Dilla ( Perjalanan Cinta Dilla )

Dilla ( Perjalanan Cinta Dilla )
Prolog


__ADS_3

Siapapun tidak akan pernah menyangka kalau ternyata sosok Dilla ini telah menjalin suatu hubungan saat dia masih duduk dikelas 5 SD ( author kelas 5 SD msh main galasin .. 🤭 ) dengan Sean yang masih duduk di kelas 6 SD. Mereka adalah tetangga rumah yang kebetulan dipertemukan dalam kegiatan sanlat di Masjid dekat rumah mereka.


Mereka semakin dekat walau awalnya tanpa pernyataan atau penembakan, tapi mereka merasa nyaman dengan hubungan yang mereka jalani. Seperti sahabat, kakak, teman segala rupa. Zaman sekarang mungkin bisa dibilang sahabat rasa pacar.


Hingga akhirnya setelah Sean lulus SMA dan harus kuliah di Jogja, tiba-tiba keluarga Sean datang ke rumah Dilla untuk melamar Dilla. Acara yang tanpa rencana tersebut tentu mengejutkan keluarga Dilla yang tiba-tiba didatangi rombongan yang masih tetangganya itu.


Tok, tok, tok


"Dil .. Dilla .. cepetan buka!" teriak mama Dilla


Kreekk .. pintu pun terbuka.


"Apa sih ma teriak-teriak, ngagetin ih, baru juga Dilla mau ... " belum selesai Dilla bicara mama Dilla sudah menjulurkan telunjuknya ke bibir Dilla.


"Ssstttt.. cepet ganti baju sama dandan yang cantik !!, itu Sean sama keluarganya nunggu kamu di bawah .. buruaaaan!!! "


" A.. apa ma? .. Sean sama keluarganya? .. mau ngapain sih?"


"Ck ... mana mama tau, kan kamu yang harusnya lebih tau .. udah buruan gak pake lama kasian mereka udah nungguin lama .. mama turun, cepet buruaaan !! " gemas mama Dilla sambil mendorong Dilla masuk ke kamar.


Dilla mengambil gamis yang baru sekali dipakainya, gamis itu pun pemberian Sean saat Dilla ulang tahun 17tahun kemarin. Setelah Dilla mengganti pakaiannya, Dilla menyempatkan melihat HPnya di atas nakas tempat tidurnya. Dilihat misscall 18x dari Sean, Dilla lupa menghidupkan ringtone HPnya. Kemudian Dilla membuka sms dari orang yang sama.


📩Sean🏵️


Dil, ad drmh kan? tunggu ya ada surprise buat km, utk qt lbh t4ny .. :*


📩Sean🏵️


Dilla, koq g dbls sih?


📩Sean🏵️

__ADS_1


Hey .. aq sdh drmh km nih, turun sndiri ato aq gendong, hn?


Tok, tok, tok ..


Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk. Dilla langsung menyimpan HP ny kembali di atas nakas dan berlari menuju pintu kamarnya.


Kreekk .. pintu terbuka.


Dilihatnya sosok yang baru saja sms nya dia baca. Dilla tersenyum menampakan gigi putih dan lesung pipitnya terlihat menggemaskan dan membuat Sean tak bisa berhenti menatapnya, Dilla tersenyum melihatnya.


"Hey .. ngeliatnya gitu banget sih? .. jelek ya?"


"Jelek? .. jelek dari mananya? .. gak ada kata jelek buat kamu .. malah terlalu cantik, aku jadi ragu untuk lanjut kuliah di Jogja" , Sean memanyunkan bibirnya sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Udah ah yu, kata mama kamu kesini rame-rame, mau ngapain?", Dilla bingung sambil mendorong punggung Sean menuju tangga.


"Mau nepatin janji, bukti aku gak pernah main-main sama janji aku sama kamu, aku mau lamar kamu sebelum pergi ke jogja", bisik Sean.


"Idih sapa juga yang mau ngajakin kamu nikah buru-buru, aku cuma mau lamar kamu, ikat kamu biar gak dicolong buaya diluaran sana saat aku kuliah di Jogja nanti, lagian kamu juga belom lulus SMA .. hmmm, aku lulus kuliah kita langsung nikah", terang Sean.


"Tunggu aku lulus kuliah lah Sean, kan kita juga cuma beda setaun doank, ok!", tawar Dilla


"Gak ada tawar menawar lagi, cantik, pokoknya aku lulus kuliah, langsung otewe KUA", goda Sean


"Dasar tukang maksa"


"Tapi suka kaaan .. hahaha"


Akhirnya hari itu pun mereka resmi bertunangan. Dua hari kemudian, tepatnya hari selasa, Sean berangkat ke Jogja dengan diantar keluarga dan juga Dilla turut mengantarkan Sean hingga ke tempat kostnya di Jogja, waktu mereka habiskan untuk jalan-jalan keliling kota Jogja.


Tiga hari sudah Dilla di Jogja bersama keluarga Sean. Dan mengharuskan Dilla pulang karena dia harus menyiapkan kebutuhan sekolahnya sebelum masuk pada hari Senin nanti.

__ADS_1


Hingga waktu kepulangan Dilla pun tiba, Sean mengantarkan Dilla k stasiun karena keluarga Sean akan di Jogja sampai hari Minggunya. Sean menggenggam tangan Dilla tanpa melepaskannya saat di stasiun Tugu.


"Dilla, sayang, jaga diri ya! jaga pandangan dari lawan jenis, karena saat ini aku gak bisa lagi liat kamu tiap hari, jaga hati hanya untuk aku, jangan lupa selalu hubungi aku kemanapun kamu akan pergi, jangan lupa charger kemanapun pergi, hp g boleh mati, pulsa harus selalu terisi,ok!", panjang lebar Sean memberikan pesan protektifnya membuat Dilla terbahak.


"Koq malah ketawa sih, aku serius sayang!"


"Iya .. iya .. tenang aku gak kemana-mana, kamu kuliah yang bener ya, biar cepet kelar!"


"Cieee .. cieee .. yang pengen cepet nikah", goda Sean


"Apaan sih, sekolah aja belom kelar pak!"


Mereka pun tertawa, dan suara panggilan untuk kereta jurusan Bandung pun terdengar, tandanya mengharuskan mereka untuk segera berpisah dan menghadapi hubungan LDR kedepannya. Tak kuasa air mata Dilla yang sejak tadi berusaha untuk tidak dikeluarkannya pun tiba-tiba luruh membasahi pipinya yang memerah, begitu pun dengan Sean. Karena selama hampir 7tahun hubungan mereka tak pernah berpisah sejauh dan mungkin akan lama.


Mereka pun berpelukan tanpa mereka sadari dan membuat Dilla nangis sesegukan dipundak Sean dan membasahi kemeja Sean, begitupun dengan Sean memeluk erat Dilla dan meletakan dagunya diatas kepala Dilla sambil memejamkan matanya. Untuk pertama kalinya mereka berpelukan seerat itu selama hampir 7tahun.


Sudah tidak ada kata lagi yang mampu mereka ucapkan saat itu. Dilla melepaskan pelukannya begitupun dengan Sean. Lalu mereka berjalan menuju gerbong kereta, tanpa melepaskan genggaman tangannya Sean mengantarkan Dilla hingga masuk ke dalam pintu gerbong.


Dilla pun naik ke dalam gerbong dan berbalik menatap Sean yang berada dibawah pintu gerbong kereta, "Aku pamit pulang ya", hanya itu yang keluar dari mulut Dilla sambil tersenyum getir.


Sean pun ikut tersenyum getir, tampak air mata disudut matanya,"Iya, hati-hati sayang, jangan matiin telpon y!"


Dilla hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepala. Dilla pun berbalik dan berjalan menuju nomor kursi yang tertera di tiketnya.


Begitulah akhirnya mereka harus siap menjalankan hubungan pertunangan LDR kedepannya.


...\=\=\=...


TBC


Apakah akan selalu berjalan mulus? (Kalau mulus udah tamat satu part aja kali thor .. 🤭)

__ADS_1


Gimana reader ceritanya? gak seru ya? makanya jangan lupa like, vote dan komen ya masukannya .. terima kasih .. 🙏🙏🙏


__ADS_2