Dilla ( Perjalanan Cinta Dilla )

Dilla ( Perjalanan Cinta Dilla )
Jogja Aku Datang Lagi!


__ADS_3

Dilla langsung mengabari Mina melalui pesan pendek bahwa mereka sudah dalam perjalanan menuju Jogja, Mina dan Fathan lah yang akan menjemputnya nanti ketika mereka sudah sampai di Jogja.


...\=\=\=...


--->Next


Dan disinilah mereka sekarang, Stasiun Tugu Jogja. Dilla dan Dhera tengah menunggu Mina dan Fathan yang akan menjemputnya, sambil menunggu Dilla dan Dhera menyempatkan diri untuk membaca al-qur'an yang telah menjadi kebiasaan mereka saat berdiam diri seperti itu, daripada bengong dan melamun tak jelas arahnya kemana membaca al-qur'an adalah obat yang paling menenangkan jiwa.


Tak lama kemudian Dilla merasakan getaran pada HP nya yang berada di resleting tasnya dibagian luar, terlihat nama kak Mina menghubunginya. Dilla pun segera mengangkatnya.


📞Dilla


"Assalamu'alaikum kak Mina"


📞Mina


"Wa'alaikumsalam Dilla, maaf kami telat jemput, posisi dimana?"


📞Dilla


"Iya gak apa-apa kak, posisi kami di deket loket penjualan tiket kak, kakak dimana?"


📞Mina


"Kakak diparkiran bareng Fathan, parkiran yang dulu"


📞Dilla


"Oh, ya udah kalo gitu kita yang kesitu aja kak"


📞Mina


"Ok, kamu keluar dari situ juga keliatan kayaknya"


📞Dilla


"Siap kak, bye . Assalamu'alaikum"


📞Mina


"bye .. Wa'alaikumsalam"


Dilla pun mengakhiri teleponnya dan mengajak Dhera keluar untuk menemui Mina dan Fathan," Ayo Ra!"


"Oh, mereka udah jemput kita?"


"Iya, nunggu di parkiran, yuk gak enak kalo mereka nunggu kita kelamaan"

__ADS_1


"Okeeyyy, lets goooo ... Jogjaaa aku datang lagiiii!!"seru Dhera berteriak dan mengangkat kepalan tangan sebelah kirinya ke atas tanpa sadar saat berdiri dari kursi tempatnya duduknya.


Dilla pun tak sadar ikut terbahak melihat kelakuan Dhera, dan mereka refleks menutup mulutnya dengan sebelah tangan sambil menahan tawa setelah sadar dengan aksi Dhera yang menggelikan,"Astaghfirullah" keduanya beristighfar sambil menahan tawa yang nyaris lepas kontrol.


Mereka pun beranjak menuju tempat parkir, dan benar saja pandangan mereka langsung terfokus pada Mina dan Fathan yang sudah berdiri di depan mobilnya. Begitu pun Mina dan Fathan yang dapat dengan cepat melihat keberadaan Dilla dan Dhera.


Mina setengah berlari menghampiri Dilla dan memeluk Dilla erat,"Ya Allah, kangen banget Dilla. Makin cantik aja kamu ya"


"Masya Allah, alhamdulillah .. kakak juga makin cantik banget, sama aku juga kangen banget, kak, berapa lama ya gak ketemu .. lama banget ya .. heheh" jawab Dilla dan mereka pun terkekeh.


Mina melepaskan pelukannya dan beralih memeluk Dhera,"Dheraaa .. apa kabar akhirnya balik lagi kesini, are you ready to shopping?"


"Hahaha .. Alhamdulillah baik kak, kakak masih inget aja bentar lagi tasku bakal bertelor nih" seloroh Dhera yang diiringi tawa mereka.


Lalu mereka berjalan beriringan menuju mobil dimana Fathan berada.


"Hei .. pa kabar lo?" sapa Fathan pada keduanya


"Alhamdulillah kami berdua baik" jawab Dhera mewakili Dilla, dan Dilla tersenyum menyetujui jawaban Dhera.


Mina pun mengajak mereka langsung masuk ke dalam mobil, saat semuanya sudah di dalam mobil, Mina bertanya, "Jadi kita mau kemana dulu ini, Dil?"


"Bagusnya gimana ya kak?" Dilla pun bingung


"Ya udah ke kostan dulu aja ya, naro barang-barang kalian sama istirahat dulu lah tidur-tiduran sebentar, gimana?"usul Mina


"Boleh deh ke kostan dulu kak, tapi kalo kalian repot kayaknya gak usah anter gak apa-apa, aku sama Dhera berdua aja ke tempatnya Sean" jawab Dilla yang merasa tidak nyaman telah merepotkan kedua adik kakak itu.


"Hey, kamu kayak sama siapa aja sih, Dilla, gak boleh gitu kita pasti bantu sampai tuntas urusan kamu disini!" tegas Fathan.


"Dan kakak gak pernah sedikitpun merasa keberatan, tau gak kakak malah seneng banget kamu bisa main ke Jogja lagi, setelah berapa tahun yang lalu terakhir kelas 3 SMA itu kan ya yang rame-rame .. kapan bisa gitu lagi seru tau gak kalian itu",Mina menambahkan


"Aahh .. iya, 2 tahun yang lalu sepertinya, baiklah kalo memang tidak merepotkan kalian" Dilla tersenyum.


"Iya, saat tasku beranak pinak dan bercucu banyak" Dhera berseloroh mereka ikut terbahak mengingat bawaan Dhera saat ke Jogja dulu.


"Dan sekarang udah siap buat nambah cicit kan .. hahaha?" balas Mina menimpali Dhera, "Pokoknya, kakak gak mau lagi ya denger keberatan .. merepotkan .. dan apapun namanya, sedikitpun kami tidak sama sekali merasa direpotkan kalian, justru kami senang kalian bisa datang .. iya ga de?" Mina sambil mencolek sikut tangan kiri Fathan yang sedang fokus dengan setirnya.


"Yo i dong, kalian sahabat gue berarti sahabat kakak gue juga" sambung Fathan.


Dilla bahagia karena mendapatkan sahabat yang memiliki kakak sebaik dan setulus Mina, Dilla merasa memiliki saudara begitu juga dengan Dhera karena mereka dilahirkan sebagai anak tunggal.


Sampailah mereka di tempat kost Mina, tempat kost yang asli khusus untuk perempuan sedangkan tempat kost Fathan hanya berjarak 40m dari tempat kost Mina, dengan berjalan kaki sedikit pun sudah sampai.


Sebelum Fathan meninggalkan mobilnya di garasi tempat kost Mina, Mina kembali mengingatkan Fathan,"De, jangan lupa ya lo cari tau posisi Sean, no HP nya gak aktif kayaknya, dari semalem"


"Emang iya kak? HP Fathan gak aktif?" tanya Dilla

__ADS_1


"He'em .. mungkin karena jarang lo hubungi juga kali, Dil. Buat apa dia aktifin HP, mungkin ya mungkin kayak gitu si Sean mikirnya" kata Fathan


"Itu pendapat cowo kayak kalian ya, jadi sepemikiran, kalian kan dari kaum yang sejenis, sama-sama gunung es, sekalinya jatuh cinta tembok pun tak nampak" celetuk Dhera.


"Nah, tuh lo pinter. Tumben!" Fathan


"Kemana aja lo, bukannya dari dulu ya otak gue kinclong" Dhera memutar matanya membalas Fathan.


"Iya deh, urutan berapa sih lo? tapi kan tetep masih kinclongan gue kemana-mana" debat Fathan sambil mengelap kaca mobilnya.


"Udah sih kalian berisik banget, gak enak sama penghuni yang lain, dari dulu ya susah banget akur" Dilla menengahi keduanya.


"Biarin aja, Dilla. Biar mereka kayak gitu, mana tau mereka jodoh" celetuk Mina sambil tekekeh


"Gue sama dia kak? bisa botak kepala adikmu ini denger ocehan dia tiap hari kayak sengatan listrik" Fathan menapik ucapan kakaknya.


"Siapa juga yang mau sama lo! cuma orang gila yang mau sama kamu, liat aja tar gue dapet yang lebih dari lo, nyesel lo seumur idup" Dhera pun tidak mau kalah.


"Kalian ih, kapan slese debat terus, lo lagi Ra, gak sama Sean gak sama Fathan, ayo ah masuk yuk kak dimana kamar kita?.. Oh iya Fathan kita masuk dulu ya!" Dilla menarik tangan Dhera menjauh disusul Mina serta anggukan dan senyuman Fathan yang selalu terbit saat Dilla mengajaknya bicara.


"Giliran Dilla aja yang ngomong, senyum lo!" protes Dhera pada Fathan yang dibalas Fathan dengan menjulurkan lidahnya.


Dilla, Dhera dan Mina pun masuk ke dalam kamar yang telah disewa Mina, "Gak apa-apa ya kalo aku nyewanya kamar kost bukan hotel"


"Gak apa-apa kak" jawab Dilla dan Dhera


"Karena kebetulan ada yang keluar kemaren, katanya pindah kost jadi aku sewa aja dulu supaya kita komunikasinya lebih mudah" terang Mina.


"Iya betul .. betul banget kak, kalo deketan lebih gampang atur strateginya" Dhera membenarkan maksud Mina.


"Nah itu maksudku, jadi rencana selanjutnya apa Dilla?" tanya Mina


"Aku mau ke tempatnya Sean lah kak, ya setidaknya mendapatkan kepastian saja dan memenuhi rasa penasaran yang selama ini seolah mendorongku untuk ke sini"


"Ok, nanti Fathan pulang dari kampus kita ke tempat kostnya Sean, kakak sih udah lama gak ketemu dia karena emang udah jarang juga ke kampus, tinggal beberapa mata kuliah aja, semester depan udah harus skripsi jadi nyantei aja paling cuma datang untuk bimbingan doang" jelas Mina


"Sama Indah? kakak ketemu?" tanya Dilla ragu.


"Beberapa kali kakak liat dia tapi kayaknya gak bareng Sean, kakak liat dia sendirian aja" terang Mina, "Istirahat dulu aja kalian, kita tunggu kabar dari Fathan aja nanti!"lanjutnya.


Mina pun keluar dari kamar Dilla dan Dhera, memberikan waktu kepada mereka untuk mandi dan berganti pakaian serta mengistirahatkan tubuhnya setelah semalam naik kereta malam, sudah pasti mereka sangat kelelahan.


...***...


TBC


Ditunggu komennya dan dukung terus cerita pertama aku ya, dengan cara vote, like and komen! supaya makin semangat nulisnya .. 🤗🤭

__ADS_1


Kalau ada typo kasih tau ya .. Terima kasih .. 🙏🙏🙏


__ADS_2