Dinikahi Calon Kaka Iparku

Dinikahi Calon Kaka Iparku
Bab 18


__ADS_3

Amel menggeliat kala ia merasakan ada yang berat menindihnya di bagian bawah tubuhnya, saat Amel membuka mata ia dibuat terkejut dengan posisnya saat ini.


Pasalnya saat ini kaki Bayu menindih bagian tubuh amel seprti ia sedang memeluk guling tanganya memang masih brada diantara bantal pembatas, namun kaki Amel yang rupanya menerobos pembatas itu dan bayu mungkin mengira itu bantal guling pembatas juga.


" Ooh astaga, kenapa bisa gini siiih!" Perlahan amel menarik kakinya dengan sepelan mungkin lantas Amel tringat akan dimana ia semalam.


"Ya ampuun jadi smlm aku ktiduran disofa tmpat kerja mas bayu dan mas bayu membawaku kesni?"


Amel mrnggaruk tengkuknya yang tak gatal, kmudian ia trsenyum memandang wajah paripurna sang suami. Melihatnya dari jarak dekat.


" Ooh ya Tuhan dia begitu tampan saat trtidur, mengapa berbeda sekali dengan renda padahal mereka satu cetakan." Uups Amel membkeap mulutnya sendiri.


Lantas ia hendak beranjak dari ranjang itu, saat amel melangak turun suara Bayu mengagetkanya.


"Jangan suka mencari kesempatan untuk mengagumi ketampananku saat aku trtidur mel ucap Bayu masih dalam mata terpejam namun bibirnya nampak trsenyum."


Amel yang kepergok sudah mengagumi ketampanan bayu pun merasa malu, ia berlari menuju kamar mandi dan brsiap untuk melakssnakan solat subuh.


****


Ditempat berbeda kini Laily dibuat panik karna tiba-tiba Aswatama demam tinggi ia trus memanggil nama putrinya.


Rupanya keputusan yang dia buat begitu mengguncang hati dan fikiranya. Ia terus trbayang perasaan bersalah pada putrinya, ia selalu merasa buruk kala mengingat ia membiarkan putrinya brkorban sejauh itu demi reputasinya kendati masalh yang timbul itu bukan semata-mata salahnya.


Yang sebenarnya putrinya itu hanya korban dari perbuatan Randi. Karna randi smua orang bahkan harus sama-sama berkorban .


"Paah bangun paah. Kenapa bisa gini si pah.. Hiks hiks.. laily lantas menghubungi dokter agus, dokter pribadi keluarga Aswatama.


Stelah menelfon dokter Agus lantas Laily kini menelfon putrinya..


Tuut tuuut telfon trsambung namun belum diangkat oleh sang putri.


ponsel Amel memang ia letakan di nakas samping tempat tidur. Amel yang baru slesai solat lantas mengambil ponselnya yang trlihat menyala.


Dreet dreeet dreet


Poneel Amel bergetar


" Mamaaah!"


" Tumben pagi-pagi gini nelfon , ada apa yaa." Heran Amel karna tak biasanya sang ibu menelfon.


Tuut


" Hallo mah, sapa Amel


" Hallo mel hallo , hiks hiks


Laily terisak


" Papa mel papa,"


terdengar suara isakan disebrang sana.


"Iya papa kenapa mah? Ko mama nangis?" Amel panik lantaran ia mendengar isakan ibunya disebrang telfon


"Papa demam tinggi mel, doktr agus sedang menuju kesni. Kamu kesni bisa mel?" Tanya Laily pada putrinya


"Ya ampun maah, ko bisa papa demam sii? Ya udah mah amel kesana sekarang." ucap Amel dengan suara bergetar


" Emm, Hati-hati nak." Laily sedikit lebih tenang.


Amel mematikan sambungan telfon dan brsiap untuk langsung krumah orangtuanya. Amel kmudian mengambil tas.


"Mel?" Sapa Bayu saat melihat istrinya nampak sibuk kesana kemari.


" Emm iya mas," amel hanya menyahut tanpa menoleh. Ia trlihat sibuk entah mencari apa kesna kemari.


" Kamu cari apa?" Bayu diam-diam memprhatikan Amel.


"Kunci mas," Amel bahkan masih sibuk mondar mandir


"Kunci?" heran Bayu

__ADS_1


" Iya kunci mobil" Amel bahkan masih tak sadar jika dia tak membawa mobil kerumah Bayu


Kini bayu yang dibuat bingung dengan jawaban Amel.


" Kunci mobil siapa mel? Apa kunci mobilku?" Bayu meggantung kunci mobilnya didepan amel.


"Kunci mob..


Astagaaa! Amel menepuk jidatnya.


Aku lupa mas, mobilku kan masih dirumah papa. Ma'af amel memprlihatakan deretan giginya yang gingsul itu."


"Amel amel"


Bayu bergeleng kepala dengan tingkah Amel yang trkadang menggemaskan menurut bayu.


"Lagian kamu mau kemana pagi-pagi begni? Ini masih sangat pagi amel.Bayu menyibak horden jendelanya menunjukan pada amel keadaan diluar sana."


" Wajah amel seketika mendung.


Aku mau krumah mama mas, papaku demam tinggi tadi mama menelfonku. Aku hawatir mas.


Tes tes amel bahkan sampai menitikan airmatanya."


" Sudahlah tak perlu menangis,", Bayu mendekat membranikan diri mngusap air mata Amel yang jatuh dipipi mulusnya itu.


"Ayo aku antar."


"Amel mendongak.


Mas yakin.?",,


"Iya memanya kenapa?"


"Aku juga harus memastikan keadaan mertuaku baik-baik saja bukan?" Ucapan Bayu sunggung mengagetkan Amel.


Amel mengangguk kmudian sperskian detik brikutnya nampak trsenyum. Ia bahagia lantaran bayu peduli pada orangtuanya.


*****


Baik Fatimah maupun Bambang belum memberitahukan perihal pernikahan Amel dengan Bayu. Itu sengaja tak dilakukan karna dia menunggu waktu yang tepat untuk menyampaikan keputranya.


Awalnya Fatimah hendak membritahu Randi saat berknjung kemarin, namun Bambang mencegahnya. Fatimahpun hanya pasrah dengan perintah suaminya.


" Meel apa kamu baik-baik saja sayang?


Kenapa mamah papahku bilang tidak tau soal kamu, bahkan mereka bilang tak lagi brtemu sejak putusan sidang kemarin.pasti kamu kecewa sekali mel, bahkan kluarga kita sudah diprmalukan." Gumam Randi seorang diri.


Brak brak


Randi nampak memukul dinding dengan keras, ia merutuki kebodohanya yang selalu brsikap gegabah dan ceroboh.


"Tunggu aku mel, Tunggu aku sayang. Saat aku sudah bisa keluar dri sini aku janji akan langsung menemuimu,, kita akan wujudkan mimpi-mimpi kita berdua mel."


Randi lantas tringat beberapa bulan lalu kala ia melamar amel dideka danau.


"Raan janji sama aku kamu akan selalu stia untuku yaa..Ucap Amel kala itu


" Pasti mel aku akan setia sama kamu. Hanya kamu satu-satunya wanita yang ada dalam hatiku mel.


Oh ya mel stelah nikah kamu mau kita bulan madu kemana sayang? Aku akan mewujudkan appu itu yang kamu mau." ucap Randi meyakinkan Amel


" Apapun? " Amel sangat antusias


"iya sayang apapun." janji Randi


Randi lantas membawa Amel kedalam pelukanya.


"Aku mau kebali sayang, trus aku mau kedieng stlah itu aku mau ke bromo. Ucap Amel seraya mengerakan pelukanya ke randi.


" Hanya itu? Tanya Randi


" Emm. "

__ADS_1


Amel mengangguk.


"Baiklah sayang." Cup radi mencium kening amel begitu lama seakan menyalurkan perasaan sayangnya lewat kecupan itu.


pemandangan matahari terbenam didanau itu seakan menjadi saksi akan janji yang mereka buat.


Sodara Randi. Ada tamu yang ingin bertemu. Silahkan ikut keruang besuk!


Ucapan dari sipir lapas membuyarkan lamunan Randi akan janjinya besama amel kala itu.


"Tamu?" Randi nampak heran pasalnya baru kemarin orangtuanya brkunjung. Namun Randi tak mau menebak-nebak.. Ia pikir Bayu kakanya yang menemuinya.


Stelah sampai diruang besuk Randi nampak kaget melihat sosok perempuan yang ada didepanya, Randi bertanya-tanya dalam benaknya siapa kiranya permpuan asing yang berkunjung menemuinya.


" Ma'af anda siapa dan ada perlu apa?" sapa Randi oada perempuan yang berdiri didepanya.


" Perkenalkan saya jesica." Jesika mengulurkan tanganya kearah Randi.


*******


Smentara Amel sudah brada dirumahnya bersama Bayu, amel trisak ia menangis mendengar penjelasan doktr agus yang menyatakan prihal sakitnya Aswatama.


"Bapak sakit karna terlalu banyak beban pikiran, hatinya selalu dilanda kegelisahan serta kesedihan yang ia pendam seorang diri.


Jadi dia jatuh sakit karna otaknya dipksa untuk selalu brfikir, malam ia susah tidur bahkan ia tak makan dengan baik."


Itu penjelasan dari doktr agus sblum meningglakn kediaman Amel.


"Paaa, kenapa papa jadi gini siih pa?" Hiks hiks Amel menangis seraya mendekap sang ayah.


"Sudahlah jangan kamu menangisi papa ssyang, kamu lihat sendri papa baik-baik saja nak.


Papa hanya merindukan Amel. Putri kesayangan papa.


Kamu kesni sma siapa mel,apa kamu ijin suamimu?"


Aswatama memang belum bertemu bayu karna bayu saat ini tengah ngbrol dengan laily ibu mertuanya.


"Aku? " Amel clingukan mencari sosok suaminya.


"Kamu cari siapa mel?" suara bayu terdengar dari arah pintu


Amel tak menjawab, ia tersenyum kearah ayahnya.. "Itu aku sama mas bayu pah." Tunjuknya kearah sang suami.


Aswatama nampak bahagia, ia melihat hubungan anak dan menantunya tak separah yang ia bayangkan.


"Gimana keadaan om?" Bayu mendekat ke arah mertua laki-lakinya itu.


Aswatama tak menjawab malah keningnya nampak berkerut.


"Ooh ma'af lupa, Hee Gimana keadaanya pah? Apa sudah lebih baik stelah bertemu putri papa?"


Bayu seolah tau apa yang aswatama pikirkan ia lantas meralat ucapnya dan kembali menananyakan keadaan mertuanya itu.


Aswatama trsenyum kmudian brusha untuk duduk menyandar pada bagian atas dipan. Bayu mendekat dan langsung membantu aswatama.


"Papa baik-baik saja nak, bahkan jauh lebih baik. Papa sudah sehat sekarang."


Bahkan Aswatama menggulung baju atasanya dan memprlihatkan otot tanganya stelahnya ia tertawa.


Hahaahaaa papa cuma prank Amel,Iya kan mah?" Ucapnya seraya mengedipkan salah satu matanya pada sang istri.


Laily dan bayu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah aswatama. Namun mereka brdua nampak lega melihat ia jauh lebih baik-baik saja.


Laily memang sudah menceritakan prihal sakitnya Aswatama pada menantunya itu.


Diam-diam Amel tersenyum ia merasa bahagia juga trharu, ia tak sangka Bayu begitu cepat mengambil hati kedua orangtuanya bahkan mereka nampak akrab. Berbeda dengan Randi dulu.


"Papah tenang saja, Amel baik-baik saja bersamaku pah, papa lihat sendiri bukan. Bahkan seujungkukupun aku belum menyentuhnya." Ucap Bayu sembari menoleh kearah Amel


Blluuush wajah A,,mel sketika memerah, ia malu karna bayu scara tidak langsung membocorkan perihal urusan ranjang.


Melihat amel yang nampak sprti kepiting rebus kini Bayu malah trbahak.

__ADS_1


__ADS_2