
Jam 11 siang Bayu brsiap berangkat kekantornya, sekeetarisnya sudah berkali-kali menelfon lantaran bayu ada metting dengan klien dari luar kota 2 jam lagi, selain itu Bayu harus menandatangani berkas-berkas yang menumpuk dimejanya.
"Sayang mas berangkat dlu yaa." Cuup Bayu mencium kening sang istri, memeluknaya sbentar seakan mereka akan brpisah berbulan-bulan.
" Hati-hati mas,udahn peluknya." Amel menarik diri dari suaminya, bukan karna ia risi tapi Bayu sudah sangat terlambat. Yang seharusnya jam 11 berangkat kini bahkan hampir jam 12 Bayu masih menempel pada istrinya.
" Emmh aku masih ingin begini." Bayu bahkan mengratkan pelukannya. Sedari tadi Bayu sudah brpamitan namun ia kembali lagi dan lagi hanya untuk mencium sampai memeluk. Ini sudah ketiga kalinya Bayu mondar mandir kluar masuk rumah.
" Mas mas, Bucin kamu yaa." Goda Amel
Kening Bayu tampak berkerut. "Kamu tidak suka?" Wajahnya mendung.
" Cuup cup cup Amel mencium wajah suaminya brtubi-tubi sedikit mengulum bibirnya berharap suaminya lekas pergi, karna Amel mendengar ponsel suaminya berdering lagi.
" Sayaaaaaang," ucap bayu dengan manjanya.
"Apa? Kenapa?" Amel kini berbicara dengan lembut layaknya pada anak Tk yang akan dtinggal dibunya.
" Kamu membangunkanya."
Tunjuknya pada si phyton yang sudah mode on.
Plu, Amel memukul pelan phtyon yang nampak menggeliat dibawah sana, itu terlihat dari tonjolan celaana sang suami.
"Ck kamu malah memukulnya, itu smakin membuatnya ingin keluar saja," gerutu bayu dengan wajah yang nampak menggemaskan.
" Astaga mass. Udan sana kerja, nanty malem aku janji bakal kasih lagi kalau kamu tak terlambat pulang." Jani Amel berharap Bayu segera pergi
Wajah bayu nampak berbinar, "okee baik nyonya laksanakan." Ucap Bayu dengan semangat.
" Hanya saat kamu pulang dengab tepat waktu ya mas, telat 1 menit itu sudah tak berlaku." Tegas Amel kemudian
Bola mata bayu melotot dengan sempurna.
"Oooch sayang, itu keterlaluan.. 10 menit ya okee." Ucap bayu sambil mengedipkan salah satu matanya.
" Big no! Tepat jam 7 malam tidak boleh lebih." Tegas Amel, tanpa bisa diajak negosiasi
"Okeee," Bayu nampak menyingrai. Ia punya rencana licik dibalik sikap pasrahnya.
Stelah dengan dramanya ahirnya Bayu berangkat juga.
Tak disangka, disebrang jalan tampak sepasang mata memprhatikanya dengan tatapan yang sulit diartikan. Stelahnya ia tampak menelfon seseorang kala melihat bayu sudah meninggalkan rumahnya. Mobil Bayu namapk melewati sang pengintai, namun bayu tak memprhatikan itu.
" Target sudah keluar kandang."
__ADS_1
Lapor seseorang yang trnyata itu Bastian.
" Okeee.. Lakukan segera." Titah orang yang disbrang telfon
" Siap!"
Bastian nampak mematikan telfonya pada orang yang menyuruhnya dsebrang telfon, ia lantas menghubungi lagi seseorang yang entah siapa.
" Bersiaplah aku akan beraksi sekarang juga." ucap Bastian pada rekanya.
Tanpa menunggu jawaban dari sebrang sana Bastian gegas menuju gerbang rumah mewah itu.
" Selamat siang permisi pak." Sapa Bastian diluar gerbang pada satpam rumah B,,ayu.
" Siang maf cari siapa pak?" Satpam yang kebetulan hendak menutup gerbang lantas mendekat.
" Saya mau cari mba amel, saya sepupunya dari luar kota. Tadi saya kerumahnya tapi orangtuanya bilang amel sudah pindah kerumah suaminya." Jelas lelaki itu tanpa menimbulkan kecurigaan sama sekali
"Satpam itu nampak berfikir. Ia sangsi akan pengakuan Bastian.
Bastian seakan faham dengan situasinya ia langsung mncari alasan agar satpam itu tak menaruh curiga.
" Dulu waktu Amel nikah saya diluar negri jadi gak smpet mnghadiri. Dusta Bastian meyakinkan satpam itu.
Ucap sang satpam dalam hati. Ia juga clingukan tak mlihat tamunya datang memnmbawa mobil. Namun satpam itu namapk tak mau memikirkan hal aneh. Jadi ia mengizinkan bayu masuk.
Rupanya Bastian sengaja mengajak satpam itu ngbrol agar fokusnya bralih padanya, semetara temanya yang lain baru saja masuk memanjat pagar samping. Melewati mereka bgtu saja tanpa ketauan. Bastian mengkode dengan tangan mnyuruh orang itu masuk dengan cepat.
****
Dirumahnya Laily nampak gelisah. Tak biasanya ia meraskan keglisahan semacam ini. Mendadak ia merindukan amel putrinya. Sudah dua minggu mereka tak brtemu.
" Paa mama ko kepikiran amel ya, apa mama trlalu rindu." Ucap laily pada suaminya aswatama.
"Mama ini, baru dua minggu gak ketmu udah rindu aja. Maa dia itu sudah menikah, pasti sibuk ngurus suaminya." Aswatama mendekat kearah istrinya, menenangkan wanita yang sudah menemaninya selama 29 tahun prnikahanya.
" Tapi pah, mama hawtir lo. Ini semacam aah entahlah." Laily nampak murung. Ia tak paham kenapa mendadak ia mengahwtirkan putrinya. Antara rindu dan hawatir trjadi sesuatu pada putrinya.
" Emm ya sudah nanty malam kita kerumah Amel, kita buat kejutan untuk putri kita. Telfon besan kita untuk ikut serta.
Kita bawa makanan dri rumah biar bisa makan malam disana." Aswatama mengenggam tangan istrinya menengkannya, ia tau dan faham saat istrinya gelisah ia hanya akan tenang stelah mendapatkan solusi dari masalhnya.
Bukan masalh melainkan kehawatiran itu ikatan batin antara ibu dan anak. Laily merasa putrinya dalam bahaya. Kendati ia brusha mengikis prasngka buruknya itu.
***
__ADS_1
Sementea Bayu dikantor tengah sibuk mnyiapkan meetingnya, ia seskit terlambat karna dramanya bersama sang istri. Walapun sibuk tapi hati dan fikiranya trus saja memikirkan istrinya dirumah.
" Mungkin karna sudah tak sabar untuk menagih janji Amel saja, jadi aku kpikiran pengn pulang." Monolog bayu dalam hati.
" Pak kita siap-siap brrangkat ke kafe xx diujung jalan ya klien sudah brsiap untuk datang." Sekrtaris bayu mengingatkan.
" Baiklah kita berangkat. Kamu sudah siapkan smuanya?" tanya Bayu memastikan
"Sudah pak? Mari ucap Nana
****
Laki-laki yang diduga orang bayaran Bastian itu kini nampak sudah masuk kerumah megah Bayu. Sementara Bastian nampak berdiri didepan halaman. Mengagumi istana mewah milik mantan kekasih Jesica.
" Gilaaa ini rumah apa istana negara sii gde banget." Gumam bastian seraya mengagumi rumah itu dari luar. "Pantsan jesica sangat brambisi mendekatinya. Trnyata laki-laki itu sultan." Kini bastian memasuki rumah itu yang pintunya sedkit trbuka.
Satpam membiarkan Bastian masuk karna ia mengira Bastian sungguh-sungguh sepupu dri Amel.
Amel memang sendri dirumahnya, si mbok saat ini tengah belanja kebutuhan dapur yang kebtulan sudah habis. Stelah menikah Bayu memang memutuskan mempekrjakan ART agar istrinya tak trlalu cape mengurus rumah sbesar ini sendrian.
Kendati ada art yang bekrja 2 hari sekali untuk brsih-bersih namun untuk memasak dan lain-lain Bayu tak mau istrinya mengrjakan sndri.
Bastian dan Joni pria yang membantu Bastian kini telah bertemu dilantai atas tepat diepan dikamar Amel. Joni menunggu aba-aba dari bastian.
Amel rupanya kembali tidur karna ia kelelahan akibat serangan faajar dari suaminya. Ia bahkan lupa mengunci pintu kamar dan untungnya amel sudah mengenakan dres tanpa lengan sepanjang mata kaki. Amel trtidur pulas membelakngi pintu. Ia tak sadar ada orang yang mengendap masuk kekamarnya.
Joni nampak naik keatas tempat tidur memposisikan diri seakan ia tengah memeluk amel dari belakang. Tanganya trlihat melingkar dipinggang ramping amel. Namun itu hanya trlihat, yang sbenarnya ia tak berani menyentuh.Ia takut amel trbangun.
Cepret cperet bastian nmpak memotret amel dari arah samping dan belakang. Stelah dirasa cukup bastian dan joni keluar mengendap enda dri rumah itu. Bastian kembali melewati satpam mengajak satpam itu ngbrol.
Smtara tanganya mengkode joni dari belakng agar ia cepat prgi lewat belakang rumah.
Kompleks perumahan yang bayu tinggali memang kawasan elit, shingga jarak antara rumah dia dan tetangganya itu sedkit jauh.
Jesica sudah membritahukan pada Bastian cara masuk kawasan itu agar tak dicurigai penjaga didepan kompleks.
Stelah misinya brhasil, bastian mengirimkan hasil jepretan itu ke seseorang yang tengah glisah menuunggu kabar dari bastian.
Selesai! Tinggal menunggu transfran masuk. Batsian nampak berjalan seraya brsiul karna ia sudah selesai mengrjakan printah dengan baik dan lancar.
Tring
Notif pesan dari Bastian, menadakan Bastian sudah selesai dengan tugasnya. Gegas wanita itu membuka ponselnya stelah mlihat bbrapa saat wanita itu tmtertawa trbahak bahaak.Ia sangat puas akan hasil kerja Bastian dan Joni.
"Good job bas.Tak salah aku memprcayakan tugas ini padamu, ameel tunggu kejutan dariku." Jesica menyingrai menatap foto-foto hasil jepretan Bastian
__ADS_1