Dilla ( Perjalanan Cinta Dilla )

Dilla ( Perjalanan Cinta Dilla )
Kehilangan


__ADS_3

Sejak saat itu, mereka menjadi sangat akrab dan dekat. Sering sekali menghabiskan waktu bersama, entah ke mall, nonton, belajar kelompok, main ke rumah salah satu dari mereka, hiking, dll. Mereka benar-benar menikmati masa indah SMA dengan kesan yang menyenangkan.


...\=\=\=\=...


---> Next


Jika hari-hari kita sudah terbiasa dengan hadirnya seseorang yang selalu ada saat kita butuhkan, sementara kita sudah tidak bergantung lagi pada orang tua kita, dengan kehadiran orang lain yang memberikan perhatian khusus pada kita, membuat kita menjadi lebih bergantung terhadapnya, dengan segala bentuk kasih sayang dan perhatiannya maka kita akan terjebak dalam sebuah kondisi baru yang akan sulit untuk beranjak, yaitu kenyamanan.


Itulah kenapa orang yang sedang jatuh cinta sangat sulit untuk diberikan nasihat dan masukan positif. Mereka cenderung memaksakan keinginan dan perasaannya karena sudah kadung nyaman dengan posisonya. Kadang akal sehat tidak cukup membendungnya, karena sudah tertutup dengan egonya.


Kehadiran orang lain yang mampu membuat kita selalu merasa nyaman, terlindungi dan diperhatikan, tanpa kita sadari juga akan membuat kita lupa akan diri dan merasa segalanya lebih indah bahkan jika sampai kita merasa sampai pada satu titik dimana terpuaskannya diri secara materi, apapun yang kita inginkan pasti akan selalu dipenuhi olehnya jelas akan semakin menyulitkan dan memberatkan kita untuk melepaskannya.


Berbeda dengan saat keduanya dihadapkan dengan kondisi yang mengharuskan salah satunya pergi dan terpisah jauh dengan kita, sudah dipastikan akan mempengaruhi kondisi hubungan tersebut. Hubungan yang dikenal dengan nama Long Distance Relationship ( LDR ) ini, keduanya harus mampu menghadapi segala tantangannya, karena mau tidak mau atau suka tidak suka bahkan siap tidak siap akan mempengaruhi keduanya.


Godaan yang kerap datang baik itu dari luar maupun dari dalam personal keduanya. godaannya pun sangatlah berat, bukan hanya merasakan sebuah rasa rindu yang berlebihan, tapi juga ada perasaan hampa, kesepian, bahkan sampai-sampai bagi yang biasanya sering bertemu dan saling ketergantungan akan dibuat bingung melakukan hal yang biasa dilakukan bersama dan sekarang harus dilakukan seorang diri.


Hal-hal seperti itulah yang akan menjadi tantangan saat berkomitmen menjalin LDR, selain melibatkan hati dan banyak pikiran yang berperan didalamnya juga akan mempengaruhi kehidupan dan kebiasaan.


Terkadang ada sebagian orang akan nekat untuk menyusul dan mengorbankan kehidupan yang seharusnya dijalani, adapula yang memilih menyudahinya karena tidak sanggup untuk berjauhan.


Apabila memilih bertahan, maka harus ada 2 hati yang berjuang mempertahankan komitmen, Saling menguatkan dan saling memberikan keyakinan untuk bertahan, dengan memilih mempertahankan, tidak menutup kemungkinan salah satunya akan sampai pada titik jenuh dan lelah sendiri, merasa berjuang sendiri, seringnya salah paham, sakit hati, curiga - mencurigai, berburuk sangka dan bahkan selalu berpikiran negatif yang pada akhirnya bisa menghancurkan hubungan itu sendiri.


Maka dari itu hati dan akal pikiran haruslah bekerja secara seimbang dan tetap berjalan beriringan, sukailah secukupnya dan cintailah dengan sewajarnya sehingga tidak terlalu membebani hati untuk bekerja secara berlebihan.


Logika dan perasaan harus dikelola dengan benar agar tetap waras, keduanya harus berperan dengan benar hingga tidak terlalu membebani lebih dalam. Agar tidak terlalu memikirkannya cukup do'akan saja agar Sang Maha Pencipta menjagakan hatinya untuk kita dan kita mampu melalui semua prosesnya.


( PS : Jangan pernah bergantung pada makhluk tapi bergantunglah kepada Allah, karena Allah tidak akan meninggalkanmu untuk urusan lain !).


***


Hari ini tepat 4 bulan, Dilla dan Sean bertunangan dan menjalani LDR. Saat ini Dilla menikmati kebersamaan dengan teman-temannya di sekolah, sejauh ini cukup berhasil mengalihkan pikirannya dari Sean. Sean yang sudah 2 bulan ini juga tidak pernah pulang ke Bandung dikarenakan banyaknya tugas kuliah dan persiapan menghadapi UAS yang tidak memungkinkannya untuk pulang. Janji pulang minggu ini pun tidak bisa ditepatinya lagi karena hal itu. Dilla memaklumi, karena setelah UAS, Sean akan pulang dan liburan di Bandung.


Walaupun Sean rutin dan hampir setiap hari menghubungi Dilla, Dilla tetap merasakan ada yang kurang. Pada waktu tertentu ada kalanya Dilla berkeinginan untuk bisa berbagi cerita secara langsung tanpa dibatasi pulsa dan waktu dengan Sean.


Hanya saja Dilla bukanlah manusia egois yang selalu memaksakan kehendaknya. Dilla tidak pernah mempermasalahkan hal kecil seperti itu, toh mereka sudah sepakati semuanya diawal sebelum Sean memutuskan kuliah di Jogja.


Dilla sadar dan menerima segala konsekuensi hubungan LDR yang dijalaninya agar hubungannya dengan Sean tetap baik-baik saja, sehingga cita-cita dan rencana mereka kelak terealisasikan. Dilla hanya bisa berdo'a agar Allah selalu menjaga hati Sean untuknya begitupula sebaliknya.


Pikiran Dilla melayang, menghitung berapa kali weekend yang sudah ia lalui tanpa Sean bersamanya, mengingat dulu Sean rutin mengajaknya pergi bermalam minggu.


Rindu rasanya seperti itu, ujung bibirnya sedikit terangkat, mengingat semua yang sudah dilaluinya bersama Sean selama 7tahun ini. Dilla beristghfar berusaha mengalihkan pikirannya. Saat ini Dilla butuh fokus untuk menghadapi UAS yang sebentar lagi akan dihadapinya.


Tiba-tiba semua lamunannya buyar kala mendengar suara HP nya berbunyi nyaring. Dilla melihat layar HP nya, terlihat nama Dhera disana. Dilla pun mengangkatnya dan menerima panggilannya.


📞Dilla

__ADS_1


"Assalamu'alaikum Ra .. "


📞Dhera


"Wa'alaikumsalam, Dilla .."


📞Dilla


"Ada apa Ra? tumben banget lo, mau ngajak gue malam minggun y?"


📞Dhera


"Dih, nyesek banget yang LDR, sama aja kaya gue 'JoSe'


📞Dilla


"Gila lo, tapi setidaknya masa depan gue udah jelaslah"


📞Dhera


"Taulah yang tunangan mah mikirnya masa depan mulu .. haha"


📞Dilla


📞Dhera


"Iya dech iya .. semoga matanya tetep waras ya kagak picek"


📞Dilla


"Songong lo, kalo do'a tuh yang bener lah"


📞Dhera


"Hahahaha, becanda kali .. sensi amat sih lo, santei aja .. cepet tua lo nanti"


📞Dilla


"Lebih tua an lo kemana-mana kali .. hahaha"


📞Dhera


"Huuu .. gak apa-apa lebih tua tapi gue imut.. wleee"


📞Dilla

__ADS_1


"Imut apaan? .. item mutlak?.. hahaha"


📞Dhera


"Hahaha .. udah dech gak kelar-kelar kalo gini terus... woi Dil, anak-anak ngajakin ngemall, ikut gak?"


📞Dilla


"Seriusan? .. Jam berapa?"


📞Dhera


"Seriusan lah, gue tau Sean gak balik makanya gue ajakin lo..tar jam 10 gue jemput y"


📞Dilla


"Ok dech, i'll be waiting, honey"


📞Dhera


"See you my love .. muaahh"


📞Dilla


"Amit-amit, jiji .. dah ah gue mau mandi. Assalamu'alaikum


📞Dhera


"Hahaha... Wa'alaikum salam, kudil"


Dilla bergegas menuju kamar mandi karena sekarang sudah jam 9, ada waktu 1 jam untuknya bersiap-siap sebelum Dhera menjemputnya.


Mereka pun kini sudah ada di dalam mobil Dhera bersiap hendak ke mall. Jalanan menuju mall cukup padat, sehingga mereka sedikit terlambat sampai di mall.


Setelah Dhera memarkirkan mobilnya, mereka melangkah menuju pintu masuk mall dan menghampiri teman-temannya yang sudah janji bertemu di sebuah tempat makan. Dhera dan Dilla mengedarkan pandangannya, terlihat Ammy dan Beno melambaikan tangannya. Ammy dan Beno sudah jadian satu bulan yang lalu, kini mereka resmi berpacaran.


Langkah Dilla terhenti saat melewati salah satu meja di food court, Dilla tidak mau berburuk sangka, namun matanya masih normal 'Tapi kenapa ada seorang wanita disebelahnya?' batinnya.


...****...


TBC


Udah sampai part ini, gimana reader? Masih banyak partnya nih. Mau lanjut gak? Komen dong, dan dukung terus cerita aku ya, dengan cara vote, like and coment! supaya makin semangat nulisnya .. 🤗🤭


Kalau ada typo kasih tau ya .. Terima kasih .. 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2