
Apa yang dikatakan oleh ibu Sophia kepada Roni tersebut, memang sebenarnya hanyalah sebuah candaan semata. Namun, meskipun hanya sekedar candaan, ada nasehat yang disampaikan oleh ibu Sophia kepada Roni.
Bagaimanapun juga, Roni yang masih menumpang hidup dirumah pakde dan budenya itu, semestinya sedikit ikut membantu mereka. Apalagi, saat ini budenya juga sedang memiliki seorang anak kecil. Sehingga tentunya, banyak memiliki kerepotan dalam mengurusi dan melakukan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga.
Sejak kecil, Roni memang keponakan kesayangan budenya. Meskipun dia hanya keponakan, namun dia sudah dianggap seperti anak sendiri. Maka dari itu, Roni lebih memilih ikut bersama budenya daripada ikut kedua orang tuanya yang telah bercerai dan telah sama-sama menikah lagi.
'' Bro! Kalau aku perhatikan, kamu itu apa nggak pernah ngerasa capek sih? tiap hari, ya kuliah, ya jualan, hampir nggak ada liburnya. Mbok ya sekali-kali liburan kek, cari hiburan sambil cari-cari cewek gitu! Biar gak ngejombloo terus. Apa gak kasian tuh sama cewek-cewek?'' ujar Roni sembari mengeluarkan ponsel dari sakunya.
'' Kasian bagaimana maksudmu Ron?'' tanya Raka terlihat bingung dengan apa yang dimaksud oleh Roni.
'' Ya kasianlah! Kan sekarang ini, jumlah antara perempuan dan laki-laki sudah sangat jauh banget selisihnya.''
'' Menurut yang pernah saya dengar, perbandingannya saat ini sudah lebih dari 1:20-an. Itu artinya, kalau ada satu laki-laki yang masih jomblo kayak kamu, berarti akan ada lebih dari 20-an perempuan yang juga ikutan ngejomblo. Kan kasian mereka.'' jawab Roni.
'' Hemm.. Jadi itu ya alasan kamu punya banyak cewek dan suka PHP-in mereka. Justru kelakuan kamu yang kayak gitulah yang lebih bikin mereka kasian. Dasar Buaya cap cangkul Luh!'' ucap Raka sembari pura-pura akan melempar kue kearah Roni.
Sontak Roni segera bersiap untuk menangkis kue yang akan dilemparkan oleh Raka kepadanya. Namun, karena Raka tidak juga melakukannya, diapun kembali membenahi duduknya sambil berkata:
'' Hhh.. Enak aja kamu bro, ngatain aku buaya cap cangkul! Yang ada itu, cangkul cap buaya kali!'' ujar Roni terkekeh atas perkataan Raka tersebut.
'' Lagian, aku juga heran ya! Kenapa laki-laki yang punya badan gemuk seperti kamu itu, seneng banget sih mainin anak orang. Nggak takut apa, kalau nanti kamu punya anak dan dipermainkan seperti itu?'' lanjut Raka mengomentari Roni yang suka bergonta-ganti pacar.
'' Sebentar-sebentar bro! Kayaknya kamu salah paham deh. Aku itu, bukannya mempermainkan anak orang. Tapi, aku sedang menyeleksi siapa yang nantinya cocok buat jadi istriku.'' ujar Roni, tak mau disebut seperti yang dikatakan oleh Raka.
'' Elleh, seleksi apaan? Mana ada seleksi calon istri dengan cara seperti itu! Itu sih cuma alasan kamu aja biar bisa nyenengin diri kamu sendiri.''
'' Kalau memang kamu pengen dapat istri yang sesuai dengan kriteria yang kamu inginkan, kan ada cara yang lebih baik. Misalnya nih, kamu liat bagaimana tingkah lakunya. Kemudian, kamu cari tahu juga hal-hal mengenai dirinya dari orang-orang terdekatnya, dan lain sebagainya.''
'' Setelah kamu merasa sreg dengannya, datangi dan lamar dia! Bukan cuma dipacarin, terus kalau sudah bosan ditinggalkan. Iya kalau kamu dan dia tidak ngapa ngapain, lah kalau sampai berbuat yang tidak-tidak, apa bukan malah merusak masa depan anak orang?''
'' Terus, jangan lupa ya Ron! Dalam segala hal apapun dikehidupan dunia ini, tidak ada yang namanya sempurna. Paling maksimal, hanya mendekati sempurna. Jika kamu menginginkan yang seperti itu, tidak ada cara lain, kecuali dengan berusaha memulainya dari diri sendiri.''
'' Maksudnya, bagaimana itu bro?'' tanya Roni dengan muka serius dan penasaran.
'' Jadi begini Ron! Sebagai contoh dalam mencari pasangan. Setiap orang, pasti ingin punya pasangan yang rupawan, baik, setia, dan lain sebagainya.''
'' Yang laki-laki, pengen punya pasangan yang cantik, setia, pokoknya sempurnalah. Begitupun juga yang perempuan. Dia juga ingin punya pasangan yang tampan, setia, baik, dan juga mapan dalam segala hal. Namun, semua itu sifatnya relatif dan tidak kekal. Bahkan, dalam pandangan setiap orang, semuanya terkadang berbeda.''
'' Awalnya, kita menganggap kalau orang yang telah kita pilih itu, sudah merupakan yang terbaik dari yang lainnya. Namun, seiring berjalannya waktu, kita juga bertemu dan melihat seakan ada orang yang lebih dari pasangan yang kita pilih tersebut. Walaupun mungkin sebenarnya, kenyataannya juga tidak seperti apa yang kita lihat.''
'' Karena itulah, banyak orang yang gagal mempertahankan keutuhan rumah tangganya, disebabkan karena merasa pasangannya kurang sempurna. Padahal, dalam kehidupan rumah tangga itu, justru kita disatukan untuk saling melengkapi dan menutupi kekurangan-kekurangan tersebut.''
'' Untuk itu, kalau ingin mendapatkan pasangan yang seperti kita inginkan, benahi dulu kepribadian kita! Jangan menuntut ingin punya pasangan yang setia, kalau kitanya sendiri tidak setia.'' ujar Raka menjelaskan.
__ADS_1
'' Tapi bro! Ada juga lho, orang yang baik, setia, tapi malah dapat pasangan yang sebaliknya! Padahal, aku pernah dengar ceramahnya ustadz, kalau orang yang baik hanya untuk orang yang baik, dan juga sebaliknya.'' ujar Roni merasa heran dengan perbedaan antara kenyataan dan teori yang disampaikan oleh ustadz tersebut.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Roni tersebut, Raka terdiam sejenak. Dia kemudian mengingat-ingat kembali apa yang dikatakan oleh kakeknya, yang sekaligus merupakan guru ngajinya. Beberapa saat kemudian, diapun kembali berkata:
" Begini ya Ron. Dalam menyikapi hal seperti itu, kita tidak boleh hanya memandang dari satu sisi saja. Apa yang dikatakan oleh ustadz tersebut, memang berdasarkan sebuah riwayat pada masa ketika Rasulullah masih ada.''
'' Pada saat itu, ada seorang pemuda yang mendatangi Rasulullah. Dia meminta ijin kepada beliau, untuk menikahi seorang wanita yang berprofesi sebagai wanita tuna susila. Maka, Rasulullah melarang pemuda tersebut dan mengatakan kepadanya: '' Lelaki beriman, hanya untuk wanita beriman. Dan lelaki pezinah, hanya untuk wanita pezinah. Tidak pantas, lelaki beriman menikahi wanita pezinah''.
'' Maksudnya, Rasulullah melarang kita orang yang beriman, agar tidak mencari pasangan orang yang tidak beriman. Sebab, pada akhirnya nanti, akan ada titik dimana kita akan menyesal.''
'' Sebagai contoh, kamu pasti pernah mendengar cerita dongeng tentang seorang manusia yang menikah dengan Puteri ikan. Pada suatu waktu, lelaki itu merasa kesal dengan anaknya. Diapun lalu berkata kepada anaknya tersebut, dengan mengatakan asal muasal ibunya. Padahal sebelum dia menikahi wanita tersebut, dia diminta untuk tidak mengatakan hal tersebut.''
'' Ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan rumah tangga itu, akan selalu ada ujian dan cobaan. Dan pada saat seperti itulah, biasanya segala kekurangan ataupun keburukan dari pasangan, akan diungkit-ungkit oleh pasangan tersebut.''
'' Atau contoh yang lebih kongkrit dijaman sekarang ini. Ada orang yang menikah dengan pasangan yang status sosialnya lebih rendah. Lalu, ketika ada sedikit masalah dalam keluarga, sering terjadi pasangan yang merupakan orang yang lebih rendah tersebut dihina dan dicaci, bahkan sampai diusir oleh pasangan tersebut ataupun keluarganya.''
'' Padahal, dulu sebelum menikah, keduanya sama-sama saling memaklumi. Namun, pada saat dimana masalah itu muncul, kemakluman itupun tidak ada lagi.''
'' Maka dari itu, selain harus bersabar, menjadikan diri sendiri orang yang baik adalah hal terpenting sebelum kita mencari pasangan. Sebab, pasangan kita itu diciptakan dari diri kita sendiri. Kalau kita baik, insyaallah jodoh kita juga akan baik. Begitu pula sebaliknya, kalau kita buruk, mungkin kita juga akan mendapatkan yang sama seperti kita.''
'' Mengenai apa yang tadi kamu katakan, yaitu ada orang yang baik namun mempunyai pasangan yang sebaliknya, itu ada beberapa kemungkinan.''
'' Pertama: Bisa jadi orang yang terlihat baik itu, sebenarnya memiliki keburukan yang tersembunyi. Kedua, mungkin Tuhan ingin menguji tingkat kesabarannya. Lalu memberikan hidayah kepada orang yang tidak baik itu, melalui dirinya. Dan ketiga, mungkin nasibnya yang memang sedang apes, ya.. Misalnya kayak kamu dapat calon istri orang yang baik! Berarti, calon istrimu itu sedang apes karena dapat jodoh seperti kamu, hhh..''
'' Walah bro..bro! Kamu itu, uasem tenan. Masa aku dianggap orang yang tidak baik! Sampai-sampai, kalau aku punya istri orang yang baik, dianggap dia itu apes dapat jodoh aku. Sebenarnya, kurang baik apa coba aku ini.'' ucap Roni sambil cengar-cengir melihat Raka yang masih terkekeh.
'' Hoo.. Jadi kamu merasa kamu itu orang yang baik?'' tanya Raka.
'' Lah ya jelas to! Nggak baik dari mananya coba?'' tanya Roni.
'' Ya udah, kalau menurutmu kamu itu orang yang baik. Ya nggak usah tersinggung doong, kan aku cuma ngasih contoh. Hihihi..'' jawab Raka sembari cekikikan.
Roni yang melihat Raka masih terkekeh tersebut, dia jadi sedikit kesal. Namun, dia tidak marah kepada Raka. Karena Roni tahu, perkataan Raka tersebut hanya sebatas candaan Raka yang ingin menggodanya.
'' Oh iya bro! Jadi ngomong-ngomong, sebenarnya cewek yang seperti apa sih yang kamu inginkan?'' tanya Roni penasaran dengan kriteria wanita yang menjadi incaran Raka.
'' Ya kalau aku sih, umum saja Ron. Sama seperti yang diinginkan oleh laki-laki lain. Ya yang cantik, setia, sabar, pengertian dan utamanya beriman.'' jawab Raka.
'' Anak orang kaya, nggak?'' sahut Roni.
'' Emm.. Jujur saja ya. Aku kurang tertarik dengan wanita yang statusnya lebih tinggi dari aku. Soalnya, aku khawatir, nanti aku dianggap sebagai benalu didalam keluarganya. Kayak cerita di sinetron ataupun di novel-novel itu.'' ujar Raka.
'' Kamu itu aneh ya bro. Kalau orang lain, mereka malah ingin punya istri orang yang kaya biar hidupnya enak, kamu kok malah enggak pengen.'' ucap Roni sambil geleng-geleng.
__ADS_1
'' Bukan aneh Ron. Tapi aku lebih suka wanita yang sederhana. Sebab, wanita yang sederhana itu, menurutku hidupnya nggak neko-neko.'' jawab Raka.
'' Terus, bagaimana kalau seandainya wanita yang menjadi jodohmu itu ternyata anak orang kaya?'' tanya Roni kembali.
'' Ya kalau memang harus seperti itu, ya mau bagaimana lagi Ron. Aku akan terima apa yang memang sudah menjadi takdirku.''
'' Emm... Kalau misalnya nih, ada cewek yang naksir sama kamu. Terus, kriterianya seperti yang kamu inginkan. Tapi ternyata, dia anak orang kaya. Berarti akan kamu tolak?'' tanya Roni terus menginterogasi Raka.
'' Ya bagaimana nanti sajalah Ron. Tapi yang jelas, sekarang ini aku belum ingin memikirkan masalah seperti itu. Aku masih ingin fokus untuk membahagiakan ibuku.'' jawab Raka, tidak ingin terus membahas masalah tersebut.
'' Kalau menurutku, kamu itu nantinya akan dapat cewek yang badung, galak, dan benar-benar akan menguji kesabaranmu!'' ucap Roni.
'' Hhh.. Mbalas nih ceritanya! Hhh...'' ucap Raka terkekeh mendengar celotehan Roni.
'' Hhh.. Bukan mbalas bro, tapi ini hanya filingku saja. Hhh...''
Keduanya akhirnya tertawa bersama, setelah Roni mengatakan, kalau nanti Raka akan mendapatkan wanita, seperti salah satu contoh kemungkinan yang dikatakan oleh Raka sendiri. Hingga malam mulai larut, keduanya masih asik bercengkrama. Namun, tidak berapa lama kemudian, Roni pun pamit pulang.
'' Bro, kayaknya hari mulai larut nih. Aku balik dulu ya! Besok ngobrolnya disambung lagi.'' ucap Roni sambil bangkit dari duduknya.
'' Iya Ron. Aku juga udah mulai ngantuk nih. Mana besok ada kelas pagi lagi! Kamu beranikan pulang sendiri?'' sahut Raka ikutan berdiri, lalu mengantar Roni sampai didepan pintu pagar rumahnya.
'' Ya beranilah bro, kan udah gede! Lagian, dekat ini juga.'' jawabnya.
'' Ya kirain kamu gak berani. Soalnya, aku dengar, didepan gang sebelum rumah budemu itu, ada anunya.'' ujar Raka.
'' Ish.. Jangan nakut-nakutin ah. inikan malam Jumat! Nanti, kalau aku gak berani pulang, kamu yang harus nganterin aku.'' ucap Roni saat akan beranjak dari tempat tersebut.
Raka yang melihat wajah Roni mulai sedikit ketakutan, diapun jadi terkekeh-kekeh. Sambil memandangi Roni yang mulai beranjak pergi dari tempat itu, Raka kemudian berkata:
'' Ron.. Nanti kalau udah sampai di gang itu, jalannya agak cepat ya! Soalnya... ada hemmmm... Hhh..'' ucap Raka menakut-nakuti Roni.
'' Ih..Kamu itu ya bro! tak lempar pake sendal nanti!'' sahut Roni jadi kesal, karena Raka terus menggoda dengan menakut-nakutinya.
Meskipun sedikit merasa takut, namun Roni tetap berjalan untuk pulang menuju rumah bude-nya. Saat sampai di depan gang yang dikatakan oleh Raka tadi, bulu kuduk Roni jadi berdiri. Secara kebetulan, suasana disana begitu sepi. Roni segera berlari dengan cepat supaya dia cepat sampai dirumah budenya tersebut.
Namun, saat dia sedang berlari tersebut, tiba-tiba dia dikejutkan oleh gonggongan seekor anjing, yang sedang mengais-ngais dikotak sampah didepan sebuah rumah, yang juga terkejut oleh keberadaan Roni yang sedang berlari tersebut. Tak ayal lagi, Roni yang sedang merasa sedikit ketakutan, secara spontan dia langsung mengomeli anjing tersebut.
'' Hait hait, huus hus! Weealadalah! Dasar asu koe! Duaancuk tenan. Bikin orang kaget aja!'' gerutu Roni yang merasa terkejut, takut, bercampur rasa geli, dalam hatinya.
Setelah puas mengomeli anjing tersebut, Roni lalu mengambil napas dalam-dalam beberapa kali untuk menenangkan diri,,!nya. Beberapa saat kemudian, setelah dia merasa tenang, diapun segera beranjak dari tempat tersebut. Namun, karena jarak kerumah budenya tidak lagi jauh, dia hanya berjalan dan tidak lagi berlari seperti tadi.
...****************...
__ADS_1