
"Alhamdulillah, kini kita menuju proses ta'aruf ya, yang mana ta'aruf sendiri adalah proses pengenalan antara satu dengan yang lain tapi bukan berarti berdua-duaan dengan yang bukan mahram, proses ini sendiri harus saling jujur antara kedua belah pihak serta harus disaksikan dengan yang lainnya tidak ada acara bersentuhan dan berdua-duaan!" jelas Ustadz Saiful memberikan pemahaman kepada semuanya.
Dilla dan Yusuf menjalani proses ta'aruf dibawah bimbingan ustadz Saiful dan dukungan dari kedua keluarga dan sahabat-sahabatnya. Proses pengenalan secara islami tanpa melibatkan hati dan pergi berdua-duan layaknya orang pacaran seperti anak-anak muda pada umumnya.
Dalam proses ta'aruf sendiri Dilla dan Yusuf melalui hubungan ponsel tetapi mereka tidak berbicara secara pribadi berdua, semua yang dekat dengan mereka dapat mendengar apa yang dibicarakan oleh mereka. Bahkan untuk menelpon Dilla, Yusuf meminta bantuan ustadz Saiful untuk menyambungkannya terlebih dahulu.
Dalam proses ini pun, terkadang Yusuf datang ke rumah Dilla bersama dengan ustadz Saiful dan teman-temannya untuk membahas proses setelah ta'aruf yaitu 'Khitbah' atau lamaran.
Keluarga Yusuf berencana akan melamar Dilla setelah kepulangan ibunda Yusuf dari Turki, namun demikian Dilla sudah pernah berbicara melalui telepon dengan ibunda Yusuf sendiri. Ibunda Yusuf sangatlah baik dan perhatian, dia bahkan mencatat semua apa yang harus dilakukannya saat acara lamaran nanti.
Dilla sangat bersyukur setelah melepaskan Sean dan kehilangan keluarga Sean yang baik kepadanya kini Dilla mendapatkan calon yang lebih baik akhlak dan sisi agamanya begitupun dengan keluarga dari Yusuf sendiri sungguh sangat membuat Dilla merasa nyaman padahal belum sama sekali ada pertemuan diantara mereka.
Semua proses ta'aruf yang dilakukan Dilla dan Yusuf dibawah bimbingan ustadz Saiful dengan saksi dari pihak masing-masing berjalan dengan lancar adanya keterbukaan dalam proses itu sangatlah penting, semua harus dijawab secara jujur untuk proses kedepannya, tentang apa yang disuka ataupun yang tidak disukai. Bisa saling menerima tentang kekurangan dan kelebihan antara satu dengan yang lainnya.
Namun dilain sisi kabar tentang ta'aruf dan khitbah yang akan dilaksanakan oleh Dilla dan Yusuf tentulah sampai kepada Sean dan keluarganya. Sean sangat frustasi mendengarnya, dia kini benar-benar akan kehilangan Dilla karena kebodohannya terjebak dengan Indah. Terbesit dalam pikirannya ingin menggagalkan acara tersebut, tapi Sean kini dekat dengan Fathan, Fathan selalu mengingatkannya untuk tidak ceroboh lagi dalam bersikap.
Beberapa kali Mina menemukan Sean sedang merokok, tentu saja itu bukan kebiasaannya. Mina menghampiri Sean dan merebut rokok di tangan Sean lalu membuangnya.
__ADS_1
"Kamu pikir dengan begini, kamu bisa mengembalikan Dilla kepadamu? Bodoh ini justru akan membuat Dilla semakin jauh dan membencimu!" bentak Mina dengan marahnya.
"Hidup gue udah ancur Mina .. ancuuuurr ... ancuuurrr .. anncccuuuurrr ... gue udah gak punua tujuan lagi setelah ini mau apa dan gimana!" teriak Sean histeris,"Gue lelah, gue berminggu-minggu cari bukti setelah menemukan titik terang, gue denger kabar gila ini .. sakit Mina .. sakit hati gue!" sambungnya.
"Tapi lo mikir gak? walaupun itu anak bukan anak lo, dan kondisi lo juga dijebak, tetep aja lo pernah tidur sama si Indah itu. Lo pikir Dilla mau nerima lo yang bekas orang Sean gimana pun lo bekas, lo pernah melakukan dengan orang lain. Dan gue pikir cewek kayak Dilla gak pantes dapetin cowok lemah kayak lo!" Mina kesal dibuatnya.
Sean pun terdiam, dia memikirkan apa yang baru saja Mina katakan, Mina benar pikirnya dia tidak pantas lagi untuk menjadi suami dari seorang Dilla. Sean pun menjambak rambutnya sendiri sambil berteriak,"Aaarrggghhh, gue bego .. gue bodoh .. gue goblok .. Dillaaaaaa tapi gue sayang banget sama kamuuuuu!"
Mina sungguh tidak tega melihat Sean yang nyaris tidak terawat itu, mulai dtumbuhi kumis dan jambang. Mina menangis melihat tingkah Sean yang sangat menyesali semuanya. Mina pun mengajak Sean pulang menuju tempat kost milik Sean yang saat ini satu kost dengan Fathan, sehingga arah pulang mereka pun kini sama.
Sean yang mengikuti Mina di belakang, pikirannya sangat kalut saat ini. Saat kabar bahagia menenangkannya bahwa anak yang ada di dalam kandungan Indah bukanlah anaknya, Sean merasa ada peluang untuk kembali kepada Dilla, namun saat niatnya belum terwujud dia sudah lebih dulu mendengar kabar yang membuat hatinya hancur berkeping-keping.
Sean sungguh merasa dirinya kini benar-benar terpuruk dan jatuh sejatuh-jatuhnya, Sean menyatakan dirinya telah gagal dan semua rencana indahnya bersama Dilla telah sirna. Hidupnya kini merasa gelap tanpa arah dan tanpa tujuan.
Fathan menyemangati sahabatnya itu, dia sangat tahu bagaimana perjuangan Sean mencari bukti tentang Indah. Dan kini setelah semuanya dengan jelas terbukti bahwa Indah tidak sedang mengandung anaknya, Sean harus menerima kabar pahit yang didengarnya dari Fathan, karena Fathan selalu mendapatkan informasi akurat tentang Dilla tentu saja dari Dhera. Dhera lah yang menyampaikan semua kabar itu kepada Fathan tentang apapun yang terjadi dengan Dilla.
Dan kabar itulah yang membuat Sean begitu terpukul. Fathan terus menyemangati Sean agar Sean tidak putus asa dan memiliki harapan yang lebih pasti. Belajar menata kembali hidupnya dan menyusun kembali tujuannya walau bukan bersama Dilla.
__ADS_1
Kini Mina dan Fathan lah yang menjadi tokoh sentralnya saat ini, Mina mencoba membuat Sean bangkit dan kembali percaya diri. Mina menyarankan Sean merawat wajahnya, mencukur kumis dan jambang yang sudah tumbuh dan memenuhi wajahnya.
Sebentar lagi Mina akan wisuda, tugas skripsinya sudah disidangkan, namun Mina akan tetap tinggal di Jogja sampa Fathan menyelesaikan kuliah karena orang tuanya menyuruhnya menjaga dan membantu Fathan hingga kuliahnya tuntas.
Justru hal inilah yang membuat Sean mulai merasa nyaman bersama Mina dan Fathan. Sean mulai mencoba bangkit dan menata kembali kehidupannya dengan bantuan Mina.
Mina jugalah yang membantu Sean mengerjakan tugas-tugasnya. Walau kenangan tentang Dilla masih sangat membekas dalam dirinya, Sean berusaha untuk menghilangkannya, mencoba berpasrah dan berbesar hati walaupun sebenarnya masih terasa sakit mendengar dan mengingatnya.
...***...
TBC
Note: Mohon maaf akhir-akhir ini sering terlambat update setiap hari dikarenakan ada kegiatan lain yang membuat fokus tidak bisa terbagi. In syaa Allah akan terus saya update walau tidak tentu waktunya.
Dan jangan lupa untuk like, komen dan vote
Jangan lupa tetap jadikan novel ini adalah novel favoritmu dan jangan lupa untuk like, follow and vote nya di setiap bab ya .. ππππ
__ADS_1
Terima kasih