
Tepat jam 7 malam bayu pulang dari kantor, ia memang pulang trlambat lantaran banyak pekerjaan yang harus dislesaikan.
" Maf mel aku telat, mah pa! Maf ya kalian harus menungguku untuk makan malam." Ucap Bayu saat melihat istri dan mertunya menunggu dia dimeja makan.
" Tidak masalah nak, mandilah dulu kami akan menunggumu. Aswatama memaklumi ketrlambatan bayu. Sebagai sesama pembisnis Aswatama sangat paham dengan kegiatan dan kesibukan menantunya.
" Emm trimakasih pah." Ucap Bayu, Setelahnya Bayu naik keatas menuju kamarnya. Bukan kamarya melainkan kamar Amel yang sekarang menjadi kamar mereka.
" Hust hust" Panggil Laily pada putrinya
Amel menaikan salah satu aslinya.
" Apa?"
Laily menepuk jidatnya.
Merasa gemas pada Amel yang tak paham akan maksudnya.
" Susul dia?" ucap Laily seraya mendorong Amel dari belakang.
" Amel maksud mamah, sambil tanganya menunjuk kedirinya."
" Iyaa " Laily makin gemas saja rasanya.
" Ogah ah,ngpain? Amel nampak acuh tak acuh.
" Siapin baju gantinya mel, bantu suamimu. Siapkan air hangat dan keperluan mandinya." Laily menjawab seraya trsenyum kearah putrinya.
" Malu mah, Biasanya juga dia sendri ko." Kilah Amel
" Gak boleh bgitu Amelia!" Kini aswatama ikut angkat suara.
" Tapi pah, " bantah Amel
" Meeel! " ,Laily menggelngkan kepalanya.
" Heeem ya sudahlah." Kini Amel pasrah dengan perintah ibunya.
" Mel, itu salah satu kewajiban seorang istri nak, ayo naik bantu suamimu bersiap." Laily masih dengan lembut mengingatkan putrinya.
" Iya iyaa mamah isssh."
Amel beranjak dari kursinya, menuju kamarnya. Saat ia sampai didepan pintu amel nampak ragu untuk membuka pintu.
"Emm masuk gak ya, aduuh ko jadi aneh gni siih. Padahal kn mau masuk kamar sendri.
Isssh gara-gara mama niih."
Amel menggerutu seraya tanganya membuka pintu..
Ckleeek
Saat amel masuk kedalam bersamaan dengan itu bayu juga keluar dari kamar mandi dengan hanya tubuh terlilit handuk sebatas pinggang.
"Aaaaaaaaaaaaaaa! "
Amel menjerit dan menutup matanya.
Bayu yang kaget lantas mendekat, mengguncang tubuh Amel.
" Meeel kenapa meel, kamu liat apa heem?" Ucap Bayu
Tubuh amel menegang, kakinya trasa kaku untuk melengkah. Jantungnya berdetak tak berirama.
__ADS_1
"Aduuh ko jadi deg-degan gini siih! Mas bayu apa-apaan sii pke acara gak pake baju gitu.Aku kan trgoda." Amel bergumam sendri namun masih samar-samar didengar bayu.
" Tergoda apanya mel?" Goda Bayu
" ,Eem anu mas, ada kodok? Kilahnya, tanganya masih menutupi wajahnya.
" Kodok? Dikamar kamu ada kdok.? Mana? biar aku buang dlu." Bayu masih tak tau maksud Amel
" Eng itu,anu kodok 6 pack, eh kodoknya ada 6 maksudnya.
Aaaah tau ah Amel bingung sendri mau menjawab apa lagi, amel bermaksud kabur namun sialnya kakinya justru terkilir jadilah ia jatuh dan posisi Bayu yang berada tepat didepan amel membuatnya menahan tubuh Amel yang terjermbab kedepan, namun karna Bayu tidak siap jadilah iapun Terjatuh.
Deg deg deg jantung keduanya berdegup dengan kencang, bahkan mereka sama-sama merasakan debaran jantungnya.
Dalam posisi tubuh Amel yang menindih Bayu. Amel dapat melihat dengan jelas wajah dari suaminya, bahkan ia merasakan hangat kala ia tubuhnya menempel pada kulit suaminya.
Wajahnya menghangat, Bayu pun merasakan hal yang sama. Ia bahkan merasakn hembusan nafas dari Amel yang berada diatas tubuhnya.
Keduanya mematung, mersakan desiran aneh yang menjalar diskujur tubuhnya. Dibawah sana Amel merasakan benda yang entah apa itu sedikit menggeliat bahkan itu sangat keras menempel ditubuh bagian bawahnya.
Refleks amel memegangya, spersekian detik Amel melonjak dan berteriak.
" Aaaaaaa ulaaar besaar, mas apa kamu membawa ular?" teriak Amel dan menjauh dan bersembunyi dibalik slimutnya.
" Ular? " Tanya Bayu makin kebingungan.
" Meel kamar kamu ko kaya sawah. Tadi kamu bilang ada katak sekarang ular.
Bayu masih belum sadar.
" Ularnya ada diantara kaki kamu ma!" Amel kecplosan
Bayu melihat benda diantara kedua pahanya yang tampak mengacung sempurna dibalik handuk.
"Ini ular ajaib mel,kamu yang sudah membuatnya terbangun, " ucapnya seraya mengambil baju dan masuk kedalam kamar mandi untuk brganti pakean.
******
Ditempat lain Jesica sedang merasa dongkol karna kekasihnya Bastian terus saja memintanya untuk mentransfr uang.
"Kamu ini apa-apan si bas, kemarin uang ini uang lagi kamu pikir aku bank."
Jesica mengomel disebrang telfon.
" Aku cuman minta 5 juta sayang, ayo laah! Aku butuh scepatnya." Desak Bastian,
"Apaaaa? 5 juta! Gila kamu ya bas, dari mana aku uang sebnyak itu." Berang Jesica yang merasa jengah lantaran Bastian selalu saja merongrong uangnya.
" Alaah kamu gak usah bohong sama aku sayang, kekasih kamu yang kaya raya itu pasty sudah kasih jatah bulanan kan. Ini sudah ahir bulan, aku tau itu.
Ayo laah cuma 5 juta. Kamu gak kasian sma aku sayang? Aku lagi butuh tambahan modal nih.. Toh nantinya kalau aku sukses kamu juga yang seneng." Bastian terus saja memaksa
" Siaal Aku cuman dapat 10 juta kmarin kalau 5 juta aku kasih kamu, lantas bagaimana aku bisa belanja baju." omel Jesica pada ahirnya
" Baju kamu mash bagus-bagus sayang ayo laaah."
Bastian memang selalu merongrong uang ke Jesica, namun Jesica tak pernah bisa menolak keinginan kekasihnya.
Walapun di awal ia marah namun stelhanya pasti Jesica menuruti keinginan Bastian.
Jesica mematikan sambungan telfonya dan membuka aplikasi transfr uang diponselnya, stelahnya dia mengirim pesan pada bastian.
Ditempatnya Bastian nampak girang mendapati notif diposnelnya kalau transfran sudah masuk.
__ADS_1
"Yeeees 5 juta sudah masuk, ayo kita jalan-jalan sayang kamu boleh minta makan appun. Hari ini kita pesta sayang." ucap Bastian sembari tersenyum kearah wanita disebelahnya.
Muuuuaach bastian mencium layar ponselnya tanpa membalas pesan jesica bahkan ia tak mungucapkan terimakasih sama sekali
Bastian menyalakan sepeda motornya, bersamanya ada wanita dengan rambut sebahu yang dicat berwarna pirang.
Namun dia bukan janda pirang karna wanita yang biasa dipanggil oca itu masih gadis namun entah dengan keprawananya.
Dibelakang Jesica Bastian diam-diam menjalin hubungan dengan Oca, wanita yang beberapa bulan ia jumpai ditaman saat Bastian tengah nongkrong brsama teman-temanya ditaman.
Kala itu Oca yang sedang menangis dipinggir taman menarik perhatian blVastian dan kawannya.
Namun disni bastian dengan gesit menggaet oca yang kabarnya baru putus dari kekasihnya.
Sejak saat itu Bastian selalu meminta uang pada jesica jauh lebih sering. Uang itu ia gunakan untuk berkencan atau sekedar jajan dijalan.
Biasnya bastian memang selalu meminta uang pada Jesica namun tak sering, satu bulan sekali. Tpi smnjak mengenal oca bastian bahkan tiga hari atau satu minggu sekali meminta uang pada Jesica.
******
Stelah memakai pakaianya Bayu keluar dari kamar mandi ia berniat langsung turun namun saat ia melihat kearah ranjang ia masih mendapati Amel bersembunyi didalam selimut.
" Meeel,ayo turun makan. Aku gak enak mama sma papa suda menunggu terlalu lama." panggil Bayu namun nampak diam tak ada sahutan dari Amel.
Sbenarnya Amel mendengar, namun ia tak menyahut Amel masih malu dengan apa yang trjadi tadi.
"Meeel! Mau makan atau mau Ularku memakanmu? " Ucapan Bayu ampuh membuat Amel keluar dari persmbunyianya.
Amel melompat kebawah stelah itu ia berjalan mendahului suaminya, melewatinya bgitu saja.
"Meel, " Goda Bayu pada istrnya
" Hemm, Amel hanya bergumam tanpa menoleh
" Mau dimakan ular?" Tanya bayu seraya berjalan mengikuti istrinya.
"Issh apaan si mas," Amel tak menoleh namun wajahnya bersemu merah.
Saat turun kebawah meja makan nampak kosong, namun ada dua piring bekas makan diatas meja. Menandakan bahwa Aswatama dan Laily sudah makan trlebih dahulu.
"Mbok mama papa mana?" Amel bertanya pada Artnya yang berada diblakang.
"Ooh ibu sama bapak sudah makan dluan mba, soalnya lama nungguin mba amel sma mas bayu turun. Bapak harus minum obat dan istirahat jadi mereka memutuskan makan tanpa menunggu mba amel dan mas bayu.
Tadi ibu pesen agar mbok menyampaikan sma mba amel." Jelas simbok pada Amel dan Bayu
Amel nampak manggut-manggut mendengar penjelasan dari artnya.
" Baik mbok trimakasih yaa." Ucap Amel
" Iya mba sama-sama." Jawab simbok
" Kenpa mel? Mana papa dan mama?" Tanya Bayu pada istrinya
" Papa mama sudah duluan mas, kita kelamaan jadi mereka duluan makan.
Papa harus minum obat dan istirahat. Ini smua gara-gara ular. " Gumam Amel seraya mengambil nasi untuknya dan Bayu.
Bayu tersenyum mendengar penuturan Amel,
" Kamu penasaran sama ularnya mel." Celtuk bayu tanpa menoleh ke arah istrinya.
Amel melotot,ia membekap mulutnya sendri, namun dibalik itu Amel nampak trsenyum dibalik tanganya.
__ADS_1