
Dan kecurigaannya pun terbukti ketika sudah bertemu Dilla yang ternyata teman adik kesayangannya, entah mengapa semenjak mengetahui kebenarannya kemarin, Mina menjadi kurang respect dan sebal terhadap Indah yang terus-terusan terlihat mengekor dan menempeli Sean. Mina pun berniat akan menjaga dan menjauhkan Sean untuk Dilla dari si wanita ular yang agresif dan menyebalkan itu.
...\=\=\=\=...
----> Next
Mina memberanikan diri untuk melangkahkan kaki dan masuk ke perpustakaan, tetapi sesaat langkah kakinya terhenti, Mina berpikir ulang untuk mencari cara supaya Dilla tidak mengetahui tentang Indah, dia khawatir malah terjadi perang dunia nantinya, dia tidak mau membuat mood sahabat-sahabat adiknya liburan malah rusak apalagi sampai membuat kesan liburan adik dan sahabat-sahabatnya menjadi pengalaman yang paling buruk, mengingat sifat Indah yang terlihat tidak cukup baik itu membuat Mina rasanya ingin muntah saja dibuatnya.
Mina pun memutar otaknya untuk mencari cara menjauhkan Indah dari Sean saat ini, agar Mina leluasa berbicara dengan Sean tanpa ada si parasit itu, itulah julukan Mina untuk Indah.
Akhirnya ia membulatkan mata sambil tersenyum lebar, pertanda dia mendapatkan ide cemerlang. Mina pun langsung keluar perpustakaan, mencari teman-temannya untuk meminta bantuan. Setelah mendapatkan 2orang teman yang mau bekerja sama dengannya, Mina dan 2 temannya tersebut segera kembali ke perpustakaan. Mina masuk lebih dahulu ke dalam berpura-pura mencari buku di rak dekat Sean dan Indah duduk untuk melihat situasi.
Setelah dirasa situasinya memungkinkan, Indah segera misscall salah satu temannya sebagai tanda mereka beraksi, dan segera mendatangi Indah untuk mengatakan bahwa ada seseorang yang mencarinya di gerbang belakang dan ingin sekali menemuinya, Mina sengaja mencari dua orang teman agar terlihat sangat meyakinkan dan seperti benar adanya, Indah pun percaya dan mulai beranjak hendak keluar, berpamitan sebentar kepada Sean, Sean pun menganggukan kepala.
'Yes ,berhasil' ucap Mina dalam hatinya.
Mina melihat Sean seperti terburu-buru merapikan buku-bukunya, mungkin sedang ingin segera kabur dan keluar dari tempat itu. Mina menunggu Sean di luar perpustakaan karena inilah kesempatan untuk membantunya segera pergi dan menjauh dari Indah yang selalu saja terlihat mengekori Sean seperti kutil saja, ada saja memang julukan Mina untuk orang yang sangat menyebalkan di matanya, 'setidaknya untuk hari ini saja sebelum liburan akhir semester minggu depan aku harus menjauhkan si parasit itu dari Sean', batinnya. Mina pun bergegas dan memanggil nama Sean yang sudah berada di luar perpustakaan itu,
"Sean .. Sean ...Sean kan?", panggil Mina
"Iya betul, ada apa ya?", Sean sedikit kaget dipanggil tiba-tiba oleh seniornya itu, 'Ada apa lagi ini', batinnya.
"Itu ada yang nungguin kamu, di parkiran gedung utama"
Sean dibuat bingung dengan kakak tingkatnya tersebut, tadi Indah yang disuruh seniornya ke gerbang belakang, sekarang dia yang harus mengikuti kakak tingkatnya ini untuk ke parkiran gedung utama dengan alasan yang sama bahwa ada yang sedang menunggunya disana.
Sebenarnya Sean bingung dan ingin menolak, tapi Mina sangat peka dalam membaca ekspresi Sean,"Udahlah cepetan ayo! Gue tau, lo gak percaya sama gue tapi ini beneran". Sean masih tampak bingung. "gini aja deh, setelah lo ketemu dia nanti, terserah lo deh mau balik kesini lagi dan ketemu Indah, gua gak akan maksa .. cuma gue minta untuk sekarang aja lo ikut gue , ayo cepetan!" lanjut Mina sedikit memaksa.
Sean masih saja tetap terpaku di tempatnya membuat Mina kesal dibuatnya, "Cepetan Sean, ato Indah keburu balik kesini lagi, dan lo gak bisa kemana-mana lagi .. udah cape-cape nih gue bantuin lo dan bikin dia menjauh dari lo, gua tau lo risih kan sama Indah?"
"Koq tau?", Sean semakin bingung.
__ADS_1
"Ya tau lah, gue aja yang liat bukan cuma risih tapi juga eneg, tau gak?!"
Mendengar Mina yang sedikit nyolot dan kesal, Sean pun akhirnya mengikuti Mina menuju parkiran gerbang utama. Sean masih sedikit curiga dengan kakak tingkatnya ini, dia berusaha waspada kalau-kalau sedang dikerjai.
Sean masih bergelut dengan berbagai macam pemikiran negatifnya, tapi tiba-tiba tubuhnya menabrak punggung Mina yang tiba-tiba saja berhenti di koridor depan pintu gedung utama, Mina semakin sewot dibuatnya, "Jangan suka melamum kalo lagi jalan!"
"So.. so .. sorry .. gue hanya masih bingung makanya dari tadi gue gak fokus", Sean terbata.
"Ya udah, lo liat aja kesana!" Mina menunjuk tempat parkir di depan gedung utama, "Cepet jalan lo kesana!"
Sean akhirnya mengikuti arah pandang Mina, Sean tidak melihat apapun disana,"Sekarang?"
"Elah .. taon depaaan! Heran gue ganteng-genteng lemot juga lo ya, sekarang lah, gila!" Mina semakin sewot melihat tingkah Sean.
"Gak apa-apa lemot tapi tetep ganteng", celetuk Sean
"Kepedean lo, gila!, cepet sana .. hus .. huss.. husss..!!" Mina mengibaskan tangannya mengusir Sean untuk segera ke parkiran.
Sean pun mengikuti perintah Mina, dia berjalan ke arah parkiran gedung utama, Sean benar-benar kaget dibuatnya dia membuka matanya lebar-lebar, saat melihat orang yang walaupun membelakanginya Sean sangatlah hapal, dia adalah orang yang paling disayanginya setelah ibunya, saat itu Dilla tengah bercanda dengan Dhera dan Fathan di balik mobilnya, dia belum menyadari kehadiran Sean. Dilla tiba-tiba saja kaget saat seseorang memeluknya dari belakang, "Sayaaaaang, kangeeenn", ucap Sean sambil memeluk Dilla dari belakang.
Dhera dan Fathan melihat dari balik mobil, Sean belum menyadari kehadiran mereka. Saat Dilla hendak melepas pelukan Sean, Sean enggan dan berbisik,"Seperti ini, sebentaaaarrr aja, Mas kangen banget sama kamu, sayang!"
Dilla pun membiarkan Sean memeluknya erat, walaupun Dilla merasa tidak nyaman karena berada di lingkungan kampus. Hingga Dilla berbisik,"Mas, ini di kampus lho, aku malu diliatin orang-orang".
Sean pun sedikit melonggarkan pelukannya lalu kedua tangannya beralih memegang bahu Dilla, ditatapnya Dilla hingga manik mata mereka bertemu dan beratatapan cukup lama. Sean mengusap pucuk kepala Dilla dengan sayang sambil membetulkan hijab Dilla yg sedikit berntakan karena pelukannya yang terlalu erat. Sean pun mulai bertanya,"Kesini koq gak ngabarin? bikin org khawatir aja" Sean menyentil hidung mancung Dilla.
Dilla tersenyum dan berkata,"Kan surprise"
"Dasar kamu ya, aku mikirin kamu khawatirin kamu dari semalem gak ada kabar sama sekali", Sean memanyunkan bibirnya.
"Iya maaf, tadi pagi aku langsung tidur, cape banget dan baru bangun jam sepuluh, langsung hubungi kamu tapi gak diangkat, aku SMS juga tapi no respon, ya udah aku susulin ke kostan gak ada juga, kata pak satpam kamu gak pulang. kemana sih?"
__ADS_1
"Semalem tidur di kostan temen, ngerjain tugas terakhir untuk UAS besok", terang Sean.
"Oh, ya gitu jadinya aku nyusulin kesini dibantuin kak Mina, kakaknya Fathan", Dilla menunjuk Mina dengan dagunya yang berdiri bersama Fathan dan Dhera.
"Kakaknya Fathan? Jadi itu kakaknya Fathan?"
"Iya, itu kak Mina", Dilla menganggukan kepalanya.
Dilla mengajak Sean untuk menghampiri Mina, Fathan dan Dhera sambil tersenyum, "Makasih ya kak Mina".
Mina balas tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Makasih kak Mina dan sorry tadi sempet gak percaya", Sean menyesali sempat tidak mempercayai Mina tadi.
"Gak apa-apa, kalem aja, gue ngerti koq, eh, panggil gue Mina aja ya gak usah pake kakak, lagian kita seumuran juga kayaknya", jawab Mina
"Ok, Mina .. thank's a alot" balas Sean tersenyum,"Makasih juga Dhera .. ehmm, Fathan lo juga makasih ya udah nganter Dilla sampe kesini", lanjutnya kepada Dhera dan Fathan sedikit malu-malu.
"Santei aja kali Se, gue pasti anter Dilla kemana pun, gue bakalan temenin Dilla selama dia butuh gue, gue kan sahabatnya" jawab Dhera.
"Gue juga sahabatnya" sambung Fathan.
Mereka tertawa, Mina mengajak mereka untuk segera pulang dan kembali ke rumah sewaan. Dalam hati Mina khawatir Indah menemukan mereka disini.
Mina tidak mau Dilla sampai mengetahui Indah yang sedang mengganggu Sean saat ini, Mina hanya akan melindungi hubungan Dilla dengan Sean dari parasit dan kutil macam Indah.
Karena bagi Mina sahabat adiknya adalah sahabatnya juga yang harus dilindungi, jika itu yang akan membuat sang adik bahagia maka apapun akan Mina lakukan untuk adik satu-satunya itu.
...***...
TBC
__ADS_1
Udah sampai part ini, gimana reader? Masih banyak partnya ini. Mau lanjut atau gak nih? Komen dong, dan dukung terus cerita pertama aku ya, dengan cara vote, like and coment! supaya makin semangat nulisnya .. π€π€
Kalau ada typo kasih tau ya .. Terima kasih .. πππ