
Karena bagi Mina sahabat adiknya adalah sahabatnya juga yang harus dilindungi, jika itu yang akan membuat sang adik bahagia maka apapun akan Mina lakukan untuk adik satu-satunya itu.
...\=\=\=...
----> Next
Selama Dilla dan teman-temannya berlibur di Jogja, Sean pun turut menginap di rumah sewaan tersebut, karena Sean tidak mau jauh-jauh dari Dilla benar-benar seperti lem.
Dilla ke toilet sebentar saja, Sean akan mencarinya seperti anak ayam kehilangan induknya. Sean belajar pun harus ada Dilla di dekatnya, hingga Sean tertidur barulah Dilla bisa pergi ke kamarnya bersama Dhera, dasar Sean manja jika berdekatan dengan Dilla jadilah seperti balita yang harus dibacakan cerita oleh ibunya.
Ketika bangun tidur pun harus Dilla yang membangunkan, Dilla selalu meminta Dhera menemaninya ke kamar Sean, karena Sean tidur bersama Fathan dan Reza.
Selama 3 hari ini Sean diantar Fathan ke kampus, Sean pun menyimpan motornya di tempat kost Mina atas saran dari Fathan untuk menghindari Indah.
Fathan sudah mengetahui apa yang terjadi antara Indah dan Sean dari cerita kakaknya Mina. Itulah yang membuat Fathan bersedia mengantar dan menjemput Sean ke kampus selama beberapa hari ini.
Fathan melakukannya untuk Dilla sahabatnya dan hanya ingin melindungi Dilla sebagai seorang sahabat. Seperti halnya Sean, Fathan pun tidak ingin membuat Dilla sedih dan kepikiran, ia juga tidak mau hubungan Dilla dengan Sean yang bukan sekedar pacaran itu harus hancur karena gangguan orang lain. Baginya kebahagiaan Dilla adalah kebahagiaannya juga.
Beberapa hari ini Sean berhasil menghindari Indah dengan bantuan Fathan, Mina dan teman-teman Mina. Fathan bertugas menjemput Sean di lokasi yang sesuai dengan instruksi dan arahan Mina, sebelumnya Fathan sudah memarkirkan mobilnya di dekat kampus kakaknya itu, pada saat ia mendapatkan kabar dari Mina, Fathan segera menuju ke tempat penjemputan Sean yang telah ditentukan, sebelum Sean tiba Fathan berusaha sudah lebih dulu berada disana agar Sean tidak harus menunggunya lama dan setelah itu mereka langsung kembali ke rumah sewaan.
Sean sungguh dapat bernafas lega karena dia bisa leluasa di kampus beberapa hari ini tanpa terus-terusan ditempeli Indah, HP sengaja ia matikan, sehingga Indah tidak dapat menghubunginya. Sean pun sengaja masuk ke kelas berbarengan dengan dosen, Indah sama sekali tidak memiliki kesempatan berbicara di kelas apalagi saat ujian seperti ini.
Satu hari Indah sempat berhasil menemui Sean, tapi dengan sigap Mina dan teman-temannya langsung beraksi untuk menjauhakannya, dibuatnya seolah Indah menabrak salah satu teman mereka, saat perhatian Indah lengah dan fokus pada seniorny yang seolah-olah jatuh terjungkal oleh Indah, saat itulah Sean bisa menyelinap pergi.
Hari ini adalah hari terakhir Sean UAS, Mina mendesaknya untuk segera jujur mengatakan yang sebenarnya tentang status Sean yang sudah menjadi tunangan orang lain kepada Indah, tanpa harus mengatakan siapa orangnya kalau memang Sean ingin melindungi Dilla.
Sean juga sebetulnya sudah jengah, namun ia tidak mau membuat Indah sakit hati dan marah, menurut Sean lebih baik pelan-pelan, karena Sean tahu sekali seperti apa watak buruk Indah, Sean takut kalau Indah sakit hati dan marah, imbasnya Dilla lah yang akan jadi korban.
Hal itu lah yang membuat Sean belum mengatakan status yang sebenarnya kepada Indah selama ini, Sean menunggu waktu yang tepat karena kekhawatirannya terhadap Dilla, bukan berarti Sean menyembunyikan status nya dengan Dilla dari Indah dan bukan berarti juga Sean mengkhianati Dilla, tidak sedikitpun tidak ada niatan Sean melakukan itu, karena cintanya kepada Dilla dari sejak pertama kali bertemu saat Sean masih kelas 6SD bukanlah main-main hingga akhirnya bertunangan.
__ADS_1
Tapi demi ketegasan, Sean pun bertekad akan mengakuinya pada hari ini terhadap Indah. Apapun resikonya, karena Fathan dan Mina pun siap membantunya. Saat UAS berakhir, Sean mengirim pesan kepada Indah bahwa ia menunggunya di kantin. Indah sangat senang mendapatkan pesan dari Sean, 'akhirnya .. ternyata dia kangen juga sama gue' batin Indah.
Sean pun mencari meja yang sedikit jauh dari kerumunan mahasiswa lain, dia pun duduk dan menunggu kedatangan Indah. Indah mampir ke toilet untuk menyempurnakan tampilannya, dia ingin sempurna dimata Sean, apalagi dia tahu Sean menyukai wanita berhijab saat Indah menanyakan tipe wanita yang Sean suka, Sean menyebutkan ciri-ciri Dilla tunangannya sebagai wanita yang dia suka.
Indah menatap cermin di depannya, hari ini Sean pasti akan menyatakan cintanya, Indah akan pura-pura nolak dulu untuk mengerjai Sean, pikirannya berputar-putar dengan berbagai rencana manisnya sambil tersenyum-senyum sendiri di depan cermin tersebut. Merasa sudah cukup sempurna dimatanya sendiri, Indah pun meninggalkan toilet dan langsung ke kantin menuju meja tempat Sean berada.
Sean mengangkat sebelah alisnya melihat dandanan Indah yang kini berhijab nan menor itu dan memakai baju ketat, aneh banget menurut Sean tentu sangatlah jauh bila dibandingkan dengan Dilla yang cantiknya lebih alami dan natural tanpa polesan make up menor seperti badut.
Sean mempersilahkan Indah untuk duduk, namun Indah menyela untuk meminta penilaian Sean mengenai penampilannya,"Bentar Sean, bagus gak aku berhijab?" tanya Indah centil.
Sean hanya tersenyum menanggapinya dan kembali mempersilahkan Indah untuk duduk. Sebelum memulai pembicaraannya, Sean meminta maaf kepada Indah lebih dulu karena menghindarinya selama beberapa hari ini.
Dengan sangat hati-hati Sean mengatakannya agar Indah tidak tersinggung, "Indah, aku minta maaf ya sebelumnya, mungkin pengakuanku ini akan sedikit membuatmu kecewa, tapi memang harus aku katakan agar semuanya jelas" Sean menunggu reaksi Indah.
"Kamu kenapa sih, gak jelas ah .. kan udah aku bilang dari awal, aku suka sama kamu, kenapa harus kecewa? Aku juga siap dan akan tetap disamping kamu sampai kapanpun dan itu tidak ada penolakan darimu sedikitpun kan? Aku yakin banget kita ini berjodoh, Sean" Belum saja Sean mengatakan yang sebenarnya Indah sudah sangat kepedean.
Tanpa disadari Sean, Mina pun berada disana di dekat meja Sean dan sepertinya Mina sengaja merekam semua pembicaraan mereka, entah untuk apa.
Kemudian Sean mulai berkata lagi,"Maaf sekali Indah, aku sudah memiliki tunangan yang sangat aku cintai lebih dari apapun, bahkan aku ingin sekali memuliakan dia setelah ibuku"
"Haha .. hey Sean, itu kan baru tunangan belum menikah, orang nikah aja banyak yang cerai apalagi tunangan seperti hubungan kamu itu. Siapa tau ternyata dia berselingkuh dengan kamu saat jauh, dan aku yakin kamu akan kembali dan mencintai aku, lagipula seberapa cantiknya dia dibanding aku? pasti gak sebanding kan?" Indah sungguh membuat emosi Sean tersulut, wajah Sean memerah tampak menahan amarah tidak terima Dilla semanis itu dijelek-jelekan oleh Indah yang tidak mengenalnya.
Begitupun juga dengan Mina yang mendengar dari dekat pembicaraan mereka sangat geram, sampai-sampai Mina mengepalkan tangannya ingin sekali rasanya Mina meninju si Kutil Parasit tak tau malu itu bisa-bisanya dia menghina Dilla. Adiknya saja sampai tergila-gila begitu, saking cantiknya Dilla luar dalam, kalau dia laki-laki pasti akan dia rebut dari Sean, jauh banget sama si Indah ini. Mina sangat geram ingin rasanya dia menjambak Indah, hingga kegeramannya terhenti saat mendengar Sean melanjutkan pembicaraannya.
"Tolong banget Indah, kamu perempuan baik aku yakin banyak di luar sana laki-laki yang akan tulus mencintai kamu apa adanya!" Sean berusaha bicara senormal mungkin.
"Tapi aku maunya kamu, SEEAAAANNN!!" Indah mulai berbicara penuh penekanan.
"Kamu gila Indah!!" Sean mulai kelepasan tidak sabar, karena Indah begitu keras kepala.
__ADS_1
"Hahaha .. IYA AKU GILA DAN TERGILA-GILA SAMA KAMU, PUAS?" Indah berdiri di atas kursi kantin sambil menunjuk muka Sean, mengundang seluruh manusia yang berada di kantin langsung terdiam dan terfokus ke arah meja mereka.
Sean sungguh malu dan marah dengan apa yang dilakukan Indah, dia melihat sekeliling dan pandangan Sean berhenti di Mina yang berada tidak jauh dari mejanya.
Mina mengisyaratkan dengan mengedipkan mata agar Sean segera mengakhiri pembicaraan sia-sia ini. Sean pun paham, "Ok terserah kamu saja, kamu punya hak seperti itu aku juga punya hak untuk menghindari bahkan menolak kamu!" sambil berdiri dengan kedua telapak tangannya bertumpu di atas meja dan sedikit mencondongkan badannya ke arah Indah yang berada dihadapannya dan dengan volume suara yang dikecilkan agar orang lain tidak mendengarnya.
Sean pun berbalik hendak meninggalkan tempat duduknya dan melangkah pergi, namun langkahnya terhenti tanpa membalikan tubuhnya saat Indah kembali memanggilnya.
"Sean .. Tunggu Sean! Kenalkan aku sama tunangan kamu!" seru Indah sambil berdiri dan berteriak.
"Tidak akan pernah!" sambil mengangkat dan melambaikan tangannya membelakangi Indah, Sean pun berlalu dan pergi meninggalkan kantin.
Indah terduduk kembali di kursinya, kaku terdiam dan seolah sedang berpikir keras. Mina memperhatikan gerak geriknya, sambil mengetik sebuah pesan untuk adiknya agar segera menjemput Sean.
Saat tengah mengetik pesan tersebut, Mina terkejut mendengar Indah berbicara dan tertawa sendiri,"Hmmm .. baiklah Sean, aku akan mencari tau sendiri siapa wanita keparat itu, kita lihat saja nanti aku atau dia yang jadi masa depanmu .. hahahaha!"
Mina merinding melihat perangai yang ditunjukan Indah saat berbicara sendiri seperti itu dengan wajah yang memerah, gigi gemeletuk, tangan terkepal dan memukulkannya keras diatas meja, sungguh mengerikan,'psycho' batin Mina.
Dia harus segera bertemu Fathan dan Sean untuk menyampaikan apa yang dia lihat setelah kepergian Sean dari kantin. Sean harus ekstra melindungi Dilla dari Indah, sepertinya Indah sangat nekat melakukan apapun. Mina bergidik ngeri mengingat Indah seperti tadi, tertawa dan berbicara sendiri seperti orang gila saja.
Mina bergegas keluar dari kantin untuk mencari ojek dan mengantarkannya ke rumah sewaan yang dihuni oleh adik dan teman-temannya yang sedang berlibur.
...***...
TBC
Udah sampai part ini, gimana reader? Masih banyak nih partnya. Komen dong, dan dukung terus cerita pertama aku ya, dengan cara vote, like and komen! supaya makin semangat nulisnya .. π€π€
Kalau ada typo kasih tau ya .. Terima kasih .. πππ
__ADS_1