
" Bayu kamu tidak sedang ngprank mamah kan? " fatimah mendekat kearah putra dan menantunya.
Amel tersenyum sipu, dia malu untuk mengatakan iya. Sementara bayu menanik turunkan alisnya menggoda sang ibu. " Kasih tau gak yaaa? Meneurut mamah ini prank atau bukan? "
"Hiih kamu ini yaaa, ditanya malah nanya balik. "
Fatimah tak lagi menghiraukan putramya, dia lebih memilih mendekat kearah menantunya yang saat ini wajahnya merona.
" Sudahlah mah, percuma ngomong sama bayu. Sekarang kita tanya langsung aja sama yang punya perut. Amel sayang, kamu beneran lagi hamil nak? " Bukan lagi terlihat seprti seorang mertua, bambang sudah seprti ayah kandung bagi Amel. Dia memperlakukan Amel sperti Aswatama ayah kandungnya.
" Iya sayang ayo katakan, papa juga penasaran ini.
Ahirnya Amel menjawab pertanyaan mereka hanya dengan satu kali anggukan kepala.
" Allhamdulillah " ucap mereka serempak.
" Yeeee berati mama yang pertama kali nurutin ngidamnya kami mel. Aah beruntunynya aku, sehat-sehat cucu omaa. " Laily mengusap perut Amel yang masih rata.
" Looh ko bisa jeng, kita kan baru tau Amel hamil. " Fatimah merasa bingung dengan pernyataan laily.
Laily terbahak kala melihat ekspresi fatimah yang menurutnya sangat lucu.
" Kamu tanya saja sama calon dadynya. Iya kan bayu hem hem! "
Fatimah menatap bayu dengan tatapan penuh tanya, bayu menarik nafas panjang kemudian menghembuskanya secara perlahan.
" Mama laily yang udah buatin rujak tadi pagi. " Bayu memprlihatkan sepiring rujak yang sedang dipegang oleh istrinya.
" Yaaa mama kedulan. " wajah fatimah nampak lesu. Semua orang yang ada disitu mentertawakan fatimah. Daan pagi menjelang siang ini rumah itu nampak ramai dengan celoteh mereka yang membicarakan calon bayi Amel yang belum tau pasti berapa minggu itu.
*****
__ADS_1
" Ahiirnya aku bisa menghirup udara segar lagi, heeem salon ya aku harus kesalon untuk perawatan. Sial gara-gara bayu aku harus mengeluarkan banyak uang untuk membayar pengacara. " Jesica sudah sampai diapartemenya dan kini dia sedang melihat pantulan wajahnya didepan cermin.
" Emm kira-kira aku harus memulai dari mana ya untuk kasus sepupunya bastian. Ck, merepotkan saja sih. "
Karna merasa wajahnya sudah sangat buruk jesica memutuskan untuk kesan secepatnya, namun sbelum itu dia mandi dan bersiap terlebih dahulu. Tak butuh waktu lama untuk jesica sampai disalon, jarak salon langganan jesica tak jauh dari gedung apartmen tempat tinggal jesica.
" Selamat siang mba jeje, tumben nih baru keliatan. Kemana aja mba? " sapa salah satu pegawai salon yang ada disitu.
" Heeem habis melakukan perjalanan jauh ke tempat terpencil nih liat wajahku sudah sangat buruk. " Jesica melepas masker dan dia memilih tretmen kcantikan yang akan dia pakai untuk mengembalikan kecantikan dalam wajahnya.
Saat jeje sedang menjalani tretmen tersebut tiba-tiba berita soal kematian oca keluar lagi dichanel berita siang.
" Kerasin volumenya min. " teriak oca pada jasmin, salah satu kariawan salon yang posisinya dekat dengan televisi.
" Ini berita udah satu minggu lalu mba, ini diputar ulang karna sampai sekarang belum ketmu siapa pelakunya. " jelas jasmin sembari mengoles masker diwajah pelangganya.
" Ooh itu berita perempuan yang jazadnya ditemukan tanpa busana dikebun warga ya. Dia mah si oca, tetangga kost gue. " tiba-tiba salah satu pelanggan yang sedang dipegang jasmin menyahut.
" Eeh mba loe kenal sama korban? " jeje semakin penasaran dengam cerita mengenai oca.
" Eh je, loe ko kayany tertarik banget si sama kasusnya si oca oca itu. Loe kenal? " jasmin dibuat penasran karna sedari tadi jesica terlihat sangat serius kala mendengarkan cerita pelangganya.
" Eeng, anu penasaran aja. Kasian kan dia tewas dengan mengenaskan. Sesama perempuan ada lah rasa iba, ya ga si jeng! " Jeje kembali duduk santai agar tak membuatnya semakin ketara jika dia sedang mencari tau soal kasus oca.
" Eeh ksotan loe dimana sii? " jeje masih berusaha menggali informasi dari wanita yang mengaku mengenal oca.
Wanita itu kmudian menyebutkan alamat tempat kostnya, mereka ahirnya bertukar nomor ponsel.
Jesica sudah berniat ingin datang langsung kekamar kost oca untuk mencari petunjuk mengenai siapa oca dan siapa kekasih oca.
*****
__ADS_1
Ahirnya para calon oma dan oppa memtuskan untuk mengajak Amel kerumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Mereka sama-sama tak sabar untuk mengetahui dengan jelas perihal kehamilan Amel.
Stelah sampai dirumah sakit mereka semua berebut ingin menemani Amel masuk kedalam ruang pemeriksaan. Karna tak ada yang mau mengalah dengan terpaksa dokter mengizinkan mereka semua masuk kedalam ruang pemeriksaan.
" Gimana dok, putri kami betulan hamil kan dok! " Fatimah terlihat lbih antusias dibanding yang lain.
" Kalau dilihat dari tanda-tandanya memang ibu Amel sedang hamil. Tapi untuk memastikanya agar lebib jelas kami akan melakukan USG pada ibu Amel. " dokter kemudian mengoles Gel diperut Amel. Semua mata tertuju pada layar monitor yanga ada diruangan dokter tersebut.
Dokter tersenyum dengan ramah pada mereka semua, hingga membuat mereka semakin penasaran.
" Gimana dok, ada kan calon bayinya. " Kini laily yang terlihat tidak sabar mendengar penjelasan dokter.
Para lelaki hanya diam saja, meskipun mereka tak kalah penasaran namun mereka masih sabar menunggu penjelasan dari doktr.
" Bapak ibu, dari hasil pemeriksaan ibu Amel memang tengah hamil. Usia kandungan ibu Amel sudah masuk 10 minggu. Dan ini kantong janinya sudah nampak. " dokter menunjukan kantong janin yang ada diprut Amel.
" Dok ko kantungnya ada dua? " celetuk aswatama yang ternyata sangat jeli saat melihat layar monitor.
Dokter kembali tersenyum dan kali ini senyumnya lebih lebar. " Betul pak, kantung janinya ada dua. Ibu Amel tengah mengandung bayi kembar. "
Penjelasan dokter membuat mereka semua termasuk Amel terkejut sekaligus bahagia. Kini mereka akan mendapatkan bayi. Bukan hanya satu bayi namun dua bayi sekaligus.
" laki-laki atau perempuan dok? " Bayu mulai penasaran dengan jenis kelamin anaknya.
" Kalau mau tau jenis kelaminya silahkan datang kesni lagi 14 minggu lagi ya pak bu. " kemduian dokter menuliskan resep vitamin dan membrikan nasehat untuk amel seputar kehamilanya.
Stelah mereka slesai dengan pemeriksaan Amel mereka langsung pulang krumah Amel.
" Trimakasih sayang trimakasih, kamu sudah membri mamah cucu bahkan dua sekaligus. " fatimah memluk Amel dengan erat. Disusul laily juga membelai perut Amel. " sehat-sehat cucu-cucu omaa, jangan rewel diperut ya, jadilah anak-anak yang baik. "
Mata amel berkaca-kaca dia sangat bahagia bahkan masih saja belum percaya jika dia tengah mengandung bayi kembar.
__ADS_1
" Tunggu hadiah dari papah ya nak! " ucap bambang.
Bayu tersenyum haru melihat keluarganya begitu bahagia menyambut calon bayi- bayi mereka.