
Hingga akhirnya kereta yang membawa Sean dan Mina ke Jogja pun pergi, Dilla dan sahabat-sahabatnya kembali ke rumah masing-masing karena mereka bukanlah orang-orang yang terbiasa keluar pada malam hari. Mereka janjian jogging bersama minggu keesokan harinya.
...\=\=\=\=...
----> Next
Seperti janji mereka kemarin, hari minggu ini Dilla dan teman-temannya akan pergi jogging bersama di sebuah gelanggang olah raga.
Sudah menjadi kebiasaan Dilla bangun ketika shubuh, sehingga pagi-pagi sekali saat teman-teman Dilla menjemput, Dilla sudah bersiap dan menunggunya di teras setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya.
Tidak lama Fathan, Reza dan Dhera datang menjemputnya dan kali ini Fathan yang giliran membawa mobil. Temannya yang lain seperti Ghania, Sandra dan Wulan dijemput oleh Ruli yang juga membawa mobilnya sendiri.
Dan untuk dua sejoli yang paling hits di kelompok mereka yaitu Ammy dan Beno sudah dipastikan akan pergi berdua saja dan setia dengan motor sport baru milik Beno.
Motor sport Beno ini menjadi saksi kisah kebersamaan mereka selama ini, karena memang setelah mereka jadian Beno mengganti motor bebeknya dengan motor sport, Beno ingin hanya Ammy seorang yang menjadi penumpangnya, sungguh sangat menggelikan mendengarnya.
Mereka pun berkumpul di tempat jogging yang telah mereka sepakati kemarin. Tetapi ketika sudah tiba dan berkumpul disana, ternyata tidak semuanya ikut jogging. Hanya Dilla, Dhera, Sandra, Wulan, Reza dan Fathan saja yang benar-benar menggunakan momen itu untuk berolah raga.
Sedangkan Beno dan Ammy seperti yang mereka tahu memang lagi kasmaran yang kemana-mana maunya berdua, ketika yang lain jogging mereka berdua malah duduk di kedai nasi kuning dan menikmati sarapan pagi berdua.
Begitu pun dengan Ruli dan Ghania, mereka juga tidak ikut jogging bersama yang lainnya. Walau masih pendekatan, merekapun kemana-mana selalu berdua saja.
Menurut cerita Sandra yang lebih dekat dengan Ghania karena duduk sebangku, Ghania yang tidak siap LDR nantinya makanya belum siap menerima Ruli sebagai kekasihnya, karena dia tidak memiliki hati sekuat Dilla, jadi lebih memilih menjalani hubungan seperti saat ini saja tanpa ikatan apapun.
Setelah merasakan kelelahan dan mendapatkan beberapa putaran track jogging, Dilla dan teman-temannya terduduk di pinggiran bagian luar track jogging yang teduh. Mereka pun meluruskan kakinya sambil memijat-mijat bagian lutut dan kakinya masing-masing.
"Dapet berapa putaran tadi kalian?" tanya Reza
"Kita kayaknya 4 apa 5 putaran sih?" jawab Wulan yang diiringi acungan 4 jari dari Dilla, Dhera dan Sandra.
__ADS_1
"Lumayan lah ya buat latihan ujian praktek olah raga nanti" Sandra menimpali.
"Aahh .. iya bener tuh, sebulan lagi kan kita ujian praktek? cukup tuh waktunya, gimana kalau kita rutinkan saja?" usul Dhera.
"Iya ya beneer baget .. ide bagus tuh, Ra .. ayo deh rutinkan aja!" Dilla menyetujui usulan Dhera sambil mengacungkan 2 ibu jarinya. Disusul anggukan dan acungan ibu jari teman-temannya yang lain tanda mereka pun menyetujuinya.
Saat sedang asik mengobrol, Ammy dan Beno pun datang turut bergabung bersama teman-temannya yang lain. Tidak lama Ghania dan Ruli yang membawakan minuman untuk teman-temannya yang baru saja selesai jogging pun ikut bergabung.
"Nih, gue bawain minum, gue tau kalian pasti haus banget" Ruli menyimpan kantong plastik yang berisi 6 botol air mineral di depan teman-temannya itu dan tentu saja disambut gembira teman-temannya.
"Thank you Ruli, sahabat gue paling perhatian!" ucap Dhera sambil mengambil satu botol minuman itu yang disambut dengan acungan ibu jari Ruli.
"Tau aja lo, kita lagi kehausan gini" Wulan menambahkan.
"Thank's, Rul!" Fathan dan Reza berbarengan sambil mengangkat botol minumnya.
Dilla pun ikut mengambil botol minum air mineral tersebut sambil tersenyum dan berkata,"Makasih ya Rul, semoga rezekinya nambah dan selalu dimudahkan, serta setiap urusannya selalu dilancarkan!" Do'a Dilla di'aamiin'kan oleh semuanya.
"Emang paling adem ya kalo Dilla ngomong, gak cuma ngomong makasih tapi disertai do'a dan itu sangat berbobot, Do'a in Ruli terus ya Dil!" jawab Ruli
"Huuuuhh ... dasar Ngelunjak! Makanya sholat jangan bolong-bolong mulu, Rul jadi lo bisa Do'a sendiri" sindir Dhera.
"Udah tenang aja, bukan cuma Ruli yang Dilla do'ain, tapi semua sahabat-sahabat Dilla, semoga selalu diberikan kesehatan dan kelak kita sukses bersama ya, kan seru kalo pas ngumpul gini lagi udah pada sukses semuanya, ya gak?" kata Dilla.
"Aamiin" jawab semuanya.
"Tuh kan Dilla emang ngademin banget deh kalo ngomong, memotivasi dan membuat kita jadi bersemangat" kata Ruli lagi.
"Coba lo ngomong kayak gitu depan Sean, Rul! berani gak lo?!" tantang Fathan.
__ADS_1
"Jangan ditanya deh, kalo sama macan satu itu mah ngomong gitu ke Dilla sama aja gue bunuh diri ..takut gue, bisa-bisa jadi bubur gue"
Mereka pun tertawa lepas bersama membayangkan Sean saat cemburuan kalau ada lelaki lain yang memberikan pujian, mendekati bahkan hanya membelikan makanan atau barang untuk Dilla, Sean akan langsung mendatangi orangnya dan tak segan menghajarnya.
Matahari mulai terasa semakin terik, tempat mereka duduk pun mulai terasa tidak nyaman karena panasnya mulai menjalar ke arah mereka.
Mereka pun berdiri dan berniat pulang kerumah, karena mereka harus kembali fokus belajar, esok hari seluruh kelas 3 di sekolahnya akan menghadapi latihan ujian akhir tahap pertama.
Dilla kembali dengan diantar Dhera, Fathan dan Reza. Dilla menawarkan mereka untuk mampir kerumahnya, namun untuk kali ini mereka harus menolaknya. Kalau saja besok tidak ada latihan ujian tahap akhir, sudah dipastikan mereka akan memilih mampir dan menikmati masakan mama Dilla yang selalu membuat ketagihan dan menggoyang lidah mereka.
Membayangkan masakan mama Dilla saja sudah membuat perut mereka keroncongan. Tetapi karena mereka memang dasarnya anak-anak yang pandai tentu saja mereka lebih memilih pulang dan belajar di rumah, mereka berusaha mendapatkan hasil yang maksimal pada ujian akhir nanti maka setiap proses latihan ujiannya pun akan mereka hadapi dengan bersungguh-sungguh.
Dilla dan teman-temannya merupakan siswa unggulan yang selalu menjadi andalan sekolah untuk memperoleh nilai tertinggi, ya walaupun beberapa diantara mereka terlihat sedikit berisik dan pecicilan tetapi dalam hal belajar dan prestasi di sekolah mereka tidak pernah main-main. Mereka akan selalu utamakan dan akan berubah menjadi sangat serius serta bertanggung jawab saat belajar.
Dilla pun kini sudah di kamarnya, setelah mandi, ganti baju dan makan bersama kedua orang tuanya, Dilla pamit ke kamarnya untuk belajar. Sebetulnya Dilla ingin sekali kuliah di Jogja bersama Sean, tapi orang tuanya tidak sanggup berjauhan dengan anak semata wayang satu-satunya itu.
Ya, dan tiba-tiba Dilla ingin sekali menghubungi Sean, setelah semalam Sean hanya menghubunginya melalui pesan singkat. Namun setelah beberapa kali mencoba menghubungi Sean, Dilla harus kecewa karena Sean tidak mengangkatnya.
Dilla tidak mau larut dalam kekecewaan, dia pun kembali fokus dengan belajarnya. Dilla tidak mau hubungannya dengan Sean mengganggu belajarnya. Selama ini Sean selalu memotivasinya untuk belajar, kali ini Dilla harus mampu memotivasi diri sendiri karena kini Sean tidak disampingnya.
Dilla pun tampak serius dan fokus di depan meja belajarnya, walau sebenarnya Dilla sudah siap menghadapi latihan ujian akhir untuk besok. Apa salahnya terus mengulang-ulang apa yang sudah dipelajarinya.
...***...
TBC
Ditunggu komennya dan dukung terus cerita pertama aku ya, dengan cara vote, like and komen! supaya makin semangat nulisnya .. π€π€
Kalau ada typo kasih tau ya .. Terima kasih .. πππ
__ADS_1