
Dhera pun menyusul Dilla ke dunia mimpi, perjalanan malam yang cukup melelahkan, membuatnya merasa pegal-pegal dan rasa kantuk mulai menyerangnya. Mereka pun tertidur dengan pulas.
...\=\=\=\=...
----> Next
Tok .. tok .. tok ..
Terdengar suara pintu kamar Dilla dan Dhera diketuk, Dilla memicingkan matanya, terlihat Dhera masih tertidur pulas disebelahnya. Dilla pun bangkit perlahan mengambil kerudung bergonya dengan model tali kebelakang. Ia berjalan menuju pintu dan membukanya sedikit, hanya kepalanya saja yang nampak keluar, dilihatnya Sandra dan Wulan.
"Aku pikir siapa, ayo masuk!" ajak Dilla, "Ini yang lain pada kemana?" lanjutnya.
"Pada jalan-jalan lah, Ruli kayakny lagi pedekate tuh sama Ghania, dari tadi berdua mulu mereka", terang Sandra.
"Kaaaciiiaann yang jomblo", canda Dilla.
"Si Dhera masih ngorok tuh? gile .. udh jam sepuluh juga", kata Wulan.
"Kecapean kali dia, ga biasa dia tidur di kereta", jawab Dilla sambil membasuh mukanya di wastafel dan mengganti kerudungnya.
Dhera pun terbangun mendengar suara teman-temannya,"Brisik banget sih kalian".
"Bangun woi,dah siang ini", teriak Wulan
"Ya elah, biasa aja kali gak usah tereak, bikin gue budek aja lo!" Dhera bangun dan langsung menuju wastafel hendak membasuh wajahnya. Kemudian dia teringat HP Dilla yang tidak berhenti bergetar saat sebelum ia tidur,"Oh iya Dilla, tadi HP mu geter terus, belom lo cek kan? buruan liat sapa tau dari Sean".
"Oh iya gue lupa .. ". Dilla pun bergegas mengambil HP nya dari dalam tas yang sedari tadi belum ia cek lagi".
Dilihatnya, Sean Misscall 38x, mama 10x, ibunya Sean 4x ... wow .. SMS Sean 8x yang isinya sama nanyain dimana dan lagi apa, mamany 2pesan. ibunya Sean 1pesan, Slamet 2pesan. Membuat Dilla bingung, siapa yang harus ia dahulukan untuk dibalas lebih dulu.
Ternyata dia lebih memilih menelepon Sean, tunangannya. Nada sambung pun terdengar, cukup lama dan Sean tidak mengangkatnya, 'tumben biasanya fast respon', batin Dilla
Setelah melakukan panggilan sebanyak 6x tanpa jawaban, Dilla pun tidak mau ambil pusing, dia bergegas mengambil tasnya dan melangkah menuju ke pintu hendak keluar menuju kostan Sean.
__ADS_1
Dhera yang sadar melihat Dilla akan pergi pun berteriak," Tunggu! Dilla aku ikut", buru-buru Dhera mengambil HP dan tas kecil miliknya.
Wulan dan Sandra pun hanya berpandangan lalu ikut keluar kamar, Dhera mengunci pintu kamar dan segera berlari mengejar Dilla.
Dhera melihat Dilla di halaman rumah sewaan tersebut. Terlihat Fathan sedikit memaksa hendak mengantar Dilla, namun sepertinya Dilla menolaknya hingga Dhera menghampiri mereka,"Biar gue yang anter Dilla, Fathan! Mohon maaf kalo kamu yang anter, apa bisa jamin Sean baik-baik aja?"
"Ok, setidaknya gue anter kalian sampe di tempat kost Sean, supaya kalian gak repot. cari ojek, gimana?" jelas Fathan
Dhera melirik Dilla, ternyata Dilla menganggukan kepala menyetujui saran Fathan. Akhirnya merekapun pergi diantar Fathan menggunakan mobil yang sudah disewa kakaknya sebagai transportasi selama berada disana. Tidak lama mereka pun tiba di tempat kost Sean, Dilla pun turun dan tidak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada Fathan, begitupun dengan Dhera, tetapi saat Dhera hendak turun Fathan memanggilny,"Ra, gue tunggu disini aja ya, kalo Dilla sama Sean berdua, emangnya kamu mau jadi nyamuk?"
"Okey, dasar lo, tapi bener juga sih .. ya udah terserah lo", jawab Dhera cuek sambil turun dan menutup pintu mobil.
Dhera mengikuti Dilla masuk ke dalam tempat kost Sean yang dijaga security di bagian depannya, security tersebut pun menanyakan keperluan mereka. Dilla mengatakan bahwa ia tunangan Sean dan pernah datang sebelumnya, security tersebut tampak tidak percaya, jidatnya mengernyit seraya menyatukan kedua alisnya. Kelihatan sekali kalau security itu bingung dan menatap Dilla intens seolah tidak percaya, Dhera merasa tidak suka dengan sikap security tersebut,"Maaf ya pak, jadi apakah Sean ada di kamarnya?" Dilla to the point sekali.
"Oh, mas Sean jarang pulang toh mba, terkadang menginap di tempat temannya" kata security tersebut.
"Oh, ya sudah pak, terima kasih kalo gitu kami permisi, nanti kalo Sean pulang tolong sampaikan Dilla ada di Jogja!"
"Inggih nduk, nanti tak sampaikan sama mas Sean"
Dilla dan Dhera pun keluar dari halaman tempat kost Sean, Fathan masih setia menunggu mereka hingga membuat Dilla bingung,"Lho bukannya dia pulang tadi?"
Dhera senyum dan menjawab,"Jangan GR lo, Fathan nungguin gue dia khawatir gue jadi nyamuk diantara lo dan Sean".
Dilla tertawa melihat tingkah sahabatnya tersebut. Lalu Dilla teringat belum membuka SMS dari mamanya, dia pun membuka satu-satu SMS dan membalasnya.
Ternyata mama Dilla belum mengatakan kepada Sean kalau Dilla sedang di Jogja, Dilla membalas dengan mengatakan bahwa ia memang belum bertemu dengan Sean dan belum sempat mengabarinya karena dia tertidur sesampainya di Jogja pagi tadi.
SMS dari ibunya Sean pun ternyata sama dengan mamanya yang menanyakan sudah atau belumnya bertemu Sean, Dilla menjawabnya sama seperti jawaban SMS untuk ibunya.
SMS lainnya dari Slamet yang menanyakan keberadaan Dilla, karena Sean memaksanya berkali-kali untuk ke rumah Dilla, dan melihat keadaan Dilla yang tidak mengangkat panggilan darinya. Slamet pun tidak berani mengatakan Dilla sedang di Jogja karena ibunya Sean sendiri yang menyuruhnya tutup mulut untuk memberikan kejutan kepada anaknya. Sehingga Slamet harus berbohong kalau ia sedang disuruh ibunya Sean mengantarkan pesanan ke tempat yang cukup jauh, jadi belum sempat ke rumah Dilla.
Dan terakhir Dilla membaca SMS dari Sean, karena HP Dilla tidak aktif paginya ditelpon Dilla tidak mengangkatnya. Dilla memang sengaja mematikan HPnya saat di kereta semalam, takutnya Sean mendengar suara bising kereta, sehingga niatnya untuk memberikan kejutan untuk Sean gagal di awal.
__ADS_1
Selesai membalas semua SMS, Dilla berjalan menuju mobil, Dhera dan Fathan sudah menunggunya di dalam mobil karena tidak kuat dengan cuaca Jogja yang sangat panas. Dilla pun bergegas naik.
"Jadwal liburan kita seminggu ini, rencananya kemana aja, Than?" Dhera memecahkan keheningan diantara ketiganya.
"Tunggu Dilla ketemu Sean dulu lah, baru tenang kita putuskan akan kemana aja, toh jatah kita seminggu disini, tenang masih banya waktu, gak mungkin kan kalo kita pergi sekarang dengan suasana hati yang gak jelas, mana bisa menikmati liburan", jawab Fathan
"Ah,iya bener juga .. kalo gitu ayo kita cari Sean .. semangaaattt!!!" Dhira mengatakannya dengan lantang sambil melirik ke arah Dilla.
"Tapi kita mau cari kemana? Gue gak ada kenal satupun temannya Sean disini, gue harus tanya siapa?" ucap Dilla bingung
"Kita coba ke kampusnya gimana, Dil? ada kak Mina disana nanti kita tanya dia", usul Fathan
"Ya udah, boleh deh", Dilla menganggukan kepalanya.
Merekapun pergi menuju kampus Sean dan Mina kakaknya Fathan, yang sebentar lagi akan menjadi kampus Fathan juga.
Tak berapa lama mereka pun sampai di kampus Sean. Mereka bertiga turun, Fathan merogoh HP nya untuk menghubungi kakaknya.
Ternyata kak Mina menyuruh mereka untuk menunggu di parkiran, sambil Mina mencari info kepada teman dan beberapa adik tingkatnya untuk menanyakan apakah Sean ada di kampus atau tidak.
Salah satu adik kelasnya menunjukan keberadaan Sean yang sedang di perpustakaan. Mina berlari kecil untuk melihat keberadaan Sean disana, karena Mina hendak membantu Dilla memberikan kejutan kepada Sean dengan mengajak Dilla menemuinya langsung disana.
Namun yang dilihat Mina justru Sean bersama teman wanitanya yang bernama Indah, yang selama ini menjadi bahan gosip di kampus.
Semua anak MIPA menganggap mereka ada hubungan, dan itupun diketahui Mina. Awalnya pun Mina percaya melihat kedekatan dan keakraban keduanya. Hanya saja Mina menaruh curiga karena nempelnya wanita itu terhadap Sean, yang ditanggapi Sean dingin, malahan sepertinya Sean merasa risih dan tidak nyaman dengan perlakuan Indah yang agresif itu.
Dan kecurigaannya pun terbukti ketika sudah bertemu Dilla yang ternyata teman adik kesayangannya, entah mengapa semenjak mengetahui kebenarannya kemarin, Mina menjadi kurang respect dan sebal terhadap Indah yang terus-terusan terlihat mengekor dan menempeli Sean. Mina pun berniat akan menjaga dan menjauhkan Sean untuk Dilla dari si wanita ular yang agresif dan menyebalkan itu.
...***...
TBC
Udah sampai part ini, gimana reader? Masih banyak partnya ini. Mau lanjut atau gak nih? Komen dong, dan dukung terus cerita pertama aku ya, dengan cara vote, like and coment! supaya makin semangat nulisnya .. π€π€
__ADS_1
Kalau ada typo kasih tau ya .. Terima kasih .. πππ