
Mina bergegas keluar dari kantin untuk mencari ojek dan mengantarkannya ke rumah sewaan yang dihuni oleh adik dan teman-temannya yang sedang berlibur.
...\=\=\=\=...
---> Next
Sean berjalan menuju gerbang dimana Fathan akan menjemputnya, dan tentu saja saat sampai disana Fathan sudah standby menunggunya. Saat Sean membuka pintu mobil dan memasang sabuk, Fathan langsung menanyakan hasil pembicaraan Sean dan Indah,"Gimana bro?"
Sean menggelengkan kepala, terlihat sekali kalau ia begitu kecewa "Diluar dugaan bro, Indah sama sekali tidak terpengaruh, tetap saja malah akan semakin gila ngejar gue kayaknya" Sean menarik nafasnya panjang dan meniupnya kembali dengan kasar,"Menurut dia, tunangan masih bisa batal, yang nikah aja bisa cerai apalagi cuma tunangan kayak gue".
Sungguh mengerikan sekali jika seorang wanita memiliki kepribadian seperti itu.
"Tenang bro, gue akan selalu bantu lo apalagi gue juga bakalan kuliah disini" kata Fathan menenangkan dengan tangan kirinya yang menepuk-nepuk bahu Sean dan tangan kanannya masih setia diatas stir.
"Thanks bro, lo sama kakak lo udah banyak bantu gue dan sorry untuk yang dulu. Gue cinta mati sama Dilla, gue gak suka ada orang lain yang nekat nembak dia depan gue lagi, karena bagi gue Dilla milik gue sampai kapan pun"
Fathan tersenyum dan menyenggol lengan Sean dengan lengan kirinya pelan, "Kalem bro, itu masa lalu gue paham. Sekarang gue cuma jadi sahabatnya Dilla, gue udah hapus rasa cinta gue buat Dilla, gue berharap bisa nemuin lagi cewe yang sifatnya selembut dan sebaik dia, gue benar-benar cuma ingin jadi sahabatnya aja gue yang akan lindungin Dilla dari siapapun buat lo saat lo disini!"
"Thanks Bro, you are the best, tapi sorry bro, setau gue Dilla gak punya kembaran dan cuma ada satu Dilla, dan sayangnya udah jadi milik gue .. hahaha ... " seloroh Sean sambil menunjuk-nunjukan jari telunjuknya ke arah Fathan dan tertawa yang kemudian diikuti tawa Fathan.
"I see bro, lo keren banget bisa dicintai Dilla, lo harus jaga dia, karena yang mau sama dia banyak!" sela Fathan.
"Selama tujuh tahun ini gue bisa ngalahin kalian-kalian dan Dilla tetep sama gue"
"Yaps, tapi cowok itu beda sama cewek bro! Hati-hati dan waspadalah dengan Indah, lo belum pernah kah berhadapan dengan singa betina selain ini?!"
Sean menganggukkan kepalanya dan langsung keduanya terdiam dalam pikirannya masing-masing tanpa menikmati perjalanan menuju rumah sewaan, ditengah perjalanan, Sean meminta Fathan mampir ke tempat kostnya untuk mengambil barang-barang yang akan dibawanya pulang ke Bandung. Setelah Fathan berpamitan pada pemilik dan security tempat kostnya, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke rumah sewaan.
Sisa liburan yang tinggal 3 hari ini, rencananya akan dimanfaatkan mereka untuk berjalan-jalan ke tempat-tempat wisata di sekitaran Jogja.
Itulah kebersamaan Sean dan Fathan selama beberapa hari ini selalu berdua dalam perjalanan, dua gunung es yang dulu selalu bersitegang kini sudah mencair dan melebur menjadi satu membentuk sebuah perairan yang luas dan mempesona bagi siapapun yang melihatnya dan akan mengguncangnya dengan ombak bagi siapapun yang mengganggunya dan orang yang mereka sayang.
Dua orang most wanted sekolah ini akan bertemu kembali di tempat kuliah yang sama dan di kota yang sama yaitu Jogja, mereka siap mengguncang kampus.
__ADS_1
Jarak beberapa meter ke rumah sewaan, terlihat Mina melambaikan tangan, Fathan pun meminggirkan mobilnya, Mina langsung naik dan meminta Fathan putar balik dan menyuruhnya berputar-putar sebentar, karena Mina hendak menyampaikan apa yang dilihatnya tadi di kantin setelah kepergian Sean, Mina menjaga agar Dilla tidak mendengar pembicaraan mereka.
Sebetulnya Sean tidak kaget, karena dia pun sering melihat Indah seperti itu kalau keinginannya tidak terpenuhi. Itulah kenapa Sean menutupi hubungannya dengan Dilla, dan karena sekarang Indah sudah mengetahui semuanya, Sean hanya berusaha untuk bertahan dan melindungi Dilla dari Indah.
"Ya udah yok puter balik, kasian anak-anak pasti dah nungguin tuh dan udah siap-siap ke pantai liat sunset hari ini" kata Mina.
"Iya, gue belom nyiapin apa-apa lagi tadi" Fathan teringat kalau dirinya belum menyiapkan apapun untuk ke pantai.
"Gue sih santei, calon bini rajin, rapih dan telatennya gak ketulungan, idaman gue dan emak gue banget lah" Sean sangat bangga dan tidak segan memuji dan membanggakan Dilla kepada siapapun walau kadang membuat Dilla risih, terlalu berlebihan menurut Dilla.
"Iya deh iya, yang punya bini mah enakin aja deh" seloroh Fathan yang membuat mereka bertiga tertawa lepas dan sejenak melupakan kengerian Indah.
Mereka pun akhirnya sampai di rumah sewaan, saat melihat mobil yang dinaiki Fathan, Sean dan Mina memasuki halaman, tampak Beno, Ruli ,Reza, Ghania dan Ammy sedang duduk santai di teras.
Sean langsung turun dan mencari Dilla, tapi Sean tidak menemukan Dilla baik di kamarnya, kamar Sean ataupun di ruang televisi. "Nyari Dilla ya?" Wulan inisiatif bertanya kepada Sean.
Sean menjawab,"Iya, kamu tau kemana Dilla?"
"Tadi bilangnya sih ke pasar sama Dhera, gak tau mau cari apa, soalnya pas ditanyain jawabnya cari yang gak ada aja katanya"
Tidak berapa lama Dilla dan Dhera pun kembali, karena jarak pasar dengan rumah sewaan itu cukup dekat tinggal jalan kaki sedikit saja sudah sampai deh. Wulan langsung menghampiri Dilla,"Dilla, bayi besar kamu nyariin tuh ngambek kayaknya pas dateng nyari lo kagak ada".
"Gitu ya, ok deh makasih ya Lan, gue jinakin dulu bentar", Dilla langsung melengos masuk ke arah kamar yang ditempati Sean diiringi tawa Wulan dan Dhera yang tiba-tiba meledak menertawakan Dilla.
"Assalamu'alaikum calon imam", sapa Dilla lembut, di depan kamar Sean yang pintunya sedikit terbuka.
"Wa'alaikumsalam, masuk sayang!" sekesal apapun Sean, setelah mendengar suara Dilla yang lembut dan menenangkan maka demi apapun semua kekesalannya akan luruh dan mencair dengan sendirinya.
Dilla pun masuk, pandangannya langsung tertuju pada ransel besar milik Sean, "Mas udah ambil barang untuk persiapan pulang ke Bandung ya?"
"Iya, tadi sekalian dianter Fathan saat pulang dari kampus, supaya gak bolak balik jadi fokus ke liburan kita bareng sahabat-sahabat kamu itu, biar gak pada bete lagi gara-gara gak kemana-mana" Sean bangkit dari atas tempat tidur ke arah Dilla yang masih berdiri kemudian mengalungkan lengannya ke pundak Dilla.
Dilla mengangguk-anggukan kepala,"Oh iya, perlengkapan kamu untuk ke pantai udah aku siapin ya, pake satu tas aja supaya gak kebanyakan bawa barang" lanjut Dilla
__ADS_1
"Siap nyonya, terserah aja, kamu memang yang terbaik, makasih ya" Sean mengelus kepala Dilla dengan sayang .
Dilla membalasnya dengan senyuman,"Ya udah, kamu siap-siap ya dan tunggu di ruang TV, aku mau siap-siap juga di kamarku"
Sean mengacungkan ibu jarinya, dan Dilla pergi ke kamarnya untuk bersiap serta mengambil tas yang berisi perlengkapan untuk di pantai. Dhera pun tengah bersiap. Setelah selesai mereka keluar dan menuju ruang TV yang selalu menjadi titik kumpul saat mereka hendak pergi untuk menunggu temannya yang masih bersiap, makan bersama ataupun sekedar menonton TV.
Sean sudah menunggu disana bersama Fathan dan Reza. Saat melihat Dilla dan Dhera, Sean pun bangkit dan segera menghampiri Dilla untuk mengambil alih tas perlengkapan mereka untuk dibawakan olehnya.
Saat tengah asik mengobrol, tiba-tiba suara gaduh mulai terdengar dari arah luar kamar Beno dan Ruli yang sudah siap dengan style mantai celana pendek dan kaos putih serta kemeja bunga-bunga yang kancingnya dibuka semua sebagai outer tak lupa kaca mata hitam, norak sekali pada masa itu. Dasar Beno dan Ruli, mereka tentu cuek saja keluar kamar sambil bernyanyi-nyanyi riang seperti rombongan anak TK yang akan pergi piknik.
"Ayok ... ayok ..ayok .. oooyyy!!! lets go to the beach guys, !!" Beno dan Ruli bernyanyi asal-asalan ala raper yang sedang musimnya pada saat itu, disambung sahabat-sahabatnya yang lain bersahut-sahutan dengan kalimat yang tidak jelas. Memang gaduh sekali sampai akhirnya mereka pergi menuju pantai.
Saat mereka tiba di pantai, sambil merentangkan tangan, mereka berteriak bersahut-sahutan, entah siapa yang berbicara.
"Yeeeaayyy welcome to the beach"
"Yeeaahh, ini lah Real Holiday"
"I like this smell .. bau ombak aku rinduuu!!!"
"Ayo main pasir dulu sebelum keluar sunset!!!"
Mereka berlari-larian bermain ombak dan pasir. Hanya Dilla, Sean, Fathan, Mina dan Dhera yang duduk di pinggir pantai melihat kelakuan teman-temannya yang seperti kurang piknik dan menikmati indahnya pemandangan laut.
Alangkah bahagianya mereka karena selama beberapa hari ini di Jogja, mereka hanya bisa pergi ke Malioboro dan pasar Beringharjo yang kebetulan sekali bisa dijangkau dengan berjalan kaki karena memang dekat dengan rumah sewaan yang mereka tinggali selama di Jogja, sambil menunggu Sean dan Mina selesai UAS.
Sisa waktu liburan di Jogja pun mereka habiskan dengan berjalan-jalan ke tempat-tempat wisata yang berada di Jogja dan sekitarnya, berbelanja dan membeli oleh-oleh untuk keluarga mereka di Bandung.
...***...
TBC
Udah sampai part ini, gimana reader? Masih banyak partnya ya! Ditunggu komennya dan dukung terus cerita pertama aku ya, dengan cara vote, like and komen! supaya makin semangat nulisnya .. π€π€
__ADS_1
Kalau ada typo kasih tau ya .. Terima kasih .. πππ