyum getir kepada Bella.


'' Drreet.. drreet..''


Tepat disaat Helen dan Bella sedang berbicara, ponsel milik Topan bergetar. Rupanya, orang yang sedang melakukan panggilan itu adalah Raka, orang yang sedang dibicarakan oleh Helen dan Bella.


'' Halo mas Raka. Mas Raka ada dimana? Apa yang terjadi denganmu mas? Kenapa mas Raka seperti..? Halo! Mas Raka! Mas Raka!..??''


Saat Topan mengangkat panggilan dari Raka, dia mendengar suara Raka yang sedang mengerang penuh kesakitan. Pada panggilan tersebut, Raka juga meminta tolong kepada Topan dengan suara yang terbata-bata. Hal itu membuat Topan menjadi panik, karena merasa ada yang sedang terjadi pada Raka. Apalagi, panggilan itu juga tiba-tiba langsung terputus begitu saja.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2