Dilla ( Perjalanan Cinta Dilla )

Dilla ( Perjalanan Cinta Dilla )
Masih dengan Slamet


__ADS_3

Malam semakin larut, kantuk pun mulai menyerang, Dilla sudah dalam posisi menyamping dengan diganjal bantal kereta yang sudah disewa nya dari petugas kereta api.


Begitupun dengan Slamet yang sudah mulai terlelap dan terbuai dalam mimpinya.


--->Next


Dilla terbangun ketika alarm HP nya berbunyi tepat pukul 4 shubuh. Apabila tidak ada hambatan dan tepat waktu, perkiraan jadwal kereta akan sampai sekitar pukul 4.30 di stasiun Bandung, Dilla berencana akan sholat shubuh di masjid dekat stasiun sambil menunggu matahari terbit.


Kereta pun sampai di stasiun dan berhenti tepat pukul 4.45, ternyata kereta mengalami sedikit keterlambatan. Dilla mengajak Slamet mampir ke masjid untuk menunaikan sholat shubuh. Selepas melakukan sholat shubuh, sambil menunggu ayahnya yang hendak menjemputnya, Dilla memilih bermuroja'ah, karena akhir-akhir ini Sean sangat sibuk menyiapkan keperluannya untuk kuliah di Jogja, makanya mulai jarang mengajaknya bermain sambung ayat lagi seperti yang biasa mereka lakukan saat dulu ketika masih sama-sama sekolah.


Sementara itu Slamet, lebih memilih menunggu Dilla di teras masjid. Slamet mengingat pesan Sean untuk selalu menjaga Dilla kapan pun dan dimana pun ketika Dilla keluar rumah. Slamet tidak habis pikir seorang Sean bisa seposesif itu terhadap Dilla, membuat Slamet teringat akan kejadian masa kecilnya bersama Sean dulu saat duduk di kelas 3SD, ketika itu Sean membawa miniatur mercedes benz yang dibelinya dengan uang tabungannya sendiri ke sekolah. sambil melewati teman-temannya Sean memeluk miniatur mobil tersebut dengan protektif, tidak boleh ada satu orangpun yang menyentuh miliknya itu.


Hingga ada seorang temannya yang bermaksud bercanda justru malah membuat miniatur mobil Sean itu terjatuh dan terlindas ban motor saat mereka sedang bermain di temat parkir. hancur tak berbentuk. Saat itu Sean marah sangat menyeramkan menyerang teman yang telah merusak mobil miniatur miliknya hingga babak belur. Sampai-sampai harus berurusan dengan orang tuanya, karena selama ini ayahnya Sean memiliki usaha di kota Bandung. Akhirnya keluarga Sean ikut pindah ke kota Bandung saat Sean naik kelas 4SD.


Saat sedang asik dan terbuai dalam dunia lamunannya, Slamet tersentak kaget ketika terasa tepukan dibahunya dan lamunannya pun buyar, "Astaghfirullah, mbak Dilla iki lho, kuaget aku toh mbak", Slamet mengelus dadanya.


"Ups, maaf ... lagian ngelamunin apa sih, koq serius amat sampe aku panggil gak denger, aku tepuk bahunya baru dech loncat", Dilla pun terkekeh geli melihat Slamet yang masih dalam posisi kaget mengelus dada sambil beristighfar.


Dilla duduk dan memakai sepatunya, "Slamet pulang bareng aku aja ya, sebentar lagi papa jemput kita".


"Gak ngerepotin toh mbak?"


"Tenang aja, kita searah Slamet gak ada yang direpotin, ok!"


Mereka pun berjalan menuju parkiran stasiun setelah Dilla mendapatkan sms dari papanya yang sudah menunggunya disana.


Tampak Papa Dilla sedang berdiri dan bersandar pada mobilnya sambil melipat kedua tangannya didada, Dilla berlari saat manik matanya menemukan sosok papa yang selalu dikaguminya dan langsung memeluknya erat, "Papah, Dilla kangen banget".


Papanya balas memeluknya tak kalah erat, "Ululuh .. anak papa, kirain anak ilang, ternyata anak kesayangan, gak lupa pulang kan?", goda Papanya.


"Papah iiih .. mana ada Dilla lupa pulang", Dilla memanyunkan bibirnya pura-pura ngambek.


Papanya tersenyum lalu mencium pucuk kepala Dilla sambil melepaskan pelukannya. Kemudian pandangannya beralih kepada Slamet yang berdiri dibelakang Dilla, "Lho, ini Slamet ya?" . Slamet hanya tersenyum lalu membungkukkan badannya sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan papa Dilla.


"Koq papah tau Slamet sih?", tanya Dilla heran.


"Iya dong, kan Sean telpon papah katanya kamu pulang bareng Slamet".


"Oohh, pantes! kirain papa cenayang", Papa Dilla hanya mengacak puncak kepala anaknya, "Ayo cepetan naik, kita pulang, papa sebentar lagi ada meeting di kantor".


"Oke bos, ayok Met cepetan naik!"


"Nggeh mbak, monggo mbak duluan, ladies first", Slamet sedikit membungkukan badannya mempersilahkan Dilla lebih dulu masuk ke dalam mobil.


Akhirnya mereka pun tiba dengan terlebih dahulu menurunkan Slamet di depan restoran milik keluarga Sean sesuai keinginan Slamet yang sudah dihubungi oleh pak lek nya.


***


Sore harinya Dilla terbangun setelah seharian tidur yang kebablasan akibat kelelahan di perjalanan pulang semalam. Sepulang dari stasiun tadi pagi, Dilla hanya sempat sarapan dan mandi, setelah memakai baju dengan handuk yang masih menempel di kepalanya tanpa sadar dia pun terlelap.


"Astaghfirullah udah jam 4 sore, pantesan di dalem perut pada disko ternyata laper banget, mana kelewat sholat dzuhur lagi",


Dilla mengucek kedua matanya lalu mengusap wajahnya dengan telapak tangannya buru-buru dia bangun dan langsung masuk ke kamar mandi untuk kembali mandi dan wudhu sebelum melakukan shalat dzuhur dan ashar dengan cara dijama' takhir karena sholat dzuhurnya yang terlewat sehingga digabung dengan sholat ashar dengan melakukan sholat ashar sebagai pemilik waktu terlebih dulu.


Setelah selesai, Dilla memakai bergonya kemudian Dilla berjalan menuju tas selempangnya, hendak mengambil hp nya yang belum sempat dia liat lagi setibanya di rumah tadi, Dia lupa mengabari Sean sejak tadi sampai. Ternyata benar saja begitu ia membuka HP nya terlihat 48 panggilan yang tidak terangkat dan banyak sms masuk, dan sudah dipastikan semuanya dari Sean.


Dilla pun menekan nomor Sean untuk mengabarkan dan mengatakan apa yang terjadi hari ini.

__ADS_1


Hanya butuh 3 kali bunyi nada sambung, telepon pun sudah terhubung.


📞Sean


"Assalamu'alaikum sayang, udah bangun?", sapa Sean langsung.


📞Dilla


"Wa'alaikum salam, Lho koq tau sih aku tidur?"


📞Sean


"Iya, tadi mas telpon ke nomor rumahmu dan mamamu yang mengangkatnya, mama memberitahu kalau kamu sudah pulang dan langsung tidur seperti orang pingsan katanya"


📞Dilla


"Oh, iya .. dasar mama, aku gak pingsan ya, tapi baguslah kalau gitu aku gak usah repot-repot jelasin apa-apa lagi sama kamu .. hehe, apalagi sampai sholat dzuhur pun kebablasan"


📞Sean


"Hahaha .. kamu itu ya, capek banget ya? kasian, terus sekarang sudah sholat? dijama' dong"


📞Dilla


"Alhamdulillah sudah dong, iya lah dijama' dan sekarang dalam perutku ini lagi disko, laper banget soalnya tadi makan siang pun kebablasan"


📞Sean


"Asatghfirullah, kacian banget sih kesanyangan aku .. ya udah sana makan dulu jangan sampai gak makan ya, nanti sakit lho, mana gak ada aku sekarang yang nemenin kamu lagi disana"


📞Dilla


📞Sean


"Lho koq Slamet sih, gak ada .. gak ada .. enak aja"


📞Dilla


"Kan kamu yang bilang kalo ada apa-apa minta tolong Slamet"


📞Sean


"Hey, tapi gak nemenin saat kamu sakit juga ya!"


📞Dilla


"Kirain semua peran kamu bisa Slamet gantiin"


📞Sean


"Hush .. enak aja, Slamet itu hanya sekedar membantu, mengantar, menjemput, saat kamu butuh beli ini itu selama aku gak disana. Bukan yang lain-lain ya"


📞Dilla


"Hahaha .. Siap pak Bos, jangan marah ya becanda doang koq, baiklah kalo gitu izin otewe dulu kebawah ya, karena disko dalem perutku ini semakin brutal"


📞Sean

__ADS_1


"Dasar kamu ini ada-ada saja, ya sudah aku tutup dulu teleponnya ya, bye sayang, makan yang banyak! .. Assalamu'alaikum"


📞Dilla


"Okey komandan, terimakasih wa'alaikumsalam".


Setelah mengakhiri dan menutup telponnya, Dilla menyimpan HP nya di atas nakas, Dilla bergegas turun ke bawah hendak menuju ruang makan, namun Dilla mendapati mamanya yang terdengar sedang mengobrol dengan seseorang di ruang tamu. Dilla pun penasaran berjalan ke arah ruang tamu dan dilihatnya Slamet yang sedang duduk manis dan mengobrol dengan mamanya Dilla.


Mamanya melirik dan melihat Dilla, "Hey, sayang sudah bangun? sini! ada Slamet tuh udah nunggu dari tadi!"


Dilla pun melangkahkan kakinya masuk ke ruang tamu dan duduk di sofa sebelah mamanya lalu memeluk dan menyandarkan kepalanya di bahu mamanya, "Belum mah, Dilla masih tidur belum bangun"


"Kamu ini ada-ada aja", sambil mengacak2 pucuk kepala Dilla yang dilapisi hijab bergo khusus untuk di rumah itu. Slamet pun tertawa melihat kelakuan Dilla.


"Oh iya, Met kamu mau ngapain ksini?", tanya Dilla


"Anu mbak, mas Sean nyuruh saya anter kebutuhan sekolah mbak Dilla supaya mbak Dilla gak kecapean pergi ke mall membeli perlengkapan sekolah sendiri katanya, tapi saya harus benar-benar menyampaikannya langsung ke mbak", jelas Slamet.


"Hmmm .. Memang ya Sean itu mantu idaman banget dech", sela mamanya.


"Iya donk ma", Dilla mengacungkan dua jempolnya lalu mengambil paper bag berisi perlengkapan sekolahnya tersebut yang diletakan Slamet diatas meja tamu.


"Met, kamu udah makan? ayok temenin aku makan, aku laper nih belom makan siang tadi", ajak Dilla sambil berlalu menuju ruang makan.


"Ayo nak Slamet, makan dulu tuh bareng Dilla!", mamanya Dilla pun mempersilahkan Slamet untuk menyusul Dilla, tapi Slamet menolaknya dan buru-buru pamit dengan alasan ditunggu pak lek nya di restoran. Mama Dilla pun tidak bisa memaksanya karena memang Slamet sudah hampir 2jam menunggu Dilla bangun dan turun kebawah, ketika mama Dilla hendak membangunkan Dilla, Slamet melarangnya berdasarkan pesan dari Sean, kalau Dilla nya masih tidur jangan dibangunkan ditunggu saja sampai Dilla benar-benar bangun. Mama Dilla pun paham dan menemani Slamet sambil menunggu Dilla bangun. Dan sekarang Slamet pun berdiri hendak beranjak menuju pintu keluar, mama Dilla mengantarkan Slamet sampai ke pintu. setelah Slamet pulang dan tidak kelihatan lagi punggungnya mama Dilla pun menutup kembali pintu rumahnya lalu menguncinya


Mama Dilla masuk dan melihat Dilla sedang makan dengan lahap,"Udah gak makan berapa hari tuh, neng?"


"Dua abad, bu", jawab Dilla asal,"Eh, Slametnya mana mah?", seraya mencari seseorang di belakang ibunya.


"Langsung pamit pulang, katanya ditunggu pak lek nya di restoran".


Dan Dilla hanya menanggapinya dengan ber'oh ria sambil asik melanjutkan makannya.


...\=\=\=\=...


TBC


Hayo!! gimana bab ini? bosenin ya? jangan donk please .. 🙏.. masih banyak niy partnya. Dukung terus cerita aku ya, dengan cara vote, like and comment! supaya author semangat nulisnya .. 🤗🤭


Dipart ini, author kasih bonus visual Slamet. Part Slamet gak lama koq cm numpang lewat saja.


Terima Kasih Readers 🙏🙏🙏


Bonus Visual Slamet


Slamet Riwanto



...



...


"Bandung dingin" ( Slamet )

__ADS_1


__ADS_2