
Sementara Slamet, setelah mengunci kembali pagar dan pintu serta mengecek jendela-jendela rumah Dilla, ia lalu membuat kopi, kemudian menyalakan tv. Sambil menonton tv dan memakan cemilan di rumah Dilla, Slamet pun tertidur beralaskan karpet.
...\=\=\=\=...
---> Next
Hari ini adalah hari terakhir UAS, Dilla dan teman-temannya sudah merencanakan nonton bersama di bioskop dari jauh-jauh hari setelah UAS hari terakhir.
Mereka benar-benar menikmati hari-hari terakhir di SMA, karena setelah lulus mereka akan memilih jalannya masing-masing.
Dilla, Dera, Beno dan Ammy berencana akan tetap kuliah di Bandung, Fathan akan kuliah di Jogja mengikuti jejak kakaknya. Ruli akan kuliah jurusan bisnis di London, karena ayahnya seorang pemilik perusahaan jadi Ruli harus melanjutkan usaha ayahnya sebagai pewaris tunggal dikeluarganya.
Sementara Reza, Wulan dan Ghania akan kuliah di Jakarta karena memang mereka berasal dari Jakarta. Sedangkan Sandra dan adik-adiknya akan ikut ibunya ke padang menyusul ayahnya, ayahnya seorang tentara yang sudah ditugaskan disana sejak beberapa bulan yang lalu.
Selesai nonton film seperti suatu kebiasaan mereka wajib makan dan nongkrong di foodcourt, mereka selalu heboh ketika sedang berkumpul bersama, ada saja yang mereka bahas dari hal receh hingga hal-hal yang berbau politik. Kadang mereka tertawa tanpa kontrol, memalukan sebetulnya mengingat di tempat umum tentu saja pandangan orang lain berbeda, ada yang memperhatikan mereka dengan tatapan sinis, tapi ada juga yang ikut tertawa melihat tingkah mereka.
Namun itulah manusia pada masanya, mungkin tanpa kita sadari saat seusia mereka kita pun melakukan hal yang sama, karena setiap manusia memiliki fase pergaulannya sendiri, ketika kita sudah melewati itu pastilah pikiran kita merasa kampungan melihatnya, tapi kita lupa sebelum dewasa kita pun melewati fase itu.
Dan jangan lupa, mereka adalah sekumpulan manusia-manusia cerdas yang tidak bisa dianggap remeh, mereka adalah pemegang 10besar di kelas, disadari atau tidak mereka selalu satu kelas dari kelas 1 hingga kelas 3 ini, tapi kedekatan mereka baru dirasakan saat mereka berada di kelas 3 ini.
"Gila ya, kita begini hanya tinggal beberapa bulan lagi lho. Gak kerasa banget nih, perasaan singkat banget ya",Ghania membuka pembicaraan.
"Ah, iya bener tuh , nanti akan susah kita ngumpul-ngumpul dan nongkrong begini, makanya kita harus nikmati selagi bisa", sambung Beno.
"Ruli .. kamu mau kuliah di luar ya? wah bakalan kangen berat nih sama Ruli, paling jauh diantara kita dong nanti, jangan lupain kita ya, Rul !", Dhera
"Enggak lah, kenapa harus lupain kalian yang udah ngasih warna di akhir masa SMA ini, gue beneran berkesan banget bisa gila-gilaan gini sama kalian, pokoknya the best banget lah semuanya, kita tetep keep and touch, no hp lo.. lo pada kalo ganti lasung kabari salah satu dari kita, jangan sampe ilang kontak, ok?!", ucap Ruli bersemangat.
"Okey dooooong", jawab mereka bersamaan
"Eh, gimana kalo liburan ini kita pergi kemana gitu, kita liburan barenglah sekali-sekali", usul Ammy
"Nah, boleh tuh .. gue setuju banget usul Ammy", Reza menjentikan jari.
"Tapi kemana donk?", Dhera seraya berpikir, lalu menemukan ide," ahaaa .. gimana kalo kita ke Jogja aja? Sekalian ngaanterin Dilla ketemu kang mas nya?"
"Setujuuuuu" ,jawab Ghania dan Ruli
"Pake apaan kita kesana nya?", Sandra
__ADS_1
"Keretaaaa...", hampir semua bersamaan.
"Ok, deal ya, ke Jogja pake kereta .. biar gue yang pesenin tiket keretanya sama nyari penginapan khusus buat kita, semuanya ikut kan?", Nathan nampak bersemangat, karena dia juga memang berencana akan ke Jogja untuk melihat kampus kakaknya dan persiapan dia kuliah disana.
"Ikut dooooong", semua.
Selepas Ashar di mushola mall, mereka pun pulang kerumah masing-masing, Dilla dan Dhera menuju parkiran, karena hari itu mereka membawa mobil masing-masing, Dilla yang biasanya dijemput Dhera atau sebaliknya bergantian, tapi kali ini mereka membawanya sendiri. Sandra ikut bersamanya karena satu arah sementara Ghania dan Wulan satu arah dengan Dhera.
Ammy tentu saja dengan Beno, Fathan ikut dengan Reza, sedangkan Ruli pulang dengan motornya sendiri.
***
Libur akhir semester pun tiba, setelah pembagian rapot hari Sabtu pagi, Sabtu malamnya jadwal mereka pergi ke Jogja dengan kereta malam. Fathan sudah menyewakan sebuah rumah dengan banyak kamar untuk mereka menginap melalui kakaknya. Sehingga saat tiba mereka akan dijemput kakaknya Fathan dan langsung menuju rumah sewaan tersebut. Kakak Fathan menjemput teman-temannya dengan menyewa 2 mobil. Di mobil 1 ada kakakny Sean, Sean, Reza, Dilla dan Dhera. Sedangkan di mobil satunya Beno, Ruli, Ammy, Wulan, Ghania dan Sandra.
Dilla sengaja tidak mengabari Sean, karena ingin memberikan surprise untuk tunangan tersayangnya itu. Dilla sudah tidak sabar membayangkan wajah terkejut Sean yang menggemaskan. Rasanya ingin sekali Dilla segera menemuinya.
Rasa rindu yang selalu ia pendam selama ini agar tidak berubah menjadi hal yang egois membuatnya sedikit tersiksa. Ingin sekali rasanya Dilla segera memeluk Sean.
Dhera tiba-tiba menyenggol lengan Dilla, hingga Dilla yang sedang melamun pun kaget dibuatnya,"Ngelamun aja lo! tuh kakaknya Sean nanya tunangan lo".
"Oh iya kak giman?", Dilla gelagapan karena tidak mendengar pertanyaan dari kakaknya Sean, saking asiknya melamunkan Sean, malu rasanya tapi mau gimana lagi toh sudah terjadi.
"Mipa kalo gak salah kak, dia ambil jurusan kimia", jawab Dilla
"Lho, sama donk sama kakak, baru masuk kemarn ya? eh, siapa namanya?"
"Iya kak, namanya Sean kak, Sean Arbiansyah Winata"
"Hah? seriusan si Sean? tunangan lo itu beneran dia?"
"Iya beneran lah kak, ini buktinya .. " Dhera menyela pertanyaan kakaknya Fathan sambil mengangkat jari manis Dilla.
"Wow, bakalan gawat nih kayaknya, heboh satu kampus kayaknya, tapi maaf-maaf kata nih ya, kalo lo pas kebetulan liat hal yang diluar dugaan, jangan kaget ya?"
Dilla mengernyitkan dahinya,"Maksudnya kak?"
"Si Sean itu kan most wanted kampus, jadi ya wajar lah ya kalo banyak yang berharap lebih sama dia mungkin itu karena mereka belum tau Sean udah tunangan juga sih kayaknya"
"Udah biasa kali kak kayak gitu mah, Dilla udah terlatih dari dulu SMP sama SMA juga gitu yang ada juga Seannya yang takut diambil orang", Dhera bersemangat menjawab ucapan Mina, kakaknya Fathan.
__ADS_1
"Dilla juga most wanted kali kak, banyak banget yang suka sama Dilla, cuma Dilla nya aja yang gak pernah peka dan gak pernah sadar karena jiwanya udah ditempati Sean, tapi awas aja kalo Sean sampe nyakitin Dilla, gue maju duluan", celetuk Fathan tak kalah bersemangat dari Dhera.
"Oh, iya .. iya .. gue baru inget nih sekarang, jadi cewe yang lo suka sampe lo ampir gila itu Dilla ya dek?" Mina blak-blakan
'Gila gue punya kakak, mulutnya ember amat ya, ngomong kagak ada saringannya gini .. gue kan jadi malu sama Dilla', batin Fathan
"Tapi itu kan dulu kakakku sayang, sekarang mah kita udah sahabatan ya kan, Dilla?", Fathan merasa tidak enak dengan apa yang sudah dikatakan kakaknya tersebut.
Dilla hanya membalasnya dengan senyum dan anggukan kepalanya pelan.
"Cantik banget sih Dilla .. pantes adek gue hampir miring mikirin lo, udah lo sama Fathan aja dech, si Sean mah biarin aja .. tebar pesona mulu dia", celetuk Mina lagi.
"Kak, lo mulutnya lemes iihh, coba dikontrol dikit napa? lo cewe gak ada hati banget sih?" Fathan nyolot mendengar ucapan kakaknya tersebut sambil melihat kearah Dilla yang dari tadi hanya diam saja.
"Eh, adek .. gue bercanda lagi. Lagian Dilla nya juga adem ayem aza, gak akan tergoda lah pastinya ma elo, iya kan Dil? Sorry ya kakak cuma becandain si kunyuk doank", kata Mina sambil menunjuk Sean dengan dagunya.
"Hehe .. iya gak apa - apa koq kak, santei aja", jawab Dilla kalem
Mereka pun akhirnya sampai di rumah sewaan tersebut. Masing-masing memilih kamarnya.
Dilla tentu saja dengan Dhera begitu pun yang lain tidur dengan teman sebangkunya masing-masing.
Dilla merapikan pakaiannya dan memasukannya ke dalam lemari yang ada di kamar iti, begitu pun dengan Dhera. Tiba-tiba Dilla teringat obrolan dengan kakaknya Fathan tadi di mobil,"Ra, maksud kakaknya Fathan tadi apa ya hal yang bakal bikin gue kaget nanti?"
"Ah, udah sih lo gak usah dipikirin, mungkin dia cuma becanda aja, orangnya nyeplos dan bocor kayak gitu", Dhera berusaha menenangkan.
Dilla pun hanya terdiam sebentar lalu mengambil handuknya dan bergegas mandi serta berganti pakaian.
Setelahnya bergantian dengan Dhera yang melakukan hal yang sama, saat keluar kamar mandi Dhera mendengar suara getaran HP dari dalam tas Dilla, Dhera melirik ke arah Dilla yang sedang tertidur pulas, tidak tega rasanya Dhera membangunkan Dilla, jadi dibiarkan saja HP Dilla terus bergetar di dalam tasnya.
Dhera pun menyusul Dilla ke dunia mimpi, perjalanan malam yang cukup melelahkan, membuatnya merasa pegal-pegal dan rasa kantuk mulai menyerangnya. Mereka pun tertidur dengan pulas.
...***...
TBC
Udah sampai part ini, gimana reader? Masih banyak partnya nih. Mau lanjut gak? Komen dong, dan dukung terus cerita aku ya, dengan cara vote, like and coment! supaya makin semangat nulisnya .. π€π€
Kalau ada typo kasih tau ya .. Terima kasih .. πππ
__ADS_1