
" Semua ini bukan salah kamu sayang, stop menyalahkan dirimu sendri. Justru mas minta maaf karna sempat marah dan menuduhmu. " Bayu kembali mendekat kearah Amel, menatap lekat wajah istrinya yang ayu dan meneduhkan.
" Hiks hiks. " Amel masih terisak, bayu dengan cepat mendekapnya.
" Cuup, anggap ini sebagai ujian dalam rumah tangga kita. Kedepanya kita harus lbih bisa mengontrol emosi, saling percaya dan juga jangan mudah trhasut oleh fitnah appun. Kita harus waspada ya sayang. " Bayu membelai puncak kepala Amel dengan lembut.
" Trimakasih mas. " Amel semakin mengeratkan pelukanya.
" Sayang, diluar hujan sangat deras, em aku... "
bayu menatap istrinya dengan tatapan yang membuat Amel jadi malu.
" Apa mas? " tanya Amel pura-pura polos.
" Itu, anu.. " bayu menaik turunkan alisnya.
Bluush, wajah Amel memerah suaminya dengan terang-terangn menggoda dan memintanya.
" Mas akuu...
Cup cup cup
Tanpa aba-aba Bayu mendaratkan ciuman bertubi-tubi diwajah Amel. Perlahan ciuman itu turun hingga kebibir ranum istrinya.
Amel melengguh merasakan nikmatnya ciuman yang semakin menuntun dan menuntut. Suara decapan-decapan dari mulut keduanya mengiringi alunan suara hujan diluar sana.
Emmpth Aaahhhh
Suara ******* Amel lolos kala tangan terampil suaminya meremas dua bukit favoritnya.
" Maaassss eehhh.. "
Tubuh Amel menggelinjang kala salah satu tangan suaminya sudah menelusup kebawah sana.
" Ssssttttt, diamlah. Nikmati saja. " bisik Bayu ditelinga Amel.
****
__ADS_1
Para preman itu berhasil menangkap oca dan membawanya ke gubuk pinggir kebun warga.
" Ampun, jangan nodai saya ampun. " Oca terus meminta ampun berharap para preman itu iba.
" Diam ******, kamu yang membuatku berbuat seprti ini. Pakaianmu yang membuat kami seprti ini. Sudahlah nikmati saja kehangatan dari kami. Bukankah kamu sedang kesepian. " Ucap pimpinan preman itu sembari mendekat ke arah oca.
Breeeet
Hahahaaa
Pimpinan preman itu bahkan merobek atasan yang dikenakan oca. Dua buktitnya menyembul dari balik Bra, oca menyilangkan kedua tanganya didepan dada.
Mata para preman itu menatap oca dengan tatapan lapar. " Boos saya duluan ya bos, ini milik saya sudah memberontak bos. " teriak salah satu anggota preman itu yang memegangi oca dari atas.
" Sial baru liat begini saja kamu sudah kelojotan. " ucap pimpinan preman itu sembari menarik pengait bra milik oca.
Dan kini terpampang sudah dua bukti oca yang ukuranaya lumayan besar, oca kembali meronta berharap diampuni. Namun mereka sudah dikuasai hawa nafsu, tak ada rasa iba sedikitpun melihat tangis oca.
Dengan rakus pimpinan preman itu melahap dua bukti kembar oca. Stelah merasa puas dengan memainkan bukit itu, kini beralih kewajah oca. Kepala preman itu terus menghujami wajah oca dengan ciuman kasar.
Cup cup cup cup, bhkan bibir oca sudah dilumat hbis-habisan.
Derasnya air hujan mengiringi penderitaan oca, tak ada satu orangpun yang akan menolongnya. Disaat sperti ini oca hanya berharap adanya pertolongan dari Tuhan.
" Ya Tuhan, ampuni dosa-dosaku. Inikah hukuman yang harus kuterima atas smua kesalahnku. Aku berharap aku mati saja dari pada harus diperkosa oleh preman-perman ini. " oca hanya mampu bergumam dalam hati, kakinya yang jenjang terus membrontak bahkan bisa ia gunakan untuk menendang.
Hahahaaaaa
"Silahkan memberontak, itu hanya akan menghabiskan tenagamu saja. " ucap salah satu preman itu..
" Brengsek, bajingan kalian binatang bukan manusia, ingaat Tuhan akan menghukum kalian jauh lbih sakit dari apa yang aku rasakan. Lepasin akuu bajingan lepasiiin! " Oca bertekat mengumpulkan tenaga dan keberanianya.
" Hahaaa bahkan kamu masih saja sombong disaat-saat terahir seprti ini. " Plaaaaak plaaak salah satu preman itu menampar oca dengan keras hingga membuat oca pingsan.
" Kenapa gak dari tadi si dia dibuat pingsan, menyusahakn saja. " ucap pimpinan preman itu dengan seringai diwajahnya.
Dengan trgesa-gesa ketua preman itu membuang sisa kain yang melekat ditubuh oca. Dengan rakus dan penuh nafsu ketua preman itu menjajah tubuh oca yang terbaring pingsan diatas tumpukan jerami. Salah satu diantara mereka bermain bukit kembar dan wajah oca.
__ADS_1
Dengan tega mereka meggagahi oca bergiliran bahkan sesekali oca dibuat berdiri dan salah satu mereka bermain tubuh bagian oca dan satunya lagi dari depan. Mereka sudah seprti binatang yang pesta dengan mangsanya. ******** oca memar dan mengeluarkan banyak darah, begitupun dengan bagian belakang yang mengeluarkan darah segar.
Wajah oca lebam dan sekujur tubuhnya penuh tanda merah dan luka. Bibirnya pecah dan berdarah. Stelah merasa puas mereka meninggalkan oca dalam keadaan pingsan dan sangat memprihatinkan.
" Aa-iiir aiir. " oca merasakan tenggorokanya kering saat dia tersadar dari pingsanya.
Awwwhh
Oca merasakan rasa skit diskitar ******** dan dibelakang tubuhnya. Badanya terasa sangat sakit karna hampir disekujur tubuh oca lebam. Oca melihat kesekliling dan nampak sepi tak ada satu orangpun yang menolongnya. Sperskian detik oca menangis, meratapi betapa malangnya nasib dia.
" Bajingan, kalian menggagahiku seprti binatang yang kelaparan. Kalian akan membusuk dipenjara. " rintih oca sembari berusha berdiri dan mencari appun yang bisa ia gunakan untuk menutupi tubuhnya.
Dari arah depan oca melihat ada sesuatu yang bergerak dan berkilat terkena cahaya kilat yang menyambar. Sesaat oca sadar bahwa yang bergerak kearahnya itu merupakan seekor ular kobra.
" Huuust huust." oca brusaha menyuruhnya pergi dengan sisa tenaga yang dia punya. Namun naas seprtinya tadir oca harus berahir dengan cara seperti ini.
Ctaaaak
" Awwwwh" oca merasakan sakit yang luar biasa dikakinya, tubuhnya menggigil karna racun ular tersebut sudah menjalar kesekujur tubuhnya.
*****
Suara kicauan burung menghiasi pagi yang sejuk, semalaman diguyur hujan membuat udara pagi terasa sejuk dan berembun.
Dua insan yang sudah menghabiskan malam panjang dan panas nampak terasa segar dan bersemangat menjemput pagi.
" Sayang, kitq langsung kekantor polisi atau mau cari sarapan dulu. " Tanya bayu pada istrinya yang terlambat bangun sehingga tidak bisa menyiapkan sarapan untuk mereka.
" Emm kita sarapan roti aja kali ya mas, kita makan dimobil. Stelah dari kantor polisi baru kita cari makan. Gimana? " usul Amel yang selalu merasa tidak tenang jika sudah menyangkut masalh yang ia hadapi.
" Hmmm baiklah kita langsung kekantor polisi saja sayang. Mas panasin mobil dulu sementara kamu siapin rotinya. Cuup. " Bayu mencium kilat bibir Amel sebelum pergi kegarasi.
Amel selalu dibuat melayang dengan keromantisan suaminya. " Bagaimana bisa aku jauh dari kamu kalau stiap hari selalu dihujami kebahagiaan mas. " Gumam Amel sambil tangannya mengoles selai coklat kesukaan suaminya.
Stelah selesai dengan rotinya Amel bergegas mengambil tasnya dan menyusul suaminya yang ternyata sudah menunggunya didepan gerbang.
" Silahkan tuan putri. " Bayu gegas turun saat mlihat amel menghampirinya dan membukakan pintu mobil untuk istrinya.
__ADS_1
" Trimakasih pangeranku. " ucap Amel dan tanpa menunggu waktu lama mereka langsung menuju kemobilnya dan pergi kekantor polisi.