
Inilah hari dimana waktu yang telah disepakati kedua keluarga tersebut untuk meluruskan dan menyelesaikan semua permasalahan antara Dilla dengan Sean, mereka kini berkumpul di rumah Dilla. Hadir pula Ustadz Saiful yang diminta untuk menjadi penengah oleh papa Dilla, tentu saja ada Dhera, Mina dan juga Fathan sebagai saksi mereka.
Sean yang masih saja tidak mau menyerah. merasa tidak terima dengan keputusan Dilla yang diputuskan secara sepihak menurutnya. Dilla pun sudah merasa yakin dan mantap sehingga ia pun bersikeras dengan keputusannya.
Dilla sudah mempersiapkan semuanya, ia telah banyak melakukan komunikasi dengan Indah. Indah tentu sangat senang mendengar Dilla meminta bantuannya, karena missinya untuk memiliki Sean seutuhnya akan segera tercapai. Mengingat Dilla sudah memutuskan pertunangannya. Indah akan melakukan apapun untuk itu, tentu saja dia datang dengan bantuan Mina dan Fathan tanpa sepengetahuan Sean.
Saat itu Sean menjelaskan apa yang terjadi antara dia dan Indah, Sean menceritakan semua yang terjadi, dirinya merasa terjebak dan terjerumus dalam kenyataan yang tidak pernah ia inginkan. Sean bersumpah bahwa ia sungguh dalam kondisi tidak sadar sehingga ia tidak yakin dengan apa yang terjadi antara dirinya dengan Indah, saat terakhir Sean minum di perpustakaan dengan botol minumnya sendiri tapi entah kenapa tiba-tiba kepalanya pusing sekali dan saat ia sadar pada tengah malam, Sean terkejut karena ia sudah berada di kamar yang asing baginya dan ternyata ia berada di dalam sebuah kamar kost yang tidak lain pemiliknya adalah Indah dengan tanpa sehelai benangpun, saat itu dirinya hanya ditutupi selembar selimut tipis, dan yang paling membuatnya terkejut lagi ketika ia menyadari disampingnya ada seseorang yang tertidur di atas lengannya, sungguh membuat Sean langsung teringat akan Dilla, ia merasa telah mengkhianati Dilla.
Yang membuat Dilla dan yang lainnya kaget, kejadian seperti itu bukan hanya sekali Sean lakukan, tetapi ada kejadian kedua. Menurut Sean saat itu ia merasa bersalah terhadap Indah yang terus menerus menangis dan menuntutnya bertanggung jawab, sehingga hal itu makin membuatnya terus merasa bersalah.
Sean mau tidak mau harus menenangkan dan meyakinkan Indah bahwa ia akan bertanggung jawab dengan perbuatannya jika memang benar anak itu adalah anaknya, karena pada dasarnya Sean adalah laki-laki yang bertanggung jawab, meskipun sebenarnya ia tidak yakin dengan semua yang ia lakukan karena hal itu adalah yang pertama kalinya Sean lakukan, sungguh perbuatan yang sangat memalukan.
Ayah Sean meminta Sean menceritakan kronologi kejadian kedua, begitu marahnya ayah Sean bisa-bisanya kejadian memalukan seperti itu terulang hingga dua kali seperti itu, menurut ayah Sean itu adalah hal terbodoh sehingga membuatnya terjebak hingga dua kali dan kemungkinan berkali-kali kalau saja tidak segera diketahui oleh Dilla.
__ADS_1
Sean pun menceritakan semuanya hingga membuatnya menangis merutuki kebodohannya yang selalu menuruti keinginan Indah. Sean merasa terjebak dalam dilema yang dibuat Indah, Sean pun menceritakan kejadian kedua saat ia mengantarkan Indah ke rumah kontrakannya yang baru, Indah memaksanya untuk mampir dan memberikannya minuman. Tiba-tiba Sean merasa kepalanya pusing dan seluruh badannya kepanasan, dia tiba-tiba sangat bernafsu melihat Indah yang dia kira adalah Dilla, saat itulah ia melakukannya dengan Indah.
Sungguh murka ayah Sean, sehingga ia berdiri menyeret dan menampar pipi Sean dengan membabi buta membuat siapapun yang melihat begitu terkejut dan berteriak histeris, sehingga papa Dilla, ustadz Saiful dan Fathan segera berhambur mencegah ayah Sean bertindak lebih brutal. Akhirnya ustadz Saiful angkat bicara,"Mohon maaf sebelumnya apabila saya lancang ingin menanggapi permasalahan ini. Tapi menurut saya alangkah baiknya apabila kitapun mendengarnya dari pihak wanitanya."
Ucapan ustadz Saiful berhasil menghentikan emosi ayah Sean, dan ayah Sean menyetujui usul dari ustadz Saiful,"Ok, baik saya pun ingin melihat wanita yang sudah merusak dia!" tunjuknya kepada Sean.
Sean menggelengkan kepala karena saat ini ia tidak ingin bertemu Indah saat ini dan ia berusaha terbebas dari jeratan Indah, namun alangkah terkejutnya Sean saat melihat Indah muncul dari kamar Dilla dan menuruni tangga rumahnya, 'bagaimana bisa wanita ular itu ada disini,' batinnya.
Dilla berusaha menenangkan ibu Sean dengan lembut,"Bu, sabar ya! Kita dengar dulu penjelasan Indah, ibu jangan seperti ini jangan sampai kejadian ini membuat ibu sakit dan menyesal karena bagaimanapun ada bakal anak Sean, calon cucu ibu didalam perut Indah!"
"Ap .. a..a..apa? anak?cucu?..Ti..tiii..dak mungkin, tapi saya tidak mau punya cucu dari wanita sepertinya, ibu hanya ingin cucu dari kamu, Dilla!"
"Maaf ibu, tapi semua itu sudah tidak mungkin karena saya tidak akan merubah keputusan itu sedikitpun, maaf sekali ya bu .. Tapi ibu tetap ibunya Dilla," Dilla pun memeluk ibu Sean kemudian membimbingnya untuk duduk di kursi sebelahnya, kini mereka duduk berdampingan dengan posisi kedua tangan Dilla digenggam ibu Sean dengan erat, seolah tidak ingin melepasnya.
__ADS_1
Ustadz Saiful menyuruh Indah menceritakan kronologi kejadian dengan sejujur-jujurnya, sungguh mencengangkan tidak ada sedikit pun rasa takut pada diri Indah akan dosa, dengan secara detail dan jelas ia menceritakan semua versi karangannya seolah Sean lah yang mengejarnya, cerita Sean diputar balikkan dengan sangat percaya diri dan lancar sekali. Sean kesal dibuatnya, seandainya Indah bukan seorang wanita mungkin sudah Sean habisi dengan tangannya sendiri, Indah sungguh memojokkannya di depan kedua orang tuanya dan keluarga Dilla serta teman-temannya.
Indah mengatakan bahwa Sean lah yang memaksanya karena Sean tidak pernah bisa menyentuh Dilla, Sean sering merayu dan memaksa Indah untuk melayaninya. Sean berjanji akan menikahinya jika Indah hamil dan akan meninggalkan Dilla, namun setelah Indah hamil Sean malah ingin meninggalkannya dan kembali pada Dilla, sementara Indah menanggung malu sendiri dengan statusnya yang sudah tidak perawan dan hamil di luar nikah. Indah tidak berani pulang menemui orang tuanya.
Sangat pandai Indah berakting, sehingga orang yang mendengarnya pasti akan mempercayainya ditambah dengan bukti dirinya berbadan dua disertai dengan surat keterangan dari dokter serta testpack yang sebelumnya sudah ia tunjukkan kepada Sean, Sean tidak mengerti dan ragu, tentang kebenaran kehamilan Indah, dia merasa tidak percaya kalau anak itu adalah anaknya. Namun dihari pertama kali ia berada di atas ranjang kamar kost Indah, Sean memang melihat bercak merah seperti darah, tapi Sean sungguh tidak merasakan apapun. Hingga kejadian yang kedua kalinya, memang Sean melakukannya dibawah pengaruh obat perangsang dari minuman yang diberikan Indah, tapi Sean menganggap itu adalah Dilla.
Mencengangkan, di ruangan tersebut tidak ada satupun yang mempercayai Sean, mereka lebih mempercayai akting Indah yang sangat lihai memperlihatkan mimik wajahnya yang benar-benar membuat orang merasa iba. Sean yakin kebenaran akan terungkap, dia bertekad akan mencari bukti-bukti kelicikan Indah. Sean sungguh frustasi dibuatnya saat ayahnya berkata dia harus menikahi Indah, untuk pertama kalinya Sean berteriak kepada lelaki yang selama ini menjadi ayahnya,"Tidaaaakkk, aku tidak mau menikah dengannya, aku tidak merasa itu anakku!" lantang sekai Sean mengatakan, Dilla pun baru pertama kali melihat amarah di diri Sean.
Ustadz Saiful pun kembali angkat bicara,"Menikah itu mudah, namun alangkah baiknya jika mereka dinikahkan setelah anaknya lahir karena sebetulnya tidak boleh menikahkan wanita saat sedang mengandung."
...***...
TBC
__ADS_1